Kesenyapan di atas Popularitas

1 Raja-Raja 19:9-18

Tidak jarang, masa pandemi menjadi ladang yang subur bagi banyak orang—termasuk gereja—untuk menambah popularitas dan kesuksesan. Hasil riset dari Google (salah satu mesin pencarian yang ternama di dunia) terhadap tren tahun 2020 di Indonesia menunjukkan bahwa ada begitu banyak orang yang mencari tahu bagaimana membuat usaha kecil (UMKM), menjadi YouTuber, dan menjadi reseller dari barang-barang yang sudah terkenal atau yang ingin dibuat terkenal. Semua orang mau menjadi terkenal, karena menjadi terkenal—populer, sukses—dianggap bisa memberikan kepuasan hidup. Namun, kesimpulan kita bisa berubah bila kita bercermin pada kisah Elia. Tidak bisa dipungkiri bahwa Elia baru saja sukses mengalahkan

450 nabi Baal melalui peperangan fenomenal, yaitu saat “api Tuhan menyambar habis korban bakaran, kayu api, batu dan tanah itu, bahkan air yang dalam parit itu habis dijilatnya.” (18:38). Seharusnya, Elia sangat bangga terhadap kesuksesan itu! Namun, pernyataan Izebel (19:2) membuat Elia takut dan melarikan diri untuk menyelamatkan nyawanya. Kisah itu menunjukkan bahwa kesuksesan tidak selalu berujung pada kepuasan hidup. Namun, yang perlu kita perhatikan bukan sekadar tentang kesuksesan dan ketakutan Elia, tetapi tentang Tuhan yang tidak hanya menyatakan diri melalui tindakan yang fenomenal—api, gempa bumi, angin badai—tetapi juga di dalam kesenyapan.

Melalui “bunyi angin sepoi-sepoi basa” (19:12), Tuhan hadir bagi Elia dan menguatkan panggilan-Nya terhadap Elia. Kesenyapan Tuhan bekerja itu membuat Elia tidak sadar bahwa Tuhan sudah menyisakan 7000 orang di Israel, “yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia” (19:18). 7000 orang percaya yang tetap setia kepada Tuhan itu dipelihara oleh tangan Tuhan yang bekerja dengan senyap, bukan melalui usaha manusia yang fenomenal. Perenungan ini dapat direalisasikan oleh gereja di masa pandemi bila gereja sungguh-sungguh bergumul untuk menemukan kehendak Tuhan, lalu menaati kehendak Tuhan untuk melakukan hal-hal yang Allah kehen- daki. Hai gereja Tuhan, mari mereformasi diri dengan melaksanakan kehendak Tuhan, bukan mengikuti arus tren dunia. Biarkan Tuhan me- nguatkan kita untuk melakukan pekerjaan yang sudah Ia siapkan, bukan dengan cara dunia, tetapi dengan cara Tuhan. [MP]

Date

Oct 29 2021
Expired!