Makin Serupa dengan Kristus

Filipi 3:7-11

Ketika pandemi mulai melanda Indonesia sekitar 20 bulan yang lalu, banyak gereja kebingungan, baik bingung tentang cara melakukan ibadah maupun bingung tentang cara melakukan persekutuan, kelompok kecil, dan pemerhatian. Gereja seperti kebingungan terhadap identitas- nya. Salah satu cara yang akhirnya ditempuh gereja untuk mengatasi kebingungan adalah dengan memindahkan seluruh kegiatan gerejawi dari kegiatan fisik menjadi daring, sehingga anggota jemaat tetap dapat mengikuti berbagai kegiatan gereja. Semua ini dilakukan dengan maksud agar identitas gereja tetap terlihat. Namun, apakah kegiatan adalah cara terbaik untuk menyajikan identitas gereja? Apakah identitas gereja ditentukan oleh banyaknya kegiatan gerejawi serta suksesnya kegiatan tersebut? Perhatikanlah apa yang dikemukakan Rasul Paulus mengenai identitasnya di dalam Kristus, khususnya melalui surat Filipi.

Saat menulis surat Filipi, Rasul Paulus sudah mengenal Kristus sekitar 30 tahun. Saat itu, ia sedang berada dalam penjara, tempat dan kondisi yang tidak membanggakan. Namun, ia tidak bingung terhadap identitasnya. Beliau berkata dengan penuh keyakinan, “Yang kukehen- daki ialah mengenal Dia.” (3:10a). Pengenalan akan Kristus itulah yang membentuk kerohaniannya. Ia menganggap semua prestasi yang pernah ia capai sebagai sampah (3:7-9). Identitasnya tidak dilandasi oleh prestasi kegiatan keagamaan maupun latar belakang keluarga, melainkan oleh pengenalan akan Juru Selamatnya, yaitu Tuhan Yesus Kristus yang sudah mati dan bangkit baginya. Pengenalan itulah yang membuat ia rindu untuk mengalami kuasa kebangkitan Kristus dan makin serupa dengan Kristus melalui kematian Kristus.

Sebagaimana Rasul Paulus menghendaki pengenalan akan Kristus, marilah kita—sebagai gereja Tuhan masa kini—juga menghendaki hal yang sama. Pengenalan itu akan membentuk identitas kita sebagai orang yang mengalami kuasa kebangkitan Kristus dan dibentuk menjadi makin serupa dengan Dia di dalam kematian-Nya. Identitas itu tidak mema- merkan prestasi kita, tetapi memperkenalkan Kristus dan apa yang sudah Ia lakukan bagi kita. Identitas itu terwujud melalui kegiatan gerejawi yang membentuk anggota jemaat menjadi makin serupa dengan Kristus serta memperlihatkan kuasa kebangkitan Kristus kepada jiwa-jiwa yang terhilang. Apakah kehidupan Anda makin menyerupai Kristus dan mem- buat Kristus makin dikenal melalui diri Anda? [MP]

Date

Oct 30 2021
Expired!