Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
8 Agustus 2026
Kehilangan Identitas
Raja Ahas, yang secara mengejutkan menjadi salah satu raja paling fasik di Yehuda, meskipun ia memiliki ayah yang saleh (Yotam). Berbeda dengan para pendahulunya yang sering kali mencari Tuhan saat terdesak, Ahas justru menunjukkan pola hidup yang sangat berbeda: semakin ia ditekan oleh masalah, semakin ia memberontak kepada Tuhan.Ahas tidak hidup seperti Daud. Ia justru mengikuti jalan raja-raja Israel, membuat patung-patung tuangan untuk para Baal, bahkan melakukan hal yang sangat keji dengan mengorbankan anak-anaknya sendiri dalam api. Ahas hidup di Yehuda, tetapi hatinya ada di penyembahan berhala bangsa-bangsa lain. Jika kita mulai merasa bahwa cara-cara dunia (kecurangan, kompromi dosa, atau mengandalkan kekuatan gelap) lebih menjanjikan daripada cara Tuhan, kita sedang berada di jalur yang sama dengan Ahas.Tuhan membiarkan Ahas dikalahkan oleh raja Aram dan raja Israel. Ratusan ribu orang Yehuda tewas dan ditawan. Ini adalah disiplin Tuhan agar Ahas sadar dan kembali. Namun, bukannya bertobat, Ahas justru mencari bantuan kepada bangsa asing, raja Asyur. Saat kita mengalami kegagalan atau tekanan, berhentilah sejenak dan tanyakan: "Tuhan, apakah Engkau sedang mencoba menegurku melalui situasi ini?"Kebodohan Ahas yang besar: "Dalam masa kesesakannya raja Ahas ini malah semakin berubah setia kepada TUHAN... Ia mempersembahkan korban kepada para Tuhan orang Damsyik yang telah mengalahkan dia." Ahas berpikir bahwa karena dewa-dewa Aram membantu musuhnya, maka ia harus menyembahnya juga. Ia lupa bahwa yang mengalahkan dia bukan dewa Aram, melainkan Tuhan yang sedang menghukumnya. Jangan terkecoh oleh "kesuksesan" orang dunia yang tidak takut Tuhan. Sering kali kita tergoda mengikuti cara hidup orang yang fasik hanya karena mereka terlihat "sukses" atau "menang". Padahal, kesuksesan tanpa Tuhan adalah jerat yang pada akhirnya akan membawa kehancuran.Di puncak kefasikannya, Ahas mengumpulkan perkakas rumah Tuhan dan memotong-motongnya, serta menutup pintu rumah TUHAN. Ia secara simbolis dan praktis menghentikan hubungan bangsanya dengan Tuhan. Jangan pernah menutup "pintu" komunikasi dengan Tuhan. Dalam keputusasaan atau kekecewaan yang dalam sekalipun, jangan berhenti berdoa atau bersekutu. Ketika kita menutup diri dari hadirat Tuhan, kita menutup satu-satunya sumber pertolongan yang sejati.Refleksi:Bagaimana penyembahan berhala dan peniruan bangsa lain mencerminkan krisis identitas rohani Yehuda?Mengapa tekanan politik dan ketakutan sering membuat umat Tuhan mengorbankan identitas iman mereka?Apa bahaya jika ibadah dan simbol rohani diubah agar “lebih relevan” tetapi kehilangan makna kebenaran?Doa:Allah Bapa, ampunilah kami jika sering kali dalam masa kesesakan kami, kami justru mencari pertolongan di tempat yang salah. Berikanlah kami hati yang lembut untuk menerima disiplin-Mu sebagai bentuk kasih-Mu. Jangan biarkan kami berpaling pada berhala-berhala dunia ini. Kami mau menjaga pintu hati kami selalu terbuka bagi Roh-Mu, agar kami tetap menemukan jalan pulang ke dalam dekapan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
7 Agustus 2026
Rahasia Menjadi Kuat
Yotam, putra Uzia, berbeda dengan ayah, kakek, dan buyutnya yang semuanya memulai dengan baik namun berakhir dengan tragis, Yotam adalah salah satu dari sedikit raja Yehuda yang memiliki grafik kehidupan yang stabil dan konsisten. Yotam melihat kesuksesan ayahnya (Uzia) dalam membangun bangsa, dan ia meneladaninya. Namun, ia juga melihat ayahnya menjadi kusta karena sombong dan melanggar kekudusan Bait Tuhan. Yotam belajar dari tragedi itu. Ia memutuskan: "Aku akan mengikuti jejak ayahku dalam hal prestasi, tetapi aku tidak akan mengikuti jejaknya dalam hal kesombongan.” Kita tidak harus mengalami kegagalan sendiri untuk menjadi bijak. Belajarlah dari sejarah dan orang-orang di sekitar kita. Ambillah teladan baik dari orang tua atau pemimpin kita, tetapi jadikan kesalahan mereka sebagai "lampu kuning" agar kita tidak jatuh di lubang yang sama.Yotam terus membangun: ia memperbaiki Pintu Gerbang Tinggi di Bait Tuhan, membangun tembok di bukit Ofel, serta kota-kota dan menara-menara di pegunungan. Ia tidak terganggu oleh ambisi yang menyimpang; ia fokus pada tanggung jawabnya untuk memperkuat negeri. Kekuatan sejati lahir dari konsistensi dalam hal-hal kecil. Yotam tidak mencari sensasi rohani yang aneh-aneh (seperti ayahnya yang ingin membakar ukupan sendiri); ia melakukan tugasnya sebagai raja dengan setia."Yotam menjadi kuat, karena ia mengarahkan jalan-jalannya kepada TUHAN, Tuhannya.” Berbeda dengan Uzia yang menjadi kuat lalu menjadi sombong, Yotam menjadi kuat karena ia menundukkan setiap langkahnya di bawah otoritas Tuhan. Mengarahkan jalan kepada Tuhan berarti selalu berkonsultasi dengan-Nya sebelum melangkah, memastikan bahwa setiap rencana selaras dengan Firman-Nya.Meskipun Yotam sangat baik, "rakyat masih saja melakukan hal yang merusak." Ini adalah realita pelayanan. Yotam tidak bisa memaksa hati rakyatnya, tetapi ia bisa memastikan bahwa dirinya sendiri tetap benar di hadapan Tuhan. Kita bertanggung jawab atas karakter kita sendiri, bukan atas respon orang lain. Jangan biarkan lingkungan yang buruk atau orang-orang yang tidak mau berubah di sekitar kita melemahkan semangat kita untuk tetap hidup benar. Tetaplah menjadi "Yotam" meskipun orang lain tetap hidup dalam kerusakan.Refleksi:Mengapa ketaatan yang tenang dan konsisten, meski tidak spektakuler, justru menghasilkan kekuatan sejati?Dalam bagian mana terlihat bahwa kekuatan Yotam mencakup aspek rohani, kepemimpinan, dan keteguhan karakter?Apa bahaya jika kita menilai kekuatan hanya dari keberhasilan lahiriah dan bukan dari kesetiaan di hadapan Tuhan?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas teladan hidup Yotam. Berikan kami hikmat untuk belajar dari kegagalan orang lain agar kami tidak jatuh dalam jerat yang sama. Kami mau mengarahkan setiap langkah dan keputusan kami hanya kepada-Mu. Biarlah kekuatan kami berasal dari ketaatan yang konsisten kepada-Mu, sehingga hidup kami memuliakan nama-Mu sampai akhir. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT