Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

21 Agustus 2026

Melangkah Kembali

Ketika tangan manusia mencoba menghentikan pekerjaan Tuhan, suara Tuhan melalui firman-Nya akan membangkitkan kembali semangat yang telah padam. Ada kalanya kita berhenti melangkah karena takut, lelah, atau karena tekanan situasi. Namun, Tuhan akan memulihkan visi yang sempat tertunda.Pembangunan Bait Suci terhenti selama bertahun-tahun, namun Tuhan tidak tinggal diam. Ia mengutus nabi Hagai dan Zakharia untuk bernubuat kepada orang-orang Yahudi. Hasilnya? Zerubabel dan Yesua "mulai membangun kembali”. Saat semangat kita padam, kembalilah ke Firman. Kita sering menunggu keadaan berubah baru kita bergerak kembali. Tuhan bekerja sebaliknya: Ia mengirimkan Firman-Nya untuk mengubah hati kita, baru kemudian situasi berubah. Jika hari ini kita merasa "stagnan" atau buntu, bukalah Alkitab, Firman Tuhan adalah bahan bakar yang sanggup menyalakan kembali api pengabdian yang sudah menjadi abu.Ketika mereka mulai membangun kembali, para pejabat Persia datang dan bertanya, "Siapakah yang memberi perintah kepadamu...?". Ini adalah ancaman yang menakutkan. Ezra mencatat: "Tetapi mata Tuhan mengawasi para tua-tua orang Yahudi, sehingga mereka tidak dipaksa berhenti.” Penyertaan Tuhan lebih nyata daripada ancaman manusia. Dunia mungkin mengawasi kita untuk mencari kesalahan, tetapi "Mata Tuhan" mengawasi kita untuk memberikan perlindungan. Ketika kita melangkah dalam ketaatan, kita tidak berjalan sendirian. Tuhan tidak selalu menghilangkan hambatan, tetapi Ia memastikan bahwa hambatan itu tidak akan bisa menghentikan rencana-Nya dalam hidup kita.Saat diinterogasi oleh pejabat musuh, orang-orang Yahudi memberikan jawaban yang sangat berani: "Kami adalah hamba-hamba Tuhan semesta langit dan bumi...". Mereka tidak menyebut diri sebagai korban perang atau bangsa buangan, melainkan hamba dari Tuhan yang berkuasa atas segalanya. Ketahuilah siapa identitas kita di tengah krisis. Saat masalah datang menekan, jangan definisikan diri kita berdasarkan masalah tersebut. Jangan berkata, "Saya adalah orang yang gagal." Berkatalah seperti orang Yahudi itu: "Saya adalah hamba Tuhan yang Maha Tinggi." Identitas yang benar akan melahirkan keberanian yang benar.Dalam surat yang dikirim ke Raja Darius, orang Yahudi mengakui dengan jujur bahwa Bait Suci mereka hancur karena nenek moyang mereka membuat Tuhan murka. Mereka tidak menyalahkan orang lain, mereka mengakui dosa masa lalu, namun mereka tetap melangkah maju karena janji pemulihan. Jujurlah pada masa lalu, tetapi jangan terpenjara di dalamnya. Mengakui kegagalan masa lalu adalah tanda kerendahan hati. Tuhan bisa memakai orang yang pernah gagal, asalkan ia mau mengakui kesalahannya dan mengizinkan Tuhan membangun kembali hidupnya di atas fondasi yang baru.Refleksi:Mengapa firman Tuhan menjadi pemicu utama untuk bangkit dari kemandekan rohani?Apa arti pernyataan bahwa “mata Tuhan” mengawasi para tua-tua Yehuda selama pekerjaan itu berlangsung?Bagaimana ketaatan di tengah ketidakjelasan menjadi bukti iman yang hidup?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Firman-Mu selalu datang tepat pada waktunya untuk membangkitkan semangat kami. Kami percaya bahwa Mata-Mu selalu mengawasi kami, sehingga tidak ada kuasa dunia yang sanggup menghentikan rencana-Mu bagi kami. Berikanlah kami keberanian untuk melangkah kembali dan menyelesaikan apa yang telah Engkau percayakan dalam hidup kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

20 Agustus 2026

Tawaran Kompromi

Kitab Ezra mencatat realita yang sering dihadapi setiap orang percaya: ketika kita mulai membangun sesuatu yang baik bagi Tuhan, tantangan pasti datang. Pembangunan Bait Suci yang awalnya penuh semangat tiba-tiba harus terhenti karena tekanan dari luar. Musuh pertama yang datang tidak membawa pedang, melainkan tawaran bantuan. Orang-orang Samaria datang dan berkata, "Biarlah kami membangun bersama-sama dengan kamu...". Namun, motivasi mereka tidak murni; mereka ingin menyusup dan merusak dari dalam. Zerubabel dan para pemimpin dengan tegas menolak kompromi tersebut. Tidak semua bantuan adalah berkat. Kadang musuh menggunakan "keramahan" atau jalan pintas yang tampak memudahkan pekerjaan kita, namun sebenarnya menjauhkan kita dari prinsip Firman Tuhan. Integritas berarti berani berkata "tidak" pada bantuan yang menuntut kita mengompromikan iman.Ketika tawaran bantuan ditolak, musuh mengubah taktik. Mereka mulai melemahkan semangat rakyat, mengejutkan mereka saat membangun, dan menyogok para penasihat raja untuk menggagalkan rencana tersebut. Musuh selalu menyerang mentalitas kita. Saat kita mulai memperbaiki karakter, memulihkan keluarga, atau giat melayani, jangan terkejut jika muncul kritik, cemoohan, atau hambatan yang membuat kita patah semangat. Ingatlah bahwa serangan itu ada justru karena apa yang kita bangun itu berharga. Jangan biarkan intimidasi menghentikan visi yang Tuhan berikan.Musuh-musuh itu menulis surat kepada Raja Artahsasta, menuduh bahwa orang Yahudi adalah bangsa yang memberontak dan jika tembok itu selesai, mereka tidak akan membayar pajak lagi. Fitnah ini berhasil, dan raja mengeluarkan perintah untuk menghentikan pembangunan. Kebenaran sering kali diputarbalikkan. Kita mungkin melakukan hal yang benar, namun orang lain menceritakan narasi yang salah tentang kita. Dalam dunia yang penuh "surat fitnah", tetaplah percaya bahwa Tuhan adalah Hakim yang adil. Meski untuk sementara waktu pekerjaan itu tampak "terhenti" karena kuasa dunia, rencana Tuhan tidak pernah gagal.Pembangunan itu berhenti selama bertahun-tahun. Bagi mata manusia, ini adalah kegagalan. Namun, bagi Tuhan, ini adalah masa ujian kesabaran dan ketekunan. Jangan menyerah saat situasi tampak buntu. Mungkin hari ini pelayanan kita sedang macet, bisnis kita terhambat, atau doa kita seolah tidak dijawab. Masa terhenti bukan berarti Tuhan meninggalkan kita. Ini adalah waktu untuk mengevaluasi hati dan bersiap, karena Tuhan akan memakai nabi-nabi-Nya (Hagai dan Zakharia) untuk membangkitkan kembali semangat yang padam.Refleksi:Mengapa tawaran bantuan dari lawan-lawan Yehuda tampak baik tetapi berbahaya secara rohani?Bagaimana perbedaan antara kerja sama yang sehat dan kompromi yang merusak iman?Bagaimana ketakutan dan kelelahan dapat melemahkan keteguhan iman?Doa:Allah Bapa, berikanlah kami hikmat untuk membedakan mana bantuan yang tulus dan mana kompromi yang menjatuhkan. Berikanlah kami keteguhan hati saat dunia mencoba melemahkan semangat kami. Meskipun hari ini ada banyak hambatan di depan kami, kami percaya bahwa pekerjaan yang Engkau mulai dalam hidup kami akan Engkau selesaikan tepat pada waktu-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.