Religiositas Sejati

Amos 4

Apakah tanda religiositas seseorang adalah kemampuan berbahasa Roh atau kegiatan pelayanan atau rutinitas kehadiran dalam setiap kegiatan gereja atau banyaknya persembahan yang diberikan atau aksesoris Kristen—seperti salib—yang dikenakan? Tidak! Tanda-tanda lahiriah yang terlihat oleh mata tidaklah menentukan apakah seseorang merupakan orang yang rohani atau tidak.

Amos 4:4-5 menunjukkan bahwa makin sering orang-orang Israel melakukan hal-hal “rohani”—seperti mengunjungi Betel dan Gilgal yang merupakan “tempat suci” untuk membakar korban dan memberi persembahan—mereka justru makin jauh dari Allah. Makin orang-orang Israel ingin “tampak rohani” di dalam tindak tanduknya, makin Tuhan tidak berkenan terhadap mereka. Hal ini disebabkan oleh dua hal: Pertama, pusat peribadatan yang ditetapkan Allah adalah Bait Allah di Yerusalem. Peribadatan di tempat lain—dalam hal ini di Betel dan Gilgal—adalah peribadatan yang telah tercampur dengan peribadatan agama kafir. Kedua, kehidupan mereka yang jahat tidak mencerminkan keagamaan yang benar (bandingkan dengan kondisi dalam Yesaya 1:11-17 dan teguran Tuhan Yesus dalam Matius 23). Jelas bahwa gaya hidup yang tertampil tidak berasal dari hati yang bertobat!

Jadi, mana yang lebih penting: Yang tampak atau yang tidak tampak? Keduanya penting! Akan tetapi, tindakan yang tampak harus mencerminkan yang tidak tampak, yaitu hati yang benar-benar bertobat dan mengasihi Tuhan sebagai landasan bagi tindakan yang tampak. Tuhan tidak suka terhadap ketidakseimbangan dan ketidaksinambungan antara kehidupan nyata dengan kehidupan keagamaan (Amos 5:21-22), antara iman dan perbuatan (Yakobus 2:17-22). Yang Tuhan kehendaki ialah agar kehidupan nyata mewujudkan iman (Yesaya 58:6-7).

Dalam ibadah, orang percaya bisa berbuat jahat bila hatinya tidak sungguh-sungguh dipersembahkan kepada Tuhan. Dalam hidupnya, seorang percaya bisa berbuat jahat secara tersembunyi, sehingga semua tindakannya tetap tampak baik dalam pandangan orang lain. Dalam kehidupan sehari-hari, ada orang yang tampak rohani dan baik, tetapi sebenarnya hatinya busuk. Apakah perbuatan Anda sudah sesuai dengan iman Anda? Apakah ibadah yang Anda jalani dan perbuatan Anda kepada sesama dilandasi oleh kasih kepada Tuhan? [HS]

 

Date

Nov 03 2021
Expired!