Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
16 Agustus 2026
Akhir dari Kesabaran
Babak final yang pahit bagi kerajaan Yehuda, di mana ketidaksetiaan yang berulang-ulang akhirnya membawa mereka pada kehancuran total dan pembuangan. Pergantian raja-raja terakhir Yehuda yang semuanya memiliki catatan kelam, mereka melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Penolakan mereka terhadap teguran Tuhan membawa bangsa itu ke titik terendah dalam sejarah mereka. Alkitab mencatat bahwa raja-raja seperti Zedekia tidak mau merendahkan diri di hadapan Tuhan. Meskipun nabi Yeremia telah menyampaikan pesan langsung dari mulut Tuhan, mereka tetap mengeraskan hati. Bahkan, mereka memperolok-olok utusan Tuhan dan menghina nabi-nabi-Nya. Kehancuran sering kali diawali dengan telinga yang tertutup. Tuhan sangat sabar; Ia mengirimkan utusan-utusan-Nya berulang-ulang karena Ia sayang kepada umat-Nya. Namun, ada batas di mana kesabaran Tuhan bertemu dengan keadilan-Nya. Jangan biarkan hati kita menjadi begitu tebal sampai kita tidak lagi bisa merasakan getaran suara Roh Kudus yang menegur kita.Akibat kekerasan hati itu, Yerusalem runtuh. Bait Tuhan yang megah dibakar, tembok Yerusalem dirobohkan, dan harta bendanya diangkut ke Babel. Tanah itu harus "menikmati sabatnya”, dibiarkan tandus selama 70 tahun untuk mengganti tahun-tahun sabat yang diabaikan oleh bangsa itu selama mereka berkuasa. Kadang Tuhan mengizinkan kita mengalami "masa tandus" atau kegagalan agar kita belajar menghargai kekudusan-Nya dan prinsip-prinsip-Nya. Di balik hukuman Tuhan, ada maksud untuk memulihkan dan memurnikan, bukan sekadar memusnahkan.Kitab 2 Tawarikh tidak berakhir dengan kehancuran, melainkan dengan proklamasi Koresh. Tuhan menggerakkan hati seorang raja Persia untuk mengizinkan umat-Nya pulang dan membangun kembali rumah Tuhan di Yerusalem. Kegagalan manusia tidak pernah bisa membatalkan janji Tuhan. Meskipun umat-Nya tidak setia, Tuhan tetap setia. Ia sanggup memakai siapa saja, bahkan orang yang tidak mengenal-Nya sekalipun, untuk menggenapi rencana-Nya bagi kita. Jika saat ini kita merasa sedang di masa "pembuangan" karena kesalahan masa lalu, ketahuilah bahwa Tuhan selalu memiliki rencana pemulihan.Kalimat terakhir dari kitab ini adalah: "Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, TUHAN, Tuhannya, menyertainya, dan biarlah ia berangkat pulang!". Ini adalah panggilan terbuka bagi setiap orang yang terhilang untuk kembali ke pusat hadirat Tuhan. Tuhan selalu memberi kesempatan untuk memulai kembali. Tidak peduli seberapa hancur hidup kita, Tuhan memanggil kita untuk “pulang”, pulang kepada doa, pulang kepada Firman, dan pulang kepada persekutuan dengan-Nya.Refleksi:Apa arti pernyataan bahwa Tuhan “berulang kali mengutus para nabi-Nya” bagi pemahaman kita tentang kesabaran Tuhan?Mengapa penolakan yang terus-menerus terhadap firman Tuhan akhirnya membawa hukuman yang tak terelakkan?Apa perbedaan antara kesabaran Tuhan dan ketidaktegasan manusia dalam menghadapi dosa?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas kesabaran-Mu yang luar biasa dalam hidup kami. Ampunilah kami jika sering kali kami mengeraskan hati kami terhadap teguran-Mu. Kami bersyukur karena di tengah kegagalan kami, Engkau tetap memegang janji pemulihan bagi kami. Hari ini, kami mau menyambut undangan-Mu untuk pulang. Bangunlah kembali hidup kami menjadi bait-Mu yang kudus. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
15 Agustus 2026
Gairah dalam Ibadah
Raja Yosia menunjukkan bahwa pemulihan rohani yang sejati harus memuncak pada penyembahan yang penuh persiapan dan pengabdian. Yosia tidak merayakan Paskah secara sembarangan. Ia mengatur para imam, memberi semangat kepada mereka, dan memerintahkan orang Lewi untuk menguduskan diri. Ia memastikan setiap detail perayaan sesuai dengan aturan yang tertulis dalam Taurat Musa. Tuhan layak mendapatkan persiapan terbaik kita. Sering kali kita datang beribadah dengan hati yang lelah, terburu-buru, atau tanpa persiapan batin sama sekali. Ibadah yang menggetarkan hati Tuhan adalah ibadah yang dilakukan dengan kesungguhan, keteraturan, dan rasa hormat yang mendalam.Yosia tidak hanya memerintahkan rakyat untuk beribadah, tetapi ia sendiri menjadi donatur terbesar. Ia menyumbangkan 30.000 ekor domba dan kambing serta 3.000 ekor lembu dari miliknya sendiri. Teladan ini diikuti oleh para pemimpin lainnya. Teladan lebih kuat daripada kata-kata. Jika kita ingin melihat perubahan di keluarga, tempat kerja, atau gereja, mulailah dengan menjadi teladan dalam pengorbanan dan kemurahan hati. Pengaruh terbesar seorang anak Tuhan muncul ketika ia bersedia memberikan apa yang berharga miliknya untuk memuliakan nama-Nya.Alkitab mencatat bahwa sejak zaman Nabi Samuel, tidak pernah ada Paskah yang dirayakan seperti itu. Mengapa? Karena Paskah ini dirayakan di tengah masa-masa sulit dengan ketaatan yang sangat detail terhadap Firman Tuhan. Ketaatan total membawa sukacita yang tiada banding. Saat kita mengikuti kehendak Tuhan dengan sepenuh hati, ada kedamaian dan kepuasan batin yang tidak bisa dijelaskan. Jangan kurangi standar Tuhan dalam hidup kita; ketaatan yang setengah-setengah hanya akan membawa sukacita yang setengah-setengah pula.Tragisnya, pasal ini ditutup dengan kematian Yosia dalam peperangan melawan Nekho, raja Mesir. Nekho sebenarnya sudah memperingatkan Yosia bahwa ia tidak bermaksud menyerang Yehuda dan bahwa "Allah menyuruhnya bertindak cepat". Namun, Yosia tetap maju berperang dengan menyamar. Yosia adalah raja yang hebat, tetapi dalam satu momen krusial, ia gagal membedakan mana kehendak Tuhan dan mana ambisi pribadinya. Kita butuh kerendahan hati untuk terus bertanya kepada Tuhan di setiap langkah baru, bukan sekadar mengandalkan pengalaman masa lalu.Refleksi:Mengapa persiapan yang sungguh-sungguh menjadi bagian penting dari ibadah yang berkenan kepada Tuhan?Apa hubungan antara ketaatan pada firman Tuhan dan gairah dalam ibadah?Bagaimana ibadah yang penuh gairah dapat membentuk kembali identitas rohani umat Tuhan?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas pengingat dari kehidupan Raja Yosia. Kami mau memberikan yang terbaik dalam setiap ibadah dan pekerjaan kami bagi-Mu. Berikanlah kami hati yang murah hati untuk berbagi dan ketaatan yang teguh pada Firman-Mu. Namun, kami juga memohon kepekaan rohani, agar kami tidak melangkah menurut kemauan kami sendiri melainkan selalu selaras dengan kehendak-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT