Iman Sejati: Berlaku Adil dan Berdoa

Yakobus 5

Surat Yakobus ditutup dengan peringatan bahwa iman sejati yang dimiliki seseorang terlihat dalam relasi dengan sesama dan dengan Allah. Dalam relasi dengan sesama, orang percaya seharusnya mewujud- kan iman sejati melalui perlakuan yang adil terhadap semua orang (5:1-6). Menujukan peringatan kepada “orang kaya” tidak berarti bahwa Yakobus menganggap “semua orang kaya adalah jahat”. Di perikop ini, Yakobus menujukan peringatannya kepada orang kaya yang menahan upah buruhnya, hidup dalam kemewahan dan berfoya-foya secara egois, bahkan membunuh orang benar yang tidak dapat melawan. Peringatan ini mengingatkan kita bahwa sesungguhnya, dosa ketidakadilan dapat dilakukan oleh siapa saja, bukan hanya oleh orang kaya. Akan tetapi orang percaya hidup berdasarkan iman. Sebagaimana ia beriman kepada Allah yang adil dan penuh kemurahan, demikian pulalah seharusnya ia hidup dengan bersikap adil dan murah hati.

Dalam relasi dengan Allah, orang percaya seharusnya mewujudkan iman sejati melalui doa (5:7-20). Yakobus mengingatkan pentingnya ketekunan dan kesabaran dalam penderitaan (5:7-11). Inilah yang ia sebutkan di awal suratnya. Kedua hal ini dirajut dalam perspektif kedatangan Tuhan Yesus yang sudah dekat. Yang menarik, saat berbicara tentang penderitaan, Yakobus menyebut satu hal yang seharusnya dilakukan orang percaya, yakni berdoa. Di ayat 13-14, Yakobus memberikan nasihat tentang apa yang harus kita lakukan dalam tiga situasi: Pertama, jika kita menderita, kita harus berdoa. Kedua, saat bergembira, ungkapkanlah kegembiraan itu dengan bernyanyi (Efesus 5:19, Kol. 3:16). Ketiga, bila sakit, mintalah penatua untuk mendoakan. Yakobus menekankan bahwa kehidupan orang beriman bergantung pada doa dan terekspresi melalui doa. Pentingnya doa tidak bisa ditawar! Selanjutnya, Yakobus mengingatkan bahwa kehidupan dan kepribadian si pendoa sangat mempengaruhi efektivitas doanya. Allah menginginkan agar kita tidak hanya sekadar berdoa, melainkan agar doa kita disertai dengan hidup yang benar: saling mengakui kesalahan, saling mengampuni, berlaku adil, dan seterusnya., seperti yang sudah dibahas oleh Yakobus di seluruh suratnya ini. Iman yang sejati akan termanifestasi secara nyata di seluruh aspek kehidupan. Apakah Anda sudah berusaha mewujudkan iman Anda dalam kehidupan sehari-hari? [MT]

Date

Dec 13 2021
Expired!

Time

8:00 am - 6:00 pm