Koreksi Dari Allah

1 Tawarikh 13

Pengukuhan sebagai raja atas Israel dengan pusat pemerintahan di Yerusalem mempunyai arti penting bagi Daud. Dia ingin agar Yerusalem bukan hanya sekadar menjadi ibu kota negara, tetapi juga menjadi pusat kegiatan keagamaan. Sebagai seorang raja, Daud sadar bahwa ia mewakili Tuhan untuk menggembalakan umat Israel (2 Samuel 5:2). Pada masa raja Saul, Tabut Perjanjian—yang menandai kehadiran Alah—tidak diperhatikan (1 Tawarikh 13:3). Tabut itu disimpan di rumah Abinadab di Kiryat-Yearim (1 Samuel 7:1-2) Itulah sebabnya, Daud berinisiatif untuk membawa Tabut Perjanjian ke Yerusalem.

Perlu diketahui bahwa ada dua kesalahan fatal yang terjadi atas rencana pemindahan Tabut Perjanjian yang diusulkan oleh Daud: Pertama, Daud tidak meminta petunjuk Tuhan. Ini persis seperti yang dilakukan oleh Saul (1 Tawarikh 10:14). Daud memakai caranya sendiri. Hal ini berbeda sekali dengan saat ia diserang oleh orang Filistin. Saat itu, ia selalu meminta petunjuk Tuhan (1 Samuel 23:2,4,9-12; 30:7-8; 2 Samuel 5:19,23). Mungkin, Daud menganggap kekuatan militernya sudah kuat, sehingga ia merasa mampu memindahkan Tabut Perjanjian dengan mudah. Jelas bahwa di sini, Daud telah berdosa karena tidak meminta petunjuk Tuhan dan tidak mengikuti ketetapan Tuhan (Ulangan 10:8; 31:9; Bilangan 4:1-20). Ia meniru cara bangsa Filistin dalam hal membawa Tabut Perjanjian dengan kereta (1 Tawarikh 13:7). Kedua, para petugas pengangkut Tabut Perjanjian tidak menghormati kekudusan Tuhan. Akibatnya, Uza—anak Abinadab—mati di hadapan Tuhan (13:9-10). Ini murni karena keteledorannya (2 Samuel 6:6-7). Artinya, Uza melakukan kesalahan atau tindakan yang tidak bijaksana, tidak sopan dan tidak hormat. Ini persis seperti yang dilakukan oleh anak-anak Harun, yaitu Nadab dan Abihu (Imamat 10:1-3). Dalam Perjanjian Baru, Herodes yang tidak memberi hormat kepada Allah ditampar oleh malaikat Tuhan (Kisah Para Rasul 12:23), Ananias dan Safira seketika mati di tempat karena mereka mendustai Roh Kudus (Kisah Para Rasul 5:1-11).

Motivasi dan tujuan Daud dalam memindahkan Tabut Perjanjian ke Yerusalem sangat mulia. Namun, karena caranya salah, Tuhan mengoreksi. Koreksi Allah merupakan ungkapan belas kasihan-Nya. Bila kita tidak mau menerima koreksi Allah, perbuatan, keputusan, atau keinginan kita bisa mencelakakan diri sendiri, atau orang lain. Apakah Anda bersedia menerima koreksi dari Tuhan? [TC]

Date

Jan 14 2022
Expired!