Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
8 November 2026
Kesimpulan dari Segalanya
Setelah menjelajahi kekayaan, kenikmatan, hikmat duniawi, hingga keputusasaan, Salomo menutup kitab ini dengan sebuah kesimpulan yang merangkum seluruh esensi keberadaan manusia. Hidup yang bermakna bukanlah hidup yang bebas dari masalah, melainkan hidup yang berlabuh pada Pencipta sebelum waktu kita habis.Salomo memberikan nasehat krusial: "Ingatlah Penciptamu pada masa mudamu." Ia memperingatkan agar kita tidak menunggu sampai "hari-hari yang malang" tiba, saat di mana kekuatan fisik melemah dan kita berkata, "Aku tidak menyukainya!” Jangan berikan sisa hidupmu kepada Tuhan. Sering kali manusia memiliki mentalitas: "Puaskan diri di masa muda, nanti kalau sudah tua baru bertobat." Namun, masa muda adalah masa dengan energi dan potensi terbesar. Tuhan layak mendapatkan masa keemasan kita, bukan hanya sisa-sisa tenaga di masa tua. Mengingat Tuhan berarti melibatkan-Nya dalam setiap keputusan, karier, dan impian selagi kita masih memiliki kekuatan untuk melakukannya.Dengan bahasa puitis, Salomo menggambarkan kemerosotan tubuh manusia:1. Penjaga rumah gemetar (tangan yang mulai goyah). 2. Orang-orang kuat membungkuk (kaki yang melemah). 3. Pemandangan menjadi kabur (mata yang mulai rabun). 4. Bunyi penggilingan melemah (pendengaran atau gigi yang hilang).Puncaknya: debu kembali ke tanah dan roh kembali kepada Tuhan yang mengaruniakannya. Fisik kita punya tanggal kedaluwarsa. Kecantikan akan pudar, otot akan melemah, dan popularitas akan hilang. Jika investasi hidup kita hanya pada hal-hal fisik, kita akan berakhir dalam keputusasaan. Sadarilah bahwa tubuh kita hanyalah "kemah sementara." Fokuslah untuk membangun manusia batiniah yang terus diperbaharui dari hari ke hari di dalam Tuhan.Salomo menjelaskan bahwa kata-kata orang berhikmat itu seperti "gundu" (tongkat penggembala yang tajam untuk mengarahkan ternak). Kata-kata itu mungkin tajam dan terkadang menyakitkan, tetapi tujuannya adalah untuk mengarahkan kita ke jalan yang benar. Firman Tuhan adalah kompas di tengah kebingungan. Di dunia yang penuh dengan buku dan informasi yang tidak ada habisnya (ayat 12), jangan biarkan diri kita lelah mencari kebenaran di tempat yang salah. Hanya Firman Tuhan yang mampu memberikan arah yang pasti. Terimalah "tusukan" Firman yang menegur dosa kita,, karena itu diberikan oleh "Gembala yang satu" untuk menyelamatkan kita."Akhir kata dari segala yang didengar ialah: takutlah akan Tuhan dan berpeganglah pada perintah-perintah-Nya, karena ini adalah kewajiban setiap orang." Mengapa? Karena Tuhan akan membawa setiap perbuatan ke pengadilan, termasuk yang tersembunyi. Tujuan hidup bukan untuk memahami dunia, tetapi untuk menghormati Penciptanya. "Takut akan Tuhan" bukan berarti lari ketakutan, melainkan rasa hormat, kagum, dan kasih yang membuat kita ingin menyenangkan hati-Nya. Pada akhirnya, yang tertinggal bukanlah berapa banyak harta yang kita kumpulkan, melainkan seberapa setia kita melakukan perintah-Nya. Hidup di bawah matahari mungkin tampak sia-sia, tetapi hidup di bawah naungan Tuhan adalah hidup yang kekal.Refleksi:Apakah takut akan Tuhan dengan cara yang membangun, atau sekadar takut karena peraturan dan konsekuensi?Bagaimana kita merespons realitas bahwa manusia akan menua, melemah, dan akhirnya meninggal, sementara Tuhan tetap kekal?Apakah hidup hanya untuk kesenangan sesaat atau berusaha menyelaraskan hidup dengan kehendak Tuhan yang kekal?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas pengingat bahwa hidup kami di bumi ini singkat dan akan segera berlalu. Ampunilah kami jika kami terlalu fokus pada hal-hal fana yang akan kembali menjadi debu. Hari ini, kami mau kembali mengingat-Mu sebagai Pencipta dan Pemilik hidup kami. Berikanlah kami hati yang takut akan Engkau dan ketaatan untuk melakukan perintah-Mu. Biarlah sisa hidup kami menjadi persembahan yang harum bagi-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
7 November 2026
