Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
6 Juli 2026
Pelayanan yang Berkelanjutan
Dalam masa tuanya, Daud memastikan bahwa pelayanan di Bait Suci tidak berjalan secara acak atau berdasarkan favoritisme. Ia mengatur rombongan imam agar setiap keluarga memiliki waktu dan tanggung jawab yang jelas untuk menghadap Tuhan. Daud membagi para imam menjadi 24 kelompok yang akan melayani secara bergiliran. Keteraturan ini bukan untuk membatasi, melainkan untuk memastikan bahwa api ibadah di Rumah Tuhan tidak pernah padam. Dengan adanya jadwal, tidak ada yang merasa terlalu lelah (burnout) dan tidak ada waktu yang kosong tanpa pelayanan. Keteraturan adalah bentuk penghormatan kepada Tuhan. Dalam hidup pribadi maupun pelayanan di gereja, disiplin dan pengaturan waktu yang baik membantu kita untuk melayani Tuhan secara konsisten (sustainable), bukan hanya berdasarkan semangat sesaat.Satu hal yang menarik adalah penggunaan undi untuk menentukan urutan tugas bahwa hal ini dilakukan agar tidak ada perbedaan, baik yang senior maupun yang muda, yang berasal dari keluarga Eleazar maupun Itamar, semuanya memiliki kedudukan yang sama di hadapan Tuhan. Kesetaraan dalam pelayanan. Di hadapan Tuhan, tidak ada "kasta" rohani. Jabatan atau senioritas bukan alat untuk mendominasi, melainkan tanggung jawab untuk melayani. Tuhan memberikan kesempatan yang sama bagi setiap anak-anak-Nya untuk mendekat dan bekerja di ladang-Nya.Pembagian ini tetap menghormati garis keturunan Harun melalui Eleazar dan Itamar. Meskipun ada perbedaan jumlah pemimpin di antara kedua keluarga tersebut, Daud dan imam Zadok serta Ahimelekh mengatur sedemikian rupa sehingga semuanya terakomodasi. Melayani Tuhan berarti bersedia tunduk pada aturan bersama dan bekerja sama dalam satu tubuh, meskipun kita berasal dari latar belakang keluarga atau kelompok yang berbeda.Setiap orang Lewi yang terpilih dicatat namanya. Mereka bukan sekadar angka atau pekerja anonim; mereka dikenal secara pribadi dan memiliki tugas yang spesifik. Demikian juga dengan kita. Tuhan mengenal nama kita dan panggilan spesifik kita. Kita mungkin merasa hanya salah satu dari sekian banyak orang di gereja, tetapi bagi Tuhan, kehadiran dan bagian pelayanan kita, sekecil apa pun itu, adalah bagian yang melengkapi gambaran besar rencana-Nya.Refleksi:Apa yang kita pelajari tentang pentingnya struktur dan perencanaan dalam pelayanan jangka panjang?Bagaimana pembagian tugas yang adil mencerminkan hikmat dan keadilan Tuhan?Bagaimana pasal ini menantang kita untuk mempersiapkan dan melibatkan orang lain dalam pelayanan?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau memanggil kami untuk menjadi bagian dari pelayanan-Mu yang kudus. Ajarlah kami untuk menjadi pribadi yang teratur dan disiplin dalam mengikut Engkau. Berikanlah kami hati yang rendah hati agar bisa bekerja sama dengan saudara-saudara kami yang lain, demi kemuliaan nama-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
5 Juli 2026
Teratur dan Relevan
Daud, di usia tuanya, dia mulai mengatur tugas-tugas suku Lewi secara mendetail sebelum Salomo naik takhta. Di balik daftar tugas dan angka-angka, tersimpan prinsip tentang bagaimana kita seharusnya mengatur pelayanan kita kepada Tuhan. Kadang kita menganggap administrasi, pembagian tugas, atau aturan organisasi sebagai hal yang membosankan dan kurang "rohani". Namun, Daud menunjukkan bahwa keteraturan adalah bagian integral dari penyembahan yang menghormati Tuhan.Salah satu bagian menarik adalah ketika Daud berkata bahwa orang Lewi tidak perlu lagi mengangkut Kemah Suci dan segala perkakasnya. Mengapa? Karena bangsa Israel sudah menetap dan tidak lagi berpindah-pindah di padang gurun. Peran mereka berubah dari "pengangkut" menjadi "pemelihara" dan "pemuja" di Bait Tuhan. Bentuk pelayanan kita mungkin perlu berubah seiring perubahan zaman dan kebutuhan, namun esensi pelayanan kita kepada Tuhan tetap sama. Jangan terjebak pada "cara lama" jika Tuhan sedang memanggil kita untuk melayani dalam konteks yang baru.Daud membagi 38.000 orang Lewi ke dalam berbagai tugas: ada yang mengawasi pekerjaan di rumah Tuhan, ada yang menjadi pengatur dan hakim, ada penunggu pintu gerbang, dan ada pemuji. Tidak semua orang berdiri di depan mezbah, tetapi setiap orang sangat penting. Dalam gereja atau komunitas kita, ada orang yang melayani di "panggung" dan ada yang melayani di "parkiran" atau "kebersihan". Di mata Tuhan, kesetiaan pada tugas jauh lebih daripada popularitas tugas tersebut. Semua bagian bekerja sama agar Rumah Tuhan dapat berfungsi dengan baik.Tugas utama orang Lewi ditegaskan: ”Selanjutnya mereka harus berdiri setiap pagi untuk menyanyikan syukur dan puji-pujian bagi TUHAN, demikian juga pada waktu petang.” Pelayanan mereka bukan hanya soal teknis (membersihkan pelataran atau mengurus roti), tetapi soal atmosfer hati. Hidup mereka dibingkai oleh syukur di pagi hari dan pujian di petang hari. Para pelayan ini bekerja di bawah bimbingan imam-imam keturunan Harun untuk memastikan segala sesuatu dilakukan sesuai dengan kekudusan Tuhan. Mereka menjaga kemurnian ibadah. Melayani Tuhan berarti memberikan yang terbaik dengan standar yang kudus. Kita tidak bisa melayani-Nya dengan sembrono. Kualitas pelayanan kita mencerminkan seberapa besar kita menghargai Tuhan yang kita layani.Refleksi:Apa perbedaan antara tradisi yang dijaga dan penyesuaian yang diperlukan?Bagaimana pembagian tugas yang jelas menolong pelayanan tetap berkelanjutan dan efektif?Apa makna penurunan usia pelayanan orang Lewi (dari 30 menjadi 20 tahun)?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau memberikan tempat bagi kami untuk melayani di dalam rencana-Mu. Ajarlah kami untuk setia pada tugas yang Engkau percayakan, sekecil apa pun itu di mata manusia. Biarlah hidup kami menjadi puji-pujian bagi-Mu dari pagi hingga malam hari, dan biarlah setiap pelayanan kami dilakukan dengan hati yang tulus dan kudus. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT