Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
24 Juli 2026
Kehadiran Tuhan
Abia, putra Rehabeam, meskipun masa pemerintahannya singkat, ia meninggalkan satu pelajaran iman yang sangat berharga di tengah medan pertempuran: kekuatan doa dan keyakinan pada perjanjian Tuhan. Situasi yang dihadapi Abia sangat mustahil secara logika manusia. Pasukannya berjumlah 400.000 orang, sementara lawannya, Yerobeam dari Israel Utara, membawa 800.000 orang, dua kali lipat lebih banyak. Namun, Abia memahami sesuatu yang tidak dipahami Yerobeam: jumlah pasukan tidak berarti apa-apa jika Tuhan ada di sisi yang lain.Sebelum pertempuran dimulai, Abia berdiri di atas gunung dan berpidato tentang "perjanjian garam". Perjanjian garam adalah lambang perjanjian yang kekal dan tidak dapat rusak. Abia tahu bahwa Tuhan telah menjanjikan takhta kepada keturunan Daud. Iman kita harus berakar pada janji Tuhan, bukan pada situasi. Saat kita menghadapi masalah yang "dua kali lipat" lebih besar dari kemampuan kita, jangan hanya memandang besarnya masalah. Ingatlah kembali janji-janji Tuhan dalam Firman-Nya. Tuhan yang memegang perjanjian tidak akan membiarkan anak-anak-Nya dipermalukan.Abia menegur Yerobeam yang mengandalkan lembu-lembu emas (berhala) dan mengusir para imam Tuhan. Sebaliknya, Abia menekankan bahwa di Yehuda, peribadahan kepada Tuhan tetap dijaga dan para imam tetap melayani. Ia berkata, "Lihatlah, pada pihak kami Tuhan adalah pemimpin kami”. Kemenangan sejati adalah buah dari hubungan yang benar dengan Tuhan. Apa yang kita andalkan saat ini? Apakah "lembu emas" (kekayaan, koneksi, atau kepintaran) ataukah kita sungguh-sungguh menjaga mezbah doa dan ketaatan kita kepada Tuhan? Jangan berharap kemenangan Tuhan jika kita menjauh dari hadirat-Nya.Yerobeam menggunakan strategi yang licik dengan menempatkan pasukan penghadang di belakang Yehuda. Tiba-tiba, pasukan Abia terjepit: musuh ada di depan dan di belakang. Secara militer, mereka seharusnya kalah. Namun, apa yang mereka lakukan? "Mereka berteriak kepada TUHAN.” Tidak ada tempat yang terlalu terjepit bagi Tuhan untuk mendengar. Mungkin saat ini kita merasa terkepung oleh masalah keluarga, tekanan pekerjaan, dan krisis keuangan sekaligus. Ketika kita tidak tahu lagi harus lari ke mana, "berteriaklah" kepada Tuhan. Seruan iman di tengah kepungan adalah kunci yang membuka pintu intervensi Ilahi.Hasilnya luar biasa: Tuhan memukul kalah Yerobeam. "Orang Yehuda menang, karena mereka bersandar kepada TUHAN, Tuhan nenek moyang mereka.” Kemenangan bukan karena pasukan Abia lebih hebat, tetapi karena mereka memindahkan beban perang itu ke bahu Tuhan. Bersandar berarti berhenti berusaha dengan kekuatan sendiri dan mulai percaya sepenuhnya pada kuasa Tuhan.Refleksi:Mengapa kesetiaan pada perjanjian Tuhan dan ibadah yang benar menjadi tanda nyata kehadiran Tuhan?Dalam kehidupan kita, kapan kita menyadari kehadiran Tuhan: saat aman atau saat terdesak? Mengapa?Apa bahaya jika kita mengandalkan jumlah, kekuatan, atau strategi tanpa memperhitungkan kehadiran Tuhan?Doa:Allah Bapa, kami bersyukur karena Engkau adalah Tuhan yang setia pada janji-Mu. Saat masalah mengepung kami dari depan dan belakang, ajarlah kami untuk tidak panik, melainkan berseru kepada-Mu. Kami mau berhenti mengandalkan kekuatan kami yang terbatas dan mulai bersandar sepenuhnya pada kuasa-Mu yang tak terbatas. Jadilah Pemimpin dalam setiap peperangan hidup kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
