Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

6 Oktober 2026

Teologi yang Sempit

Zofar orang Naama kembali angkat bicara. Ia merasa tersinggung dan sangat marah karena merasa "dihina" oleh teguran Ayub. Dalam emosinya, Zofar memaparkan sebuah khotbah panjang yang sangat mengerikan tentang nasib orang fasik. Namun, kesalahan fatal Zofar adalah ia menggunakan "kebenaran" untuk membunuh semangat orang yang sedang menderita. Kebenaran yang disampaikan dengan tujuan untuk melukai bukanlah sebuah pelayanan, melainkan sebuah penghakiman yang akan ditanggung oleh penyampainya.Zofar mengaku hatinya bergejolak dan ia merasa terhina. Ia berkata, "Aku telah mendengar teguran yang menghina aku..." Karena egonya tersakiti, ia merasa "terpanggil" untuk menjawab Ayub. Periksalah motivasi bicara kita. Banyak orang merasa sedang membela Tuhan atau membela doktrin, padahal sebenarnya mereka sedang membela harga diri mereka yang terluka. Jika kita berbicara karena kita ingin membalas rasa sakit hati, kata-kata kita tidak akan pernah membawa pemulihan. Sebelum menegur sesama, tanyakanlah: "Apakah aku bicara karena aku mengasihi dia, atau karena aku ingin dia merasa salah?"Argumen Zofar sangat hitam-putih: "Sorak-sorai orang fasik hanya sebentar saja..." Ia menggambarkan bahwa meskipun orang fasik naik sampai ke langit, ia akan lenyap seperti tahi sendiri dan terbang seperti mimpi. Ia ingin mengatakan bahwa karena Ayub kehilangan segalanya dengan cepat, maka Ayub pastilah orang fasik. Jangan menghakimi kerohanian seseorang dari "musim" hidupnya. Memang benar kebahagiaan duniawi itu fana, tetapi tidak semua orang yang kehilangan harta adalah orang fasik. Zofar mengabaikan fakta bahwa terkadang Tuhan mengizinkan orang benar mengalami kerugian besar untuk proses pemurnian. Jangan pernah menilai nilai seseorang di mata Tuhan hanya berdasarkan apa yang terlihat di tangan mereka.Zofar menggunakan metafora yang tajam: kejahatan mungkin terasa manis di mulut seperti madu, tetapi di dalam perut akan berubah menjadi empedu dan bisa menjadi bisa ular. Ia menuduh Ayub telah "menindas dan meninggalkan orang miskin" (ayat 19), sebuah tuduhan tanpa bukti. Asumsi adalah racun dalam persahabatan. Zofar mulai mengarang-ngarang dosa Ayub supaya cocok dengan teorinya. Betapa sering kita berasumsi buruk tentang pergumulan orang lain? Saat kita melihat seseorang menderita, jangan mencari-cari "dosa tersembunyi" mereka. Lebih baik kita mengulurkan tangan untuk membantu daripada menudingkan jari untuk menyalahkan.Zofar menutup dengan gambaran kehancuran total: api yang tidak ditiup akan memakan milik orang fasik, langit akan menyingkapkan kesalahannya, dan bumi akan bangkit melawannya. Ia menyimpulkan: "Inilah bagian orang fasik dari pihak Tuhan.” Tuhan adalah Bapa, bukan Teror. Zofar menggambarkan Tuhan hanya sebagai sosok yang suka menghujankan amarah-Nya saat orang sedang makan (ayat 23). Gambaran ini sangat melukai hati Tuhan. Tuhan memang membenci dosa, tetapi Dia sangat mengasihi orang yang berdosa dan yang hancur hati. Jangan biarkan "suara-suara Zofar" di hidup kita membuat kita takut menghampiri Tuhan.Refleksi:Mengapa kita sering merasa perlu menjelaskan semua penderitaan dengan pola sebab–akibat yang cepat?Bagaimana kita dapat memegang kebenaran tentang keadilan Tuhan tanpa mengabaikan kesabaran dan kasih-Nya?Apa tanda-tanda bahwa pemahaman kita tentang Tuhan mulai lebih dipengaruhi oleh asumsi pribadi daripada firman-Nya secara utuh?Doa:Allah Bapa, ampunilah kami jika ego kami sering kali lebih besar daripada kasih kami. Berikanlah kami hati yang lembut agar kami tidak cepat menghakimi sesama kami yang sedang dalam pergumulan. Jauhkan kami dari sikap merasa paling benar sendiri. Kami bersyukur karena Engkau adalah Tuhan yang penuh rahmat, yang tidak memperlakukan kami setimpal dengan dosa kami. Ajarlah kami untuk mencerminkan kasih-Mu kepada dunia. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

5 Oktober 2026

Penebusku Hidup

Setelah dihujani tuduhan kejam oleh Bildad, Ayub sampai pada titik di mana ia merasa benar-benar dikucilkan oleh manusia. Namun, justru di tengah isolasi total dan penderitaan fisik yang memuncak inilah, lahir salah satu pernyataan iman paling agung dalam sejarah manusia. Ketika dunia menolak kita dan sahabat meninggalkan kita, iman kita tidak lagi bersandar pada apa yang kau miliki, melainkan pada Siapa yang membela kita.Ayub memaparkan betapa hancurnya hubungan sosialnya. Saudara-saudaranya menjauh, sahabat-sahabat karibnya melupakan dia, bahkan hamba-hambanya tidak lagi menghormatinya. Istrinya merasa muak dengannya, dan anak-anak kecil pun menghinanya. Ia merasa "pagar" Tuhan menghalangi jalannya dan kemuliaannya telah dirampas. Tuhan terkadang mengizinkan sandaran manusiawi kita runtuh. Ada saatnya dalam hidup di mana kita merasa benar-benar sendirian; tidak ada yang mengerti, tidak ada yang membela. Namun, isolasi ini sering kali menjadi cara Tuhan untuk menarik kita sepenuhnya kepada-Nya. Jika hari ini kita merasa ditinggalkan, ingatlah bahwa Yesus pun pernah merasakan kesendirian yang sempurna di kayu salib agar kita tidak pernah benar-benar sendirian.Di tengah tubuh yang dipenuhi barah dan tulang yang melekat pada kulit, Ayub berseru: "Tetapi aku tahu: Penebusku hidup, dan akhirnya Ia akan bangkit di atas debu." Ia yakin bahwa sekalipun tubuhnya hancur dimakan ulat, ia akan melihat Tuhan dengan matanya sendiri. Iman yang sejati melihat melampaui kubur. Kata "Penebus" merujuk pada kerabat yang bertugas membela, membebaskan, dan memulihkan hak anggota keluarganya. Ayub percaya ada Pembela Surgawi yang akan membersihkan namanya. Bagi kita sekarang, Penebus itu adalah Yesus Kristus. Kematian dan penderitaan bukanlah akhir dari cerita kita, karena Penebus kita telah bangkit dari maut!Ayub menutup dengan peringatan kepada para sahabatnya. Ia menubuatkan bahwa akan ada penghakiman. Jika mereka terus mengejarnya dengan tuduhan palsu, mereka sendirilah yang harus takut akan pedang keadilan Tuhan. Serahkan pembelaan dirimu kepada Tuhan. Kita sering menghabiskan banyak energi untuk meyakinkan orang lain bahwa kita benar. Ayub belajar bahwa ia tidak butuh pengakuan Bildad atau Elifas selama ia memiliki "Saksi" di surga. Berhentilah mencoba memuaskan semua orang. Fokuslah pada hubunganmu dengan Sang Penebus; Dialah yang pada akhirnya akan menegakkan keadilan bagimu.Ayub berkata, "Hatiku sangat rindu dalam dadaku." Kerinduan ini bukanlah rindu akan kekayaan yang hilang, melainkan rindu untuk melihat wajah Tuhan. Jadikan Tuhan sebagai tujuan akhirmu. Penderitaan memiliki cara unik untuk memurnikan keinginan kita. Sering kali kita hanya rindu masalah kita selesai, tetapi Ayub rindu bertemu dengan Pribadi di balik masalah itu. Apakah kerinduan terbesar kita hari ini adalah kesembuhan, atau Sang Penyembuh? Adalah mukjizat, atau Sang Pencipta Mukjizat?Refleksi:Apa arti bahwa Ayub tetap mencari Tuhan, sekalipun ia merasa diperlakukan tidak adil?Bagaimana iman kepada Penebus memberi kekuatan ketika dukungan manusia hilang?Apa yang bagian ini ajarkan tentang memegang harapan di tengah tuduhan dan salah pengertian?Doa:Allah Bapa, kami bersyukur karena kami tahu bahwa Penebus kami hidup! Terima kasih karena Engkaulah yang membela hidup kami saat dunia menghakimi kami. Saat kami merasa kesepian dan hancur, ingatkanlah kami bahwa kami akan melihat wajah-Mu suatu hari nanti dalam kemuliaan. Kuatkan iman kami untuk tetap berharap, bukan pada keadaan yang berubah, tetapi pada janji-Mu yang kekal. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.