Dari Ketakutan kepada Perteduhan

Kejadian 32:22-31

Kehidupan di dunia yang berdosa ini melelahkan serta penuh dengan masalah, kekerasan, dan hal-hal yang bisa membuat hati kita terluka. Sekalipun sudah terluka, manusia harus terus berusaha untuk melawan semua tantangan hidup. Kehidupan yang penuh masalah dan tantangan ini terlihat jelas dalam kehidupan nenek moyang bangsa Israel yang bernama Yakub.

Kehidupan Yakub—namanya berarti “si pemegang tumit” atau “si penipu”—mencerminkan strategi demi strategi licik yang ia lakukan, yang sebetulnya amat melelahkan. Namun, Yakub seperti tak kenal lelah. Ia terus melakukan berbagai upaya yang sebenarnya tidak sesuai dengan kehendak Tuhan, bahkan melukai hati Tuhan. Semua upaya Yakub itu akhirnya dihentikan Tuhan. Tuhan memanggil Yakub untuk kembali ke kampung halamannya (Kejadian 31:3). Panggilan ini menakutkan karena panggilan itu berarti bahwa ia harus berjumpa dengan Esau, yaitu kakak kembarnya sendiri yang pernah ia tipu habis-habisan sehingga berniat membunuh dia. Karena merasa ketakutan (32:7), Yakub lalu merancang strategi, yaitu membuat barisan panjang yang berturut-turut terdiri dari rombongan ternak untuk dipersembahkan kepada Esau, keluarganya, dan hartanya, sambil berharap bahwa hati Esau menjadi luluh dan ia mau mengampuni segala kejahatan Yakub di masa lalu.

Saat dicekam ketakutan itulah, Tuhan menjumpai Yakub yang sedang sendirian di tengah malam. Perjumpaan itu membuat Yakub berhadapan muka dengan Pribadi yang selama ini ia lawan. Yang menarik, Tuhan tidak hanya membuat Yakub menyerah, tetapi Tuhan mengubah hidupnya, yang ditandai dengan pengubahan nama Yakub menjadi Israel. Perubahan nama ini mengajarkan Yakub untuk berpindah dari hidup yang penuh tipu daya menjadi hidup yang penuh anugerah Allah. Yakub bukan lagi si tukang tipu, melainkan telah berubah menjadi Israel, seorang yang sudah melewati pergulatan dengan Allah yang rela menjumpai manusia berdosa seperti Yakub. Ya, di Pniel, Yakub menjadi pincang. Setelah matahari terbit, Yakub telah menjadi manusia baru. Walaupun pergulatan dengan Tuhan membuat Yakub menjadi pincang secara fisik, kehidupan Yakub telah berubah menjadi bergantung pada anugerah Allah. Allah menjadi tempat perteduhan saat menghadapi setiap pergumulan. Apakah Anda juga telah hidup dengan bergantung pada anugerah Allah? Sangat ajaib anugerah-Nya! Sola gratia!  [MP]

Date

Oct 26 2021
Expired!