23 Juli 2026
Disiplin Tuhan
Rehabeam yang sebelumnya taat dan membangun benteng pertahanan, kini menghadapi ujian yang jauh lebih sulit daripada pertempuran fisik, yaitu ujian kesuksesan. Setelah kerajaan Yehuda menjadi kokoh dan Rehabeam merasa kuat, ia melakukan kesalahan yang fatal: ia meninggalkan hukum Tuhan. Akibatnya, Tuhan mengizinkan Sisak, raja Mesir, menyerang Yerusalem.Ini adalah peringatan keras bagi kita. Seringkali kita tekun mencari Tuhan saat kita sedang terjepit, lemah, atau butuh pertolongan. Namun, saat ekonomi stabil, kesehatan baik, dan jabatan aman, kita mulai merasa bahwa kita bisa mengatur hidup sendiri tanpa Tuhan. Kesuksesan adalah ujian karakter yang lebih berat daripada penderitaan. Jangan biarkan berkat yang Tuhan berikan justru menjadi alasan untuk meninggalkan Sang Pemberi Berkat. Semakin tinggi Tuhan mengangkat kita, seharusnya semakin rendah kita bersujud di hadapan-Nya.Sisak datang dengan pasukan yang sangat besar. Namun, Nabi Semaya menyampaikan pesan Tuhan yang menohok: "Kamu telah meninggalkan Aku, sebab itu Aku pun meninggalkan kamu...". Penyerangan Mesir bukan sekadar nasib buruk politik, melainkan disiplin dari tangan Tuhan. Tuhan mengizinkan kesulitan terjadi agar kita menyadari bahwa tanpa Dia, kita tidak berdaya. Tuhan lebih tertarik pada karakter kita daripada kenyamanan kita. Jika hari ini kita mengalami "serangan" atau tekanan hidup, tanyakanlah pada Tuhan: "Apakah ada bagian dalam hidup kita yang mulai menjauh dari-Mu dan perlu kita pulihkan?"Respon Rehabeam dan para pemimpin kali ini luar biasa: mereka merendahkan diri dan mengakui bahwa "TUHAN adalah adil". Karena mereka merendahkan diri, Tuhan membatalkan kehancuran total. Mereka tetap diserang, tetapi mereka tidak dimusnahkan. Tuhan selalu merespons hati yang hancur dan menyesal. Kerendahan hati tidak menghapus semua konsekuensi, tetapi mengundang anugerah Tuhan di tengah konsekuensi. Tuhan memberikan perbedaan antara melayani Dia dan melayani kerajaan dunia, agar mereka menghargai perlindungan Tuhan yang selama ini mereka anggap biasa. Kejahatan Rehabeam bukan karena ia sengaja ingin menjadi jahat, tetapi karena ia tidak konsisten (tidak memantapkan hati). Hidup yang tidak punya arah rohani yang tetap akan mudah hanyut pada kejahatan. Mengikut Tuhan bukan tentang semangat sesaat, melainkan tentang keputusan harian untuk tetap mencari-Nya, baik dalam suka maupun duka.Refleksi:Apa perbedaan antara hukuman yang menghancurkan dan disiplin Tuhan yang bertujuan memulihkan?Mengapa kerendahan hati menjadi kunci untuk meredakan murka TuhanApa bahaya jika kita menganggap keberhasilan dan keamanan sebagai tanda bahwa kita bisa hidup tanpa Tuhan?Doa:Allah Bapa, ampuni kami jika dalam masa kuat, kami sering melupakan-Mu. Jangan biarkan hati kami menjadi tinggi karena berkat-Mu. Kami mau merendahkan diri di hadapan-Mu dan mengakui bahwa setiap keberhasilan kami adalah karena-Mu. Mantapkanlah hati kami untuk terus mencari wajah-Mu, baik di masa sulit maupun di masa jaya. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT