Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
26 Agustus 2026
Pertobatan Menuntut pengorbanan
Kitab Ezra tidak hanya berisi ratapan dan doa, tetapi juga ada aksi dan resolusi. Pertobatan bukan sekadar tetesan air mata di depan mezbah, melainkan sebuah keputusan sulit untuk meninggalkan apa yang mendukakan hati Tuhan. Ketika Ezra berdoa, menangis, dan bersujud, terjadilah gerakan di antara umat. Alkitab mencatat ada "jemaat yang sangat besar" yang datang berkumpul dan ikut menangis. Kehancuran hati seorang pemimpin memicu kebangunan rohani di seluruh bangsa.Kejujuran kita dalam bertobat bisa menginspirasi orang lain. Saat kita berani mengakui kesalahan di depan keluarga atau komunitas, kita sebenarnya sedang membuka pintu bagi orang lain untuk juga berdamai dengan Tuhan. Jangan remehkan pengaruh doa dan air mata yang tulus; itu bisa menjadi api yang menyulut pertobatan massal.Sekhanya bin Yehiel memberikan pernyataan: "Kami telah melakukan pengkhianatan terhadap Tuhan kami... Namun sekarang, masih ada harapan bagi Israel." Harapan itu muncul bukan karena dosa mereka kecil, tetapi karena mereka bersedia mengakuinya. Selalu ada harapan bagi mereka yang mau jujur. Musuh sering membisikkan bahwa dosa kita terlalu besar sehingga tidak ada lagi jalan pulang. Namun, kebenaran Firman berkata bahwa selama kita bersedia mengakui dan mengikat perjanjian kembali dengan Tuhan, pintu harapan selalu terbuka lebar.Pertobatan itu tidak mudah. Mereka harus mengambil tindakan yang menyakitkan secara emosional, yaitu memisahkan diri dari istri-istri asing yang membawa mereka pada penyembahan berhala. Sebuah proses yang memakan waktu lama, dilakukan dengan hati-hati, dan melewati penyelidikan. Pertobatan menuntut pengorbanan. Mengikuti Tuhan sering kali berarti kita harus melepaskan hubungan, kebiasaan, atau kenyamanan yang menjadi penghalang rohani kita. Itu mungkin terasa "menyakitkan" seperti operasi medis, tetapi itu perlu untuk menyelamatkan "nyawa" rohani kita.Tetaplah waspada dan rendah hati. Siapa pun bisa jatuh jika tidak menjaga kekudusan. Namun, Tuhan mencatat mereka yang akhirnya mau mengakui kesalahan mereka dan memberikan korban penebus salah. Tuhan lebih menghargai orang berdosa yang bertobat daripada orang merasa benar yang tetap dalam dosanya.Refleksi:Apa perbedaan antara rasa bersalah secara emosional dan pertobatan yang menuntut perubahan nyata?Bagaimana peran kepemimpinan rohani (Ezra dan para pemimpin) dalam menuntun umat pada pertobatan yang taat?Mengapa pertobatan sering kali menyentuh area hidup yang paling mahal dan menyakitkan?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau selalu memberikan harapan bagi hati yang bertobat. Berikanlah kami keberanian bukan hanya untuk mengakui dosa kami, tetapi untuk melakukan tindakan nyata dalam meninggalkannya. Kami mau hidup kudus dan tidak berkompromi dengan dunia. Biarlah hidup kami menjadi kesaksian akan kuasa pemulihan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
25 Agustus 2026
"Kami" Bukan "Mereka"
Setelah perjalanan yang sukses dan penuh mukjizat perlindungan Tuhan, Ezra dihadapkan pada kenyataan pahit bahwa umat Tuhan telah mengompromikan kekudusan mereka. Dosa bukan hanya pelanggaran hukum, tetapi pengkhianatan terhadap kasih Tuhan. Ezra menunjukkan bagaimana seharusnya sikap kita saat menyadari adanya dosa di tengah-tengah kita.Para pemimpin melaporkan kepada Ezra bahwa orang Israel, bahkan para imam dan orang Lewi, tidak memisahkan diri dari penduduk negeri itu dan telah melakukan perkawinan campur. Akar masalahnya bukan sekadar soal suku bangsa, melainkan pencampuran "benih kudus" dengan penyembahan berhala. Kekudusan adalah memisahkan diri bagi Tuhan. Dunia sering menawarkan “asimilasi”, ajakan untuk perlahan-lahan mengikuti gaya hidup, nilai-nilai, dan prioritas yang tidak sesuai dengan Firman Tuhan. Kompromi sering kali dimulai dari hal kecil, namun tujuannya adalah melunturkan identitas kita sebagai anak Tuhan. Apakah ada area dalam hidup kita di mana kita mulai "bercampur" dengan nilai-nilai dunia yang menjauhkan kita dari Tuhan?Saat mendengar berita itu, Ezra tidak marah-marah atau menghakimi; ia justru mengoyakkan pakaiannya, mencabut rambut kepala dan janggutnya, dan duduk tertegun. Ia merasakan duka yang luar biasa karena ia mengerti betapa beratnya pelanggaran ini di mata Tuhan. Ezra mengingatkan kita bahwa dosa harus membuat kita berduka. Kepekaan rohani diukur dari seberapa hancur hati kita saat melihat kekudusan Tuhan dinodai.Dalam doanya, Ezra tidak berkata, "Tuhan, kasihanilah mereka yang berdosa." Ia berkata, "Ya Tuhanku, aku malu... karena dosa kami telah menumpuk...". Sebagai pemimpin, ia mengambil tanggung jawab dan mengidentifikasikan dirinya dengan kegagalan bangsanya. Milikilah hati yang ikut bertanggung jawab. Sangat mudah untuk menunjuk jari pada kegagalan gereja, keluarga, atau bangsa. Namun, Tuhan mencari orang-orang yang bersedia berdiri di celah (syafaat) dan mengakui dosa bersama. Pertobatan kolektif dimulai dari kerendahan hati individu yang mengaku: "Kami telah bersalah."Ezra mengakui bahwa meskipun mereka dihukum melalui pembuangan, Tuhan tetap memberikan "saat yang singkat" untuk belas kasihan dan menyisakan "sisa" yang selamat. Namun, umat justru menyalahgunakan kebaikan itu dengan berbuat dosa lagi. Jangan salah gunakan kesabaran Tuhan. Anugerah Tuhan bukan lisensi untuk terus berbuat dosa, melainkan kesempatan untuk berbalik. Hanya melalui pengakuan yang jujur, pemulihan bisa dimulai.Refleksi:Mengapa Ezra memakai kata “kami” dalam pengakuan dosanya, padahal ia pribadi tidak terlibat langsung dalam dosa itu?Apa makna keruntuhan hati Ezra ketika mendengar dosa umat, dan apa yang hal itu ungkapkan tentang kepemimpinan rohani?Bagaimana perbedaan antara sikap menghakimi (“mereka”) dan sikap solidaritas rohani (“kami”) dalam menghadapi dosa umat?Doa:Allah Bapa, ampunilah kami jika kami sering menganggap remeh dosa. Berikanlah kami hati yang peka seperti Ezra, yang menghargai kekudusan-Mu di atas segala hal. Kami mengaku bahwa kami sering berkompromi dengan dunia. Sucikanlah hati kami kembali, dan pakailah hidup kami sebagai saluran pertobatan bagi orang-orang di sekitar kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT