Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

5 Oktober 2026

Penebusku Hidup

Setelah dihujani tuduhan kejam oleh Bildad, Ayub sampai pada titik di mana ia merasa benar-benar dikucilkan oleh manusia. Namun, justru di tengah isolasi total dan penderitaan fisik yang memuncak inilah, lahir salah satu pernyataan iman paling agung dalam sejarah manusia. Ketika dunia menolak kita dan sahabat meninggalkan kita, iman kita tidak lagi bersandar pada apa yang kau miliki, melainkan pada Siapa yang membela kita.Ayub memaparkan betapa hancurnya hubungan sosialnya. Saudara-saudaranya menjauh, sahabat-sahabat karibnya melupakan dia, bahkan hamba-hambanya tidak lagi menghormatinya. Istrinya merasa muak dengannya, dan anak-anak kecil pun menghinanya. Ia merasa "pagar" Tuhan menghalangi jalannya dan kemuliaannya telah dirampas. Tuhan terkadang mengizinkan sandaran manusiawi kita runtuh. Ada saatnya dalam hidup di mana kita merasa benar-benar sendirian; tidak ada yang mengerti, tidak ada yang membela. Namun, isolasi ini sering kali menjadi cara Tuhan untuk menarik kita sepenuhnya kepada-Nya. Jika hari ini kita merasa ditinggalkan, ingatlah bahwa Yesus pun pernah merasakan kesendirian yang sempurna di kayu salib agar kita tidak pernah benar-benar sendirian.Di tengah tubuh yang dipenuhi barah dan tulang yang melekat pada kulit, Ayub berseru: "Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu." Ia yakin bahwa sekalipun tubuhnya hancur dimakan ulat, ia akan melihat Tuhan dengan matanya sendiri. Iman yang sejati melihat melampaui kubur. Kata "Penebus" merujuk pada kerabat yang bertugas membela, membebaskan, dan memulihkan hak anggota keluarganya. Ayub percaya ada Pembela Surgawi yang akan membersihkan namanya. Bagi kita sekarang, Penebus itu adalah Yesus Kristus. Kematian dan penderitaan bukanlah akhir dari cerita kita, karena Penebus kita telah bangkit dari maut!Ayub menutup dengan peringatan kepada para sahabatnya. Ia menubuatkan bahwa akan ada penghakiman. Jika mereka terus mengejarnya dengan tuduhan palsu, mereka sendirilah yang harus takut akan pedang keadilan Tuhan. Serahkan pembelaan dirimu kepada Tuhan. Kita sering menghabiskan banyak energi untuk meyakinkan orang lain bahwa kita benar. Ayub belajar bahwa ia tidak butuh pengakuan Bildad atau Elifas selama ia memiliki "Saksi" di surga. Berhentilah mencoba memuaskan semua orang. Fokuslah pada hubunganmu dengan Sang Penebus; Dialah yang pada akhirnya akan menegakkan keadilan bagimu.Ayub berkata, "Hatiku sangat rindu dalam dadaku." Kerinduan ini bukanlah rindu akan kekayaan yang hilang, melainkan rindu untuk melihat wajah Tuhan. Jadikan Tuhan sebagai tujuan akhirmu. Penderitaan memiliki cara unik untuk memurnikan keinginan kita. Sering kali kita hanya rindu masalah kita selesai, tetapi Ayub rindu bertemu dengan Pribadi di balik masalah itu. Apakah kerinduan terbesar kita hari ini adalah kesembuhan, atau Sang Penyembuh? Adalah mukjizat, atau Sang Pencipta Mukjizat?Refleksi:Apa arti bahwa Ayub tetap mencari Tuhan, sekalipun ia merasa diperlakukan tidak adil?Bagaimana iman kepada Penebus memberi kekuatan ketika dukungan manusia hilang?Apa yang bagian ini ajarkan tentang memegang harapan di tengah tuduhan dan salah pengertian?Doa:Allah Bapa, kami bersyukur karena kami tahu bahwa Penebus kami hidup! Terima kasih karena Engkaulah yang membela hidup kami saat dunia menghakimi kami. Saat kami merasa kesepian dan hancur, ingatkanlah kami bahwa kami akan melihat wajah-Mu suatu hari nanti dalam kemuliaan. Kuatkan iman kami untuk tetap berharap, bukan pada keadaan yang berubah, tetapi pada janji-Mu yang kekal. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

