Kecil, Namun Berdampak

Amsal 10

Siapa yang tidak takut terkena penyakit kanker? Kanker adalah per- tumbuhan sel yang abnormal, membentuk benjolan, tak terkendali, dan menekan sel-sel yang normal. Kanker bisa bermula dari paru-paru, payudara, usus, atau darah, lalu menyebar ke seluruh tubuh. Satu dari lima laki-laki dan satu dari enam perempuan mengalami kanker. Kanker menempati peringkat kedua tertinggi penyebab kematian di dunia. Satu sel yang kecil bisa tumbuh dan berdampak besar terhadap kehidupan manusia. Serupa dengan sel kanker, mulut atau lidah adalah organ tubuh yang kecil, namun bisa berdampak besar. Mulut bisa mengeluarkan perkataan yang berdampak sangat positif maupun sangat negatif. Dampak yang sangat besar itu membuat mulut atau lidah merupakan organ tubuh yang paling sering dibahas dalam Alkitab.

Penyebab utama kekeruhan air bukan tangki air, tetapi sumber air. Seperti sumber air, perkataan orang benar bisa menjadi berkat yang menguatkan (10:11), seperti perak yang berharga (10:20), menggembalakan banyak orang (10:21), mengeluarkan hikmat (10:31), dan menyenangkan (10:32); sedangkan perkataan orang fasik berisi kefasikan (10:11), kebinasaan yang mengancam (10:14), kebencian (10:18), dan tipu muslihat (10:32). Tuhan Yesus menyebut masalah sumber ini dalam Matius 15:18-19, “Tetapi apa yang keluar dari mulut berasal dari hati dan itulah yang menajiskan orang. Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu dan hujat.” Jika perkataan kita melukai orang lain, yang perlu dicek lebih dahulu adalah keadaan hati kita. Apakah hati kita sudah beres dan benar di hadapan Tuhan? Orang yang hatinya terluka cenderung melukai orang lain. Jika kita tidak beres di hadapan Tuhan, keadaan hati kita akan terlihat jelas dari perkataan kita. Kita dibenarkan bukan berdasarkan perilaku atau perkataan kita, tetapi berdasarkan penerimaan dan pengampunan Yesus Kristus yang telah kita terima. Kitab Amsal mengingatkan kita tentang bahaya dari orang yang tidak dapat menahan perkataannya. Anak-anak Tuhan harus belajar menahan perkataan, karena itulah ciri orang yang berakal budi (Amsal 10:19). Apakah Anda telah memohon agar Allah Roh Kudus menjaga setiap perkataan yang keluar dari mulut Anda? Biasakanlah menahan diri sebelum menyampaikan perkataan, karena perkataan dari lidah yang kecil itu bisa berdampak besar! [FL]

Date

Nov 17 2021
Expired!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *