Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

2 November 2026

Antara Memiliki dan Menikmati

Salomo mengangkat sebuah realita yang pahit dan ironis. Ia berbicara tentang seseorang yang memiliki segalanya, kekayaan, harta benda, kehormatan, hingga umur panjang dan keluarga besar, namun ia tetap merasa hampa dan tidak bahagia. Salomo mengingatkan kita bahwa memiliki "banyak hal" berbeda dengan memiliki "kemampuan untuk menikmatinya.” Kekayaan tanpa kemampuan untuk bersyukur hanyalah sebuah beban yang indah namun hampa.Salomo melihat sebuah kemalangan: ada orang yang diberkati Tuhan dengan kekayaan dan kemuliaan sehingga ia tidak kekurangan apa pun, tetapi Tuhan tidak mengizinkannya menikmatinya. Sebaliknya, justru "orang asing" yang memakannya. Ini bisa merujuk pada penyakit, kematian mendadak, atau situasi yang membuat harta itu berpindah tangan. Keberhasilan bukanlah milik kita sepenuhnya. Kita sering bekerja keras seolah-olah kita adalah pemilik mutlak atas hasil keringat kita. Tanpa perkenanan Tuhan, harta yang melimpah justru bisa menjadi sumber siksaan batin. Jangan hanya berdoa meminta berkat, tetapi berdoalah meminta hati yang bisa menikmati berkat itu di dalam Tuhan.Salomo memberikan perbandingan yang sangat tajam. Bahkan jika seseorang memiliki seratus anak dan hidup ribuan tahun, tetapi jiwanya tidak puas dengan kebaikan dan ia tidak mendapat penguburan yang layak, maka "anak gugur" (bayi yang mati dalam kandungan) jauh lebih beruntung daripadanya. Mengapa? Karena bayi itu setidaknya menemukan ketenangan, sementara orang kaya yang tidak puas itu hidup dalam kegelisahan yang panjang. Kualitas hidup lebih penting daripada kuantitas umur. Hidup yang panjang namun diisi dengan ketidakpuasan, keserakahan, dan hati yang jauh dari Tuhan adalah hidup yang sia-sia. Jangan mengejar angka (lebih banyak harta, lebih banyak tahun), tetapi kejarlah kedalaman hubungan dengan Sang Pencipta. Kepuasan jiwa tidak datang dari berapa lama kita hidup, tetapi dari untuk siapa kita hidup."Segala jerih payah manusia adalah untuk mulutnya, namun keinginannya tidak pemuas-muasnya." Salomo menyarankan bahwa lebih baik melihat apa yang ada di depan mata (bersyukur atas apa yang dimiliki saat ini) daripada membiarkan keinginan hati mengembara tanpa henti mengejar apa yang belum ada. Berhentilah mengejar bayangan. Keinginan manusia itu seperti lubang tanpa dasar; semakin diberi, semakin menuntut. Jika kita selalu berpikir bahwa kebahagiaan ada pada "apa yang belum kita miliki," maka kita tidak akan pernah bahagia. Kebahagiaan sejati dimulai saat kita melihat apa yang ada di tangan kita hari ini dan berkata, "Ini cukup karena Tuhan besertaku."Salomo menutup dengan mengingatkan bahwa manusia tidak dapat membantah Dia yang lebih kuat daripadanya (Allah). Siapa yang tahu apa yang baik bagi manusia selama hidupnya yang singkat, yang dilewatkannya seperti bayangan? Bersandarlah pada Dia yang tahu masa depan. Kita sering merasa paling tahu apa yang terbaik bagi diri kita, padahal kita tidak tahu apa yang akan terjadi besok. Daripada lelah berdebat dengan keadaan atau mencoba mengatur segala sesuatu sesuai keinginan kita, lebih baik kita berserah kepada Tuhan. Dia adalah satu-satunya yang tahu makna di balik setiap peristiwa dalam hidup kita yang singkat ini.Refleksi:Apa perbedaan antara memiliki berkat dan benar-benar menikmati berkat itu sebagai anugerah Tuhan?Bagaimana memahami kenyataan bahwa kemampuan untuk menikmati hidup juga adalah pemberian Tuhan?Apa arti menerima keterbatasan manusia dalam mengetahui masa depan dan mengendalikan hasil?Doa:Allah Bapa, terima kasih untuk setiap berkat yang Engkau percayakan kepada kami. Ampunilah kami jika selama ini kami terlalu sibuk mengejar apa yang tidak ada hingga kami lupa menikmati apa yang telah Engkau berikan. Berikanlah kami hati yang puas dan jiwa yang tenang di dalam-Mu. Kami sadar hidup kami singkat seperti bayangan, karena itu biarlah setiap detiknya kami lalui dengan penuh rasa syukur dan ketergantungan kepada-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

1 November 2026

Ibadah yang Benar dan Kepuasan yang Sejati

Salomo mengalihkan perhatiannya dari hiruk pikuk dunia luar menuju Rumah Tuhan. Ia memberikan peringatan keras bahwa kesia-siaan tidak hanya terjadi di pasar atau istana, tetapi bisa juga terjadi di dalam tempat ibadah jika kita datang dengan sikap hati yang salah. Tuhan tidak mencari banyaknya kata-kata atau megahnya persembahan kita, melainkan ketulusan hati yang mau mendengar dan rasa syukur yang dalam atas apa yang ada.Salomo memperingatkan: "Jagalah langkahmu, kalau engkau pergi ke rumah Tuhan!" Ia menekankan bahwa mendekat untuk mendengar jauh lebih baik daripada sekadar mempersembahkan korban seperti orang bebal. Janganlah terburu-buru dengan mulutmu, sebab Tuhan ada di sorga dan engkau di bumi. Ibadah dimulai dengan sikap hormat (gentar). Sering kali kita datang berdoa hanya untuk menyodorkan daftar keinginan, atau bernyanyi tanpa merenungkan liriknya. Kita lupa bahwa kita sedang berhadapan dengan Raja Alam Semesta. Datanglah ke hadapan Tuhan dengan sikap seorang murid yang siap mendengar, bukan instruktur yang memberi perintah. Sedikit bicara namun banyak merenungkan firman-Nya adalah tanda hikmat rohani.Salomo menegaskan bahwa lebih baik tidak bernazar daripada bernazar tetapi tidak menepatinya. Jangan biarkan mulut kita membawa kita ke dalam dosa. Tuhan memegang kata-kata kita. Jangan mudah mengucap janji kepada Tuhan saat sedang emosional atau butuh pertolongan, lalu melupakannya saat masalah selesai. Tuhan menghargai integritas. Biarlah "Ya" kita berarti "Ya", dan "Tidak" kita berarti "Tidak". Kesetiaan dalam hal-hal kecil, termasuk kata-kata kita, adalah bentuk ibadah yang nyata."Siapa mencintai uang tidak akan puas dengan uang, dan siapa mencintai kelimpahan tidak akan puas dengan hasilnya." Salomo melihat bahwa semakin banyak harta, semakin banyak pula "orang yang memakannya," dan pemiliknya hanya bisa "menonton" saja. Uang adalah alat, bukan tujuan. Jika kita menjadikan kekayaan sebagai sumber kebahagiaan, kita akan terjebak dalam rasa haus yang abadi. Kelimpahan materi sering kali membawa kecemasan baru (susah tidur karena memikirkan harta), sementara orang yang bekerja sederhana justru bisa tidur nyenyak. Jangan biarkan apa yang kita miliki justru "memiliki" kita.Setelah memaparkan kesia-siaan harta, Salomo memberikan solusi indah: kemampuan untuk menikmati hasil jerih payah adalah karunia Tuhan. Orang yang diberikan kekayaan sekaligus kemampuan untuk menikmatinya akan memiliki hati yang bersukacita karena Tuhan memenuhi hatinya dengan kegembiraan. Sukacita adalah soal pemberian Tuhan, bukan jumlah tabungan. Banyak orang kaya tetapi tidak bisa menikmati apa pun karena sakit atau kuatir. Di sisi lain, ada orang yang hidup sederhana namun hatinya penuh tawa. Mintalah kepada Tuhan bukan hanya berkat-Nya, tetapi juga "kemampuan untuk menikmati" berkat tersebut. Jika Tuhan memenuhi hati kita dengan sukacita, kita tidak akan terlalu memusingkan kefanaan hidup ini.Refleksi:Apakah pernah menemukan bahwa semakin banyak kita memiliki, semakin sulit kita merasa puas?Bagaimana memahami peringatan bahwa mencintai uang tidak pernah membawa kepuasan sejati?Bagaimana dapat menikmati berkat materi tanpa diperbudak olehnya?Doa:Allah Bapa, ajarlah kami untuk menjaga langkah kami dan hati kami setiap kali kami datang menyembah-Mu. Biarlah kata-kata kami sedikit namun penuh makna dan ketaatan. Ampunilah kami jika selama ini kami terlalu mencintai dunia dan lupa bahwa hanya Engkau yang bisa memuaskan dahaga kami. Berikanlah kami hikmat untuk menikmati setiap berkat kecil hari ini dengan hati yang bersyukur. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.