Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

1 November 2026

Ibadah yang Benar dan Kepuasan yang Sejati

Salomo mengalihkan perhatiannya dari hiruk pikuk dunia luar menuju Rumah Tuhan. Ia memberikan peringatan keras bahwa kesia-siaan tidak hanya terjadi di pasar atau istana, tetapi bisa juga terjadi di dalam tempat ibadah jika kita datang dengan sikap hati yang salah. Tuhan tidak mencari banyaknya kata-kata atau megahnya persembahan kita, melainkan ketulusan hati yang mau mendengar dan rasa syukur yang dalam atas apa yang ada.Salomo memperingatkan: "Jagalah langkahmu, kalau engkau pergi ke rumah Tuhan!" Ia menekankan bahwa mendekat untuk mendengar jauh lebih baik daripada sekadar mempersembahkan korban seperti orang bebal. Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, sebab Tuhan ada di sorga dan engkau di bumi. Ibadah dimulai dengan sikap hormat (gentar). Sering kali kita datang berdoa hanya untuk menyodorkan daftar keinginan, atau bernyanyi tanpa merenungkan liriknya. Kita lupa bahwa kita sedang berhadapan dengan Raja Alam Semesta. Datanglah ke hadapan Tuhan dengan sikap seorang murid yang siap mendengar, bukan instruktur yang memberi perintah. Sedikit bicara namun banyak merenungkan firman-Nya adalah tanda hikmat rohani.Salomo menegaskan bahwa lebih baik tidak bernazar daripada bernazar tetapi tidak menepatinya. Jangan biarkan mulut kita membawa kita ke dalam dosa. Tuhan memegang kata-kata kita. Jangan mudah mengucap janji kepada Tuhan saat sedang emosional atau butuh pertolongan, lalu melupakannya saat masalah selesai. Tuhan menghargai integritas. Biarlah "Ya" kita berarti "Ya", dan "Tidak" kita berarti "Tidak". Kesetiaan dalam hal-hal kecil, termasuk kata-kata kita, adalah bentuk ibadah yang nyata."Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kelimpahan tidak akan puas dengan hasilnya." Salomo melihat bahwa semakin banyak harta, semakin banyak pula "orang yang memakannya," dan pemiliknya hanya bisa "menonton" saja. Uang adalah alat, bukan tujuan. Jika kita menjadikan kekayaan sebagai sumber kebahagiaan, kita akan terjebak dalam rasa haus yang abadi. Kelimpahan materi sering kali membawa kecemasan baru (susah tidur karena memikirkan harta), sementara orang yang bekerja sederhana justru bisa tidur nyenyak. Jangan biarkan apa yang kita miliki justru "memiliki" kita.Setelah memaparkan kesia-siaan harta, Salomo memberikan solusi indah: kemampuan untuk menikmati hasil jerih payah adalah karunia Tuhan. Orang yang diberikan kekayaan sekaligus kemampuan untuk menikmatinya akan memiliki hati yang bersukacita karena Tuhan memenuhi hatinya dengan kegembiraan. Sukacita adalah soal pemberian Tuhan, bukan jumlah tabungan. Banyak orang kaya tetapi tidak bisa menikmati apa pun karena sakit atau kuatir. Di sisi lain, ada orang yang hidup sederhana namun hatinya penuh tawa. Mintalah kepada Tuhan bukan hanya berkat-Nya, tetapi juga "kemampuan untuk menikmati" berkat tersebut. Jika Tuhan memenuhi hati kita dengan sukacita, kita tidak akan terlalu memusingkan kefanaan hidup ini.Refleksi:Apakah pernah menemukan bahwa semakin banyak kita memiliki, semakin sulit kita merasa puas?Bagaimana memahami peringatan bahwa mencintai uang tidak pernah membawa kepuasan sejati?Bagaimana dapat menikmati berkat materi tanpa diperbudak olehnya?Doa:Allah Bapa, ajarlah kami untuk menjaga langkah kami dan hati kami setiap kali kami datang menyembah-Mu. Biarlah kata-kata kami sedikit namun penuh makna dan ketaatan. Ampunilah kami jika selama ini kami terlalu mencintai dunia dan lupa bahwa hanya Engkau yang bisa memuaskan dahaga kami. Berikanlah kami hikmat untuk menikmati setiap berkat kecil hari ini dengan hati yang bersyukur. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

31 Oktober 2026

Motivasi Kerja: Persaingan atau Kepuasan?

Salomo mengalihkan pandangannya dari keteraturan alam menuju realita hubungan antar manusia yang sering kali kacau dan menyakitkan. Ia menyoroti penindasan, persaingan yang tidak sehat, dan kesepian. Namun, di tengah kegelapan itu, ia memberikan secercah hikmat tentang pentingnya kebersamaan. Keberhasilan sejati bukanlah seberapa jauh kita bisa berlari sendirian, melainkan seberapa banyak kita bisa saling menopang di tengah perjalanan yang sulit.Salomo melihat air mata orang-orang yang tertindas, sementara tidak ada yang menghibur mereka. Ia melihat sisi gelap kekuasaan di mana kekuatan berada di tangan penindas. Keadaan ini begitu menyedihkan hingga Salomo sempat merasa lebih baik menjadi orang yang sudah mati daripada harus melihat ketidakadilan yang terus terjadi. Jadilah tangan yang menghibur, bukan sekadar mata yang melihat. Di sekitar kita, banyak orang yang "tertindas" oleh beban hidup, depresi, atau ketidakadilan sistemik. Tuhan memanggil kita untuk tidak menutup mata. Jika dunia ini keras dan tidak memiliki penghibur, biarlah komunitas orang percaya menjadi tempat di mana air mata dihapus dan harapan ditemukan kembali.Salomo menemukan bahwa banyak orang bekerja keras hanya karena "iri hati terhadap sesamanya." Ini adalah kompetisi yang tak ada habisnya. Namun, ia juga menegur orang bebal yang berpangku tangan. Solusinya? "Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha mengejar angin.” Berhentilah membandingkan "piring" kita dengan orang lain. Banyak stres yang kita alami hari ini lahir dari keinginan untuk lebih hebat dari tetangga atau teman. Bekerjalah dengan tekun, tetapi milikilah "segenggam ketenangan"—yaitu rasa cukup dan damai. Prestasi tanpa kedamaian hanyalah bentuk lain dari kesia-siaan.Salomo menggambarkan nasib orang yang sebatang kara, yang bekerja tanpa henti tetapi tidak punya siapa pun untuk berbagi. Dari sini lahir ayat yang terkenal: "Berdua lebih baik dari pada seorang diri... Tali tiga lembar tak mudah diputuskan. Investasikan waktu untuk hubungan, bukan hanya untuk pekerjaan. Kita tidak diciptakan untuk menjadi "pulau" yang sendirian. Saat kita jatuh, kita butuh sahabat untuk membangunkan. Saat kita kedinginan (dalam masalah), kita butuh kehangatan komunitas. Libatkan Tuhan sebagai "tali ketiga" dalam setiap hubungan kita (persahabatan, pernikahan, keluarga), karena dialah yang memberikan kekuatan yang tak terpatahkan.Salomo membandingkan seorang muda miskin yang berhikmat dengan seorang raja tua yang bebal yang tidak mau lagi diberi peringatan. Kekuasaan dan popularitas itu fana; orang yang hari ini dipuja bisa saja besok dilupakan. Tetaplah memiliki hati yang mau diajar (teachable). Kesombongan sering kali datang seiring dengan bertambahnya usia, jabatan, atau kekayaan. Jangan menjadi "raja yang bebal" dalam hidup kita sendiri—orang yang merasa sudah tahu segalanya sehingga tidak mau lagi mendengar teguran Tuhan atau nasihat sesama. Hikmat sejati adalah tetap rendah hati untuk belajar, siapa pun yang membawanya.Refleksi:Apakah pernah terdorong untuk berhasil karena iri hati atau keinginan untuk melampaui orang lain?Apakah kesibukan kita justru membuat kita semakin terisolasi dari relasi yang bermakna?Apakah kita cukup rendah hati untuk menerima bantuan ketika kita jatuh atau lelah?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau tidak membiarkan kami berjalan sendirian di dunia yang sering kali tidak adil ini. Ampunilah kami jika selama ini kami terlalu fokus mengejar prestasi hingga melupakan orang-orang di sekitar kami. Ajarlah kami untuk memiliki rasa cukup dan berikanlah kami hati yang peka untuk menghibur mereka yang tertindas. Jadilah Tali Ketiga dalam setiap hubungan kami, agar kami tetap kuat dan teguh di dalam-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.