Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

12 Juli 2026

Prioritas

Setelah melewati masa transisi dari Daud, Salomo kini berdiri sebagai raja. Hal pertama yang ia lakukan bukanlah memperkuat militer atau membangun istana, melainkan mencari Tuhan. Salomo memahami bahwa jabatan raja adalah tanggung jawab yang besar, bukan sekadar fasilitas kemewahan. Salomo pergi ke bukit pengorbanan di Gibeon karena di sanalah Kemah Pertemuan Tuhan berada. Meskipun ia sudah menjadi raja yang kuat, ia tahu bahwa sumber kekuatannya bukan pada takhta, melainkan pada persekutuan dengan Tuhan. Apa hal pertama yang kita cari saat memulai tugas baru atau memulai hari? Sering kali kita langsung terjun ke dalam kesibukan tanpa membawa "persembahan" syukur dan permohonan hikmat kepada Tuhan. Salomo mengajarkan kita untuk meletakkan ibadah sebagai fondasi dari setiap kesuksesan.Ketika Tuhan menampakkan diri dan berkata, "Mintalah apa yang hendak Kuberikan kepadamu", Salomo tidak meminta kekayaan, umur panjang, atau kematian musuhnya. Ia meminta hikmat dan pengertian. Salomo sadar akan keterbatasannya: "Siapakah yang dapat menghakimi umat-Mu yang besar ini?" Ini adalah kerendahan hati yang luar biasa. Doa yang dijawab Tuhan adalah doa yang berfokus pada bagaimana kita bisa menjadi berkat bagi orang lain dan bagaimana kita bisa menjalankan tanggung jawab kita dengan benar.Karena Salomo mencari hikmat untuk melayani umat Tuhan, Tuhan justru memberikan kepadanya apa yang tidak ia minta: kekayaan, harta benda, dan kemuliaan yang melampaui raja-raja mana pun. Ini adalah prinsip yang kekal: Ketika kita memprioritaskan kepentingan Kerajaan Tuhan, Tuhan akan mencukupkan segala kebutuhan kita. Saat fokus kita adalah menyenangkan hati Tuhan, berkat-berkat lainnya akan mengikuti sebagai dampak dari penyertaan-Nya.Meskipun kekayaan Salomo yang luar biasa, termasuk kuda-kuda dari Mesir adalah bukti berkat Tuhan, sejarah kemudian mencatat bahwa di sinilah celah bagi Salomo mulai muncul, ketika ia mulai mengandalkan kekuatan militer dan kemewahan. Berkat Tuhan harus dikelola dengan hati yang tetap melekat pada Sang Pemberi, bukan pada pemberian-Nya. Jangan sampai kesuksesan yang Tuhan berikan justru membuat kita perlahan-lahan menjauh dari-Nya.Refleksi:Jika kita berada di posisi Salomo dan diberi kebebasan meminta apa saja, apa yang kemungkinan besar akan kita minta dan mengapa?Mengapa Tuhan berkenan pada permintaan Salomo, dan apa yang di ajarkan tentang prioritas yang menyenangkan hati Tuhan?Bagaimana reaksi Tuhan terhadap prioritas Salomo menolong kita melihat urutan yang benar antara hal rohani dan materi?Doa:Allah Bapa, berikanlah kami hati yang seperti Salomo, yang merindukan hikmat-Mu lebih dari segala harta di dunia ini. Ajarlah kami untuk selalu rendah hati dan sadar bahwa tanpa hikmat-Mu, kami tidak sanggup menjalankan tugas dan tanggung jawab kami. Kiranya hidup kami selalu memprioritaskan Engkau, dan biarlah segala berkat yang Engkau berikan hanya kami gunakan untuk kemuliaan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

11 Juli 2026

Segalanya Adalah Milik Tuhan

Sebelum Daud mengakhiri masa hidupnya, ia memanggil seluruh jemaat untuk memberikan persembahan bagi pembangunan Bait Suci. Respon yang muncul adalah sebuah gelombang kemurahan hati yang luar biasa. Daud tidak hanya memerintah rakyat untuk memberi; ia memberi terlebih dahulu. Ia memberikan harta pribadinya berupa emas dan perak dalam jumlah yang sangat besar karena cintanya kepada Rumah Tuhan. Kepemimpinan dan pengaruh yang kuat lahir dari keteladanan. Baik dalam keluarga, gereja, atau pekerjaan, jika kita ingin orang lain menjadi murah hati atau bersemangat, kita harus menjadi orang pertama yang menunjukkan sikap tersebut. Kesungguhan kita akan memicu kesungguhan orang lain.Di tengah kelimpahan persembahan yang terkumpul, Daud tidak sombong. Sebaliknya, ia berkata: "Sebab siapakah aku ini dan siapakah bangsaku, sehingga kami mampu memberikan persembahan sukarela seperti ini? Sebab dari pada-Mulah segala-galanya dan dari tangan-Mu sendirilah persembahan yang kami berikan kepada-Mu.” Ini adalah perspektif iman yang benar tentang harta: Kita bukan pemilik, melainkan pengelola. Segala sesuatu yang kita miliki, kesehatan, talenta, kekayaan, berasal dari Tuhan. Saat kita memberi kepada Tuhan, kita sebenarnya hanya mengembalikan sebagian kecil dari apa yang sudah Ia berikan kepada kita. Kesadaran ini akan menghapus rasa berat hati saat kita harus berbagi.Alkitab mencatat bahwa bangsa itu bersukacita karena mereka memberikan persembahan itu dengan "tulus ikhlas" dan "dengan rela hati". Sukacita sejati tidak ditemukan dalam apa yang kita simpan untuk diri sendiri, tetapi dalam apa yang kita berikan dengan tulus bagi kemuliaan Tuhan. Tuhan tidak melihat besarnya nominal, tetapi besarnya kerelaan. Pemberian yang dipaksakan hanya akan mendatangkan beban, tetapi pemberian yang didasari kasih akan mendatangkan kebahagiaan yang meluap.Daud mati pada waktu "putih rambutnya, lanjut umurnya, penuh kekayaan dan kemuliaan." Daud meninggalkan dunia ini dengan tenang karena ia tahu ia telah menyelesaikan tugasnya dan telah mempersiapkan masa depan bagi generasi berikutnya. Hidup yang berharga bukanlah hidup yang tanpa kesalahan, melainkan hidup yang diakhiri dengan kesetiaan kepada Tuhan. Daud memulai sebagai gembala domba dan mengakhiri hidupnya sebagai penyembah yang membawa seluruh bangsanya memuliakan Tuhan.Refleksi:Bagaimana sikap sukarela dan penuh sukacita bangsa Israel dalam memberi mencerminkan pemahaman yang benar tentang kepemilikan?Apa arti perkataan Daud bahwa kita hanyalah “orang asing dan pendatang” di hadapan Tuhan?Bagaimana pengakuan bahwa segalanya milik Tuhan menolong kita memberi tanpa takut kekurangan?Doa:Allah Bapa, segala kemuliaan, kejayaan, dan kekayaan adalah milik-Mu. Terima kasih karena Engkau telah mempercayakan begitu banyak hal dalam hidup kami. Ajarlah kami untuk memiliki hati yang murah hati dan tangan yang terbuka. Biarlah hidup kami menjadi persembahan yang harum bagi-Mu, dan biarlah kami mengakhiri pertandingan kami dengan kesetiaan yang penuh kepada-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.