Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

18 Oktober 2026

Hikmat Tidak Mengenal Usia

Setelah perdebatan panjang antara Ayub dan ketiga sahabatnya berakhir dengan kebuntuan, muncul seorang tokoh baru bernama Elihu. Selama ini ia hanya menyimak karena merasa dirinya paling muda, namun kini ia tidak tahan lagi. Elihu yang mewakili suara orang muda yang gelisah, yang berusaha mencari jalan tengah antara penderitaan manusia dan kedaulatan Tuhan. Kedewasaan rohani tidak selalu sejalan dengan jumlah usia, melainkan sejalan dengan keterbukaan hati seseorang terhadap pimpinan Roh Tuhan.Elihu marah kepada dua pihak. Ia marah kepada Ayub karena Ayub merasa dirinya lebih benar daripada Tuhan. Ia juga marah kepada ketiga sahabat Ayub karena mereka terus menghakimi Ayub tanpa bisa memberikan jawaban yang memuaskan. Kemarahan Elihu bukan karena ia benci, melainkan karena ia cemburu akan kemuliaan Tuhan dan prihatin terhadap jalan buntu yang dihadapi sesamanya. Sering kali kita marah karena ego kita tersinggung, bukan karena kebenaran sedang diinjak-injak. Belajarlah untuk memiliki hati yang tidak tahan melihat perpecahan dan kebingungan, lalu carilah cara untuk membawa terang, bukan sekadar menambah kebisingan.Elihu mengakui bahwa ia sebelumnya menahan diri karena rasa hormat kepada yang lebih tua. Ia berpikir, "Biarlah usia berbicara." Namun, ia sampai pada kesimpulan yang mendalam: "Tetapi roh yang di dalam manusia, dan nafas Yang Mahakuasa, itulah yang memberi pengertian.” Sumber hikmat adalah Roh Tuhan, bukan sekadar pengalaman. Pengalaman hidup memang berharga, tetapi pengalaman tanpa bimbingan Roh Kudus sering kali hanya melahirkan prasangka. Sebaliknya, orang muda yang rendah hati di hadapan Tuhan bisa memiliki pengertian yang melampaui usianya. Jangan pernah merasa terlalu muda untuk melayani Tuhan, dan jangan pernah merasa terlalu tua untuk belajar hal baru dari-Nya.Elihu telah menunggu dan mendengarkan dengan sabar semua argumen mereka. Ketika ia melihat bahwa tidak ada satu pun dari mereka yang berhasil meyakinkan Ayub, ia memutuskan untuk angkat bicara. Ia tidak ingin terjebak dalam pola pikir yang sama dengan ketiga sahabat Ayub yang hanya mengandalkan rumus-rumus teologi kuno. Jadilah pendengar yang baik sebelum menjadi pembicara yang baik. Elihu memberi teladan bahwa untuk bisa memberikan solusi, kita harus memahami masalahnya terlebih dahulu. Jangan terburu-buru menghakimi orang lain. Dengarkan keluhan mereka, pahami pergumulan mereka, dan mintalah tuntunan Tuhan agar kata-kata kita menjadi obat, bukan racun.Elihu merasa sesak jika tidak bicara; bagaikan anggur yang tidak mendapat lubang hawa (ayat 19). Namun, ia berjanji satu hal: ia tidak akan memihak kepada siapa pun dan tidak akan menjilat (memberi gelar sanjungan). Ia takut bahwa jika ia tidak jujur, Penciptanya akan segera mengambil nyawanya. Kebenaran harus disampaikan tanpa kompromi. Terkadang kita takut bicara jujur karena takut menyinggung perasaan atau takut kehilangan teman. Elihu mengajarkan bahwa integritas berarti mengatakan apa yang benar di mata Tuhan tanpa takut pada penilaian manusia. Katakanlah kebenaran dengan kasih, tanpa niat untuk menjilat atau menjatuhkan.Refleksi:Apakah pernah meremehkan seseorang hanya karena lebih muda atau kurang berpengalaman?Bagaimana kita membedakan antara dorongan Roh dan dorongan emosi ketika ingin menyampaikan pendapat?Apa bahaya menahan kebenaran terlalu lama, dan apa bahaya berbicara terlalu cepat?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena hikmat-Mu tersedia bagi setiap orang yang berserah kepada-Mu. Berikanlah kami roh pengertian agar kami bisa melihat setiap persoalan hidup dengan kacamata-Mu. Ampunilah kami jika selama ini kami terlalu sombong dengan pengalaman kami atau terlalu takut karena kemudaan kami. Biarlah kata-kata kami hari ini lahir dari tuntunan Roh-Mu, membawa kedamaian dan kebenaran bagi mereka yang sedang mencari jawaban. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

17 Oktober 2026

Menjaga Mata dan Pikiran

Ayub terdiam dan menunggu jawaban Tuhan. Ayub tidak lagi berdebat dengan manusia, melainkan ia memaparkan "sumpah integritasnya". Ia mengundang pemeriksaan Tuhan atas setiap aspek hidupnya, bukan hanya tindakan luarnya, tetapi sampai ke motif batin dan pikiran yang paling rahasia. Karakter yang sejati adalah siapa kita saat tidak ada orang yang melihat, dan bagaimana kita memperlakukan mereka yang tidak bisa memberi keuntungan bagi kita.Ayub memulai dengan hal yang sangat mendasar: "Aku telah menetapkan syarat bagi mataku, masakan aku memperhatikan perawan?" Ia menyadari bahwa dosa dimulai dari pandangan mata yang turun ke hati. Ia tahu bahwa Tuhan melihat segala jalannya dan menghitung setiap langkahnya. Kekudusan dimulai dari disiplin mata. Di era digital ini, kita dibombardir dengan godaan visual. Integritas Kristen tidak cukup hanya dengan tidak berzina secara fisik; ia dimulai dengan membuat "perjanjian" dengan mata kita sendiri. Ingatlah bahwa Tuhan bukan hanya penonton jarak jauh; Ia memperhatikan detail pikiran dan niat kita. Kesadaran akan kehadiran Tuhan adalah benteng terkuat melawan godaan.Ayub memaparkan standar moral yang luar biasa: ia tidak pernah meremehkan hak hamba-hambanya (sesuatu yang jarang terjadi di zaman itu). Mengapa? Karena ia sadar: "Bukankah Ia, yang membuat aku dalam kandungan, membuat orang itu juga?" (ayat 15). Ia juga memastikan yatim piatu, janda, dan mereka yang kedinginan mendapatkan perlindungan dari miliknya. Cara kita memperlakukan orang yang "kecil" menunjukkan hubungan kita dengan Tuhan. Ayub memandang semua orang sederajat karena mereka memiliki Pencipta yang sama. Apakah kita menghargai orang lain berdasarkan kegunaannya bagi kita, atau karena mereka adalah gambar Tuhan? Integritas sejati terlihat dari cara kita memperlakukan asisten rumah tangga, bawahan di kantor, atau orang miskin di jalanan.Ayub bersumpah bahwa ia tidak pernah menjadikan emas sebagai sandarannya atau bergembira secara berlebihan karena kekayaannya. Ia tahu bahwa memuja harta adalah bentuk pengkhianatan kepada Tuhan yang di atas. Uang adalah hamba yang baik, tapi tuan yang kejam. Masalahnya bukan pada memiliki uang, tetapi pada "menaruh harap" pada uang. Ayub tetap setia kepada Tuhan saat kaya, itulah sebabnya ia bisa tetap bertahan saat jatuh miskin. Apakah keamanan kita hari ini terletak pada saldo bank atau pada kesetiaan Tuhan?"Apakah aku bersukacita karena kecelakaan pembenciku... Aku tidak membiarkan mulutku berbuat dosa dengan mengutuk nyawanya.” Kemenangan terbesar adalah mengasihi musuh. Sangat manusiawi untuk merasa senang saat orang yang menjahati kita tertimpa sial. Namun, Ayub menolak rasa senang itu. Ia menjaga hatinya agar tetap bersih dari racun kebencian. Integritas sejati berarti menjaga hati agar tetap penuh kasih, bahkan kepada mereka yang tidak layak mendapatkannya.Refleksi:Apa saja area tersembunyi dalam hidup kita yang perlu kita jaga lebih sungguh-sungguh di hadapan Tuhan?Bagaimana kita merespons ketika memiliki kesempatan untuk mengambil keuntungan secara tidak jujur?Apa perbedaan antara menjaga reputasi dan menjaga hati?Doa:Allah Bapa, terima kasih untuk standar integritas yang Engkau tunjukkan melalui hidup Ayub. Selidikilah hati kami, ya Tuhan, dan kenallah pikiran kami. Ampunilah kami jika mata kami sering melirik pada dosa dan hati kami sering terpikat pada harta. Ajarlah kami untuk memperlakukan setiap orang sebagai sesama yang berharga di mata-Mu. Biarlah hidup kami menjadi buku yang terbuka di hadapan-Mu, penuh dengan kejujuran dan kasih. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.