Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

29 September 2026

Hikmat di Atas Hikmat

Ayub mulai menunjukkan kekesalannya terhadap nasihat ketiga sahabatnya yang merasa paling tahu tentang cara kerja Tuhan. Ayub memberikan jawaban yang penuh sindiran sekaligus pengakuan yang mendalam tentang kemahakuasaan Tuhan yang absolut, sebuah kekuasaan yang sering kali melampaui logika dan keteraturan manusia. Mengakui kedaulatan Tuhan berarti berhenti memaksakan definisi kita tentang "keadilan" ke dalam rencana besar-Nya yang tidak terselami.Ayub menyentil para sahabatnya dengan nada sarkastis: "Memang, kamulah orang-orang itu, dan bersama-sama kamu hikmat akan mati!" Ayub merasa bahwa meskipun ia menderita, ia tidak lebih bodoh dari mereka. Ia merasa dihina oleh orang-orang yang merasa aman, padahal ia adalah orang yang berseru kepada Tuhan. Jangan gunakan "hikmat" rohanimu untuk merendahkan orang lain. Sering kali saat hidup kita sedang lancar, kita merasa lebih "bijak" dan "rohani" dibandingkan mereka yang sedang bergumul. Kita merasa punya resep untuk semua masalah orang lain. Ingatlah bahwa hikmat sejati ditunjukkan dengan kerendahan hati, bukan dengan sikap menggurui mereka yang sedang hancur hati.Ayub menantang para sahabatnya untuk bertanya kepada binatang, burung, bumi, dan ikan. Semua makhluk hidup tahu bahwa segala sesuatu yang terjadi, termasuk penderitaan, berada di bawah tangan Tuhan. Di dalam tangan-Nya terletak nyawa segala yang hidup (ayat 10). Kehidupan berada dalam genggaman Tuhan, bukan dalam kontrol kita. Jika setiap makhluk di alam semesta tunduk pada kedaulatan-Nya tanpa protes, mengapa kita sering kali merasa bahwa Tuhan "salah langkah" dalam hidup kita? Sadarilah bahwa keberadaan kita setiap hari adalah karena napas yang dipinjamkan-Nya. Saat keadaan tidak sesuai rencana, kembalilah pada dasar iman: hidupku adalah milik-Nya.Ayub memaparkan betapa dahsyatnya kuasa Tuhan: Jika Ia membongkar, tidak ada yang dapat membangun; jika Ia mengurung, tidak ada yang dapat melepaskan. Tuhan sanggup membiarkan penasihat menjadi gila, raja menjadi tawanan, dan orang yang terpercaya menjadi bisu. Tuhan tidak terikat oleh status sosial manusia. Tuhan tidak berhutang penjelasan kepada siapa pun. Kadang Tuhan mengizinkan kekacauan untuk menunjukkan bahwa otoritas manusia sangatlah terbatas. Jangan menaruh kepercayaanmu pada kekuatan politik, kekayaan, atau status, karena dalam sekejap Tuhan bisa mengubah segalanya. Taruhlah kepercayaanmu hanya pada Dia yang memegang kunci sejarah dunia.Ayub mengatakan bahwa Tuhan menyingkapkan hal-hal yang dalam dari kegelapan dan membawa kelam pekat ke dalam terang. Namun, Ia juga bisa membuat para pemimpin kehilangan akal dan meraba-raba dalam kegelapan tanpa cahaya. Tuhan bekerja di balik ketidaktahuan kita. Saat kita merasa "meraba-raba" mencari arah dalam penderitaan, ingatlah bahwa bagi Tuhan tidak ada kegelapan. Dia bisa melihat apa yang tidak kita lihat. Dia menyingkapkan kebenaran pada waktu-Nya. Bagian kita bukanlah harus selalu mengerti, tetapi tetap berjalan dengan memegang tangan-Nya di tengah kabut misteri hidup.Refleksi:Bagaimana pengakuan Ayub tentang kedaulatan Tuhan (yang meruntuhkan dan membangun, meninggikan dan merendahkan) membentuk pemahaman kita tentang sejarah dan kehidupan pribadi?Apakah kita cenderung menyederhanakan pekerjaan Tuhan agar sesuai dengan logika kita sendiri?Bagaimana kita merespons ketika Tuhan bekerja dengan cara yang tidak kita pahami?Doa:Allah Bapa, kami mengakui bahwa hikmat-Mu jauh melampaui akal budi kami yang terbatas. Ampunilah kami jika kami sering mencoba mendikte bagaimana Engkau seharusnya bekerja dalam hidup kami. Kami percaya bahwa nyawa kami ada di tangan-Mu. Di tengah kegelapan dan kebingungan, kami mau berserah pada kedaulatan-Mu yang agung. Berikanlah kami hati yang rendah hati untuk tetap menyembah-Mu, bahkan saat kami tidak mengerti. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

