Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

15 Juli 2026

Penyucian Menuju Hadirat Tuhan

Ibadah di Bait Suci melibatkan banyak benda yang terbuat dari tembaga dan emas. Melalui benda-benda ini, Tuhan sedang mengajarkan umat-Nya bahwa mendekat kepada-Nya membutuhkan persiapan dan kebersihan hati.Benda pertama yang disebutkan adalah mezbah tembaga, tempat di mana korban dipersembahkan. Sebelum seseorang bisa masuk lebih dalam ke hadirat Tuhan, dosa harus dibereskan terlebih dahulu di mezbah ini. Salib Kristus adalah "mezbah" kita. Kita tidak bisa bersekutu dengan Tuhan jika kita menyimpan dosa yang tidak diakui. Ibadah yang sejati selalu dimulai dengan kerendahan hati untuk bertobat dan menerima pengampunan yang telah disediakan melalui pengorbanan Yesus.Salomo membuat sebuah kolam besar yang disebut "Laut Tuangan" dan sepuluh bejana pembasuhan. Menariknya, Laut Tuangan digunakan khusus bagi para imam untuk membasuh diri, sedangkan bejana-bejana digunakan untuk membasuh alat-alat korban. Tuhan tidak hanya melihat apa yang kita persembahkan (korban), tetapi Ia melihat tangan yang mempersembahkannya. Dalam hidup sehari-hari, Firman Tuhan adalah "air" yang membasuh pikiran dan hati kita. Sudahkah kita mengizinkan Firman-Nya menyucikan kita setiap hari?Di bagian dalam yang dilapisi emas, terdapat sepuluh kandil dan sepuluh meja. Kandil emas memastikan bahwa Rumah Tuhan tidak pernah gelap. Dunia ini gelap, dan kita dipanggil untuk menjadi kandil-kandil yang memancarkan terang Kristus. Terang itu hanya bisa bersinar jika kita terus "mengisi bahan bakar" melalui persekutuan dengan Tuhan. Kehidupan rohani yang sehat membutuhkan keseimbangan antara memancarkan terang ke luar dan memelihara persekutuan di dalam.Benda-benda di pelataran luar menggunakan tembaga, sementara benda-benda di ruang dalam (Ruang Kudus dan Maha Kudus) menggunakan emas murni. Semakin dekat dengan takhta Tuhan, semakin murni bahan yang diminta. Tuhan menginginkan kita bertumbuh dalam kemurnian. Saat kita semakin dewasa dalam iman dan semakin dekat dengan Tuhan, motivasi kita harus semakin murni. Jangan memberikan kepada Tuhan "logam campuran" (kepalsuan), tetapi berikanlah "emas murni" dari hati yang tulus.Refleksi:Apa hubungan antara penyucian lahiriah dalam Bait Tuhan dan penyucian hati dalam kehidupan rohani kita?Mengapa Salomo tidak mengurangi atau menyederhanakan perlengkapan yang berkaitan dengan penyucian, dan apa pelajarannya bagi pelayanan masa kini?Bagaimana penyucian yang Tuhan kehendaki mempersiapkan umat untuk penyembahan yang sejati, bukan sekadar ritual?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau telah menjadi korban yang sempurna bagi dosa kami. Basuhlah kami dengan darah-Mu dan sucikanlah kami dengan Firman-Mu. Jadikanlah hidup kami sebagai kandil yang memancarkan terang-Mu di mana pun kami berada. Kami ingin melayani-Mu dengan hati yang murni dan tulus. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

14 Juli 2026

Membangun di Atas Dasar yang Benar

Bait Suci yang dibangun Salomo bukan sekadar gedung megah; setiap inci dari bangunan ini memiliki pesan rohani bagi kita yang saat ini disebut sebagai "Bait Roh Kudus.” Salomo mulai membangun di Gunung Moria. Di sinilah Abraham dulu mempersembahkan Ishak, dan di sinilah malaikat Tuhan berhenti menghukum Yerusalem setelah Daud mendirikan mezbah (1 Tawarikh 21).Di mana kita membangun hidup kita? Moria adalah tempat penyerahan diri (Abraham) dan tempat anugerah/pengampunan (Daud). Hidup yang kokoh harus dibangun di atas dasar penyerahan total kepada Tuhan dan kesadaran akan pengampunan-Nya. Jangan membangun di atas pasir kesuksesan duniawi, tetapi di atas "gunung" ketaatan.Alkitab mencatat betapa banyak emas murni yang digunakan untuk melapisi bagian dalam rumah itu. Bahkan paku-pakunya pun dari emas. Hal yang menarik: keindahan emas ini sebagian besar berada di bagian dalam, yang tidak terlihat oleh orang-orang di luar. Banyak orang sibuk "memoles" penampilan luar agar terlihat rohani, namun mengabaikan kekudusan di dalam hati. Tuhan menginginkan "emas murni" dalam pikiran, niat, dan motivasi kita, bagian yang hanya dilihat oleh-Nya. Kekudusan sejati selalu dimulai dari dalam ke luar.Di depan Bait Suci, Salomo mendirikan dua tiang besar. Ia menamai tiang sebelah kanan Yakhin (berarti: Ia akan meneguhkan) dan tiang sebelah kiri Boas (berarti: Dalam Dia ada kekuatan). Dua nama ini adalah pengingat bagi setiap orang yang datang beribadah bahwa kita teguh karena Tuhan yang meneguhkan kita, bukan karena kemampuan kita. Kita kuat karena kekuatan-Nya, bukan karena otot atau kecerdasan kita. Tanpa "Yakhin" dan "Boas," bangunan hidup kita akan roboh saat badai datang.Dari kain tabir biru tua hingga ukiran kerub, semuanya dikerjakan dengan sangat teliti. Salomo tidak mencari yang "murah" atau "praktis," melainkan yang terbaik. Tuhan ada dalam detail hidup kita. Cara kita memperlakukan hal-hal kecil, kejujuran dalam hal sepele, kesetiaan dalam tugas kecil, menunjukkan seberapa besar hormat kita kepada Tuhan. Jangan melayani Tuhan dengan cara yang asal-asalan.Refleksi:Bagaimana kemegahan dan keindahan Bait TUHAN mencerminkan nilai dasar yang dipegang oleh Salomo dan bangsa Israel?Dalam kehidupan pribadi atau pelayanan kita, apa “dasar” yang sedang kita gunakan: kehendak Tuhan atau preferensi pribadi?Mengapa membangun di atas dasar yang benar membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan ketaatan jangka panjang?Doa:Allah Bapa, jadikanlah hati kami bait-Mu yang kudus. Bersihkanlah bagian dalam hidup kami agar menjadi murni seperti emas di hadapan-Mu. Terima kasih karena Engkaulah yang meneguhkan dan memberikan kekuatan bagi kami. Ajarlah kami untuk membangun hidup kami di atas dasar ketaatan yang tulus kepada-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.