Disayang dan Dihajar

Amos 3

Sering kali kita cenderung berpikir bahwa tanda seseorang dikasihi adalah tidak adanya hukuman (disiplin). Akan tetapi, sangat menarik untuk diamati bahwa bacaan Alkitab hari ini justru mengungkapkan hal yang sebaliknya, yaitu bahwa karena Israel dikasihi Allah, maka Israel dihukum oleh Allah (3:2).  Frasa “hanya kamu yang Kukenal dari segala kaum di muka bumi” menyatakan betapa dekat, manis, serta indahnya relasi antara Allah dengan bangsa Israel. Di bagian lain dalam Alkitab, kita dapat melihat bahwa bangsa Israel itu begitu dekat dengan Allah, disayang oleh Allah, melalui gambaran bahwa bangsa Israel adalah kebun anggur kesayangan Allah (Yesaya 5) dan biji mata Allah (Ulangan 32:10; Zakharia 2:8), dan sebagainya.

Sekalipun udah sejak awal sekali, Allah memutuskan untuk memilih bangsa Israel sebagai bangsa kesayangan-Nya, hal ini tidak berarti bahwa bangsa Israel boleh hidup sesuka hatinya dan mereka pasti akan lolos dari hukuman Allah. Hubungan antara Allah dengan bangsa Israel yang dinyatakan dengan begitu indah dan manis hancur karena dosa yang dilakukan oleh bangsa Israel. Kehidupan yang berdosa dan berfokus pada diri sendiri tidak mencerminkan kehidupan yang dihasilkan oleh relasi dengan Allah. Pemerasan, ketidakjujuran, kekerasan, serta pengani- ayaan masih dapat ditemukan dalam kehidupan sehari-hari umat Israel (3:9-10). Saat Allah memilih untuk menjadikan sebuah bangsa sebagai milik kepunyaan-Nya sendiri, Allah mengharapkan bahwa bangsa tersebut akan mencerminkan kehidupan yang benar sebagai hasil relasi dengan Allah yang benar.

Jika Allah menghukum, berarti bahwa Allah menghendaki respons pertobatan. Akan tetapi, jika Allah sudah membiarkan, sikap Allah itu merupakan bentuk penghukuman Allah yang sangat mengerikan. Ingat- lah bahwa penghukuman (pendisiplinan) selalu dimulai dari rumah Allah sendiri. Allah menghendaki agar kita bertobat, kembali kepada-Nya, dan menghasilkan hidup yang benar sebagai buah dari relasi yang benar dengan Allah yang benar. Karena kita dikasihi, maka kita dihajar oleh Allah. Terimalah hajaran Allah sebagai bentuk didikan supaya kita bertobat dan kembali kepada-Nya. Bila Anda mengalami kesulitan atau hukuman sebagai wujud didikan Allah, Apakah Anda bisa menerima hal itu dengan rasa syukur? [HS]

Date

Nov 02 2021
Expired!