Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

2 Juni 2026

Penodaan Kekudusan Tuhan

Manasye adalah salah satu raja Yehuda yang masa pemerintahannya sangat panjang, tetapi bukan dikenal karena kesetiaannya, melainkan karena penyesatannya. Dia mencemari rumah Tuhan dan menghina kekudusan Allah secara terang-terangan. Dalam renungan ini, kita diingatkan bahwa menodai kekudusan Tuhan bukan hanya soal penyembahan berhala, tetapi juga ketika hidup kita tidak lagi mencerminkan hormat terhadap hadirat-Nya.Manasye tidak hanya menyembah berhala, tetapi dia menyusun sistem penyembahan palsu yang disengaja dan terbuka, bahkan di dalam Bait Allah sendiri. Dia menghina tempat kudus yang kudus bagi Tuhan. Dosa Manasye lebih parah dari bangsa-bangsa kafir yang Tuhan usir dari tanah Kanaan. Dia menyesatkan seluruh Yehuda, membuat dosa menjadi budaya dan sistem.Tuhan menyatakan bahwa hukuman akan datang atas bangsa itu karena mereka tidak hanya berdosa, tapi menginjak-injak kekudusan Tuhan. Tuhan yang panjang sabar tetap adalah Allah yang adil. Walaupun Manasye memerintah lama, dia dikenang sebagai pemicu murka Tuhan yang membawa kehancuran atas Yehuda. Warisannya bukanlah kebaikan, tetapi dosa yang diwariskan.Jangan pernah menganggap remeh kekudusan Tuhan. Ketika hidup kita mengizinkan dosa bercokol, kita sedang mencemari bait-Nya, yaitu diri kita sendiri. Kepemimpinan dalam rumah, pelayanan, atau komunitas adalah tanggung jawab besar. Jika kita menyimpang, kita bisa menyeret banyak orang lain bersama kita. Kesabaran Tuhan bukan persetujuan Tuhan. Waktu yang panjang bukan berarti Tuhan berdiam, tetapi memberi kesempatan untuk bertobat.Kekudusan Tuhan bukan hanya harus dihormati, tetapi juga dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita hidup kudus, kita sedang memberi kesaksian bahwa Tuhan itu berbeda dari dunia ini, Dia mulia, murni, dan layak disembah.Refleksi:Bagaimana kekudusan Tuhan ditantang atau dinodai dalam kehidupan masa kini, di gereja, masyarakat, atau media?Bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang menjaga kekudusan Tuhan di tengah dunia yang penuh kompromi moral?Apa saja hal dalam budaya modern yang tampaknya “biasa,” tapi sebenarnya menodai kekudusan Tuhan?Doa:Allah Bapa, ampunilah kami bila dalam kata, pikiran, atau tindakan kami telah menodai kekudusan-Mu. Pulihkan hati kami agar kami selalu menghormati dan memuliakan nama-Mu. Jadikan hidup kami bait yang layak bagi hadirat-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

1 Juni 2026

Kesombongan setelah Berkat

Setelah menerima pemulihan kesehatan dan kemenangan dari Tuhan, Raja Hizkia seharusnya hidup dalam kerendahan hati dan syukur. Namun, berkat besar justru menjadi ujian terbesar. Dalam perikop ini, kita melihat bahwa kesombongan dapat muncul justru setelah kita mengalami pertolongan Tuhan. Bahaya yang tak kalah mengancam dari musuh luar adalah kesombongan dari dalam hati.Ketika utusan Babel datang, Hizkia bukan menunjuk kepada Tuhan yang telah menyembuhkannya, tetapi memamerkan kekayaan dan kekuatannya sendiri. Ini mencerminkan kesombongan rohani yang mengabaikan sumber berkat, yaitu Tuhan.Tuhan menegur dengan keras: semua yang dipamerkan itu akan dirampas dan dibawa ke Babel, termasuk keturunan Hizkia. Kesombongan kecil di masa damai akan berdampak besar di masa depan. Bermegah dalam berkat tanpa menyebut Tuhan adalah bentuk penolakan diam-diam terhadap-Nya.Hizkia berkata, “baik juga firman Tuhan itu,” karena dia berpikir damai akan tetap ada selama masa hidupnya. Ini menunjukkan ketidakpedulian terhadap generasi berikutnya, tanda lain dari pemusatan diri.Berkat bukanlah akhir dari ujian iman,ia adalah awal ujian baru: ujian kesombongan. Saat Tuhan mengangkat kita, jangan curi kemuliaan-Nya. Segala sesuatu adalah karena anugerah-Nya. Jangan hanya pikirkan kenyamanan diri; pikirkan juga warisan iman bagi generasi setelah kita. Ketika diperhadapkan dengan keberhasilan, tetaplah rendah hati dan arahkan semua pujian kembali kepada Tuhan.Hati yang sombong setelah diberkati akan membuka pintu bagi kehancuran. Tetapi hati yang bersyukur dan rendah di hadapan Tuhan akan tetap hidup dalam perlindungan dan tujuan-Nya. Jangan biarkan berkat menjauhkan kita dari Pemberi berkat.Refleksi:Dalam kehidupan kita, bagaimana kita bisa tahu bahwa berkat justru sedang menguji kerendahan hati kita?Mengapa berkat dan kemakmuran sering menjadi titik awal kejatuhan rohani seseorang?Apa bahaya dari membanggakan diri atas hal-hal yang seharusnya dipersembahkan kepada Tuhan?Doa:Allah Bapa, ampuni kami jika tanpa kami sadari, kami telah meninggikan diri kami di atas berkat yang Engkau beri. Ajar kami untuk selalu rendah hati, mengakui bahwa semua yang kami miliki berasal dari-Mu. Lindungilah kami dari kesombongan, dan pakailah hidup kami untuk memuliakan nama-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.