Iman yang Mengantisipasi Masa Depan

Ibrani 11:8-10

Abraham mendengar firman Tuhan yang memerintahkannya untuk pergi dari negeri di mana ia dan sanak keluarganya menetap (Kejadian 12:1). Jadi, Abraham diminta untuk pergi dari lingkungan yang sangat ia kenali, yang selama ini memberikan rasa aman dan nyaman bagi Abraham serta seluruh keluarganya. Tuhan berkata kepada Abraham bahwa Ia akan menunjukkan negeri yang menjadi tujuan kepergian Abraham, tetapi Dia tidak memberitahu dengan jelas negeri, atau kota apa yang menjadi tujuan (Ibrani 11:8). Abraham tidak bisa mempersiapkan diri atau mengantisipasi apa yang akan dihadapi selanjutnya. Tuhan memang memberikan janji yang indah! (Kejadian 12:2-3). Namun, saat itu, janji Allah tersebut belum tergenapi. Yang membuat
Abraham bersedia menaati firman Tuhan untuk pergi meninggalkan tanah tempat tinggal keluarga besarnya tidak lain hanya karena iman (Ibrani 11:1). Berdasarkan keyakinannya itu, Abraham menatap ke masa depan dengan sebuah harapan, yaitu harapan berupa sebuah “kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah” (11:10). Keyakinan Abraham kepada Allah dan janji-Nya membuat ia tetap melangkah. Iman Abraham mengantisipasi masa mendatang.

“Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat” (11:1). Setiap murid Kristus di abad ke-21 ini telah memiliki dasar yang lebih kokoh daripada Abraham ketika ia diminta untuk pergi menuju ke tanah Kanaan. Kita pun telah memiliki bukti yang lebih banyak—yaitu bukti bahwa janji Allah dapat dipercaya—daripada yang diketahui oleh Abraham, karena saat ini, sebagian besar dari janji Allah kepada Abraham telah digenapi. Misalnya, kita sudah tahu bahwa pada akhirnya, keturunan Abraham menjadi bangsa yang besar dan menduduki Tanah Perjanjian. Dari keturunan Abraham inilah, lahir Yesus Kristus, Sang Juruselamat. Selain itu, janji-janji Allah yang telah digenapi telah tercatat di dalam Alkitab untuk meneguhkan iman para murid Kristus di era digital ini.

Pandemi covid-19 menimbulkan situasi sangat tidak stabil. Kita tidak memiliki prakiraan yang jelas akan hari esok. Namun, kita memiliki kesaksian yang kukuh tentang Allah yang setia. Sambutlah tahun 2022 dan melangkahlah dengan iman kepada Allah yang setia. Iman yang demikian mengantisipasi masa mendatang! Apakah Anda telah terbiasa melangkah dengan iman? Bila belum, mulailah sekarang! [ECW]

Date

Jan 01 2022
Expired!