Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

24 Oktober 2026

Ketika Sang Pencipta Menjawab

Ayub 39:1-38Setelah penantian panjang dan perdebatan yang melelahkan, Tuhan akhirnya menjawab. Jawaban Tuhan tidak datang dalam bentuk penjelasan medis atau hukum tentang mengapa Ayub menderita. Tuhan menjawab dari dalam badai, mengalihkan pandangan Ayub dari penderitaan pribadinya menuju kemegahan alam semesta. Tuhan tidak selalu memberikan jawaban atas pertanyaan kita, tetapi Ia memberikan kehadiran-Nya yang membuktikan bahwa Dia cukup bagi kita.Tuhan memulai dengan pertanyaan yang menohok: "Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi?" Tuhan ingin Ayub menyadari bahwa sebelum Ayub ada, sebelum masalahnya ada, Tuhan sudah bekerja menyusun alam semesta dengan presisi yang sempurna. Masalah kita tidak pernah lebih besar dari Pencipta kita. Sering kali penderitaan membuat pandangan kita menjadi sangat sempit (hanya fokus pada diri sendiri). Tuhan mengajak kita "keluar" untuk melihat cakrawala yang lebih luas. Jika Tuhan sanggup mengatur letak bintang-bintang dan dasar bumi tanpa bantuan manusia, bukankah Ia juga sanggup mengatur detail hidup kita yang terasa kacau?Tuhan berbicara tentang laut, simbol kekacauan dan kekuatan yang tak terkendali bagi orang kuno. Tuhan berkata bahwa Ialah yang memasang pintu gerbang bagi laut dan berkata, "Sampai di sini boleh engkau datang, jangan lewat!” Tuhan menetapkan batas bagi badai hidup kita. Seperti air laut yang pasang, masalah mungkin datang menerjang, tetapi Tuhanlah yang memegang kendali atas "garis pantainya". Penderitaan kita tidak akan melewati batas yang telah ditetapkan-Nya. Ia tahu kapan harus berkata "cukup" dan "berhenti" pada badai yang menimpa kita.Tuhan bertanya tentang terbitnya fajar, gudang salju, jalan kilat, dan pengaruh bintang-bintang seperti Kilat dan Belantik. Manusia hanya bisa melihat permukaannya, tetapi Tuhan mengatur mekanismenya. Ketidakpahaman kita bukan bukti ketidakhadiran Tuhan. Ada banyak hal di dunia ini yang tidak bisa dijelaskan oleh sains atau logika manusia. Jika kita menerima bahwa alam semesta penuh misteri yang indah, mengapa kita sulit menerima bahwa rencana Tuhan dalam hidup kita juga merupakan misteri yang mengandung maksud mulia?Di pasal 39, Tuhan membawa Ayub melihat dunia satwa: kambing hutan yang beranak, keledai liar yang bebas, burung unta yang nampaknya bodoh, hingga burung rajawali yang terbang tinggi. Tuhan menunjukkan bahwa Ialah yang memberi makan dan menjaga kelestarian mereka tanpa bantuan manusia. Jika burung di udara Ia pelihara, apalagi kita. Tuhan ingin Ayub (dan kita) melihat bahwa Dia adalah Tuhan yang detail. Dia peduli pada waktu kelahiran anak kambing hutan yang tidak dilihat manusia. Jika makhluk-makhluk yang "tidak penting" ini mendapatkan perhatian penuh dari Tuhan, masakan Ia mengabaikan kita yang diciptakan menurut gambar-Nya?Refleksi:Bagaimana respons kita ketika Tuhan menjawab bukan dengan penjelasan, tetapi dengan pertanyaan?Bagaimana kesadaran bahwa Tuhan memelihara makhluk-makhluk liar (yang jauh dari perhatian manusia) menolong kita percaya pada pemeliharaan-Nya atas hidup kita?Apa perbedaan antara mengetahui fakta tentang Tuhan dan benar-benar merendahkan diri di hadapan-Nya?Doa:Allah Bapa, kami tersungkur di hadapan keagungan-Mu. Ampunilah kami jika kami sering menganggap diri kami lebih tahu dari-Mu atau meragukan kuasa-Mu saat masalah datang. Terima kasih karena Engkau telah mengingatkan kami bahwa Engkau memegang kendali atas laut yang bergelora dan bintang di langit. Kami percaya hidup kami pun berada dalam genggaman tangan-Mu yang kuat. Kami mau tenang di dalam kedaulatan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

23 Oktober 2026

Di Balik Suara Guntur-Nya

Elihu menutup pidatonya dengan sebuah narasi yang megah tentang alam semesta. Ia menggambarkan guntur, kilat, salju, dan badai sebagai instrumen di tangan Tuhan. Elihu ingin meyakinkan Ayub bahwa jika manusia tidak mampu mengendalikan atau bahkan memahami sepenuhnya cara kerja cuaca, apalagi memahami seluruh rancangan hidup yang ditetapkan oleh Sang Pencipta. Tuhan sering kali menggunakan "badai" untuk menghentikan langkah kita, agar kita berhenti mengandalkan kekuatan sendiri dan mulai memandang kepada keagungan-Nya.Elihu menggambarkan guntur sebagai "suara Tuhan yang bergemuruh." Guntur itu tidak hanya sekadar fenomena alam, melainkan tanda kedahsyatan Tuhan yang melakukan hal-hal besar yang tidak dapat kita pahami. Dengarkanlah Tuhan di tengah kebisingan dunia. Kadang Tuhan harus bicara dengan suara "guntur" (masalah besar atau guncangan hidup) agar kita benar-benar memperhatikan-Nya. Jika hari ini hidup kita terasa "bergemuruh" oleh berbagai persoalan, janganlah takut. Getaran itu ada untuk mengingatkan kita bahwa ada Tuhan yang jauh lebih besar dari segala ketakutan kita. Jangan hanya mendengar kebisingan masalahnya, tetapi dengarlah suara Tuhan di baliknya.Elihu mencatat sesuatu yang menarik: ketika Tuhan mendatangkan salju dan hujan lebat, "tangan setiap manusia terbelenggu oleh-Nya, supaya semua orang mengetahui perbuatan-Nya" (ayat 7). Di tengah musim dingin atau badai, aktivitas manusia terhenti. Tuhan terkadang "menghentikan" kita agar kita menyadari keterbatasan kita. Kita sering merasa sangat sibuk, sangat penting, dan sangat memegang kendali. Namun, satu "badai" saja cukup untuk membuat semua rencana kita tertunda. Gunakanlah waktu-waktu "terhenti" dalam hidup kita, baik karena sakit, kegagalan, atau penantian, bukan untuk menggerutu, melainkan untuk melihat kembali pekerjaan tangan Tuhan. Berhenti sejenak bukan berarti kalah, melainkan kesempatan untuk menyadari siapa yang sebenarnya memegang kendali.Elihu mengajukan pertanyaan-pertanyaan sulit: "Apakah engkau mengetahui... bagaimana awan-awan itu melayang? Apakah engkau tahu bagaimana pakaianmu menjadi panas saat bumi senyap karena angin selatan?" Ia ingin menunjukkan bahwa pemahaman manusia itu sangat dangkal. Ketidaktahuan kita adalah tempat iman bertumbuh. Kita sering menuntut jawaban "mengapa" untuk setiap kejadian. Namun, Elihu mengingatkan bahwa kita bahkan tidak tahu cara kerja alam yang kita lihat setiap hari. Jika kita tidak mengerti hal-hal duniawi, bagaimana kita bisa sepenuhnya mengerti rencana surgawi? Iman bukan berarti tahu segalanya, tetapi percaya kepada Dia yang tahu segalanya.Elihu memberikan metafora yang indah: terkadang manusia tidak dapat melihat matahari karena tertutup awan, tetapi kemudian angin datang menyapu awan itu dan cahaya muncul kembali. Awan gelap tidak berarti matahari telah hilang. Saat ini mungkin hidup kita tertutup awan tebal penderitaan atau ketidakpastian. Kita tidak bisa melihat "matahari" berkat Tuhan. Namun, ingatlah bahwa matahari itu masih ada di sana. Pada waktu-Nya, Tuhan akan mengirimkan "angin" kedaulatan-Nya untuk menyapu awan itu, dan kita akan melihat kembali terang-Nya. Takutlah akan Tuhan (hormatlah kepada-Nya), karena Dia tidak pernah salah dalam bertindak.Refleksi:Apa respons kita ketika menyadari bahwa banyak pekerjaan Tuhan melampaui pengertian kita?Bagaimana alam ciptaan, hujan, salju, angin, awan, membantu kita merenungkan karakter Tuhan?Bagaimana kesadaran bahwa Tuhan Mahakuasa sekaligus adil dan penuh kebenaran membentuk cara kita menghadapi penderitaan?Doa:Allah Bapa, kami tersungkur di hadapan keagungan-Mu yang luar biasa. Terima kasih karena melalui badai dan guntur hidup, Engkau mengingatkan kami bahwa kami hanyalah manusia yang terbatas. Ampunilah kami jika kami sering merasa paling tahu dan mencoba mengatur jalan hidup kami sendiri. Saat awan gelap menutupi pandangan kami, berikanlah kami iman untuk tetap percaya bahwa terang-Mu tidak pernah padam. Kami mau diam dan memperhatikan perbuatan-Mu yang ajaib. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.