Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

12 September 2026

Kepedihan di Balik Tembok Istana

Titik krusial di mana kenyamanan istana bertemu dengan krisis iman, dan bagaimana sebuah posisi atau jabatan bukan sekadar keberuntungan, melainkan sebuah penugasan ilahi yang menuntut keberanian untuk mengambil risiko. Tuhan tidak pernah menempatkan kita di suatu posisi secara kebetulan. Setiap jabatan, talenta, dan kesempatan adalah alat untuk menggenapi rencana-Nya yang lebih besar.Mordekhai berkabung dengan kain kabung dan abu di depan pintu gerbang istana. Ester, yang hidup dalam kemewahan, awalnya hanya mencoba menghibur Mordekhai dengan mengirimkan pakaian (ayat 4). Ia belum sepenuhnya menyadari bahwa kenyamanannya sedang terancam oleh kehancuran bangsanya. Sering kali kita merasa aman di "istana" kita sendiri, pekerjaan yang mapan atau hidup yang tenang, sehingga kita enggan terlibat dalam masalah orang lain. Namun, kepedulian yang sejati dimulai ketika kita berani melihat melampaui tembok kenyamanan kita dan merasakan kepedihan mereka yang sedang tertindas.Mordekhai memberikan teguran keras kepada Ester: "Jangan kira karena engkau di dalam istana raja, hanya engkau yang akan terluput...". Ia mengingatkan bahwa jika Ester diam saja, pertolongan akan datang dari tempat lain, tetapi Ester dan keluarganya akan binasa. Sering kali kita memilih bungkam untuk menyelamatkan diri sendiri. Namun, berkat dan posisi yang Tuhan berikan bisa diambil kembali jika kita tidak menggunakannya untuk kebenaran. Jangan andalkan jabatan atau harta kita sebagai perlindungan utama; perlindungan sejati hanya ada dalam ketaatan kepada Tuhan.Mordekhai mengucapkan kalimat yang menggugah: "Siapa tahu, mungkin justru untuk saat yang seperti ini engkau beroleh kedudukan sebagai ratu". Kalimat ini mengubah perspektif Ester. Ia menyadari bahwa kecantikannya dan mahkotanya bukan untuk kemuliaan diri sendiri, melainkan untuk menyelamatkan bangsanya. Tuhan punya alasan menempatkan kita di mana kita berada sekarang. Apakah kita seorang pemimpin di kantor, guru di sekolah, atau orang tua di rumah? Mungkin kita ditempatkan di sana justru untuk menjadi solusi bagi krisis yang sedang terjadi saat ini. Jangan tanyakan "Mengapa aku di sini?", tetapi tanyakanlah "Tuhan, apa yang Engkau ingin aku lakukan di sini?".Ester tidak langsung menghadap raja. Ia meminta seluruh umat Yahudi di Susan untuk berpuasa tiga hari lamanya. Setelah berurusan dengan Tuhan melalui doa dan puasa, barulah ia berani menghadapi risiko kematian dengan berkata: "Kalau terpaksa aku mati, biarlah aku mati.” Keberanian sejati lahir dari keintiman dengan Tuhan. Sebelum kita menghadapi masalah besar ("raja"), kita harus berlutut di hadapan Raja di atas segala raja. Puasa dan doa menjernihkan pandangan kita dan memberikan kekuatan supranatural. Ketika kita sudah berserah sepenuhnya kepada Tuhan, kita tidak lagi takut pada kehilangan apa pun di dunia ini.Refleksi:Apa makna jarak antara Ester di istana dan Mordekhai di luar tembok bagi kehidupan iman dan empati kita?Mengapa Ester pada awalnya merasa ragu dan takut untuk bertindak, dan apa yang membuat pergumulannya begitu manusiawi?Bagaimana perkataan Mordekhai menantang pemahaman kita tentang kedaulatan Tuhan dan tanggung jawab manusia?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau menempatkan kami di waktu dan tempat ini dengan rencana-Mu yang sempurna. Ampunilah, jika kami terlalu egois menjaga kenyamanan kami sendiri. Berikanlah kami keberanian seperti Ester untuk berdiri bagi kebenaran. Biarlah hidup kami, jabatan kami, dan apa yang kami miliki sepenuhnya menjadi alat di tangan-Mu untuk membawa pemulihan bagi sesama kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

11 September 2026

Menentang Rencana Tuhan

Kitab Ester yang sebelumnya terasa seperti kisah dongeng tentang gadis yatim piatu menjadi ratu, berubah di mana iman bertemu dengan ancaman maut. Dunia sering kali menuntut penyembahan dan kompromi, namun anak Tuhan dipanggil untuk tetap berdiri teguh, apa pun risikonya.Raja Ahasyweros memuliakan Haman dan memerintahkan semua orang untuk sujud menyembah kepadanya. Namun, Mordekhai menolak untuk berlutut atau sujud. Bukan karena Mordekhai angkuh, tetapi sebagai orang Yahudi, ia tahu bahwa sujud semacam itu hanya layak diberikan kepada Tuhan. Di mana batas kompromi kita? Kita hidup di dunia yang sering kali menuntut kita untuk "sujud" pada nilai-nilainya, entah itu kejujuran yang dikorbankan demi karier, atau prinsip iman yang digadaikan demi diterima pergaulan. Mordekhai mengingatkan kita bahwa ada saat-saat di mana kita harus berkata "tidak", meskipun seluruh dunia melakukannya.Haman menjadi sangat panas hati ketika melihat Mordekhai tidak sujud kepadanya. Kesombongannya begitu besar sehingga ia merasa tidak cukup hanya membunuh Mordekhai; ia ingin memusnahkan seluruh bangsa Yahudi. Kebencian sering kali lahir dari ego yang tidak mendapatkan pemuasan. Waspadalah terhadap akar pahit dan kesombongan. Haman adalah contoh bagaimana rasa tersinggung yang tidak dibereskan bisa berubah menjadi kebencian yang merusak banyak orang. Jangan biarkan harga diri kita menjadi begitu tinggi sehingga satu kritikan atau penolakan membuat kita kehilangan kendali. Mintalah hati yang rendah hati agar kita tidak mudah tersinggung.Haman memakai tipu muslihat dengan membuang Pur (undi) untuk menentukan hari kehancuran bangsa Yahudi. Ia juga memfitnah bangsa Yahudi di depan raja dengan mengatakan mereka tidak taat pada hukum raja. Raja, tanpa memeriksa lebih lanjut, memberikan cincin meterainya kepada Haman. Tuhan tetap berdaulat atas "undi" kehidupan. Secara manusiawi, hari pemusnahan sudah ditetapkan dan surat perintah sudah tersebar ke seluruh kerajaan. Namun, meskipun nama Tuhan tidak disebut, kita tahu bahwa undi itu jatuh pada waktu yang memberikan kesempatan bagi rencana Tuhan untuk bekerja. Jangan takut pada "keputusan" atau "surat perintah" dunia yang tampak menyudutkan kita. Ingatlah bahwa keputusan terakhir ada di tangan Tuhan, bukan di tangan "Haman" mana pun.Raja dan Haman duduk minum-minum, sementara kota Susan gempar. Ada ketidakadilan yang nyata di mana penguasa bersenang-senang di atas penderitaan rakyat. Tuhan tidak diam melihat kegemparan hati kita. Mungkin saat ini hidup kita terasa "gempar" karena masalah yang datang tiba-tiba. Sementara itu, masalah kita seolah-olah sedang "minum-minum" merayakan kemenangannya atas kita. Jangan menyerah. Kegemparan kota Susan adalah awal dari gerakan Tuhan yang jauh lebih besar.Refleksi:Mengapa Haman memilih menghancurkan seluruh bangsa Yahudi, bukan hanya membalas Mordekhai secara pribadi?Apa makna Mordekhai yang tidak sujud kepada Haman dalam terang kesetiaannya kepada Tuhan?Bagaimana kisah ini menantang kita untuk tetap setia meski ketaatan kita berpotensi membawa risiko besar?Doa:Allah Bapa, berikanlah kami keberanian seperti Mordekhai untuk tetap setia pada-Mu meskipun ada tekanan untuk berkompromi. Bersihkanlah hati kami dari segala kesombongan dan amarah yang merusak. Kami menaruh harapan kami sepenuhnya kepada-Mu, Tuhan yang memegang kendali atas setiap undi dan keputusan dalam hidup kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.