Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
8 Juli 2026
Mengelola Aset Tuhan
Pembagian tugas bagi para penunggu pintu gerbang, para bendahara, serta para pengatur dan hakim, mungkin terlihat kurang "rohani" dibandingkan dengan tugas para imam atau pemuji, tetapi kita harus percaya bahwa setiap peran dalam Rumah Tuhan adalah tugas yang mulia.Tugas penunggu pintu gerbang bukan sekadar menjadi penerima tamu atau petugas keamanan. Mereka bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tidak ada hal yang najis masuk ke dalam Bait Tuhan. Mereka adalah "penjaga gerbang" bagi kekudusan umat. Kita dipanggil untuk menjadi penjaga gerbang bagi hati dan hidup kita sendiri. Apa yang kita izinkan masuk melalui mata, telinga, dan pikiran kita? Seperti para penunggu pintu yang waspada, kita harus menjaga agar hati kita tetap menjadi tempat yang layak bagi kediaman Roh Kudus.Menarik untuk melihat nama Obed-Edom muncul kembali. Tuhan memberkatinya dengan delapan orang anak dan anak-anaknya digambarkan sebagai orang-orang yang gagah perkasa dan memiliki kecakapan. Tuhan memberkati keluarga Obed-Edom bukan agar mereka bersantai, tetapi agar mereka memiliki kekuatan untuk memikul tanggung jawab besar di Rumah Tuhan. Jangan takut meminta kapasitas yang lebih besar dari Tuhan jika motivasi kita adalah untuk melayani-Nya lebih luas lagi.Para bendahara yang mengawasi perbendaharaan rumah Tuhan dan barang-barang kudus, mereka mengelola harta yang dikuduskan dari hasil kemenangan perang Daud, Samuel, Saul, dan Yoab. Pelayanan ini menuntut integritas dan kejujuran. Mengelola aset gereja atau sumber daya yang dipercayakan Tuhan dalam pekerjaan kita adalah tugas spiritual. Bagaimana kita mengelola keuangan dan harta milik kita? Apakah kita memandangnya sebagai milik sendiri, atau sebagai titipan Tuhan yang harus dikelola dengan penuh tanggung jawab untuk kemuliaan-Nya?Pelayanan kita tidak terbatas di dalam gedung gereja. Tuhan memanggil kita untuk menjadi saksi-Nya dalam urusan pemerintahan, bisnis, hukum, dan kemasyarakatan. Menjadi seorang pekerja yang jujur, hakim yang adil, atau pengatur yang baik di tengah dunia adalah bentuk pelayanan yang sama mulianya dengan pelayanan di altar.Refleksi:Dalam hal apa kita dipercaya Tuhan untuk mengelola “aset-Nya” (waktu, kemampuan, keuangan, relasi)?Apa bahaya rohani jika pengelolaan dilakukan tanpa kejujuran dan akuntabilitas?Bagaimana pembagian tugas yang jelas mencegah penyalahgunaan dan kelelahan dalam pelayanan?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau memberikan tempat bagi kami dalam rencana-Mu, baik di dalam maupun di luar lingkungan ibadah. Ajarlah kami untuk setia menjaga kekudusan hati kami. Berikanlah kami integritas dalam mengelola setiap berkat yang Engkau percayakan, dan biarlah di mana pun kami ditempatkan, kami melakukannya sebagai pelayanan bagi-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
7 Juli 2026
Talenta dan Kedewasaan
Dalam pengaturan Daud, musik bukan sekadar pengiring atau pengisi waktu luang. Musik adalah bagian integral dari komunikasi antara Tuhan dan umat-Nya. Daud memisahkan anak-anak Asaf, Heman, dan Yedutun untuk "bernubuat dengan diiringi kecapi, gambus, dan ceracap.” Penyembahan bukan hanya tentang melodi yang indah, tetapi tentang menyampaikan pesan Tuhan. Saat kita memuji Tuhan dengan tulus, Roh Kudus bekerja untuk menghibur, menegur, dan menguatkan hati kita. Musik yang berpusat pada Tuhan adalah jembatan yang membawa hadirat-Nya turun ke tengah-tengah pergumulan kita.Dalam pembagian tugas ini, Daud menggabungkan antara "guru" (mereka yang sudah mahir) dan "murid" (mereka yang sedang belajar). Semuanya diundi tanpa membedakan usia atau tingkat kemahiran. Yang mahir tidak boleh sombong, dan yang belajar tidak boleh rendah diri. Dalam pelayanan, kita membutuhkan bimbingan dari mereka yang lebih berpengalaman, namun kita juga harus memberi ruang bagi generasi baru untuk bertumbuh. Tuhan tidak hanya mencari "keahlian", tetapi juga "ketaatan" untuk bekerja bersama dalam harmoni.Meskipun para penyanyi ini adalah orang-orang hebat dan mahir, mereka semua berada "di bawah pimpinan ayah mereka" dan "di bawah petunjuk raja." Tidak ada musisi yang berjalan menurut kemauannya sendiri. Kebebasan kreatif dalam menyembah Tuhan harus tetap berada di bawah otoritas dan ketertiban. Pelayanan yang kuat adalah pelayanan yang tunduk pada pemimpin dan selaras dengan visi bersama. Kesediaan untuk dipimpin adalah tanda kedewasaan seorang pelayan Tuhan.Tujuan utama dari semua pengaturan 24 rombongan ini adalah untuk "nyanyian di rumah TUHAN". Fokusnya bukan untuk menghibur jemaat atau menunjukkan kehebatan vokal, melainkan untuk menyenangkan hati Tuhan. Saat kita melayani, baik itu menyanyi, bermain musik, atau tugas lainnya, siapakah penonton utama kita? Jika kita melayani untuk pujian manusia, kita akan cepat lelah. Namun, jika "Penonton" tunggal kita adalah Tuhan, maka pelayanan kita akan menjadi dupa yang harum bagi-Nya.Refleksi:Apa makna bahwa para pemusik “bernubuat” melalui musik?Bagaimana sistem giliran dan pelatihan mencerminkan keseimbangan antara karunia dan disiplin?Bagaimana kita ditantang untuk terus bertumbuh, bukan berhenti pada kemampuan alami?Doa:Allah Bapa, terima kasih untuk karunia seni dan keindahan yang Engkau berikan dalam hidup kami. Ajarlah kami untuk menyembah-Mu dengan hati yang tulus. Biarlah setiap ucapan dan tindakan kami menjadi seperti melodi yang bernubuat tentang kebaikan-Mu. Kami ingin tetap rendah hati dan belajar untuk melayani di bawah otoritas-Mu demi kemuliaan nama-Mu saja. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT