Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
18 Juli 2026
Api dan Janji Pemulihan
Ketika Salomo selesai berdoa, Tuhan tidak hanya menjawab dengan kata-kata, tetapi dengan api yang turun dari langit mengonsumsi korban bakaran. Saat api turun, seluruh umat Israel sujud menyembah sampai ke tanah. Mereka tidak takut, melainkan karena takjub akan kebaikan-Nya. Hadirat Tuhan yang nyata selalu membuahkan kerendahan hati dan pujian yang tulus. Hadirat Tuhan seharusnya membuat kita tersungkur dalam kekaguman, bukan sekadar menjadi rutinitas. Mintalah agar Roh Kudus (Api Tuhan) membakar setiap penghalang dalam hati kita, sehingga hidup kita menjadi korban yang berkenan di hadapan-Nya.Tuhan menampakkan diri kepada Salomo pada malam hari dan memberikan salah satu janji: "dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka."Allah tidak berkata bahwa pemulihan sebuah negeri bergantung pada pemimpin politik atau ekonomi, melainkan pada umat-Nya. Ada empat langkah pemulihan:Merendahkan diri, yaitu mengakui bahwa kita butuh Tuhan.Berdoa adalah berkomunikasi secara intim dengan-Nya.Mencari wajah-Nya yaitu merindukan pribadi-Nya lebih dari sekadar berkat-Nya.Berbalik, artinya bertobat dengan sungguh-sungguh dari jalan yang salah.Tuhan berjanji bahwa mata dan hati-Nya akan ada di Bait Suci itu untuk selamanya. Namun, janji itu disertai peringatan keras: jika umat berpaling dan menyembah Tuhan lain, maka berkat itu akan dicabut. Anugerah Tuhan tidak memberikan kita izin untuk hidup sembarangan. Menjadi anak Tuhan adalah hak istimewa, tetapi juga membawa tanggung jawab besar. Kita dipanggil untuk tetap setia (integritas) di tengah dunia yang menawarkan banyak "berhala" modern seperti popularitas, uang, atau ego.Kemuliaan Bait Suci sangat besar, tetapi Tuhan mengingatkan bahwa jika ketaatan hilang, gedung semegah itu pun bisa menjadi puing-puing. Ini adalah pengingat bahwa Tuhan lebih menghargai ketaatan daripada kemegahan fisik.Refleksi:Mengapa Tuhan menegaskan bahwa mata dan hati-Nya akan ada di Bait itu, dan apa artinya bagi relasi-Nya dengan umat?Bagaimana keseimbangan antara kasih karunia Tuhan (janji pemulihan) dan kekudusan Tuhan (peringatan tentang hukuman)?Mengapa Tuhan mengaitkan berkat yang berkelanjutan dengan ketaatan, bukan hanya dengan pengalaman rohani yang spektakuler?Doa:Allah Bapa, turunkanlah api Roh-Mu ke dalam hati kami agar setiap kotoran dosa terbakar habis. Kami rindu merendahkan diri dan mencari wajah-Mu, bukan hanya tangan-Mu. Pulihkanlah hidup kami, keluarga kami, dan negeri kami. Ajarlah kami untuk tetap setia pada jalan-Mu dan tidak berpaling kepada apa pun di dunia ini. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
17 Juli 2026
Keagungan Tuhan
Setelah kemuliaan Tuhan turun dalam rupa awan, Salomo berlutut di hadapan seluruh jemaat dan menaikkan permohonan yang menunjukkan kedalaman pengenalannya akan Tuhan. Doa Salomo bukan sekadar rangkaian kata puitis, melainkan sebuah pengakuan tentang karakter Tuhan dan janji-Nya.Salomo memulai doanya dengan pengakuan: "Ya TUHAN, Tuhan Israel! Tidak ada Tuhan seperti Engkau di langit dan di bumi". Salomo juga menyadari paradox yang indah: langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Tuhan, apalagi rumah yang ia bangun. Doa yang benar dimulai dengan rasa kagum akan siapa Tuhan. Sering kali kita datang berdoa dengan daftar permintaan yang panjang tanpa terlebih dahulu menyadari betapa besarnya Tuhan yang kita ajak bicara. Kesadaran akan keagungan-Nya akan mengubah cara kita memandang masalah kita; masalah besar menjadi kecil di hadapan Tuhan yang Maha Besar.Salomo berulang kali menyebutkan kesetiaan Tuhan dalam menepati janji-Nya kepada Daud, ayahnya. Ia mengerti bahwa Bait Suci itu berdiri bukan karena kehebatan manusia, melainkan karena Tuhan adalah Tuhan yang menjaga perjanjian dan kasih setia. Dasar doa kita adalah janji-janji Tuhan dalam Firman-Nya. Saat kita berdoa, kita tidak sedang merayu Tuhan untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kehendak-Nya. Kita sedang mengingatkan diri kita sendiri dan memohon agar Tuhan menyatakan apa yang sudah Ia janjikan. Iman kita berdiri teguh di atas rekam jejak kesetiaan Tuhan di masa lalu.Inti dari doa Salomo adalah permohonan agar jika umat-Nya berdosa, menderita kekalahan, atau mengalami kemarau, dan mereka "berdoa dan berbalik kepada-Mu", maka Tuhan akan mendengar dan mengampuni. Salomo tahu bahwa manusia pasti akan jatuh dalam dosa. Hadirat Tuhan adalah tempat pemulihan, bukan penghakiman. Tuhan menyediakan "ruang" (saat ini melalui Yesus Kristus) agar kita yang bersalah dapat kembali dan dipulihkan. Doa bukan hanya meminta berkat, tetapi untuk menyelaraskan kembali hati kita yang menyimpang kepada Tuhan.Menariknya, Salomo juga mendoakan orang asing yang tidak termasuk umat Israel. Ia ingin agar semua bangsa di bumi mengenal nama Tuhan dan takut akan Dia. Kehidupan rohani kita tidak boleh egois. Gereja atau persekutuan kita seharusnya menjadi tempat yang terbuka bagi orang-orang yang belum mengenal Tuhan untuk melihat kebaikan-Nya. Berkat yang kita terima dari Tuhan dimaksudkan agar kita menjadi saksi bagi dunia.Refleksi:Mengapa Salomo menekankan kesetiaan Tuhan terhadap janji-Nya kepada Daud, dan apa hubungannya dengan keagungan Tuhan?Bagaimana pengakuan akan keagungan Tuhan seharusnya membentuk sikap kita dalam berdoa, baik secara pribadi maupun dalam ibadah bersama?Apa bahaya jika kita hanya memandang Tuhan sebagai “penolong kebutuhan kita” dan melupakan keagungan serta kekudusan-Nya?Doa:Allah Bapa, kami bersyukur karena Engkau adalah Tuhan yang setia memegang janji. Terima kasih karena Engkau tidak membatasi hadirat-Mu hanya dalam bangunan fisik, tetapi Engkau berkenan tinggal di dalam hati kami. Ampunilah kami jika kami sering menjauh dari-Mu. Biarlah hidup kami menjadi rumah doa yang memancarkan kasih-Mu kepada dunia di sekitar kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT