Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

12 Agustus 2026

"Mata Rohani"

Setelah melakukan reformasi spiritual yang luar biasa, satu ujian iman diberikan kepada Raja Hizkia, ia harus menghadapi Sanherib, raja Asyur, penguasa adidaya yang dikenal sangat kejam dan tak terkalahkan pada masa itu. Di tengah ancaman pemusnahan, Hizkia menunjukkan bagaimana seharusnya seorang anak Tuhan bersikap. Hizkia tidak hanya berdoa, ia juga bertindak secara taktis. Ia menutup sumber-sumber air di luar kota agar tidak digunakan musuh, membangun kembali tembok yang runtuh, dan memperbanyak senjata. Iman tidak meniadakan tanggung jawab. Jangan gunakan alasan "percaya Tuhan" untuk menjadi malas atau tidak mempersiapkan diri. Kerjakanlah bagian kita sebaik mungkin, belajar, bekerja keras, membuat perencanaan, dan biarkan Tuhan mengerjakan bagian-Nya yang mustahil. Iman dan hikmat adalah dua sayap yang harus berjalan bersama.Ketika tentara Asyur yang sangat besar mengepung mereka, Hizkia memberikan pidato yang sangat menguatkan: "Kuatkanlah dan teguhkanlah hatimu!... sebab yang menyertai kita lebih banyak dari pada yang menyertai dia. Yang menyertai dia adalah lengan manusia, tetapi yang menyertai kita adalah TUHAN, Tuhan kita…" Masalah kita hanyalah "lengan manusia", tetapi penolong kita adalah Tuhan. Dunia mungkin mengancam kita dengan kekuatan ekonomi, penyakit, atau tekanan sosial yang terlihat raksasa. Namun, jika kita memandang dengan mata rohani, kita akan sadar bahwa kekuatan dunia itu terbatas (lengan manusia), sedangkan kuasa Tuhan tidak terbatas.Sanherib tidak hanya menyerang secara fisik, tetapi juga melalui mental. Ia mengirim utusan untuk menghina Tuhan dan mengejek Hizkia. Tujuannya agar rakyat Yehuda takut dan menyerah. Musuh selalu menggunakan intimidasi untuk melemahkan iman kita. Suara-suara negatif dalam pikiran kita sering kali berkata: "Tuhan tidak akan menolongmu," atau "Masalah ini terlalu besar bagimu." Jangan dengarkan suara "Sanherib". Tetaplah percaya pada karakter Tuhan yang setia meskipun situasi di sekeliling kita tampak bising oleh ancaman.Hizkia dan nabi Yesaya tidak membalas hinaan itu dengan kata-kata, melainkan dengan doa. Hasilnya luar biasa: Tuhan mengirim satu malaikat yang memunahkan seluruh pasukan Asyur. Sanherib pulang dengan malu dan akhirnya dibunuh oleh anak-anaknya sendiri. Tuhan tahu cara membela kehormatan-Nya. Saat kita menyerahkan peperangan kita ke tangan Tuhan, Dia mampu menyelesaikan masalah yang rumit sekalipun dengan cara yang tidak terpikirkan oleh kita. Kemenangan bukan karena jumlah pasukan, tetapi karena intervensi Ilahi.Setelah kemenangan besar dan kesembuhan dari sakitnya, Hizkia sempat menjadi sombong, tetapi, ia segera merendahkan diri sehingga murka Tuhan tidak menimpa zamannya. Hati-hatilah dengan kesombongan pasca-kemenangan. Tetaplah rendah hati dan ingat bahwa semua kemenangan itu murni karena anugerah Tuhan.Refleksi:Apa perbedaan antara apa yang dilihat mata jasmani dan apa yang dilihat mata rohani ketika Yehuda menghadapi ancaman Asyur?Bagaimana Hizkia menolong rakyat melihat situasi krisis dengan perspektif iman, bukan ketakutan?Mengapa doa dan kebergantungan kepada Tuhan menjadi kunci kemenangan yang tidak dapat dilihat secara lahiriah?Doa:Allah Bapa, ajarlah kami untuk tidak takut terhadap intimidasi dunia ini. Kami mau melakukan bagian kami dengan hikmat, namun kami mau bersandar sepenuhnya pada kuasa-Mu. Terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang berperang bagi kami. Jagalah hati kami agar selalu rendah hati, baik dalam kekurangan maupun dalam kelimpahan. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

