Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
2 Agustus 2026
Pahlawan di Balik Layar
Kisah tentang pengkhianatan, pengaruh keluarga yang merusak, dan campur tangan Tuhan yang ajaib untuk menjaga janji-Nya tetap hidup di tengah upaya pemusnahan total keturunan Daud. Kisah ini berfokus pada dua tokoh yang sangat kontras pengaruhnya: Atalya, sang ibu yang menyesatkan, dan Yosabat, sang bibi yang menyelamatkan.Ahazia menjadi raja menggantikan ayahnya, Yoram. "Ia pun hidup menurut jalan keluarga Ahab, karena ibunya menasihatinya untuk melakukan yang fasik.” Penasihat yang salah dapat menghancurkan masa depan kita. Atalya seharusnya menjadi pelindung bagi rohani anaknya, namun ia justru menjadi pendorong utama kejatuhan anaknya. Siapa yang kita izinkan memberi nasihat dalam hidup kita? Jangan hanya mencari orang yang setuju dengan kita, tetapi carilah orang yang berani mengarahkan kita kembali kepada Tuhan.Setelah Ahazia mati, Atalya melakukan tindakan yang sangat keji: ia berusaha membunuh seluruh keturunan raja Yehuda agar ia bisa berkuasa. Ini bukan sekadar perebutan kekuasaan politik, melainkan upaya iblis untuk memutuskan garis keturunan Mesias (Yesus Kristus) yang dijanjikan berasal dari keturunan Daud. Musuh selalu berusaha mencuri, membunuh, dan membinasakan masa depan kita. Iblis akan mencoba mematikan potensi, iman, dan janji Tuhan dalam hidup kita. Namun, kita harus ingat bahwa rencana manusia, sejahat apa pun itu, tidak akan pernah bisa membatalkan rencana kedaulatan Tuhan.Di tengah pembantaian itu, muncullah Yosabat, putri raja Yoram (bibi dari bayi Yoas). Dengan keberanian luar biasa, ia membawa bayi Yoas dari tengah-tengah anak-anak raja yang hendak dibunuh, lalu menyembunyikannya. Tuhan selalu menyediakan "penyelamat" di tengah krisis. Kita mungkin merasa sendirian menghadapi lingkungan yang buruk, tetapi Tuhan bisa memakai kita menjadi "Yosabat" bagi orang lain, seseorang yang menjaga harapan dan iman tetap hidup ketika segalanya tampak hancur. Keberanian satu orang bisa menyelamatkan seluruh rencana Tuhan bagi sebuah bangsa.Yoas disembunyikan di rumah Tuhan selama enam tahun sementara Atalya memerintah. Selama masa itu, Yoas tumbuh dalam perlindungan dan pengajaran yang benar di dalam bait Tuhan, jauh dari pengaruh jahat Atalya. Ada masa-masa dalam hidup kita di mana seolah-olah "orang jahat" yang menang (seperti Atalya yang memerintah). Namun, jangan tertipu. Tuhan sedang mempersiapkan sesuatu yang baru di tempat tersembunyi. Kesabaran dalam masa penantian adalah kunci untuk melihat kemenangan Tuhan di masa depan.Refleksi:Bagaimana keberanian Yosabat menyelamatkan Yoas menunjukkan peran penting orang-orang yang bekerja “di balik layar”?Mengapa Tuhan sering memakai orang yang tidak memiliki posisi publik untuk menjaga rencana-Nya tetap berjalan?Siapa “pahlawan di balik layar” dalam kehidupan rohani kita, dan bagaimana kita dapat menghargai serta meneladani mereka?Doa:Allah Bapa, berikanlah kami hikmat untuk memilih penasihat yang takut akan Engkau. Berikanlah kami keberanian untuk melindungi apa yang kudus dan benar di tengah lingkungan yang mungkin sedang menjauh dari-Mu. Kami percaya bahwa janji-Mu atas hidup kami tidak akan pernah gagal oleh rencana manusia mana pun. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
