Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

9 September 2026

Panggung Kemegahan Dunia

Kitab Ester adalah kitab yang sangat unik karena nama "Tuhan" tidak disebutkan satu kali pun di dalamnya. Namun, tangan Tuhan yang bekerja di balik layar sangat terasa. Kita memulai dengan sebuah pesta mewah di istana Persia yang menjadi awal dari skenario besar Tuhan.Dunia sering kali memamerkan kekuasaan dan kemewahannya, namun di balik itu semua, Tuhan sedang merajut rencana-Nya yang tidak terduga. Raja Ahasyweros mengadakan pesta selama 180 hari untuk memamerkan kekayaan dan kemuliaan kerajaannya. Segala sesuatu dibuat sangat mewah: tirai lenan, tiang marmer, dan piala emas. Ini adalah puncak kejayaan manusia. Jangan terpukau oleh apa yang berkilau di dunia. Kemegahan istana Ahasyweros hanyalah panggung sementara. Sering kali kita merasa kecil hati melihat kesuksesan orang yang tidak mengenal Tuhan, atau sebaliknya, kita menjadi sombong karena apa yang kita miliki. Ingatlah bahwa harta dan jabatan sehebat apa pun tidak bisa menjamin kedamaian hati atau masa depan yang kekal.Masalah dimulai ketika Raja, dalam keadaan mabuk anggur, memerintahkan Ratu Wasti untuk datang pamer kecantikan di depan para tamu. Wasti menolak. Penolakan ini melukai harga diri raja. Emosi menguasai logika, dan sebuah keputusan drastis diambil hanya karena amarah yang tersulut. Hati-hatilah dengan amarah dan harga diri yang terluka. Banyak kehancuran dalam keluarga atau hubungan terjadi bukan karena masalah besar, tapi karena ego yang tidak mau mengalah. Raja Ahasyweros memiliki segalanya, tapi ia tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri. Kekuatan sejati bukanlah menguasai kerajaan, melainkan menguasai diri (Amsal 16:32).Raja mengikuti saran para penasihatnya untuk memecat Wasti dan mengeluarkan undang-undang di seluruh Persia. Bagi manusia, ini tampak seperti drama rumah tangga istana yang buruk. Namun, secara teologis, inilah cara Tuhan mengosongkan "posisi" Ratu agar Ester bisa masuk ke sana nantinya. Tuhan bekerja bahkan dalam situasi yang tampak salah atau kacau. Kadang kita mengalami kejadian yang tidak adil atau situasi yang berantakan, dan kita bertanya, "Di mana Tuhan?". Tuhan bisa memakai kesalahan manusia, keputusan politik, bahkan amarah seorang raja untuk menempatkan bidak-bidak rencana-Nya di posisi yang tepat. Percayalah, Tuhan sedang mengatur "panggung" untuk pertolongan kita.Para penasihat raja takut jika tindakan Wasti ditiru oleh perempuan lain, maka mereka membuat hukum yang kaku. Mereka mencoba mengatur "hormat" melalui undang-undang. Kasih dan hormat tidak bisa dipaksakan dengan aturan. Hubungan yang sehat, baik dalam keluarga maupun gereja, dibangun di atas kasih dan penghargaan tulus, bukan paksaan atau tuntutan kekuasaan. Jangan menjadi pribadi yang hanya menuntut hak dan rasa hormat, tetapi jadilah pribadi yang memberikan kasih terlebih dahulu.Refleksi:Mengapa manusia sering tergoda untuk mengukur nilai diri dan keberhasilan dari kemewahan dan pengakuan publik?Apa peran minuman keras dan tekanan sosial dalam melemahkan hikmat serta penguasaan diri seseorang?Bagaimana nasihat para pembesar yang berorientasi pada kepentingan diri dapat menyesatkan pemimpin dari keadilan dan kebenaran?Doa:Allah Bapa, ajarlah kami untuk tidak terpukau oleh kemewahan dunia yang sementara. Tolonglah kami agar dapat menguasai diri dan tidak dikuasai oleh ego atau amarah. Kami percaya, bahkan saat keadaan tampak membingungkan atau tidak adil, Engkau sedang bekerja di balik layar untuk mendatangkan kebaikan bagi umat-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

8 September 2026

Menjaga Api Tetap Menyala

Kekudusan bukanlah hasil akhir, melainkan sebuah proses yang harus terus dijaga. Setelah masa kejayaan dan perayaan, Nehemia menemukan bahwa umat mulai kembali ke kebiasaan lama. Nehemia mengajarkan kita bahwa musuh terbesar bukanlah tembok yang runtuh, melainkan hati yang perlahan-lahan menjadi dingin dan kompromi terhadap dosa.Saat Nehemia kembali ke Yerusalem, ia terkejut menemukan Tobia, musuh bebuyutan yang dulu menghambat pembangunan, malah diberi kamar di dalam Bait Suci oleh Imam Elyasib. Nehemia segera melemparkan semua perabot Tobia keluar. Terkadang kita membiarkan kebiasaan buruk atau pengaruh negatif (seperti "Tobia") menempati ruang di hati kita hanya karena merasa itu hal kecil atau karena pertemanan. Nehemia mengingatkan kita untuk memiliki keberanian radikal: buang semua yang mencemari "Bait Suci" hidup kita tanpa sisa. Jangan beri ruang bagi dosa di tempat yang seharusnya menjadi milik Tuhan.Nehemia mendapati bahwa orang Lewi tidak lagi menerima bagian mereka, sehingga mereka harus pergi bekerja di ladang dan pelayanan di Rumah Tuhan terhenti. Ia segera menegur para penguasa dan memulihkan sistem persembahan. Kelesuan rohani sering dimulai dari pengabaian tanggung jawab praktis. Saat kita berhenti memberi diri, waktu, atau materi bagi pekerjaan Tuhan, kerohanian kita akan mulai melemah. Periksalah prioritas kita: apakah kesibukan dunia kita telah "mengusir" waktu pelayanan kita untuk Tuhan?Nehemia melihat orang-orang berdagang di hari Sabat. Ia memerintahkan pintu-pintu gerbang Yerusalem ditutup rapat selama hari Sabat untuk memastikan umat fokus beristirahat dan menyembah Tuhan. Di tengah dunia yang serba cepat dan menuntut kita untuk selalu produktif, "Sabat" adalah pernyataan iman bahwa Tuhanlah pemelihara kita, bukan kerja keras kita semata. Disiplinkan diri kita untuk memiliki waktu yang tidak terganggu bersama Tuhan setiap hari.Nehemia sangat marah melihat umat kembali melakukan perkawinan campur yang menjerat mereka dalam penyembahan berhala. Ia mengingatkan mereka akan kejatuhan Raja Salomo yang sangat berhikmat namun jatuh karena kompromi dalam hubungan. Hubungan yang intim dalam hidup kita (pasangan, sahabat karib) akan sangat menentukan kualitas iman kita. Jangan remehkan pengaruh orang-orang terdekat kita. Pilihlah untuk dikelilingi oleh mereka yang mendorong kita semakin dekat dengan Tuhan, bukan yang menarik kita menjauh.Refleksi:Apa bentuk kompromi kecil yang akhirnya berdampak besar terhadap kekudusan umat?Mengapa ketaatan terhadap Firman perlu terus diperbarui, bukan hanya diingat dari masa lalu?Apa peran disiplin rohani (Firman, doa, ibadah) dalam menjaga api iman tetap menyala?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas perjalanan melalui Kitab Nehemia ini. Kami menyadari bahwa menjaga kekudusan adalah perjuangan seumur hidup. Berikanlah kami keberanian untuk membuang segala kompromi dan ketegasan untuk tetap setia pada janji-janji kami kepada-Mu. Biarlah api cinta kami pada-Mu tetap menyala sampai akhir, dan biarlah Engkau mengingat kami sebagai hamba yang setia. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.