4 Oktober 2026

Teologi Ketakutan

Bildad orang Suah kembali angkat bicara. Namun, alih-alih memberikan kata-kata penghiburan, Bildad justru merasa tersinggung karena Ayub menganggap para sahabatnya seperti binatang atau orang bodoh. Berbicara tentang kebenaran tanpa memiliki hati yang penuh kasih hanya akan melahirkan penghakiman yang melukai.Bildad memulai dengan kemarahan. Ia merasa direndahkan oleh Ayub. Ia bertanya, "Mengapa kami dianggap sebagai binatang, dan dianggap bodoh di matamu?" Bildad begitu fokus pada harga dirinya sehingga ia tidak lagi mampu melihat rasa sakit di hati Ayub. Pelayanan dan nasehat harus didasari kasih, bukan ego. Sering kali kita merasa marah ketika nasehat kita ditolak atau ketika orang yang kita tolong tidak merespons sesuai keinginan kita. Jika kita merasa tersinggung saat mencoba menolong orang lain, mungkin sebenarnya kita bukan sedang melayani Tuhan, melainkan sedang memuaskan ego kita sendiri. Ingatlah, pelayanan sejati tetap memberi kasih bahkan saat tidak dihargai.Bildad memaparkan bahwa "terang orang fasik akan padam." Ia menggambarkan hidup orang fasik sebagai jalan yang penuh jerat, perangkap, dan jebakan. Ia ingin menekankan bahwa jika hidup seseorang penuh masalah, itu adalah tanda bahwa ia adalah orang fasik. Jangan menghakimi kerohanian seseorang dari situasinya. Bildad memiliki logika yang dangkal: "Orang benar pasti terang, orang fasik pasti gelap." Padahal, Alkitab menunjukkan bahwa terkadang orang benar harus melewati "lembah kekelaman" (Mazmur 23). Jangan gunakan keadaan sulit seseorang sebagai alat untuk menghakimi bahwa mereka jauh dari Tuhan. Bisa jadi, di tengah kegelapan itu, Tuhan sedang memproses mereka menjadi emas yang murni.Bildad menggambarkan kengerian yang mengejar orang fasik dari segala sisi: kelaparan, penyakit (yang ia sebut sebagai "anak sulung maut"), dan kehilangan tempat tinggal. Ia menggambarkan kehancuran total yang menimpa segala milik orang tersebut. Tuhan bukanlah "Teror", melainkan "Bapa". Bildad menggambarkan Tuhan sebagai sosok yang hanya suka meneror dan menghancurkan. Ini adalah gambaran Tuhan yang menyimpang. Meskipun Tuhan itu adil, Dia juga panjang sabar dan penuh kasih setia. Di tengah penderitaan yang hebat, jangan biarkan suara-suara di sekitarmu menggambarkan Tuhan sebagai hakim yang kejam. Dia adalah Bapa yang memeluk anak-anak-Nya yang sedang hancur hati.Bildad menutup dengan mengatakan bahwa orang fasik tidak akan meninggalkan nama atau keturunan; ingatan tentang mereka akan lenyap dari bumi. Ia seolah-olah menggaramkan luka Ayub yang memang baru saja kehilangan semua anaknya. Berhati-hatilah dengan kata-kata Kita terhadap mereka yang hancur. Kata-kata Bildad di ayat 21, "Demikianlah tempat kediaman orang yang tidak mengenal Tuhan," adalah sebuah "vonis" yang sangat kejam. Sebagai anak Tuhan, tugas kita adalah membangun harapan, bukan menghancurkan sisa-sisa semangat orang lain. Kebenaran tanpa kasih adalah kekejaman.Refleksi:Bagaimana nada dan isi perkataan Bildad menunjukkan pendekatan yang berpusat pada ketakutan?Apa bahaya membangun pemahaman tentang Tuhan terutama melalui ancaman dan hukuman?Bagaimana kita membedakan antara rasa hormat yang sehat kepada Tuhan dan ketakutan yang melumpuhkan?Doa:Allah Bapa, ampunilah kami jika sering kali kami lebih mementingkan harga diri kami daripada perasaan orang yang sedang menderita di sekitar kami. Berikanlah kami lidah seorang murid yang tahu memberikan semangat kepada mereka yang letih lesu. Jauhkanlah kami dari sikap menghakimi dan berikanlah kami hati yang penuh belas kasihan seperti hati-Mu. Biarlah kata-kata kami membawa pemulihan, bukan kehancuran. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.