Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
19 Juni 2026
Kekuatan di Balik Kesetiaan
Di balik deretan enam suku Israel: Isakhar, Benyamin, Naftali, Manasye, Efraim, dan Asyer, kita menemukan gambaran tentang kekuatan, pemulihan dari duka, dan kesiapan untuk melayani, dan dari bagian ini kita menemukan bagaimana Tuhan membangun kekuatan umat-Nya melalui ketekunan dan penghiburan.Berulang kali dalam pasal ini, kita membaca frasa seperti "pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa". Menariknya, sebutan ini diberikan kepada keluarga-keluarga yang setia pada garis keturunannya. Isakhar, misalnya, dikenal sebagai suku yang memahami waktu dan setia pada tugasnya. Ini mengajarkan kita bahwa kekuatan rohani tidak datang secara instan. Kekuatan itu dibangun melalui ketekunan sehari-hari, melalui kesetiaan dalam perkara-perkara kecil, dan melalui kerelaan untuk tetap berdiri teguh bagi keluarga dan komunitas kita.Di tengah daftar nama ini, terselip kisah yang sangat menyentuh tentang Efraim. Efraim mengalami duka yang luar biasa ketika anak-anaknya dibunuh oleh penduduk Gat. Ia berkabung hari demi hari. Namun, Allah tidak membiarkannya terpuruk. Allah memberikan Efraim seorang anak lagi yang dinamai Beria, yang artinya "dalam kemalangan," karena ia lahir saat keluarganya sedang dalam penderitaan. Kisah ini adalah pesan bagi kita: Allah adalah sumber penghiburan. Di titik terendah hidup kita, Tuhan sanggup memberikan "awal yang baru" dan memulihkan harapan yang sempat patah.Suku Asyer digambarkan sebagai orang-orang pilihan, pahlawan yang gagah perkasa, dan "kepala-kepala pemimpin." Mereka dicatat sebagai orang-orang yang siap untuk berperang. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk memiliki semangat suku Asyer: siap sedia. Bukan untuk berperang melawan sesama manusia, melainkan siap sedia menjalankan panggilan Tuhan, siap menolong sesama, dan siap mempertahankan iman di tengah dunia yang berubah-ubah.Refleksi:Bagaimana penekanan pada “orang-orang yang gagah perkasa” dan jumlah mereka mencerminkan kekuatan yang lahir dari kesetiaan jangka panjang?Bagaimana kisah kehilangan dan pemulihan dalam keluarga Efraim menyingkapkan kekuatan rohani di balik penderitaan?Langkah kesetiaan apa yang Tuhan minta kita lakukan hari ini, meskipun tampak kecil, sebagai bagian dari karya-Nya yang lebih besar?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang memperhatikan setiap keluarga dan setiap pergumulan kami. Berikanlah kami kekuatan seperti pahlawan-pahlawan-Mu untuk setia melakukan kehendak-Mu. Hiburkanlah hati kami saat kami berduka, dan jadikanlah hidup kami siap sedia untuk memuliakan nama-Mu di mana pun kami berada. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
18 Juni 2026
Satu Pusat Penyembahan
Pasal 6 adalah pasal terpanjang dalam silsilah Kitab Tawarikh. Fokus beralih sepenuhnya kepada Suku Lewi. Jika suku Yehuda adalah garis keturunan Raja, maka suku Lewi adalah garis keturunan Imam dan Pelayan.Di tengah daftar nama yang sangat panjang ini, kita menemukan gambaran tentang bagaimana Allah mengatur penyembahan dan pelayanan di tengah umat-Nya. Pelayanan imam bukanlah pilihan, melainkan sebuah panggilan yang diwariskan, dan garis keturunan imam besar, dimulai dari Harun dan diteruskan hingga masa pembuangan. Allah menghendaki adanya kesinambungan dalam pelayanan. Oleh karena itu, apa yang kita kerjakan bagi Tuhan hari ini, baik itu mendidik anak secara rohani, melayani di gereja, atau hidup benar di tempat kerja, adalah sebuah warisan bagi generasi berikutnya. Kita adalah mata rantai dalam sejarah pekerjaan Tuhan di bumi.Setelah daftar imam, disebutkan nama para penyanyi seperti Heman, Asaf, dan Etan. Mereka adalah orang-orang yang ditugaskan Daud untuk memimpin puji-pujian.Ada yang bertugas mempersembahkan korban (tugas imam), dan ada yang bertugas memimpin nyanyian. Keduanya sama-sama penting. Silsilah ini menunjukkan bahwa dalam kerajaan Allah, setiap fungsi memiliki nilai yang sama. Ada yang bekerja di "depan layar" dan ada yang di "belakang layar". Namun, semuanya berpusat pada satu hal yaitu menghadirkan kemuliaan Tuhan di dalam Bait-Nya.Dalam hal tanah warisan, suku Lewi tidak mendapatkan bagian, tetapi mereka diberikan kota-kota di seluruh wilayah Israel. Suku Lewi tidak memiliki wilayah tersendiri; tetapi mereka disebarkan di antara suku-suku lain. Allah menempatkan para pelayan-Nya di tengah-tengah agar mereka menjadi "garam dan terang". Demikian juga kita sebagai imamat yang rajani, dimana pun kita ditempatkan, di lingkungan yang sulit, di kantor yang penuh tekanan, atau di sekolah, ingatlah bahwa kita adalah "suku Lewi rohani" yang diutus Tuhan untuk membawa kehadiran-Nya di sana.Refleksi:Bagaimana penekanan pada silsilah Lewi dan para imam menegaskan pentingnya kesinambungan penyembahan yang setia?Apa pelajaran yang kita peroleh tentang tanggung jawab dan kesetiaan dari kehidupan para pelayan Tuhan yang dicatat secara rinci?Bagaimana bagian ini menantang kita untuk menjaga kemurnian penyembahan di tengah pengaruh budaya dan kompromi rohani?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau memanggil kami untuk menjadi bagian dari pelayanan-Mu. Berikanlah kami hati seorang pelayan yang setia, seperti suku Lewi. Biarlah di mana pun kami ditempatkan, kehadiran kami memancarkan kekudusan dan kasih-Mu. Pakailah hidup kami untuk menjadi kemuliaan bagi nama-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT