Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

23 Juni 2026

Berakar pada Iman

Di bawah pemerintahan Raja Daud adalah awal era keemasan Israel. Setelah kegelapan di masa Saul, pemerintahan Daud memancarkan semangat persatuan, keberanian, dan pengakuan akan kedaulatan Allah.Pengangkatan Daud sebagai raja di Hebron dan daftar pahlawan-pahlawan perkasa yang mendukungnya, memberikan pesan mendalam tentang bagaimana Tuhan bekerja melalui komunitas yang bersatu.Daud tidak memaksakan dirinya menjadi raja. Seluruh Israel datang kepadanya dan berkata, "Ketahuilah, kami ini darah dagingmu". Mereka mengakui bahwa meskipun Saul yang memimpin secara fisik di masa lalu, Daudlah yang sebenarnya memimpin hati mereka. Persatuan adalah kunci bagi turunnya berkat Tuhan. Ketika umat Allah sepakat dan bersatu di bawah kepemimpinan yang diurapi Tuhan, perkara-perkara besar mulai terjadi. Daud berhasil merebut Yerusalem (Yebus) bukan sendirian, melainkan karena ia memiliki dukungan penuh dari umatnya.Bagian ini berisi daftar "orang-orang perkasa" Daud. Menariknya, mereka disebut perkasa karena mereka "memberi dukungan yang kuat kepada Daud dalam masa pemerintahannya”. Kehebatan para pahlawan ini, seperti Yasobam, Eleazar, dan Abisai, bukan hanya tentang otot, tetapi tentang kesetiaan. Mereka bersedia mempertaruhkan nyawa hanya untuk mengambilkan air minum bagi Daud. Dalam kehidupan rohani, kita menjadi pahlawan iman bukan karena kehebatan kita sendiri, tetapi karena seberapa dekat dan setianya kita mengikuti "Raja" kita, yaitu Yesus Kristus.Kisah Eleazar bin Dodo yang berdiri teguh di ladang jelai memberikan pelajaran penting. Ketika orang lain melarikan diri dari musuh, ia tetap bertahan. Alkitab mencatat: "Demikianlah TUHAN memberikan kemenangan yang besar.” Keberanian sejati muncul saat kita tahu bahwa kita sedang berdiri di pihak Tuhan. Saat dunia mundur karena takut, orang yang mengandalkan Tuhan akan tetap tegak. Kemenangan kita bukanlah hasil strategi semata, melainkan hasil dari keteguhan hati untuk tidak meninggalkan "pos" yang telah Tuhan percayakan kepada kita.Refleksi:Dalam hal apa iman kita perlu lebih berakar pada kehendak Allah, bukan pada hasil yang kita harapkan?Bagaimana keberanian para pahlawan Daud mencerminkan iman yang lahir dari relasi yang kuat dengan pemimpin yang takut akan Tuhan?Apa arti bahwa Allah bekerja melalui komunitas orang-orang yang setia, bukan hanya satu tokoh besar?Doa:Allah Bapa, Engkau adalah Raja kami. Berikanlah kami hati yang setia seperti pahlawan-pahlawan Daud, yang berani melangkah bukan karena kuat kami sendiri, melainkan karena ketaatan kami kepada-Mu. Biarlah hidup kami menjadi kontribusi bagi persatuan umat-Mu dan kemuliaan bagi kerajaan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

22 Juni 2026

Tragedi Ketidaksetiaan

Sebuah kisah tragis, akhir hidup Saul, menandai transisi dari daftar silsilah menuju sejarah kerajaan. Bagian ini juga menjadi peringatan tentang pentingnya ketidaksetiaan dan kedaulatan Tuhan.Kisah Saul berakhir di atas pegunungan Gilboa. Seorang raja yang awalnya diurapi dengan megah, harus mengakhiri hidupnya dalam kekalahan dan keputusasaan. Melalui akhir hidup Saul, kita belajar tentang seriusnya hubungan kita dengan Tuhan.Ringkasan yang tajam tentang mengapa Saul gagal dituliskan disini: "Demikianlah Saul mati karena ketidaksetiaannya terhadap TUHAN." Saul tidak hanya gagal secara militer, tetapi ia gagal secara spiritual. Ia tidak berpegang pada firman TUHAN dan lebih memilih meminta petunjuk dari arwah daripada bertanya kepada Tuhan. Seringkali, kejatuhan besar dalam hidup kita tidak terjadi secara mendadak. Ia dimulai dari kompromi-kompromi kecil, saat kita mulai berhenti mendengar suara Tuhan dan mulai mencari "jalan pintas" atau hikmat duniawi untuk menyelesaikan masalah kita.Meskipun pasal ini menceritakan kemenangan bangsa Filistin dan kematian Saul, juga memberikan sudut pandang ilahi yang mengejutkan: "Sebab itu TUHAN membunuh dia dan menyerahkan jabatan raja itu kepada Daud bin Isai.” Secara fisik, Saul mati karena luka panah dan pedangnya sendiri. Namun secara teologis, ditegaskan bahwa Tuhanlah yang berdaulat. Tuhan tidak pernah kehilangan kendali. Ketika seorang pemimpin gagal, Tuhan tidak bingung; Dia sedang mempersiapkan transisi menuju rencana-Nya yang lebih besar, yaitu melalui Daud.Kesalahan terbesar Saul yang dicatat di sini adalah ia "tidak meminta petunjuk TUHAN". Saul berdoa hanya saat keadaan terjepit, tetapi ia tidak membangun hubungan yang intim dengan Tuhan. Ini adalah teguran bagi kita. Apakah kita hanya mencari Tuhan saat badai datang? Ataukah kita menjadikan Dia sumber petunjuk utama dalam setiap keputusan kecil maupun besar? Mencari Tuhan bukan sekadar ritual, melainkan pengakuan bahwa tanpa Dia, kita tidak mampu melangkah di jalan yang benar.Refleksi:Bagaimana bagian ini menolong kita memahami bahwa kegagalan kepemimpinan rohani membawa dampak luas, bukan hanya pribadi?Apa perbedaan antara penyesalan Saul dan pertobatan sejati menurut perspektif Alkitab?Langkah pertobatan dan pembaruan kesetiaan apa yang Tuhan minta untuk kita lakukan setelah merenungkan tragedi Saul?Doa:Allah Bapa, ajarlah kami untuk tetap setia kepada-Mu sampai akhir. Jauhkan kami dari sikap sombong yang merasa bisa melangkah tanpa petunjuk-Mu. Saat kami jatuh, ingatkan kami bahwa Engkau tetap berdaulat atas sejarah hidup kami. Biarlah hati kami selalu terpaut pada firman-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.