Dua Aspek Orang Berhikmat

Amsal 1

Ada dua aspek yang merupakan ciri orang berhikmat dalam bacaan Alkitab hari ini. Aspek pertama adalah kesediaan mendengar dan menerima didikan. Mengetahui hikmat sama dengan menerima didikan (1:2-3); Orang bijak harus “mendengar dan menambah ilmu” (1:5). Seorang anak harus mendengar didikan atau ajaran orang tuanya (1:8). Ayat 23 memberi penegasan, “Berpalinglah kamu kepada teguranku! Sesungguhnya,  aku  hendak  mencurahkan  isi  hatiku  kepadamu  dan memberitahukan perkataanku kepadamu.” Tiga kata dalam ayat tersebut—teguranku, hatiku, dan perkataanku—adalah tiga kata yang berhubungan dengan “teguran” berupa celaan, nasihat, atau petuah. Sebaliknya, orang yang menghina didikan adalah orang bodoh (1:7). Orang bodoh menolak atau mengabaikan nasihat (1:24-25) serta benci kepada pengetahuan (1:29). Menerima didikan itu tidak mudah karena manusia cenderung untuk mudah mengkritik, tetapi sulit menerima bila dikritik. Ada kritik yang membangun dan ada kritik yang menjatuhkan. Sikap dalam menghadapi kritik memperlihatkan apakah kita berhikmat atau bodoh. Orang yang berhikmat menghadapi kritik—teguran, nasihat, petuah—dengan kesediaan mendengar dan menerima lebih dahulu, lalu mempertimbangkan, dan berusaha memperbaiki kesalahan bila kritik itu benar. Akan tetapi, hal ini tidak berarti bahwa orang yang berhikmat itu tidak punya pendirian dan selalu berusaha dianggap baik oleh orang lain, melainkan ia selalu bersedia memperbaiki diri. Apakah Anda bersedia dikritik dan selalu berusaha memperbaiki diri?

Aspek kedua dari orang berhikmat adalah sikap takut akan Tuhan (1:7), sedangkan orang bodoh tidak takut akan Tuhan (1:29). Istilah “takut” sebenarnya bukan dalam arti negatif, melainkan merupakan sikap yang positif—yaitu sikap “hormat”—kepada Tuhan. Menghormati Tuhan berarti mengakui dan menyadari kedaulatan Tuhan—untuk campur tangan dalam segala bidang kehidupan—yang membawa kebaikan. Apakah sikap Anda memperlihatkan bahwa Anda menaruh hormat pada Tuhan? Apakah makin hari Anda makin percaya bahwa Tuhan sedang menuntun kehidupan Anda atau Anda makin hari makin menolak untuk diatur oleh Tuhan, bahkan Anda ingin mengatur Tuhan? Semoga Tuhan menolong kita untuk terus memiliki hati yang mau dibentuk (teachable heart) dan yang takut akan Tuhan. [FL]

Date

Nov 08 2021
Expired!