Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

4 November 2026

Hikmat di Tengah Ketidakpastian

Salomo membawa kita pada realita hidup dalam tatanan otoritas manusia dan misteri keadilan Tuhan. Ia mengajarkan bagaimana hikmat seharusnya bekerja ketika kita berhadapan dengan kekuasaan yang tidak sempurna di dunia, serta bagaimana tetap beriman ketika kita melihat "ketidakadilan" yang tampaknya dibiarkan oleh Tuhan. Hikmat sejati tidak membuat kita tahu segala jawaban, tetapi membuat kita tahu kepada Siapa kita harus berserah saat dunia terasa tidak masuk akal.Salomo memulai dengan kalimat indah: "Hikmat manusia melembutkan wajahnya, sehingga kekerasan mukanya berubah." Hikmat bukan hanya soal otak yang pintar, tapi soal karakter yang tenang. Salomo menasihati agar kita patuh pada otoritas (raja/pemerintah) karena sumpah setia kepada Tuhan. Ketaatan adalah bentuk hikmat. Kita sering kali merasa sulit tunduk pada aturan atau pemimpin yang tidak sempurna. Namun, hikmat mengajarkan kita untuk tidak gegabah atau memberontak tanpa alasan yang benar. Orang yang berhikmat tahu "waktu dan cara" yang tepat (ayat 5). Kedamaian batin seorang beriman seharusnya terpancar dari wajahnya yang tenang, bukan wajah yang penuh amarah karena frustrasi terhadap keadaan dunia.Salomo mengingatkan bahwa manusia tidak tahu apa yang akan terjadi, dan tidak ada orang yang berkuasa menahan angin atau berkuasa atas hari kematiannya. Kita adalah makhluk yang terbatas. Sehebat apa pun kekuasaan seorang raja, ia tetap tidak berdaya di hadapan kematian. Kesadaran akan keterbatasan ini seharusnya membuat kita rendah hati. Janganlah kita merasa terlalu berkuasa atas hidup kita sendiri atau orang lain. Gunakanlah hari ini dengan bijak, karena hari esok sepenuhnya berada dalam tangan Tuhan.Di sini Salomo jujur tentang kebingungannya. Ia melihat orang fasik dikuburkan dengan megah dan dihormati di kota tempat mereka berbuat jahat (ayat 10). Ia juga melihat orang benar menderita seolah-olah mereka jahat, sementara orang jahat makmur seolah-olah mereka benar. Inilah yang disebutnya "kesia-siaan" (absurditas). Jangan biarkan ketidakadilan dunia merusak imanmu. Memang menyakitkan melihat kejahatan tampak "menang," tetapi Salomo memberikan jaminan iman: "Aku tahu juga, bahwa orang yang takut akan Tuhan akan beroleh kebahagiaan... tetapi orang fasik tidak akan beroleh kebahagiaan" (ayat 12-13). Akhir dari sebuah perjalanan lebih penting daripada tengahnya. Tetaplah hidup benar meskipun lingkungan kita tidak mendukung; Tuhan tidak pernah buta terhadap kesetiaan kita.Salomo menyimpulkan bahwa daripada pusing memikirkan hal-hal yang tidak bisa diubah, lebih baik kita menikmati makan, minum, dan bersukacita dalam jerih payah kita. Ia menegaskan bahwa manusia tidak akan mampu menyelami seluruh pekerjaan Tuhan, betapa pun kerasnya ia mencarinya. Berhentilah mencoba menjadi Tuhan. Kita sering stres karena mencoba memahami setiap alasan di balik setiap kejadian. Hikmat yang tertinggi adalah mengakui bahwa ada "wilayah rahasia" milik Tuhan yang tidak bisa ditembus oleh akal manusia. Fokuslah pada apa yang Tuhan berikan untuk kita nikmati hari ini, dan percayalah bahwa Dia sedang mengatur sisanya dengan sempurna.Refleksi:Bagaimana menyeimbangkan kerja keras dan penerimaan terhadap rencana Tuhan yang tak terlihat sepenuhnya?Apa arti takut akan Tuhan dalam praktik hidup kita di tengah ketidakpastian dan perubahan?Apa perbedaan antara hidup bijak di hadapan manusia dan hidup bijak di hadapan Tuhan menurut bagian ini?Doa:Allah Bapa, berikanlah kami hikmat yang melembutkan wajah dan hati kami. Ajarlah kami untuk tetap taat dan tenang di tengah dunia yang sering kali tidak adil. Kami melepaskan keinginan kami untuk memahami segala sesuatu dan memilih untuk mempercayai kebaikan-Mu. Biarlah hati kami dipenuhi sukacita atas berkat-berkat sederhana yang Engkau berikan hari ini. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

3 November 2026

Hikmat di Balik Sisi Gelap Kehidupan

Salomo memberikan serangkaian kontradiksi yang mengejutkan. Ia mengajak kita melihat sisi hidup yang biasanya kita hindari: kematian, teguran, dan duka. Namun, di balik hal-hal yang tampak suram itu, tersimpan hikmat yang jauh lebih dalam daripada tawa yang dangkal. Kejernihan hati sering kali ditemukan bukan dalam pesta pora, melainkan dalam saat-saat di mana kita berani menghadapi realitas kefanaan hidup.Salomo berkata sesuatu yang provokatif: "Pergi ke rumah duka lebih baik dari pada pergi ke rumah pesta." Mengapa? Karena di rumah duka, kita diingatkan tentang akhir hidup setiap manusia, dan orang yang hidup akan memperhatikannya. Kematian adalah guru kehidupan. Di rumah pesta, kita cenderung melupakan diri dan mengabaikan kekekalan. Namun, saat menghadapi kematian, kita dipaksa untuk bertanya: "Apa yang benar-benar penting dalam hidupku?" Kesedihan dapat membuat hati menjadi lebih baik karena ia membersihkan kita dari kesombongan dan kemandirian palsu. Jangan lari dari kesedihan; biarkan ia melembutkan hati kita untuk lebih bergantung pada Tuhan."Mendengar hardikan orang berhikmat lebih baik dari pada mendengar nyanyian orang bebal." Tawa orang bebal digambarkan seperti bunyi duri terbakar di bawah kuali, berisik, cepat padam, dan tidak menghasilkan apa-apa. Cintailah kebenaran yang pahit daripada pujian yang palsu. Kita lebih suka dikelilingi oleh orang-orang yang hanya mengatakan hal-hal manis di telinga kita. Namun, sahabat sejati adalah mereka yang berani menegur saat kita salah. Terimalah teguran dengan kerendahan hati, karena itulah jalan menuju perubahan karakter.Salomo memperingatkan agar kita tidak berkata, "Mengapa zaman dulu lebih baik dari pada zaman sekarang?" Pertanyaan itu dianggap tidak lahir dari hikmat. Jangan menjadi tawanan masa lalu. Terlalu memuja masa lalu sering kali merupakan tanda ketidakpuasan kita terhadap kedaulatan Tuhan di masa kini. Setiap zaman memiliki tantangannya sendiri, tetapi Tuhan yang sama tetap bertahta. Daripada meratapi "zaman keemasan" yang sudah lewat, mintalah hikmat untuk melayani Tuhan secara maksimal di hari ini."Perhatikanlah pekerjaan Tuhan! Siapakah dapat meluruskan apa yang telah dibengkokkan-Nya?" Salomo menasihati agar kita bergembira di hari baik, tetapi merenung di hari malang. Tuhan menyeimbangkan hidup kita. Tuhan mengizinkan keberhasilan dan kesulitan datang silih berganti agar manusia menyadari bahwa mereka tidak memegang kendali atas masa depan. Saat semuanya lancar, bersyukurlah. Saat semuanya "bengkok" dan sulit, jangan memprotes, tetapi renungkanlah apa yang Tuhan ingin ajarkan. Kita tidak bisa meluruskan apa yang Tuhan izinkan bengkok; kita hanya bisa meluruskan sikap hati kita di hadapan-Nya.Salomo mengakui bahwa tidak ada orang yang benar di bumi ini yang terus berbuat baik dan tidak pernah berbuat dosa. Ia menyimpulkan bahwa Tuhan menciptakan manusia dengan jujur, tetapi manusia mencari banyak dalih/tipu daya. Sadarilah keterbatasan diri. Pengetahuan bahwa semua manusia berdosa seharusnya membuat kita tidak mudah menghakimi orang lain ketika mereka membicarakan kita (ayat 21-22). Kita butuh anugerah Tuhan setiap hari. Jangan merasa diri terlalu benar, tetapi teruslah berlari kepada Kristus, satu-satunya yang benar, yang mampu memulihkan kemanusiaan kita yang sudah rusak oleh dosa.Refleksi:Bagaimana pengalaman duka atau kehilangan justru membentuk karakter dan kedewasaan kita?Bagaimana kita menanggapi nasihat atau kritik yang menyakitkan tetapi membangun?Apa arti tidak terlalu benar dan tidak terlalu fasik dalam praktik hidup yang seimbang dan rendah hati?Doa:Allah Bapa, ajarlah kami untuk memiliki hati yang bijaksana. Berikan kami keberanian untuk menghadapi realitas hidup tanpa harus lari ke dalam kesenangan yang sia-sia. Ampunilah kami jika kami sering mengeluh tentang musim hidup kami saat ini. Kami percaya bahwa tangan-Mu yang berdaulat mengatur setiap hari baik dan hari malang kami. Biarlah hidup kami hari ini mencerminkan kejujuran yang dari-Mu, bukan tipu daya dunia. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.