Kasih dan Keadilan Allah

Yeremia 20:1-21:10

Bacaan Alkitab hari ini memasuki fase klimaks dari sejarah umat Yehuda, dengan makin dekatnya pelaksanaan hukuman Tuhan atas dosa dan kekerasan hati mereka yang tidak mau bertobat. Pasal 20 ini dimulai dengan catatan tentang tindakan Imam Kepala Bait Allah— Pasyhur bin Imer—yang bukan hanya tidak menjadi contoh dalam hal pertobatan, melainkan dia malah menghajar Nabi Yeremia dengan maksud membungkam sang nabi. Yang lebih keterlaluan, ternyata Pashyur melakukan hal itu bukan atas inisiatif pribadi, tetapi karena diperintah oleh Raja Zedekia. Setelah menyiksa Nabi Yeremia di pasal 20, Pashyur kembali diutus di pasal 21, kali ini untuk memohon bantuan Tuhan dalam menghadapi Raja Nebukadnezar. Sungguh, kelakuan Pasyhur dan Raja Zedekia itu merupakan sikap yang tidak tahu malu dan tidak tahu diri, sekaligus memperlihatkan karakter orang-orang yang dihadapi Nabi Yeremia kala itu!

Bagaimana respons Nabi Yeremia saat menghadapi kondisi di atas? Sebagai manusia biasa, tentu saja Nabi Yeremia merasa tertekan dan frustrasi. Pasal 20:7-8 dengan jelas menggambarkan suasana batin Nabi Yeremia. Bagaimana Allah merespons peristiwa di atas? Pertama, Allah menguatkan Nabi Yeremia agar tabah dan sanggup berdiri teguh (20:9-13). Tuhan bukan hanya Sang Tuan yang mengutus, tetapi juga Rekan yang menghibur! Kedua, Tuhan dengan tegas mengumumkan bahwa Pasyhur dan seluruh keluarganya akan ditawan dan mati di Babel (20:6). Raja Zedekia juga akan diserahkan ke dalam tangan Raja Nebukadnezar, raja Babel. (21:7). 2 Raja-raja 25:7 memberi penjelasan bahwa Zedekia akan dipaksa melihat anak-anaknya di sembelih di depan matanya. Kemudian, mata Zedekia dibutakan, lalu dia dibuang ke Babel. Jelas bahwa Tuhan membela Nabi Yeremia yang merupakan orang benar serta menghukum orang yang berbuat tidak benar, yaitu Pasyhur—sang imam kepala, serta Zedekia—sang raja Yehuda.

Allah adalah Bapa yang baik, sekaligus Hakim yang adil. Ia memiliki hati yang penuh belas kasihan dan pengampunan terhadap orang yang mau bertobat, tetapi hati-Nya geram terhadap orang berdosa yang mengeraskan hati. Apakah Anda mengenal Allah secara seimbang? Sadarkah Anda bahwa walaupun Allah itu penuh kasih, Ia pasti menghukum orang yang terus-menerus berbuat dosa! [J]

Date

Sep 19 2021
Expired!