Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

26 Juni 2026

Melangkah dalam Irama Tuhan

Setelah kegagalan saat memindahkan Tabut, Daud belajar sebuah pelajaran penting: ia tidak boleh melangkah sendirian. Di bagian ini, kita melihat pola hidup seorang pemimpin yang menempatkan Tuhan sebagai Panglima tertingginya. Daud mengerti bahwa Tuhan telah meneguhkan jabatannya sebagai raja "oleh karena umat-Nya Israel". Daud tidak melihat kesuksesannya sebagai hasil kerja keras untuk kepentingan pribadinya. Ia sadar bahwa ia diberkati agar ia bisa menjadi saluran berkat bagi orang lain.Seringkali kita mengejar kesuksesan untuk kenyamanan diri sendiri. Namun, melalui Daud kita diingatkan bahwa setiap jabatan, kekayaan, atau pengaruh yang Tuhan berikan kepada kita adalah titipan untuk melayani sesama.Ketika orang Filistin menyerang, Daud tidak langsung maju meskipun ia adalah seorang pahlawan perang yang berpengalaman. Ia bertanya kepada Tuhan dan, Tuhan memberikan kemenangan besar di Baal-Perasim. Namun, yang menarik adalah saat orang Filistin menyerang untuk kedua kalinya, Daud bertanya lagi kepada Allah. Ia tidak mengasumsikan bahwa strategi yang berhasil kemarin akan berhasil lagi hari ini. Ia tahu bahwa setiap tantangan membutuhkan petunjuk baru dari Tuhan.Tuhan memberikan instruksi yang sangat spesifik pada serangan kedua: "Janganlah maju di belakang mereka... apabila engkau mendengar bunyi derap langkah di puncak pohon-pohon murbei, maka haruslah engkau keluar bertempur”. Daud harus menunggu "suara langkah" Tuhan. Ini berbicara tentang ketepatan waktu Tuhan. Seringkali kita gagal bukan karena kita kurang bekerja keras, tetapi karena kita kurang sabar menunggu waktu Tuhan. Kita harus peka mendengar "bunyi derap langkah" Roh Kudus sebelum kita mengambil keputusan besar.Refleksi:Mengapa Tuhan memberi petunjuk yang berbeda untuk situasi yang tampaknya sama (dua peperangan melawan Filistin)?Bagaimana kita bisa membedakan antara dorongan pribadi dan tuntunan Tuhan dalam keputusan sehari-hari?Langkah konkret apa yang dapat kita ambil hari ini untuk menyelaraskan langkah hidup kita dengan irama Tuhan?Doa:Allah Bapa, ajarlah kami untuk selalu rendah hati dan bertanya kepada-Mu dalam setiap langkah hidup kami. Kami tidak ingin melangkah dengan kekuatan kami sendiri. Berikanlah kami kepekaan untuk mendengar suara-Mu dan kesabaran untuk menunggu waktu-Mu yang sempurna. Pakailah hidup kami agar menjadi berkat bagi sesama kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

25 Juni 2026

Niat Baik

Daud memiliki niat yang sangat mulia, yaitu membawa kembali Tabut Allah (simbol kehadiran Tuhan) ke pusat kehidupan bangsa. Namun, niat baik saja ternyata tidak cukup jika tidak disertai dengan ketaatan pada ketetapan Allah.Setelah Daud diteguhkan menjadi raja, prioritas pertamanya adalah memulihkan ibadah. Ia ingin membawa pulang Tabut Perjanjian. Namun, perjalanan yang dimulai dengan sorak-sorai ini berakhir dengan duka dan ketakutan karena kematian Uza. Melalui peristiwa ini, kita belajar tentang kekudusan Allah. Daud dan rakyatnya menaikkan Tabut Allah ke atas kereta baru. Ini terlihat praktis dan hormat. Namun, Tuhan sebenarnya telah memberikan instruksi spesifik bahwa Tabut harus dipikul oleh suku Lewi (Bilangan 4:15). Mengangkut Tabut dengan kereta adalah cara orang Filistin (1 Samuel 6:7).Seringkali dalam melayani Tuhan, kita tergoda menggunakan "kereta baru”, metode yang populer, cara yang praktis, atau tren dunia, tanpa bertanya apakah cara itu sesuai dengan prinsip firman Tuhan. Tuhan tidak hanya melihat apa yang kita lakukan, tetapi juga bagaimana kita melakukannya.Tragedi terjadi ketika lembu-lembu tergelincir dan Uza mengulurkan tangannya untuk menahan Tabut. Niat Uza mungkin baik, yaitu mencegah Tabut jatuh. Namun, Allah telah melarang siapa pun menyentuh barang kudus itu. Tindakan Uza dianggap sebagai pelanggaran terhadap kekudusan Tuhan. Ini adalah pengingat yang keras bagi kita bahwa Allah tidak bisa dianggap remeh. Keakraban kita dengan Tuhan tidak boleh membuat kita kehilangan rasa hormat dan takut akan Dia. Kita tidak bisa menjinakkan Allah atau mengatur-Nya sesuai logika kita. Kekudusan-Nya menuntut ketaatan mutlak.Setelah kematian Uza, Daud merasa takut dan menitipkan Tabut itu di rumah Obed-Edom. Selama tiga bulan di sana, dan Tuhan memberkati keluarga Obed-Edom dan segala miliknya. Mengapa Uza mati tetapi Obed-Edom diberkati? Perbedaannya adalah pada sikap hati dan ketaatan. Kehadiran Tuhan bisa menjadi "api yang menghanguskan" bagi mereka yang tidak taat, tetapi menjadi "sumber berkat" yang melimpah bagi mereka yang menyambut-Nya dengan hormat dan hati yang benar.Refleksi:Bagaimana kesalahan cara (mengangkut tabut dengan kereta) mencerminkan pengaruh kebiasaan dunia terhadap ibadah kepada Allah?Apa pelajaran yang kita ambil dari kematian Uza tentang kekudusan Allah?Apa arti bahwa kehadiran Tuhan membawa berkat sekaligus menuntut sikap hormat dan ketaatan?Doa:Allah Bapa, ampuni kami jika seringkali kami melakukan niat baik dengan cara yang salah. Ajarlah kami untuk tidak hanya bersemangat melayani-Mu, tetapi juga taat pada ketetapan-Mu. Biarlah kami memiliki hati yang takut akan Engkau, sehingga kehadiran kami di hadapan-Mu membawa berkat dan bukan penghukuman. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.