Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
28 Agustus 2026
Evaluasi Sebelum Beraksi
Setelah empat bulan bergumul dalam doa (dari bulan Kislew ke bulan Nisan), pintu kesempatan akhirnya terbuka. Keberhasilan Nehemia bukan terjadi secara kebetulan, tetapi hasil dari perpaduan antara kedaulatan Tuhan, doa yang tekun, dan keberanian untuk mengambil risiko.Saat raja bertanya mengapa mukanya sedih, Nehemia merasa sangat takut karena menunjukkan emosi negatif di depan raja bisa berakibat hukuman mati. Namun, sebelum menjawab, Nehemia mencatat: "Maka aku berdoa kepada Tuhan semesta langit". Kita tidak selalu punya waktu untuk berlutut berjam-jam saat menghadapi krisis mendadak, namun kita selalu punya waktu untuk satu detik doa di dalam hati. Doa singkat itu menghubungkan keterbatasan manusia kita dengan hikmat Tuhan yang tidak terbatas.Ketika raja bertanya, "Apa yang kau inginkan?", Nehemia tidak bingung. Ia sudah menyiapkan rinciannya: izin pulang, surat jalan, hingga kayu untuk bahan bangunan. Ia tahu persis apa yang dibutuhkan karena ia sudah memikirkannya dalam doa. Seringkali kita berkata "percaya saja pada Tuhan," tetapi kita tidak melakukan persiapan apa pun. Tuhan memberkati ketaatan kita, tetapi Ia juga memakai akal budi kita. Persiapan yang matang adalah tanda bahwa kita sungguh-sungguh percaya doa kita akan dijawab.Sesampainya di Yerusalem, Nehemia bangun pada malam hari untuk memeriksa dengan saksama tembok-tembok yang runtuh itu sendirian. Ia ingin melihat realita yang sebenarnya sebelum ia menggerakkan orang lain. Lihatlah masalah kita dengan jujur sebelum mulai bekerja. Jangan terburu-buru mengambil tindakan tanpa memahami akar masalahnya. Baik itu dalam memulihkan hubungan atau menyelesaikan pekerjaan, ambillah waktu untuk mengevaluasi keadaan dengan tenang bersama Tuhan.Begitu pembangunan akan dimulai, muncul tokoh-tokoh seperti Sanbalat dan Tobia yang menghina dan menuduh Nehemia memberontak. Jawaban Nehemia sangat tegas: "Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil!”. Jangan biarkan suara pengkritik menghentikan langkah kita. Setiap kali kita ingin membangun sesuatu yang baik, pasti ada suara-suara yang meragukan atau menyerang motivasi kita. Jangan berdebat dengan pengkritik; fokuslah pada Tuhan yang memberikan visi tersebut. Keberhasilan kita bukan bergantung pada persetujuan manusia, melainkan pada penyertaan Tuhan.Refleksi:Mengapa Nehemia memilih waktu yang tepat untuk menyampaikan permohonannya kepada raja?Apa makna tindakan Nehemia yang meninjau tembok pada malam hari sebelum mengajak orang lain terlibat?Mengapa evaluasi yang jujur diperlukan sebelum mengambil langkah besar dalam pelayanan atau kepemimpinan?Doa:Allah Bapa, berikanlah kami keberanian seperti Nehemia untuk berbicara dan melangkah saat Engkau membuka pintu. Ajarlah kami untuk menjadi orang yang bukan hanya pandai berdoa, tetapi juga bijaksana dalam merencanakan. Saat tantangan dan hinaan datang, ingatkanlah kami bahwa Engkau, Tuhan semesta langit, yang akan membuat kami berhasil. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
27 Agustus 2026
Pergumulan Hati Seorang Pemimpin
Jika Kitab Ezra berfokus pada pembangunan Bait Suci dan pengajaran Taurat, Nehemia berfokus pada pembangunan kembali tembok kota dan kepemimpinan yang tangguh.Nehemia adalah seorang pejabat tinggi (juru minuman) bagi Raja Artahsasta di Susan. Ia hidup dalam kenyamanan istana, namun hatinya tidak pernah meninggalkan bangsanya. Ketika Hanani datang dari Yerusalem, Nehemia tidak menanyakan soal politik atau ekonomi, melainkan keadaan orang-orang Yahudi dan kota Yerusalem. Saat mendengar bahwa tembok Yerusalem telah terbongkar dan penduduknya dalam kesukaran besar, Nehemia menangis, berkabung, berpuasa, dan berdoa.Apakah hati kita masih bisa tersentuh oleh penderitaan orang lain? Sering kali kita terlalu sibuk dengan "istana" kenyamanan kita sendiri sehingga kita menjadi buta terhadap "tembok-tembok" yang runtuh di sekitar kita, baik itu keluarga yang retak, sahabat yang kehilangan iman, atau kemiskinan di sekitar kita. Kepedulian adalah langkah pertama menuju perubahan. Jangan menutup mata terhadap kehancuran yang Tuhan ijinkan kita lihat.Dalam doanya, Nehemia tidak langsung menyodorkan daftar permintaan. Ia memulai dengan mengakui kedaulatan Tuhan: "Ya, TUHAN, Tuhan semesta langit, Tuhan yang maha besar dan dahsyat...". Ia mengingat janji Tuhan dan kasih setia-Nya. Saat kita memandang masalah, kita menjadi kecil hati. Namun, saat kita memandang kebesaran Tuhan seperti Nehemia, kita mendapatkan iman untuk percaya bahwa pemulihan itu mungkin.Seperti Ezra, Nehemia mengakui dosa bangsanya dan dosa keluarganya sendiri. Ia tidak menyalahkan para pendahulunya tanpa melibatkan dirinya. Ia mengaku bahwa mereka telah sangat bersalah di hadapan Tuhan. Pemulihan dimulai dari pengakuan, bukan pembelaan diri. Kita tidak bisa membangun kembali apa yang rusak jika kita tidak mau mengakui apa yang menyebabkannya runtuh. Kejujuran di hadapan Tuhan adalah fondasi dari setiap kebangunan rohani.Nehemia menutup doanya dengan meminta agar Tuhan membuat dia berhasil hari itu dan mendapat belas kasihan di depan "orang ini" (merujuk pada Raja Artahsasta). Nehemia sadar bahwa posisi tinggi yang ia miliki di istana adalah alat yang Tuhan siapkan untuk tujuan yang lebih besar. Tuhan menempatkan kita di posisi kita saat ini, apakah itu di kantor, sekolah, atau masyarakat, bukan hanya untuk kesuksesan pribadi. Berdoalah agar Tuhan memakai pengaruh yang kita miliki untuk membawa dampak bagi kerajaan-Nya. Keberhasilan sejati adalah saat kita menjadi saluran berkat bagi pemulihan orang lain.Refleksi:Apa yang membuat berita tentang Yerusalem begitu mengguncang hati Nehemia, dan apa yang hal itu ungkapkan tentang kasihnya bagi umat Tuhan?Mengapa respons pertama Nehemia adalah menangis, berpuasa, dan berdoa, bukan segera bertindak?Bagaimana pergumulan batin Nehemia membentuk dasar kepemimpinan yang lahir dari belas kasihan, bukan ambisi pribadi?Doa:Allah Bapa, berikanlah kami hati yang peka terhadap kehancuran di sekitar kami. Ampunilah jika kami terlalu egois dengan kenyamanan kami sendiri. Kami mau belajar seperti Nehemia, yang membawa setiap beban berat ke dalam doa dan puasa di hadapan-Mu. Pakailah hidup kami, posisi dan kemampuan kami untuk menjadi bagian dari rencana pemulihan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT