Seruan Pertobatan

Yeremia 3:1-4:4

Alkisah, ada seorang bapak tua yang selalu menjadi korban bully dari sekelompok anak berandal di suatu kota kecil. Entah apa yang menjadi penyebab, sang bapak tua selalu mendapat perlakuan yang membuat mereka yang melihat menggelengkan kepala. Suatu saat, geng berandal itu ditangkap polisi karena laporan seorang tetangga sang bapak tua yang tidak tega melihat perlakuan itu. Ketika polisi bertanya mengapa si bapak tua membiarkan mereka beraksi, sang bapak tua menjawab, “Saya berharap mereka bertobat dan tidak menjadi berandal lagi.” Ternyata, sang bapak tua adalah pensiunan pasukan khusus yang dengan mudah dapat mengatasi semua berandal itu. Ia berbelaskasihan karena ia berharap agar mereka berubah.

Tuhan mengecam keras ketidaksetiaan bangsa Israel (Yeremia 3:1- 4:4). Sebenarnya, Tuhan bisa dengan mudah menghancurkan bangsa Israel yang berperilaku buruk itu. Namun, Tuhan memilih untuk bertindak berdasarkan belas kasihan-Nya yang besar. Dengan setia, Dia terus- menerus memanggil bangsa Israel untuk bertobat dan berbalik dari dosa (3:11-13; 4:1). Tuhan berjanji untuk mengampuni dan menerima mereka serta menanggalkan kemarahan yang sebenarnya pantas diterima oleh bangsa Israel yang merupakan pasangan yang tidak setia. Pengampunan dan penerimaan kembali Allah terhadap umat-Nya yang berubah setia disebabkan oleh satu faktor tunggal, yaitu kemurahan hati Allah! (3:12). Ketegasan Allah selalu disertai kasih yang sangat besar dan kerinduan melihat pertobatan umat yang Ia kasihi (3:13, 22-25; 4:1-4). Pertobatan yang tulus dari umat Tuhan akan menghasilkan pemulihan yang membuat mereka menjadi berkat bagi bangsa-bangsa lain (4:2).

Seruan pertobatan sangat kita perlukan karena kita sering kali berdosa dan berubah setia. Jika kita berbuat dosa dan meninggalkan Tuhan, kita harus segera bertobat dengan sungguh-sungguh. Allah itu murah hati dan memberi pengampunan dengan berlimpah (Yesaya 55:7). Tuhan Yesus juga menyerukan pertobatan secara eksplisit dalam pelayanan-Nya (Matius 4:17). Ia rindu agar banyak orang mendengar firman dan memberi tanggapan. Bagaimana dengan Anda: Apakah Anda telah menanggapi firman Allah dengan pertobatan yang sejati? Jangan permainkan kebesaran hati Tuhan dengan pertobatan yang palsu! (Roma 6:1-2). [J]

Date

Sep 03 2021
Expired!