Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
9 Juni 2026
Pemberontakan yang Ceroboh
Zedekia, raja terakhir Yehuda, yang naik tahta setelah pembuangan awal terjadi. Zedekia melakukan pemberontakan terhadap Raja Babel, meskipun dia tahu betul bahwa Babel adalah kekuatan besar yang menguasai wilayahnya. Pemberontakan ini bisa disebut ceroboh karena dilakukan tanpa pertimbangan penuh dan tanpa bergantung kepada Tuhan.Keputusan Zedekia untuk melawan Babel berujung pada kehancuran yang lebih besar bagi Yehuda, penjarahan, kehancuran Yerusalem, dan pembuangan yang lebih berat. Zedekia menolak nasihat nabi dan tidak bertobat, sehingga membawa bangsa Israel ke dalam malapetaka yang lebih parah.Pemberontakan Zedekia mengingatkan kita betapa pentingnya mendengarkan suara Tuhan dan menunggu waktu-Nya dalam mengambil keputusan besar. Kadang kita tergoda untuk mengambil jalan sendiri karena ingin cepat lepas dari masalah, tetapi tanpa hikmat dan pimpinan Tuhan, hasilnya bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.Dalam menghadapi tekanan dan tantangan, jangan terburu-buru mengambil keputusan tanpa memohon petunjuk Tuhan. Kesabaran dan ketaatan pada firman-Nya adalah jalan menuju kemenangan sejati. Jadilah pribadi yang bijak, mendengarkan nasihat ilahi, dan mengandalkan kekuatan Tuhan dalam setiap langkah.Refleksi:Bagaimana kita bisa membedakan antara pemberontakan yang benar (melawan ketidakadilan) dan pemberontakan yang ceroboh atau sia-sia?Bagaimana cara kita menghindari sikap memberontak yang tidak terkontrol dalam menghadapi tantangan hidup?Bagaimana kita bisa belajar dari kegagalan pemberontakan ini untuk menjadi pribadi yang lebih bijak dan bertanggung jawab?Doa:Allah Bapa, tolong kami untuk tidak ceroboh dalam mengambil keputusan. Ajarlah kami untuk selalu menunggu dan mendengarkan suara-Mu sebelum bertindak, agar kami tidak jatuh ke dalam kesalahan yang menghancurkan. Berikan kami keberanian dan keteguhan untuk taat pada kehendak-Mu, meskipun jalannya sulit. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
8 Juni 2026
Penjarahan Bait Suci oleh Penjajah
Yerusalem dan Bait Suci dijarah oleh pasukan Babel. Raja Yoyakhin dan para pemimpin bangsa diangkut ke pembuangan bersama dengan harta-harta berharga dari Bait Suci. Momen ini sangat memilukan karena tempat yang selama ini menjadi pusat ibadah dan kehadiran Allah di tengah bangsa Israel, kini dinodai oleh tangan musuh.Penjarahan ini bukan hanya kerugian materi, tapi juga simbol keruntuhan rohani dan sosial. Bait Suci yang menjadi tempat perjumpaan antara Allah dan umat-Nya dirampas, seolah menggambarkan bahwa bangsa Israel telah kehilangan perlindungan dan berkat Tuhan akibat dosa dan ketidaktaatan mereka.Namun, di balik penjarahan dan kesedihan itu, Tuhan tetap memegang kendali. Pembuangan dan penjarahan menjadi sarana bagi Tuhan untuk mengingatkan umat-Nya agar bertobat dan kembali hidup dalam ketaatan. Bait Suci yang rusak mengajak kita untuk merenungkan kembali bagaimana kita menjaga “bait suci” dalam hati dan hidup kita , apakah kita tetap setia dan menjaga kekudusan dalam hubungan dengan Tuhan?Ketika hidup kita “dijarah” oleh masalah, kekecewaan, atau kehilangan, jangan putus asa. Ingatlah bahwa Tuhan tetap hadir dan berkuasa mengubah kehancuran menjadi pemulihan. Mari kita jaga hati kita sebagai bait suci yang kudus bagi Tuhan, agar Dia terus diam dan bekerja di dalam kita.Refleksi:Bagaimana reaksi umat ketika tempat ibadah mereka dirusak atau dijarah? Apa yang bisa kita pelajari dari pengalaman itu?Bagaimana kita bisa menjaga ‘bait suci’ dalam hati dan hidup kita agar tidak mudah “dijarah” oleh pengaruh negatif?Dalam konteks masa kini, apa bentuk “penjarahan” rohani yang sering terjadi dalam komunitas gereja atau masyarakat?Doa:Allah Bapa, di tengah kehilangan dan kepedihan, kuatkanlah hati kami untuk tetap percaya pada kasih dan rencana-Mu. Tolong kami menjaga hati kami tetap suci sebagai bait suci-Mu yang hidup, agar Engkau boleh berdiam dan bekerja dalam hidup kami. Ajar kami untuk bertobat dan kembali kepada-Mu setiap hari. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT