Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

1 Juni 2026

Kesombongan setelah Berkat

Setelah menerima pemulihan kesehatan dan kemenangan dari Tuhan, Raja Hizkia seharusnya hidup dalam kerendahan hati dan syukur. Namun, berkat besar justru menjadi ujian terbesar. Dalam perikop ini, kita melihat bahwa kesombongan dapat muncul justru setelah kita mengalami pertolongan Tuhan. Bahaya yang tak kalah mengancam dari musuh luar adalah kesombongan dari dalam hati.Ketika utusan Babel datang, Hizkia bukan menunjuk kepada Tuhan yang telah menyembuhkannya, tetapi memamerkan kekayaan dan kekuatannya sendiri. Ini mencerminkan kesombongan rohani yang mengabaikan sumber berkat, yaitu Tuhan.Tuhan menegur dengan keras: semua yang dipamerkan itu akan dirampas dan dibawa ke Babel, termasuk keturunan Hizkia. Kesombongan kecil di masa damai akan berdampak besar di masa depan. Bermegah dalam berkat tanpa menyebut Tuhan adalah bentuk penolakan diam-diam terhadap-Nya.Hizkia berkata, “baik juga firman Tuhan itu,” karena dia berpikir damai akan tetap ada selama masa hidupnya. Ini menunjukkan ketidakpedulian terhadap generasi berikutnya, tanda lain dari pemusatan diri.Berkat bukanlah akhir dari ujian iman,ia adalah awal ujian baru: ujian kesombongan. Saat Tuhan mengangkat kita, jangan curi kemuliaan-Nya. Segala sesuatu adalah karena anugerah-Nya. Jangan hanya pikirkan kenyamanan diri; pikirkan juga warisan iman bagi generasi setelah kita. Ketika diperhadapkan dengan keberhasilan, tetaplah rendah hati dan arahkan semua pujian kembali kepada Tuhan.Hati yang sombong setelah diberkati akan membuka pintu bagi kehancuran. Tetapi hati yang bersyukur dan rendah di hadapan Tuhan akan tetap hidup dalam perlindungan dan tujuan-Nya. Jangan biarkan berkat menjauhkan kita dari Pemberi berkat.Refleksi:Dalam kehidupan kita, bagaimana kita bisa tahu bahwa berkat justru sedang menguji kerendahan hati kita?Mengapa berkat dan kemakmuran sering menjadi titik awal kejatuhan rohani seseorang?Apa bahaya dari membanggakan diri atas hal-hal yang seharusnya dipersembahkan kepada Tuhan?Doa:Allah Bapa, ampuni kami jika tanpa kami sadari, kami telah meninggikan diri kami di atas berkat yang Engkau beri. Ajar kami untuk selalu rendah hati, mengakui bahwa semua yang kami miliki berasal dari-Mu. Lindungilah kami dari kesombongan, dan pakailah hidup kami untuk memuliakan nama-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

31 Mei 2026

Tanda Ajaib sebagai Konfirmasi

Dalam hidup, kita semua pernah menghadapi ancaman—baik terhadap kesehatan, masa depan, pekerjaan, atau bahkan hidup itu sendiri. Raja Hizkia menghadapi ancaman paling menakutkan: kematian. Tetapi dari kisah ini kita belajar bahwa Tuhan bukan hanya mendengar doa, Dia juga sanggup mengonfirmasi janji-Nya melalui tanda-tanda ajaib.Hizkia diberi pesan langsung dari nabi Yesaya bahwa dia akan mati. Ini bukan sekadar kekhawatiran, tetapi firman Tuhan sendiri yang menguji iman Hizkia. Hizkia tidak marah atau pasrah, tapi berdoa dengan tangisan yang sungguh-sungguh. Dia berseru bukan dengan emosi, tetapi dengan kerendahan hati, mengingat kesetiaannya dalam hidup di hadapan Tuhan.Bahkan sebelum Yesaya meninggalkan istana, Tuhan mengubah keputusan-Nya. Hizkia mendapat tambahan 15 tahun hidup, dan Tuhan menjanjikan perlindungan dari musuh. Hizkia minta tanda untuk menguatkan imannya. Tuhan pun melakukan sesuatu yang mustahil secara alamiah: bayangan matahari mundur sepuluh tapak. Tanda ini bukan hanya konfirmasi, tapi penguatan bahwa Tuhan sanggup mengatasi waktu dan hukum alam.Tuhan bukan hanya Allah yang memberi firman, tapi juga Allah yang mengkonfirmasi firman-Nya. Dia tahu betapa lemahnya hati kita dan betapa kita butuh diyakinkan bahwa Dia benar-benar menyertai kita. Tanda dari Tuhan adalah pelukan kasih yang meneguhkan langkah iman kita.Refleksi:Mengapa Tuhan mengabulkan doa Hizkia dan menambahkan 15 tahun lagi dalam hidupnya?Pernahkah mengalami "tanda" atau konfirmasi dari Tuhan dalam mengambil keputusan penting?Apa bahaya jika kita terlalu bergantung pada tanda ajaib untuk percaya kepada Tuhan?Doa:Allah Bapa, kami percaya bahwa Engkau mendengar doa kami, melihat air mata kami dan peduli terhadap pergumulan kami. Bila hati kami lemah, kuatkan kami. Bila iman kami goyah, berikanlah tanda kasih-Mu yang menguatkan. Terima kasih karena Engkau Allah yang setia dan ajaib. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.