Melangkah dengan Iman
Salomo memberikan nasihat tentang bagaimana manusia seharusnya bersikap di tengah dunia yang penuh ketidakpastian. Jika sebelumnya ia banyak membahas tentang kesia-siaan, di sini ia mendorong kita untuk mengambil langkah iman yang aktif, berbuat baik, dan menikmati hidup dengan penuh tanggung jawab di hadapan Tuhan. Keberanian untuk menabur dan sukacita untuk menikmati hidup bukanlah tanda bahwa kita tahu masa depan, melainkan tanda bahwa kita percaya kepada Dia yang memegang masa depan.Salomo memberikan instruksi yang unik: "Melemparkan rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu." Ia juga menyarankan untuk membagi rezeki kepada tujuh, bahkan delapan orang, karena kita tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadi di atas bumi. Jangan biarkan ketakutan akan masa depan menghentikan kebaikanmu hari ini. Logika dunia mengatakan: "Simpanlah semuanya untuk dirimu karena masa depan suram." Namun, logika iman mengatakan: "Taburlah kebaikan sebanyak mungkin, karena itulah investasi yang sesungguhnya." Kemurahan hati adalah bentuk perlawanan terhadap rasa kuatir. Saat kita memberi, kita sedang mengakui bahwa sumber hidup kita adalah Tuhan, bukan tabungan kita."Siapa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa memandang awan tidak akan menuai." Salomo mengingatkan bahwa jika kita menunggu cuaca benar-benar sempurna untuk bekerja, kita tidak akan pernah memulai apa pun. Kita tidak tahu bagaimana janin terbentuk, demikian pula kita tidak tahu pekerjaan Tuhan. Ketaatan tidak butuh kepastian, ia butuh keberanian. Sering kali kita menunda melayani Tuhan atau memulai rencana baik karena menunggu "waktu yang tepat" atau keadaan ekonomi yang stabil. Namun, rahasia keberhasilan adalah menabur di pagi hari dan tidak membiarkan tangan menganggur di waktu malam (ayat 6). Lakukan bagian kita dengan setia, dan biarkan Tuhan yang memberikan pertumbuhan dengan cara-Nya yang ajaib.Salomo mengakui bahwa terang itu menyenangkan dan melihat matahari itu baik bagi mata. Namun, ia mengingatkan bahwa jika manusia hidup bertahun-tahun dalam sukacita, ia harus ingat bahwa hari-hari kegelapan pun akan banyak. Syukur adalah jangkar saat hari buruk datang. Nikmatilah masa-masa indah yang Tuhan berikan sekarang. Jangan merasa bersalah saat merasa bahagia. Namun, gunakan masa senang itu untuk membangun kekuatan rohani, sehingga ketika "hari kegelapan" datang, iman kita tidak goyah. Bersyukur saat senang, dan berserah saat sulit.Salomo mengajak orang muda untuk bersukacita dan membiarkan hatinya gembira di masa muda. Namun, ia memberikan "pagar" yang sangat penting: "Tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Tuhan akan membawa engkau ke pengadilan." Ia menyarankan untuk membuang kesedihan dan kedukaan dari tubuh. Kebebasan Kristen bukanlah kebebasan tanpa batas. Tuhan ingin kita menikmati hidup, memiliki hobi, tertawa, dan mengejar impian. Namun, semua itu harus dilakukan dalam kesadaran bahwa kita akan mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan. Jangan habiskan masa muda atau masa hidup kita untuk hal-hal yang akan membuat kita menyesal di hadapan tahta pengadilan Tuhan. Hiduplah dengan gembira, namun tetaplah kudus.Refleksi:Apakah kita sering menunda langkah karena menunggu kepastian, atau berani bertindak dengan iman?Bagaimana kita memandang konsekuensi dari tindakan kita, apakah takut atau menjadi dorongan untuk bertindak dengan iman?Apakah kita cukup menaruh hati pada hal-hal yang kekal, atau terlalu fokus pada hal-hal sementara dan duniawi?Doa:Allah Bapa, terima kasih untuk setiap kesempatan untuk bekerja dan menabur kebaikan. Ampunilah kami jika kami terlalu sering memperhatikan 'angin dan awan' sehingga kami ragu untuk melangkah bagi-Mu. Berikanlah kami keberanian untuk menjadi murah hati dan hikmat untuk menikmati setiap berkat-Mu dengan penuh tanggung jawab. Kami percaya bahwa masa depan kami aman di dalam tangan-Mu yang ajaib. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT