Meneropong Gereja Pasca Pandemi

Yeremia 6:10-21

Reformasi gereja bukan seperti membuat monumen yang hanya dapat dikunjungi dan dipandangi. Reformasi gereja juga bukan tentang orang-orang tertentu, melainkan sebuah gerakan. Hal ini senada dengan pernyataan seorang teolog bernama Kevin Vanhoozer, “The Reformation was a movement, not a person.” Namun, ia tidak berhenti di sana. Vanhoozer mengutip perkataan Tuhan Yesus sebagai prinsip sebuah gerakan, “Demikianlah setiap pohon yang baik menghasilkan buah yang baik, sedang pohon yang tidak baik menghasilkan buah yang tidak baik.” (Matius 7:17). Sampai tahun 2020, reformasi gereja sudah menghasilkan buah sebanyak 586 juta penganut Kristen Protestan, seperti  yang  dicatat  di  dalam  World  Christian  Encyclopedia. Namun, jumlah itu tergerus oleh perkembangan zaman, kepentingan-kepentingan politis, dan isu-isu global seperti pernikahan sesama jenis. Bukanlah kebetulan jika masa pandemi menjadi ujian bagi buah reformasi gereja, sehingga gereja bukan hanya berjumlah banyak, tetapi juga berkualitas baik. Apa yang harus dilakukan oleh gereja pada masa kini?

Kualitas buah reformasi di gereja masa kini terancam oleh resesi kerohanian, sehingga gereja harus bergerak pada “the ancient paths” atau jalan-jalan dahulu kala, yaitu jalan-jalan yang membuat kita bercermin, bukan sekadar bernostalgia. Gereja dipanggil untuk bergerak meninggalkan ketergantungan pada masa kejayaan dan kembali kepada tiga “jalan dahulu kala”, yaitu teologi yang sehat, hasrat yang kudus, dan cara hidup yang benar. Di tengah himpitan pandemi dan dampak yang mengikuti pasca pandemi, tiga jalan itulah yang dapat membuat gereja tetap berbuah dengan kualitas prima, tanpa berkompromi atau bersahabat dengan sekularisme dan pragmatisme.

Sudah saatnya bagi gereja untuk bergerak maju dengan kembali kepada pengajaran—doktrin, teologi—yang sehat atau ortodoksi. Ingat, rupa-rupa angin pengajaran yang menyesatkan tidak tinggal diam. Gereja harus bergerak maju dengan didorong oleh pathos (passion, hasrat) yang kudus dari Allah (ortopati). Dengan demikian, gereja masa kini dapat menjadi komunitas orang percaya yang memiliki praktik kehidupan Kristen yang benar (ortopraksi). Tiga “jalan dahulu kala” terwujud di dalam dan melalui Yesus Kristus, karena Dialah satu-satunya jalan, dan kebenaran, dan hidup (Yohanes 14:6). Apakah gereja tempat Anda beribadah terus bergerak maju? [MP]

Date

Oct 31 2021
Expired!