Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
4 Juni 2026
Pertobatan dan Kerendahan Hati
Raja Yosia adalah contoh pemimpin muda yang hatinya benar di hadapan Tuhan. Saat dia membaca kitab Taurat dan menyadari betapa jauh bangsanya telah menyimpang, reaksinya bukan pembenaran, tapi pertobatan. Dalam dunia yang sering membenarkan kesalahan atau menyalahkan masa lalu, Yosia menunjukkan bahwa kerendahan hati adalah awal dari pemulihan.Ketika kitab Taurat ditemukan dan dibacakan, Yosia tidak mengabaikannya atau menunda-nunda. Dia langsung menyadari kesalahan umat dan bertindak cepat untuk mencari kehendak Tuhan. Yosia mengoyakkan pakaiannya, tanda kedukaan dan pertobatan yang dalam. Dia tidak merasa dirinya benar, walaupun dia adalah raja. Tuhan menyukai hati yang remuk dan hancur, dan itu yang Dia temukan dalam diri Yosia.Allah menyatakan bahwa karena pertobatan dan kerendahan hatinya, hukuman akan ditangguhkan selama masa hidup Yosia. Ini menunjukkan bahwa pertobatan sejati mengundang belas kasihan Tuhan. Jangan menunda pertobatan ketika Firman Tuhan menegur. Semakin cepat kita bertobat, semakin cepat kita dipulihkan. Tuhan tidak mencari orang sempurna, tetapi hati yang terbuka dan mau dikoreksi.Pertobatan yang tulus dan kerendahan hati adalah jalan menuju belas kasihan Tuhan. Tak ada dosa yang terlalu besar untuk diampuni jika kita datang dengan hati yang hancur dan terbuka. Seperti Yosia, mari kita menjadi generasi yang mencintai kebenaran dan siap merespons Firman Tuhan dengan tindakan nyata.Refleksi:Bagaimana firman Tuhan masih bisa membawa pertobatan hari ini?Bagaimana seseorang bisa menumbuhkan sikap hati yang terbuka terhadap teguran dan perubahan?Apa yang bisa kita lakukan agar hati kita tetap peka dan lembut saat Tuhan berbicara melalui firman-Nya?Doa:Allah Bapa, lembutkanlah hati kami agar selalu siap menerima teguran dan kebenaran-Mu. Ajar kami merendahkan diri dan bertobat ketika kami melenceng dari jalan-Mu. Biarlah hidup kami menyenangkan hati-Mu, seperti Yosia yang hidup berkenan di hadapan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
3 Juni 2026
Kegagalan untuk Belajar dari Kesalahan
Setiap generasi diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk belajar, baik dari kebaikan maupun dari kegagalan generasi sebelumnya. Sayangnya, Amon, anak dari Raja Manasye, memilih untuk mengulang jejak dosa ayahnya, alih-alih bertobat dan memperbaiki. Dia gagal belajar dari masa lalu dan menuai kehancuran yang cepat. Kita pun berisiko jatuh dalam jebakan yang sama bila tidak mau belajar dari kesalahan, baik kesalahan kita maupun orang lain.Meski Manasye di akhir hidupnya sempat bertobat (lih. 2 Tawarikh 33:12-13), Amon tidak belajar dari titik balik itu. Dia justru melanjutkan pola hidup jahat, menyembah berhala dan menolak jalan Tuhan. Amon tidak hanya tidak bertobat, tapi juga meninggalkan Tuhan sepenuhnya. Dia tidak menghargai anugerah waktu yang Tuhan berikan, dan mengulang kebodohan yang sama. Karena dosanya, rakyat sendiri berbalik melawannya dan membunuh dia. Kegagalan Amon menunjukkan bahwa pemimpin yang hidup dalam dosa cepat kehilangan kepercayaan dan kestabilan.Belajarlah dari sejarah. Baik dalam keluarga, gereja, maupun bangsa, jangan ulangi kesalahan yang sama. Tuhan memberi kita hikmat melalui pengalaman masa lalu. Jangan abaikan peringatan Tuhan melalui orang lain, Firman, atau situasi hidup. Ketika kita menutup hati, kita juga menutup jalan pemulihan. Kepemimpinan bukan soal warisan, tapi tentang keteladanan dan pertobatan. Generasi baru dipanggil untuk membawa perubahan, bukan melanjutkan dosa.Jangan menjadi orang yang mengulangi kesalahan hanya karena menolak untuk belajar. Hikmat bukan sekadar tahu, tetapi mau berubah. Tuhan memanggil kita menjadi generasi yang bertobat dan bangkit dari kegagalan masa lalu.Refleksi:Bagaimana tanggung jawab orang tua, pemimpin, dan gereja dalam mewariskan pelajaran hidup yang benar?Bagaimana kita bisa membedakan antara belajar dari kesalahan dan hanya merasa bersalah tanpa perubahan?Apa yang bisa membantu seseorang memiliki hati yang rendah dan mau belajar dari pengalaman buruk , baik pribadi maupun orang lain?Doa:Allah Bapa, berikan kami hati yang peka untuk belajar dari kesalahan, baik dari hidup kami sendiri maupun dari generasi sebelumnya. Jangan biarkan kami mengeraskan hati dan mengabaikan suara-Mu. Tolong kami untuk hidup dalam kebenaran dan menjadi berkat bagi generasi kami Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT