Jangan Mengingkari Tuhan

Yeremia 16

Mulai dari pasal ini kitab Yeremia akan mulai masuk dalam fase tersuramnya: setiap pasal yang ada hanya menceritakan bentuk- bentuk kehancuran Israel dan tidak ada lagi panggilan dan kesempatan untuk bertobat. Fase kehancuran ini seolah-olah mendapatkan restu dan pembiaran dari Tuhan sebagai akibat dari serangkaian kesempatan
bertobat yang telah disia-siakan oleh umat Yehuda.

Bacaan Alkitab hari ini dimulai dengan suatu perintah yang amat mengejutkan, yang sekaligus bertentangan dengan perintah Tuhan sendiri, yaitu perintah untuk “jangan menikah” (16:2). Perintah ini sangat membingungkan! Bukankah perintah menikah dan beranak cucu itu datang dari Tuhan sendiri yang kita kenal sebagai mandat budaya (Kejadian 1:28)? Kita perlu menyadari bahwa perintah untuk tidak menikah ini diberikan karena beberapa alasan: Pertama, kejahatan umat Yehuda telah sangat keterlaluan sehingga membuat Tuhan sudah tidak berbelaskasihan lagi kepada mereka (16:13). Tuhan mengumumkan secara langsung bahwa umat Tuhan akan dibuang ke negeri asing— yaitu Babel—dan di sana mereka akan dipaksa untuk beribadah kepada allah lain siang dan malam. Kedua, Tuhan hendak menggambarkan betapa dahsyatnya kehancuran yang akan dialami oleh umat Yehuda, sehingga ikatan sosial yang paling dasar pun—yaitu pernikahan—akan menjadi hancur berantakan. Kehancuran yang akan terjadi pada umat Yehuda ini adalah kehancuran dahsyat yang belum pernah terjadi dalam sejarah umat Tuhan sebelumnya, dan akan mengguncang keyakinan iman mereka. Sekalipun demikian, yang amat mengherankan bukanlah pengumuman datangnya hukuman Tuhan, melainkan ketidakpedulian umat Yehuda terhadap pengumuman penghukuman tersebut. Tidak ada catatan tentang sikap penyesalan dan pertobatan umat Yehuda. Mereka menolak teguran dan kecaman Allah! Mereka meremehkan pengumum- an penghukuman Tuhan dan mereka tetap menjalankan kehidupan sehari-hari mereka seperti biasa. Inilah puncak tertinggi kemunafikan umat beragama!

Bagaimana dengan Anda? apakah praktik hidup Anda telah sesuai dengan keyakinan iman Anda? Apakah ibadah Anda disertai dengan kesadaran akan kehadiran Tuhan dalam kehidupan Anda? Marilah kita menyelaraskan hidup kita dengan iman yang terucap dari mulut kita! [J]

Date

Sep 15 2021
Expired!