28 September 2026

Lidah yang Cepat Menghakimi

Zofar, sahabat ketiga, yang angkat suara. Jika Elifas bicara berdasarkan pengalaman dan Bildad berdasarkan tradisi, Zofar bicara dengan nada yang sangat dogmatis dan kasar. Ia merasa sebagai pembela kebenaran Tuhan yang paling murni, namun ia melakukannya tanpa setetes pun rasa empati. Kata-kata yang benar secara teologis bisa menjadi racun yang mematikan jika disampaikan tanpa kasih dan pengertian akan penderitaan sesama.Zofar membuka bicaranya dengan serangan pribadi. Ia menyebut Ayub sebagai "orang yang banyak bicara" dan "pembual". Bahkan, ia melontarkan pernyataan yang sangat kejam: ia menyebut bahwa Tuhan sebenarnya menghukum Ayub kurang dari yang seharusnya ia terima karena dosa-dosanya (ayat 6). Hati-hatilah dengan kesombongan rohani. Zofar merasa paling tahu standar dosa dan hukuman Tuhan. Saat kita melihat orang lain jatuh atau menderita, godaan terbesar kita adalah merasa "lebih suci" atau "lebih benar". Mengatakan bahwa penderitaan seseorang adalah hukuman Tuhan yang pantas diterimanya bukanlah tugas kita. Tugas kita adalah menyatakan kasih Kristus, bukan menjadi hakim bagi penderitaan sesama.Zofar memberikan penjelasan yang indah tentang kebesaran Tuhan. Ia berkata bahwa hikmat Tuhan lebih tinggi dari langit dan lebih dalam dari dunia orang mati. Namun, ia menggunakan kebenaran ini untuk merendahkan Ayub, menyebut manusia yang bebal tidak akan mungkin menjadi bijak (ayat 12). Jangan gunakan keagungan Tuhan untuk merendahkan manusia. Memang benar pikiran Tuhan jauh melampaui pikiran kita, tetapi kebenaran ini seharusnya membuat kita rendah hati, bukan membuat kita sombong terhadap orang lain. Jika kita benar-benar menyadari betapa besarnya Tuhan, kita akan sadar bahwa kita pun tidak layak untuk menghakimi siapa pun.Zofar memberikan resep pemulihan: "Jikalau engkau ini meneguhkan hatimu... menjauhkan kejahatan..." (ayat 13-14). Ia menjanjikan bahwa jika Ayub bertobat, maka hidupnya akan menjadi terang dan ia akan lupa pada kesusahannya. Pemulihan Tuhan bukanlah sebuah transaksi. Zofar berpikir bahwa jika kita melakukan "A", maka Tuhan wajib melakukan "B". Ini adalah teologi "kemakmuran" yang dangkal. Kita bertobat bukan supaya hidup kita jadi sukses, tapi karena kita mengasihi Tuhan. Ingatlah bahwa Tuhan tetap menyertai Ayub meskipun Ayub belum "pulih" secara lahiriah. Jangan pernah mendikte bagaimana cara Tuhan harus memberkati seseorang.Zofar menutup dengan ancaman bahwa orang fasik tidak akan mendapat jalan luput dan harapan mereka akan lenyap. Ia seolah-olah memberikan vonis terakhir bahwa Ayub akan berakhir seperti itu jika tidak mengikuti saran para sahabatnya. Harapan kita ada di dalam Kristus, bukan dalam penilaian manusia. Zofar melihat masa depan Ayub sangat gelap, namun kita tahu bahwa akhir hidup Ayub penuh dengan kemuliaan Tuhan. Jangan biarkan "vonis" orang lain atau penghakiman lingkungan membuat kita kehilangan harapan.Refleksi:Mengapa dalam menghadapi penderitaan orang lain, kita bisa tergoda untuk segera menyimpulkan kesalahan mereka?Apa bahaya dari merasa diri paling benar secara rohani ketika menasihati orang lain?Bagaimana kita bisa membedakan antara menegur dengan kasih dan menghakimi dengan kesombongan?Doa:Allah Bapa, ampunilah kami jika kami sering menjadi 'Zofar' bagi orang-orang di sekitar kami, cepat menghakimi dan merasa paling benar. Berikanlah kami hati yang lembut untuk bisa berempati dengan mereka yang menderita. Ajarlah kami untuk menggunakan kebenaran Firman-Mu sebagai obat penyembuh, bukan sebagai senjata untuk melukai. Kami bersyukur karena pengharapan kami ada di dalam tangan-Mu yang penuh rahmat. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.