Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
10 Oktober 2026
Di Mana Tuhan?
Ayub memperluas pandangannya dari penderitaan pribadi menuju penderitaan dunia. Ia menggugat sebuah realitas yang pahit: Mengapa Tuhan seolah-olah "menutup mata" terhadap ketidakadilan? Mengapa orang jahat tampak bebas menindas, sementara orang miskin menderita tanpa pembelaan yang segera? Kepercayaan kita kepada Tuhan tidak diuji saat segalanya berjalan adil, melainkan saat kita melihat kejahatan menang namun tetap memilih untuk percaya pada keadilan kekal-Nya.Ayub memulai dengan sebuah pertanyaan yang mewakili hati banyak orang: "Mengapa masa penghakiman tidak ditentukan oleh Yang Mahakuasa, dan mengapa orang yang mengenal Dia tidak melihat hari pengadilan-Nya?" Ayub bingung mengapa Tuhan tidak memiliki jadwal yang jelas untuk menghukum kejahatan di depan mata manusia. Kesabaran Tuhan sering kali disalahartikan sebagai ketidakpedulian. Kita sering ingin Tuhan bertindak "sekarang juga" menurut jam dinding kita. Namun, Tuhan bekerja dalam kekekalan. Ketidakhadiran hukuman yang instan bukan berarti Tuhan setuju dengan kejahatan. Jangan biarkan "keterlambatan" Tuhan membuat kita ragu akan keadilan-Nya.Ayub memaparkan daftar kekejaman: orang memindahkan batas tanah, mencuri ternak, merampas keledai yatim piatu, dan memaksa orang miskin bersembunyi karena ketakutan. Di kota, orang-orang yang terluka mengerang, namun Ayub mencatat sebuah kalimat yang menyesakkan: "Tetapi Tuhan tidak memedulikan doa mereka" (Ayat 12, dalam beberapa terjemahan: "Allah tidak menganggapnya sebagai pelanggaran”). Dunia ini memang rusak, dan itu seharusnya membuat kita rindu akan Kerajaan Tuhan. Ayub sangat jujur melihat realitas sosial. Alkitab tidak menutup-nutupi bahwa ada orang yang sangat menderita tanpa alasan yang jelas. Jika kita melihat atau mengalami ketidakadilan, jangan merasa aneh. Dunia ini berada di bawah kuasa dosa, dan inilah alasan mengapa kita sangat membutuhkan Juruselamat yang akan memulihkan segala sesuatu.Ayub menggambarkan para pemberontak terhadap terang: pembunuh yang bangun di waktu fajar, pezina yang menunggu senja, dan pencuri yang membongkar rumah di malam hari. Mereka berteman dengan kekelaman pekat karena mereka takut akan terang. Tidak ada yang tersembunyi di hadapan Tuhan. Manusia bisa bersembunyi di balik kegelapan malam atau topeng kemunafikan, tetapi bagi Tuhan, malam sama terangnya dengan siang. Jangan pernah iri pada "kesuksesan" yang dibangun di atas kegelapan. Rahasia yang paling gelap sekalipun suatu hari akan dibuka di bawah terang pengadilan Tuhan.Meskipun tampaknya mereka menang, Ayub mengakui sebuah kepastian: mereka adalah "buih di atas air," mereka akan "tercabut seperti tangkai gandum," dan maut akan menghanguskan mereka (ayat 19). Ayub menutup dengan menantang siapa pun untuk membuktikan bahwa pengamatannya salah. Keadilan mungkin tertunda, tetapi tidak akan pernah ditiadakan. Hidup orang jahat mungkin tampak kokoh seperti gunung, tetapi sebenarnya serapuh buih. Jangan biarkan ketidakadilan dunia ini membuat kita pahit hati. Tetaplah menjadi orang yang hidup dalam terang, karena pada akhirnya, hanya apa yang dilakukan dalam Tuhan yang akan tetap bertahan.Refleksi:Apa yang kita rasakan ketika melihat orang lemah tertindas sementara pelaku kejahatan tampak aman?Mengapa sulit bagi kita menerima bahwa penghakiman Tuhan tidak selalu terjadi secara langsung atau terlihat?Bagaimana kita menjaga iman ketika keadilan tidak segera ditegakkan?Doa:Allah Bapa, hati kami sering kali sesak melihat ketidakadilan dan penderitaan di dunia ini. Ampunilah kami jika kami sering meragukan kepedulian-Mu hanya karena Engkau tidak bertindak secepat yang kami mau. Berikanlah kami hati yang tetap mencintai kebenaran di tengah dunia yang gelap. Kami percaya bahwa Engkau adalah Hakim yang Agung dan pada waktu-Mu, Engkau akan menghapus setiap air mata dan menegakkan keadilan sejati. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
9 Oktober 2026
Mencari Tuhan di Tengah Kebisuan-Nya
Ayub sudah tidak lagi memedulikan perdebatan dengan para sahabatnya. Fokusnya beralih sepenuhnya kepada Tuhan. Di tengah penderitaan yang tak kunjung usai, Ayub mengungkapkan kerinduan yang paradoks: ia sangat ingin bertemu dengan Tuhan untuk membela diri, namun ia merasa Tuhan begitu jauh dan sulit ditemukan. Iman yang sejati bukanlah tentang selalu merasakan kehadiran Tuhan, melainkan tentang tetap percaya pada karakter-Nya saat Ia terasa jauh.Ayub merasa keluhannya dianggap sebagai pemberontakan, padahal ia hanya sedang sangat menderita. Ia berseru, "Ahai, hendaknya aku tahu mendapatkan Dia, dan boleh datang ke tempat Ia bersemayam!" Ayub ingin menyampaikan "perkaranya" langsung di hadapan Tuhan. Kejujuran adalah pintu masuk menuju hadirat Tuhan. Ayub tidak lari dari Tuhan; ia justru mengejar Tuhan. Sering kali saat kita mengalami masalah, kita justru menjauh dari doa karena merasa Tuhan tidak adil atau tidak mendengar. Ayub mengajarkan kita untuk "mengejar" Tuhan dengan segala keluh kesah kita. Tuhan tidak terancam oleh argumen kita; Dia justru merindukan kejujuran hati kita.Inilah pergumulan iman yang paling jujur: Ayub mencari Tuhan ke utara, selatan, timur, dan barat, tetapi ia tidak melihat-Nya. Tuhan seolah-olah sengaja bersembunyi. Namun, di tengah ketidaktahuannya, Ayub berkata: "Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.” Saat kita tidak bisa melihat tangan Tuhan, percayalah pada hati-Nya. Ada musim-musim di mana kita merasa doa kita hanya memantul di langit-langit. Namun, fakta bahwa kita tidak merasakan kehadiran Tuhan bukan berarti Dia tidak ada. Tuhan sedang "mengawasi" meskipun Ia "tersembunyi". Dia sedang memproses kita. Seperti emas yang harus melewati api untuk murni, penderitaan kita adalah alat pemurnian, bukan alat pembinasaan.Meskipun Tuhan terasa jauh, Ayub tidak menyimpang. Ia berkata bahwa kakinya tetap mengikuti jejak Tuhan dan ia tidak mengabaikan perintah bibir-Nya. Bahkan, ia menghargai firman Tuhan lebih daripada makanannya sendiri. Ketaatan jangan didasarkan pada perasaan. Banyak orang Kristen hanya taat saat merasa diberkati. Ayub taat saat ia merasa hancur. Ketaatan yang paling murni adalah ketika kita tetap melakukan apa yang benar meskipun kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Jadikan Firman Tuhan sebagai sauh yang menjaga kita tetap teguh saat badai emosi mencoba menyeret kita pergi.Ayub mengakui bahwa Tuhan itu "tunggal" dan tidak ada yang dapat menghalangi rencana-Nya. Kesadaran akan kedaulatan Tuhan yang absolut ini membuat Ayub merasa gentar. Ia menyadari bahwa penderitaannya adalah bagian dari ketetapan Tuhan baginya. Menyerah pada kedaulatan Tuhan membawa ketenangan. Gentar yang dirasakan Ayub bukanlah ketakutan yang menjauhkan, melainkan rasa hormat yang mendalam. Kita mungkin tidak suka dengan "rencana" Tuhan saat ini, tetapi jika kita percaya bahwa Dia adalah Tuhan yang berdaulat dan baik, kita bisa berhenti berjuang melawan keadaan dan mulai berserah.Refleksi:Apa yang kita lakukan ketika doa-doa kita terasa tidak dijawab?Bagaimana kita membedakan antara Tuhan yang diam dan Tuhan yang tidak hadir?Apakah kita mencari Tuhan karena ingin memahami-Nya, atau hanya karena ingin keluar dari masalah?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau tahu jalan hidup kami bahkan saat kami tidak bisa melihat-Mu. Saat kami merasa berjalan dalam kegelapan dan mencari-Mu namun tidak menemukan jawaban, kuatkanlah iman kami untuk tetap percaya bahwa Engkau sedang bekerja. Murnikanlah hati kami melalui setiap ujian ini agar kami tampil seperti emas di hadapan-Mu. Biarlah Firman-Mu menjadi lebih berharga bagi kami daripada apa pun di dunia ini. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT