Kompromi, Kemalasan, Kejahatan!

Amsal 6

Penulis Amsal—yaitu sang ayah—kembali memperingatkan anaknya agar tidak ikut campur (kompromi) dalam hutang seseorang. “Penanggung sesama” (6:1) adalah orang yang menanggung hutang seseorang jikalau orang yang berhutang gagal membayar hutangnya. Hal ini membuat kondisi keuangan si penanggung tergantung pada tindakan orang yang berhutang, dan hal itu berisiko membuat ia menjadi miskin serta kehilangan sahabat bila orang yang berhutang tidak membayar hutangnya. Si ayah meminta agar anaknya melepaskan diri dari ikatan seperti itu (6:3-5), bila perlu dengan berlutut memohon dilepaskan dari ikatan itu. Relasi persaudaraan atau persahabatan bisa rusak bila urusan pinjam-meminjam uang tidak terselesaikan dengan baik. Hal itu juga bisa terjadi di lingkungan gereja dan keluarga Kristen. Jika ingin membantu sesama, bantulah dengan memberi atau meminjamkan uang. Jangan mengambil risiko tinggi dengan menjadi penanggung hutang!

Selanjutnya, sang ayah meminta anaknya belajar dari seekor semut yang begitu rajin mengumpulkan makanan, meskipun tidak diawasi (6:6-11). Walaupun banyak hal yang bisa membuat seseorang menjadi miskin, kemalasan merupakan salah satu penyebab utama. Kemalasan terlihat dari sikap sering menunda (6:10). Jika Anda saat ini sedang merasa putus asa menghadapi kesulitan ekonomi, jangan putus asa! Teruslah bekerja dan jangan mengeluh saat menghadapi kesulitan. Tataplah masa depan dengan bersandar pada Tuhan dan sambil bekerja keras (bandingkan dengan Pengkhotbah 9:10)!

Bagian terakhir membahas kehidupan si penjahat (Amsal 6:12-19). Tuhan membenci orang yang perbuatannya jahat (6:16). Setiap jenis kejahatan berikut disebut dua kali: “Mata sombong” (6:17) berkaitan dengan mata yang berkedip (6:13). “Lidah dusta” (6:17) adalah gema dari “mulut serong” (6:12). “Tangan yang menumpahkan darah orang yang tidak bersalah” (6:17) menjelaskan pergerakan jari yang memberi- tahukan tipu muslihat si penjahat (6:13). “Hati yang membuat rencana- rencana yang jahat” (6:18) sama dengan “senantiasa merencanakan kejahatan” (6:14) serta “kaki yang segera lari menuju kejahatan” (6:18). Selalu saja, orang seperti itu menimbulkan pertengkaran. Karakter apa yang masih tumbuh subur dalam kehidupan Anda saat ini? Ingatlah bahwa Tuhan membenci perbuatan jahat! [FL]

Date

Nov 13 2021
Expired!