Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

17 Agustus 2026

Kedaulatan Tuhan

Kitab Ezra adalah kitab tentang awal yang baru, pemulihan, dan bagaimana Tuhan menggerakkan sejarah untuk menepati janji-Nya. Kitab Ezra dimulai dengan sebuah kejutan sejarah. Tuhan memakai Koresh, raja Persia, untuk memulihkan umat-Nya. Ini membuktikan bahwa tidak ada hati yang terlalu keras dan tidak ada situasi yang terlalu mustahil bagi Tuhan.Tuhan tidak pernah terlambat. Begitu waktu yang dijanjikan (70 tahun pembuangan) tiba, Tuhan bekerja. Ia "menggerakkan hati" Koresh, seorang raja asing, untuk membuat pengumuman pembebasan. Tuhan memegang kendali atas musim hidup kita. Kita mungkin merasa sedang berada dalam "pembuangan", masa-masa sulit yang seolah tanpa akhir. Namun, ingatlah bahwa Tuhan memiliki kalender surgawi. Ia sanggup menggerakkan hati orang-orang yang bahkan tidak mengenal-Nya (atasan, pemerintah, atau rekan bisnis) untuk menjadi saluran berkat bagi kita, saat waktu-Nya tiba.Koresh tidak hanya membebaskan bangsa Israel, tetapi ia memberikan mandat spesifik: "Barangsiapa di antara kamu... hendaklah ia berangkat pulang ke Yerusalem... untuk membangun rumah TUHAN”. Kebebasan diberikan untuk sebuah tujuan. Tuhan menyelamatkan kita bukan hanya agar kita merasa nyaman, tetapi agar kita "membangun" kembali apa yang rusak. Mungkin itu membangun kembali hubungan keluarga, membangun kembali integritas di tempat kerja, atau membangun kembali kehidupan rohani jemaat.Tidak semua orang Yahudi bisa langsung pulang ke Yerusalem, namun mereka yang tinggal tetap memberikan dukungan berupa perak, emas, harta benda, dan ternak. Selain itu, Koresh mengembalikan perlengkapan Bait Suci yang dulu dirampas oleh Nebukadnezar. Tuhan menyediakan sumber daya bagi rencana-Nya. Ketika Tuhan memberikan visi atau tugas, Dia juga akan menyediakan sarana untuk menyelesaikannya. Jangan takut melangkah karena keterbatasan biaya atau fasilitas. Jika itu adalah proyek Tuhan, Dia akan menggerakkan "tangan-tangan" di sekitar kita untuk mendukung perjuangan kita .Meskipun jalan pulang ke Yerusalem penuh tantangan dan kota itu masih berupa puing-puing, mereka memilih untuk melangkah karena Tuhan telah menyalakan api di hati mereka. Kepekaan terhadap gerak Roh Kudus adalah kunci. Tuhan menawarkan peluang pemulihan, tetapi hanya mereka yang peka dan mau meninggalkan "zona nyaman" (Babel) yang akan melihat kemuliaan Tuhan (Yerusalem).Refleksi:Bagaimana tindakan Tuhan menggerakkan hati Raja Koresh menegaskan bahwa Tuhan berdaulat atas penguasa dunia?Bagaimana Tuhan memakai seorang raja kafir sebagai alat untuk melaksanakan rencana-Nya?Apa peran ketaatan umat dalam merespons kedaulatan Tuhan yang sudah lebih dulu bekerja?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang setia pada janji. Gerakkanlah hati kami hari ini agar kami peka terhadap panggilan kami. Kami mau merespons setiap jalan yang Engkau buka untuk memulihkan hidup dan lingkungan kami. Berikanlah kami keberanian untuk meninggalkan masa lalu dan mulai membangun masa depan bersama-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

16 Agustus 2026

Akhir dari Kesabaran

Babak final yang pahit bagi kerajaan Yehuda, di mana ketidaksetiaan yang berulang-ulang akhirnya membawa mereka pada kehancuran total dan pembuangan. Pergantian raja-raja terakhir Yehuda yang semuanya memiliki catatan kelam, mereka melakukan apa yang jahat di mata Tuhan. Penolakan mereka terhadap teguran Tuhan membawa bangsa itu ke titik terendah dalam sejarah mereka. Alkitab mencatat bahwa raja-raja seperti Zedekia tidak mau merendahkan diri di hadapan Tuhan. Meskipun nabi Yeremia telah menyampaikan pesan langsung dari mulut Tuhan, mereka tetap mengeraskan hati. Bahkan, mereka memperolok-olok utusan Tuhan dan menghina nabi-nabi-Nya. Kehancuran sering kali diawali dengan telinga yang tertutup. Tuhan sangat sabar; Ia mengirimkan utusan-utusan-Nya berulang-ulang karena Ia sayang kepada umat-Nya. Namun, ada batas di mana kesabaran Tuhan bertemu dengan keadilan-Nya. Jangan biarkan hati kita menjadi begitu tebal sampai kita tidak lagi bisa merasakan getaran suara Roh Kudus yang menegur kita.Akibat kekerasan hati itu, Yerusalem runtuh. Bait Tuhan yang megah dibakar, tembok Yerusalem dirobohkan, dan harta bendanya diangkut ke Babel. Tanah itu harus "menikmati sabatnya”, dibiarkan tandus selama 70 tahun untuk mengganti tahun-tahun sabat yang diabaikan oleh bangsa itu selama mereka berkuasa. Kadang Tuhan mengizinkan kita mengalami "masa tandus" atau kegagalan agar kita belajar menghargai kekudusan-Nya dan prinsip-prinsip-Nya. Di balik hukuman Tuhan, ada maksud untuk memulihkan dan memurnikan, bukan sekadar memusnahkan.Kitab 2 Tawarikh tidak berakhir dengan kehancuran, melainkan dengan proklamasi Koresh. Tuhan menggerakkan hati seorang raja Persia untuk mengizinkan umat-Nya pulang dan membangun kembali rumah Tuhan di Yerusalem. Kegagalan manusia tidak pernah bisa membatalkan janji Tuhan. Meskipun umat-Nya tidak setia, Tuhan tetap setia. Ia sanggup memakai siapa saja, bahkan orang yang tidak mengenal-Nya sekalipun, untuk menggenapi rencana-Nya bagi kita. Jika saat ini kita merasa sedang di masa "pembuangan" karena kesalahan masa lalu, ketahuilah bahwa Tuhan selalu memiliki rencana pemulihan.Kalimat terakhir dari kitab ini adalah: "Siapa di antara kamu termasuk umat-Nya, TUHAN, Tuhannya, menyertainya, dan biarlah ia berangkat pulang!". Ini adalah panggilan terbuka bagi setiap orang yang terhilang untuk kembali ke pusat hadirat Tuhan. Tuhan selalu memberi kesempatan untuk memulai kembali. Tidak peduli seberapa hancur hidup kita, Tuhan memanggil kita untuk “pulang”, pulang kepada doa, pulang kepada Firman, dan pulang kepada persekutuan dengan-Nya.Refleksi:Apa arti pernyataan bahwa Tuhan “berulang kali mengutus para nabi-Nya” bagi pemahaman kita tentang kesabaran Tuhan?Mengapa penolakan yang terus-menerus terhadap firman Tuhan akhirnya membawa hukuman yang tak terelakkan?Apa perbedaan antara kesabaran Tuhan dan ketidaktegasan manusia dalam menghadapi dosa?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas kesabaran-Mu yang luar biasa dalam hidup kami. Ampunilah kami jika sering kali kami mengeraskan hati kami terhadap teguran-Mu. Kami bersyukur karena di tengah kegagalan kami, Engkau tetap memegang janji pemulihan bagi kami. Hari ini, kami mau menyambut undangan-Mu untuk pulang. Bangunlah kembali hidup kami menjadi bait-Mu yang kudus. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.