1 Agustus 2026
Memilih Pasangan Hidup
Pemerintahan Yoram, putra Yosafat, adalah salah satu masa tergelap dalam sejarah Yehuda. Berbeda dengan ayahnya yang saleh, Yoram memilih jalan kekejaman dan penyembahan berhala. Yoram memulai pemerintahannya dengan pertumpahan darah. Ia membunuh semua saudaranya demi mengamankan takhtanya. Tindakan ini menjadi awal dari serangkaian tragedi yang menghancurkan hidup dan kerajaannya.Alkitab mencatat dengan jelas penyebab kejatuhan Yoram: "Ia hidup menurut jalan raja-raja Israel... sebab anak Ahab telah menjadi istrinya". Atalya, putri Ahab dan Izebel, membawa pengaruh penyembahan berhala dan kekejaman ke dalam keluarga Yoram. Hubungan yang intim, seperti pernikahan atau persahabatan karib, memiliki kekuatan untuk membangun atau menghancurkan iman kita. Jangan meremehkan pengaruh orang-orang di sekitar kita. Pastikan lingkaran terdekat kita adalah orang-orang yang mendorong kita semakin dekat kepada Tuhan, bukan menjauhkan kita.Meskipun Yoram sangat fasik, satu kalimat yang tercatat dalam Alkitab yang mengharukan: "Namun demikian, TUHAN tidak mau memusnahkan keluarga Daud oleh karena perjanjian yang diikat-Nya dengan Daud." Tuhan tetap setia pada janji-Nya bukan karena Yoram baik, melainkan karena kasih setia-Nya kepada Daud. Kita bertahan hari ini bukan karena kehebatan kita, tetapi karena anugerah-Nya. Tuhan seringkali menahan murka-Nya atas kesalahan kita demi kesetiaan-Nya pada janji-janji-Nya. Namun, jangan jadikan anugerah ini sebagai izin untuk terus berbuat dosa. Anugerah seharusnya membawa kita pada pertobatan, bukan pada kekebalan hati.Tuhan tidak membiarkan Yoram tanpa peringatan. Sebuah surat dari Nabi Elia datang menyampaikan nubuat hukuman atas kekejaman dan penyembahan berhala yang dilakukannya. Yoram diberi tahu secara detail tentang penyakit dan kekalahan yang akan menimpanya. Sebelum kehancuran datang, Tuhan seringkali mengirimkan “surat”, melalui khotbah, teguran teman, atau suara hati, untuk memperingatkan kita. Masalahnya, apakah kita mau merendahkan diri dan berbalik, ataukah kita tetap mengeraskan hati seperti Yoram? Yoram mati dalam kesakitan yang hebat, dan Alkitab mencatat kalimat yang sangat menyedihkan: "Ia meninggal dengan tidak dicintai orang." Ia dikuburkan di kota Daud, tetapi tidak di dalam pekuburan raja-raja.Hiduplah sedemikian rupa sehingga kehadiran kita menjadi berkat dan kepergian kita meninggalkan kerinduan. Hidup yang hanya mencari kekuasaan dan memuaskan diri sendiri pada akhirnya akan berakhir dalam kesepian dan kehinaan.Refleksi:Mengapa Alkitab menyoroti latar belakang rohani pasangan Yoram sebagai faktor penting dalam kejatuhannya?Bagaimana pengaruh pasangan hidup dapat memperkuat atau justru merusak komitmen iman seseorang?Apa pelajaran dari kenyataan bahwa posisi, warisan rohani, atau awal yang baik tidak menjamin akhir yang baik tanpa pilihan relasi yang benar?Doa:Allah Bapa, jauhkanlah kami dari jalan yang fasik. Berikanlah kami hikmat dalam memilih pergaulan dan pasangan hidup. Jangan biarkan kami mengeraskan hati saat Engkau menegur kami. Kami rindu agar hidup kami menjadi berkat bagi orang lain, sehingga ketika kami menyelesaikan tugas kami di bumi, kami meninggalkan warisan iman yang memuliakan nama-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT