Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
18 Mei 2026
Paradoks Kedaulatan Ilahi
Dalam kisah pemerintahan raja Zakharia bin Yerobeam, kita melihat sesuatu yang membingungkan namun penting secara teologis: Zakharia hanya memerintah enam bulan, dibunuh secara tragis, dan tidak hidup berkenan kepada Tuhan. Namun, hal itu justru menjadi penggenapan janji Tuhan kepada Yehu bahwa keturunannya akan memerintah sampai generasi keempat (2 Raja 10:30).Inilah paradoks kedaulatan ilahi: Tuhan tetap menggenapi janji-Nya meskipun manusia gagal. Tuhan tidak tergantung pada keberhasilan manusia untuk melaksanakan rencana-Nya, tetapi Dia tetap menggunakan manusia di dalam rencana-Nya.Zakharia adalah keturunan keempat dari Yehu. Meskipun hidupnya jauh dari kehendak Tuhan, dia tetap diberi kesempatan naik takhta. Namun, karena ketidaktaatannya, dia dibunuh oleh Salum, dan berakhirlah garis keturunan Yehu. Di satu sisi, ini terlihat tragis. Tapi dari sisi lain, janji Tuhan kepada Yehu digenapi dengan tepat.Di sinilah letak paradoksnya: Kedaulatan Allah bekerja di tengah kebebasan manusia, meskipun manusia tidak setia. Allah tidak melanggar kehendak bebas manusia, tapi tetap membawa rencana-Nya tergenapi. Ini membuktikan bahwa Tuhan berdaulat atas sejarah, bahkan di tengah kegagalan dan kekacauan manusia.Jangan pernah meragukan kedaulatan Tuhan hanya karena keadaan tampak tidak masuk akal. Tuhan bisa bekerja melalui orang benar maupun orang berdosa, melalui kemenangan maupun kehancuran. Yang penting adalah kita tetap taat dan percaya bahwa segala sesuatu ada dalam kendali-Nya. Meskipun kita melihat kegagalan dalam kepemimpinan, politik, atau bahkan kehidupan rohani, ingatlah bahwa Tuhan tetap bekerja, rencana Allah tidak pernah gagal.Jangan pernah meragukan kedaulatan Tuhan hanya karena keadaan tampak tidak masuk akal. Tuhan bisa bekerja melalui orang benar maupun orang berdosa, melalui kemenangan maupun kehancuran. Yang penting adalah kita tetap taat dan percaya bahwa segala sesuatu ada dalam kendali-Nya.Refleksi:Apakah pernah mengalami situasi di mana keputusan manusia tampaknya bertentangan dengan kehendak Tuhan, tapi ternyata Tuhan tetap bekerja?Apa peran doa dan usaha manusia dalam menjalani kedaulatan Tuhan?Bagaimana kita dapat hidup dengan iman dan tetap aktif bertindak, sekaligus menyerahkan hasilnya kepada kedaulatan Tuhan?Doa:Allah Bapa, di tengah ketidakpastian dan kegagalan manusia, kami percaya Engkau tetap berdaulat. Tolong kami untuk hidup dalam ketaatan, percaya bahwa janji dan rencana-Mu tidak pernah gagal. Pakailah hidup kami sebagai bagian dari kisah-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
17 Mei 2026
Pengaruh Orang Tua yang Baik
Setiap orang tua—baik secara biologis, rohani, maupun teladan sosial—memiliki pengaruh besar terhadap generasi berikutnya. Azarya, anak dari Raja Amazia, naik takhta pada usia muda dan melanjutkan jejak rohani ayahnya. Meskipun kepemimpinannya tidak sempurna, dia tetap dikenang karena melakukan apa yang benar di mata Tuhan.Azarya menjadi raja saat berusia 16 tahun dan memerintah cukup lama (52 tahun). Dalam ayat 3 tertulis bahwa dia mengikuti jejak ayahnya dalam hal melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Ini menunjukkan bahwa apa yang dilihat dan diterima seorang anak dari orang tuanya akan sangat memengaruhi arah hidupnya.Namun, Alkitab juga mencatat bahwa dia tidak menjauhkan bukit-bukit pengorbanan, dan pada akhirnya terkena kusta sampai mati (ayat 5). Hal ini mengingatkan kita bahwa meskipun seseorang mendapat pengaruh yang baik, masih dibutuhkan ketaatan pribadi yang penuh kepada Tuhan agar hidupnya berkenan sepenuhnya.Pengaruh orang tua yang baik adalah dasar yang kuat, tetapi tetap membutuhkan respon pribadi yang sungguh. Warisan iman terbesar bukan harta, tetapi teladan hidup yang takut akan Tuhan. Jangan remehkan pengaruh sebuah doa, nasihat, dan keteladanan. Dan bagi generasi penerus: jadikan warisan iman itu bukan sekadar cerita, tetapi dasar bagi kehidupan yang berkenan di hadapan Allah.Refleksi:Bagaimana orang tua dapat menanamkan nilai-nilai iman dalam keluarga di tengah tantangan zaman modern?Apa dampak buruk jika pengaruh orang tua tidak sehat atau negatif bagi perkembangan anak?Bagaimana kita sebagai anak atau generasi muda bisa menghargai dan memanfaatkan warisan positif dari orang tua?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas orang-orang yang telah menanamkan iman dalam hidup kami. Tolong kami untuk meneruskan teladan yang baik itu dengan ketaatan penuh kepada-Mu. Jadikan hidup kami juga berpengaruh bagi generasi selanjutnya. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT