Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

20 Oktober 2026

Allah Tidak Berlaku Curang

Elihu mengajak orang-orang bijak untuk bersama-sama menguji perkataan Ayub. Fokus utama Elihu adalah membela Keadilan Tuhan. Ia merasa Ayub telah melampaui batas dengan mengatakan bahwa Tuhan tidak adil dan bahwa tidak ada gunanya hidup saleh. Keyakinan bahwa Tuhan itu adil adalah sauh bagi jiwa kita, terutama saat kita hidup dalam dunia yang tampak sangat tidak adil.Elihu mengajak para pendengarnya untuk "memilih bagi kita apa yang adil" dan "menentukan bagi kita apa yang baik." Ia ingin agar setiap argumen tentang Tuhan diuji dengan sungguh-sungguh, bukan sekadar emosi sesaat. Saat menderita, kita sering kali mengucapkan kalimat-kalimat yang tidak benar tentang Tuhan hanya karena kita sedang merasa sakit. Ayub sempat berkata bahwa Tuhan merampas haknya (ayat 5). Namun, Elihu mengingatkan bahwa perasaan kita bukanlah standar kebenaran. Sebelum kita menyalahkan Tuhan, kita perlu menguji apakah kata-kata kita lahir dari iman atau sekadar kekecewaan yang pahit.Elihu memberikan penegasan: "Jauhlah dari pada Tuhan untuk melakukan kefasikan, dan dari pada Yang Mahakuasa untuk melakukan kecurangan." Ia menjelaskan bahwa Tuhan membalas manusia sesuai dengan perbuatannya. Tuhan adalah standar keadilan itu sendiri. Jika Tuhan tidak adil, maka seluruh alam semesta akan runtuh. Kita mungkin tidak memahami semua alasan di balik keputusan Tuhan, tetapi kita harus berpegang pada prinsip bahwa Tuhan tidak bisa berbuat jahat. Sifat-Nya adalah kudus dan adil. Jangan biarkan penderitaan membuatmu meragukan karakter Tuhan. Jika kita tidak mengerti "apa" yang Tuhan lakukan, percayalah pada "Siapa" Tuhan itu.Elihu mengingatkan bahwa mata Tuhan tertuju pada jalan-jalan manusia. Tidak ada kegelapan atau kelam pekat di mana orang-orang yang melakukan kejahatan dapat bersembunyi. Tuhan tidak perlu melakukan penyelidikan panjang seperti hakim manusia, karena Ia tahu segalanya. Hidup kita adalah buku yang terbuka di hadapan-Nya. Ini adalah peringatan sekaligus penghiburan. Peringatan bagi mereka yang berbuat jahat secara tersembunyi, dan penghiburan bagi mereka yang benar namun difitnah. Tuhan melihat setiap air mata, setiap ketidakadilan, dan setiap motif hati yang paling dalam. Tidak ada yang luput dari pengawasan-Nya.Elihu mengusulkan sebuah doa yang luar biasa bagi siapa pun yang sedang dalam kesesakan: "Aku telah memikul hukuman, aku tidak akan berbuat jahat lagi; apa yang aku tidak lihat, ajarkanlah kepadaku; jikalau aku telah melakukan kecurangan, aku tidak akan mengulanginya lagi.” Mintalah hikmat, bukan sekadar penjelasan. Alih-alih memprotes Tuhan dengan berkata "Aku tidak bersalah", lebih baik kita berkata, "Tuhan, jika ada sesuatu yang tidak aku lihat (dosa yang tidak kusadari atau pelajaran yang belum kupahami), ajarkanlah kepadaku." Kerendahan hati untuk diajar oleh Tuhan adalah kunci untuk melewati masa-masa sulit dengan kemenangan rohani.Refleksi:Bagaimana kita membedakan antara pergumulan iman yang jujur dan tuduhan terhadap karakter Tuhan?Apa arti mempercayai bahwa Tuhan melihat dan menilai segala sesuatu dengan sempurna, bahkan ketika kita tidak melihat hasilnya?Bagaimana kita dapat mengembangkan iman yang bersandar pada karakter Tuhan, bukan pada keadaan yang berubah-ubah?Doa:Allah Bapa, kami sujud di hadapan keadilan dan kedaulatan-Mu. Ampunilah kami jika dalam kesesakan kami, kami pernah meragukan kebaikan-Mu atau menganggap Engkau tidak adil. Selidikilah hati kami, ya Tuhan, dan ajarkanlah kepada kami hal-hal yang tidak mampu kami lihat dengan mata kami yang terbatas. Kami percaya bahwa segala jalan-Mu adalah benar dan adil. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

19 Oktober 2026

Allah Tak Pernah Berhenti Bicara

Elihu mulai berbicara langsung kepada Ayub. Pendekatannya sangat berbeda dengan ketiga sahabat sebelumnya. Elihu tidak datang dengan posisi menghakimi, melainkan sebagai sesama manusia yang juga diciptakan dari tanah liat. Ia mencoba menyingkapkan perspektif baru bahwa Tuhan tidak pernah berhenti berbicara, bahkan melalui penderitaan yang kita alami. Penderitaan bukanlah tanda bahwa Tuhan telah meninggalkan kita, melainkan sering kali merupakan "pengeras suara" yang Tuhan gunakan untuk menyelamatkan kita dari kehancuran.Elihu meminta Ayub mendengarkan dengan tenang. Ia menegaskan, "Aku juga dibentuk dari tanah liat oleh Tuhan." Ia meyakinkan Ayub bahwa ia tidak akan menindas Ayub dengan kekuasaan atau membuat Ayub merasa gentar. Pendampingan yang efektif dimulai dari kerendahan hati. Banyak orang gagal menghibur mereka yang berduka karena mereka datang sebagai "pakar" yang tahu segalanya. Elihu mengingatkan kita bahwa kita semua sama di hadapan Tuhan. Saat kita mencoba menolong seseorang, jangan gunakan kata-kata yang menghakimi, tetapi hadir sebagai sesama pengelana yang juga butuh anugerah Tuhan.Elihu menjelaskan bahwa Tuhan sebenarnya berbicara berulang-ulang, tetapi manusia sering kali tidak memperhatikannya. Masalahnya sering kali bukan pada bisunya Tuhan, melainkan pada ketulian kita. Kita sering mendikte cara Tuhan bicara (harus lewat berkat, harus lewat jawaban instan). Namun, Tuhan bisa bicara lewat mimpi, lewat teguran, atau lewat peristiwa sehari-hari. Berhentilah mengeluh bahwa Tuhan diam; mulailah bertanya, "Tuhan, melalui situasi ini, apa yang sedang Engkau sampaikan kepadaku?"Elihu memaparkan bahwa terkadang Tuhan menggunakan rasa sakit fisik untuk menahan manusia dari kebanggaan dan maut. Penderitaan bisa menjadi cara Tuhan untuk "membuka telinga" manusia agar tidak terjerumus ke dalam lubang kebinasaan. Jika manusia menemukan "utusan" atau "pembela" yang menunjukkan jalan yang benar, maka ia akan dipulihkan dan bersorak, "Aku telah berdosa... namun Ia tidak membalas aku setimpal dengan dosaku.” Rasa sakit sering kali merupakan anugerah yang tersembunyi. Seperti alarm yang memperingatkan adanya kebakaran, penderitaan memperingatkan kita bahwa ada sesuatu yang perlu diperbaiki dalam hubungan kita dengan Tuhan atau cara hidup kita. Tuhan lebih peduli pada keselamatan jiwa kita daripada kenyamanan fisik kita. Ia mengizinkan rasa sakit untuk menarik kita kembali ke pelukan-Nya.Elihu menggambarkan hasil akhir dari orang yang merespons teguran Tuhan dengan benar: mereka akan mengaku dosa dan menyaksikan kebaikan Tuhan kepada orang lain. Hidupnya akan kembali melihat terang. Kesembuhan dimulai dari pengakuan. Janganlah mengeraskan hati saat diproses oleh Tuhan. Jika kita bersedia merendahkan diri dan mengakui bahwa kita membutuhkan Dia, Tuhan tidak hanya akan memulihkan kita, tetapi juga akan menjadikan hidup kita sebagai kesaksian bagi orang lain.Refleksi:Bagaimana pemahaman bahwa Tuhan berbicara melalui berbagai cara menolong kita melihat hidup dengan lebih peka?Apakah kita hanya mengharapkan Tuhan berbicara melalui cara yang nyaman, seperti berkat dan keberhasilan?Bagaimana kita membedakan antara teguran yang membangun dan rasa bersalah yang tidak sehat?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang terus berbicara dan memperhatikan hidup kami. Ampunilah kami jika selama ini kami terlalu sibuk dengan keluhan kami hingga tidak mendengar bisikan-Mu. Bukalah telinga rohani kami agar kami mengerti maksud-Mu di balik penderitaan atau tantangan yang kami hadapi. Kami percaya bahwa rencana-Mu adalah untuk menyelamatkan jiwa kami dan membawa kami kembali ke dalam terang-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.