11 Agustus 2026

Kebangunan Rohani

Setelah perayaan Paskah yang besar itu berakhir, Hizkia memimpin rakyatnya untuk menunjukkan ketaatan melalui pembersihan berhala dan kemurahan hati dalam memberi. Kebangunan rohani selalu menghasilkan dua hal: pembersihan dari yang jahat dan penyerahan diri kepada yang baik.Segera setelah perayaan selesai, seluruh orang Israel yang hadir pergi ke kota-kota di Yehuda untuk menghancurkan tugu-tugu berhala, menebang tiang-tiang berhala, dan meruntuhkan bukit-bukit pengorbanan. Mereka tidak menyisakan sedikit pun. Ibadah tanpa pertobatan praktis hanyalah emosi sesaat. Setelah kita merasakan hadirat Tuhan di gereja atau dalam doa, pertanyaannya adalah: Apa yang kita ubah saat pulang ke rumah? Iman yang sejati menuntut kita untuk menghancurkan "berhala" modern, seperti keserakahan, kepahitan, atau keterikatan pada dosa, yang selama ini mengambil posisi Tuhan di hati kita.Hizkia mengatur kembali rombongan imam dan orang Lewi agar pelayanan di Bait Suci berjalan dengan teratur. Ia juga memerintahkan rakyat untuk memberikan bagian bagi para imam agar mereka dapat mencurahkan tenaga sepenuhnya untuk menjalankan Taurat. Tuhan peduli pada keteraturan dan kesejahteraan dalam pelayanan. Kita dipanggil untuk mendukung mereka yang melayani pekerjaan Tuhan secara penuh waktu. Ketika jemaat memperhatikan kesejahteraan pelayannya, maka fokus pelayanan tidak akan terganggu oleh kekhawatiran fisik, dan pengajaran Firman Tuhan dapat berjalan dengan maksimal.Respon rakyat sangat luar biasa. Begitu perintah dikeluarkan, mereka membawa hasil pertama dari gandum, anggur, dan segala hasil tanah dalam jumlah yang melimpah. Mereka membawa persembahan itu hingga bertumpuk-tumpuk. Imam Azarya bersaksi bahwa sejak rakyat mulai membawa persembahan, mereka makan kenyang dan masih ada sisa yang banyak, karena "TUHAN telah memberkati umat-Nya.” Kita tidak akan pernah berkekurangan karena memberi. Prinsip kerajaan Tuhan adalah: siapa yang memberi dengan sukacita, ia akan diberkati dengan kelimpahan. Memberi bukan berarti kehilangan, melainkan menabur. Kelimpahan yang dialami Yehuda adalah bukti bahwa ketika kita mengutamakan kepentingan Tuhan, Tuhan akan menjamin kepentingan kita.Hizkia tidak membiarkan persembahan itu terbengkalai. Ia memerintahkan pembangunan kamar-kamar penyimpan dan mengangkat petugas-petugas yang jujur dan setia untuk mengurusnya. Persembahan rakyat dikelola dengan transparan dan adil. Kepercayaan jemaat harus dijaga dengan integritas. Baik dalam lingkup gereja maupun organisasi, pengelolaan berkat Tuhan menuntut kesetiaan dan kejujuran yang tinggi. Integritas dalam hal keuangan adalah bentuk lain dari penyembahan kita kepada Tuhan.Refleksi:Bagaimana ketaatan umat dalam membawa persembahan dan persepuluhan mencerminkan perubahan hati yang sejati?Mengapa kebangunan rohani selalu diikuti oleh penataan struktur dan tanggung jawab, bukan kekacauan?Bagaimana kesetiaan dalam hal-hal praktis (memberi, melayani, taat) menjadi indikator kebangunan yang sehat?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas berkat-berkat-Mu yang melimpah dalam hidup kami. Ajarlah kami untuk memiliki hati yang dermawan dan tangan yang terbuka bagi pekerjaan-Mu. Kami mau melayani-Mu dengan segenap hati kami dan menjaga integritas dalam segala hal yang Engkau percayakan pada kami. Biarlah hidup kami menjadi saluran berkat bagi sesama. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.