Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
18 September 2026
Menjadi Berkat bagi Sesama
Tuhan memberikan "akhir yang bahagia" bukan hanya bagi individu, tetapi bagi seluruh bangsa. Akhir dari sebuah perjuangan iman bukanlah sekadar kenyamanan pribadi, melainkan sebuah pengaruh positif yang mendatangkan kesejahteraan bagi banyak orang.Di tengah kestabilan ekonomi kerajaan itu, Mordekhai diangkat menjadi orang kedua setelah raja. Jabatan Mordekhai bukan jabatan simbolis; ia memiliki kuasa yang besar di bawah kedaulatan Tuhan. Tuhan memberikan kesuksesan untuk tujuan yang mulia. Jika hari ini kita diberkati dengan posisi, pengaruh, atau kemapanan ekonomi, ingatlah bahwa itu semua bertujuan untuk menciptakan stabilitas dan kebaikan di lingkungan kita. Keberhasilan seorang anak Tuhan seharusnya membuat lingkungan di sekitarnya menjadi lebih baik, lebih tertib, dan lebih sejahtera.Mordekhai disebut sebagai orang yang "besar" dan "disukai oleh sebagian besar saudara-saudaranya". Ia tidak memimpin dengan tangan besi atau kesombongan seperti Haman. Ia dihormati karena ia layak dihormati. Kehormatan sejati adalah buah dari kesetiaan. Banyak orang mengejar rasa hormat dengan cara memaksa atau pamer kekuasaan, namun Mordekhai mendapatkannya karena ia telah teruji dalam penderitaan dan ketaatan. Jangan fokus mengejar jabatan; fokuslah membangun karakter yang takut akan Tuhan. Saat karakter kita matang, "kebesaran" dan "penghormatan" akan mengikuti sebagai upah dari Tuhan.Ayat terakhir merangkum seluruh hidup Mordekhai: "...ia mencari kesejahteraan bangsanya dan berbicara untuk keselamatan seluruh keturunannya". Kalimat ini sangat kontras dengan Haman yang hanya mencari kehormatan bagi dirinya sendiri. Mordekhai menggunakan posisinya untuk membela yang lemah dan menjamin masa depan generasi berikutnya. Jadilah pembawa solusi, bukan pencari sensasi. Ukuran kesuksesan rohani yang tertinggi bukanlah seberapa banyak harta yang kita kumpulkan, melainkan seberapa banyak orang yang terbantu karena keberadaan kita. Di mana pun Tuhan menempatkan kita saat ini, tanyakanlah: "Bagaimana aku bisa mendatangkan kesejahteraan bagi tempat ini?" Jadilah orang yang kehadirannya dirindukan dan kepergiannya kehilangan.Refleksi:Mengapa Alkitab menekankan bahwa Mordekhai berbicara demi kebaikan seluruh umat, bukan kepentingan pribadi?Dalam bentuk apa pengaruh rohani dan moral lebih berharga daripada kekuasaan dan jabatan?Bagaimana Tuhan memakai orang-orang yang setia di tempat tersembunyi untuk membawa berkat yang luas?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas teladan hidup dari kitab Ester dan Mordekhai. Ajarlah kami agar tidak hanya mengejar keberhasilan bagi diri kami sendiri, tetapi biarlah hidup kami menjadi saluran berkat dan kesejahteraan bagi orang banyak. Pakailah setiap talenta dan posisi yang Engkau percayakan kepada kami untuk memuliakan nama-Mu dan membawa kebaikan bagi sesama kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
17 September 2026
Ratapan Menjadi Perayaan
Hari pemusnahan bangsa Yahudi, namun berubah menjadi hari kemenangan besar. Penggenapan dari janji Tuhan bahwa Dia akan membela umat-Nya. Namun, lebih dari sekadar kemenangan militer, pasal ini berbicara tentang pentingnya mengingat dan merayakan kebaikan Tuhan agar iman kita tidak luntur oleh waktu. Tuhan tidak hanya memberikan kita kemenangan atas masalah, Dia memberikan kita identitas baru sebagai "pemenang"."Pada hari itu musuh-musuh orang Yahudi berharap mengalahkan orang Yahudi, tetapi keadaan berbalik: orang Yahudi mengalahkan pembenci-pembenci mereka." Apa yang direncanakan sebagai hari duka menjadi hari sukacita. Tuhan adalah ahli dalam membalikkan skenario. Musuh (iblis) mungkin sudah menghitung hari kejatuhan kita, kesehatan kita, atau keuangan kita. Namun, ketika Tuhan turun tangan, rencana jahat itu justru menjadi panggung bagi kuasa-Nya. Jangan takut pada "tanggal main" yang ditetapkan dunia, karena Tuhan memiliki otoritas untuk mengubah "hari kehancuran" menjadi "hari kemenangan".Meskipun raja mengizinkan orang Yahudi untuk merampas harta musuh mereka (Ester 8:11), tiga kali dicatat bahwa mereka "tidak mengulurkan tangan untuk merampas harta benda". Tujuan mereka bukan untuk memperkaya diri, melainkan murni untuk mempertahankan hidup dan keadilan. Miliki integritas dalam kemenangan. Saat Tuhan memberikan kita kesuksesan atau posisi di atas orang yang pernah menyakiti kita, jangan gunakan kesempatan itu untuk memuaskan keserakahan atau membalas dendam secara pribadi. Tetaplah fokus pada tujuan Tuhan. Kemenangan yang sejati adalah ketika karakter kita tetap murni di tengah kekuatan yang kita miliki.Mordekhai dan Ester menetapkan hari itu sebagai Hari Raya Purim. Mereka mewajibkan seluruh generasi mendatang untuk merayakannya dengan perjamuan, sukacita, dan saling mengirim hantaran serta memberi sedekah kepada orang miskin. Jangan cepat lupa pada pertolongan Tuhan. Kita sering berseru kepada Tuhan saat susah, tetapi cepat lupa saat sudah senang. Membuat "peringatan" (seperti mencatat kesaksian atau berbagi berkat) sangat penting agar saat badai baru datang, kita ingat bahwa Tuhan yang menolong kita dulu adalah Tuhan yang sama yang akan menolong kita sekarang.Perayaan Purim tidak lengkap tanpa "memberi sedekah kepada orang-orang miskin". Kemenangan umat Tuhan harus dirasakan manfaatnya oleh mereka yang lemah di antara mereka. Sukacita kita harus menjadi berkat bagi orang lain. Jangan merayakan keberhasilan sendirian. Pastikan kemurahan hati Tuhan yang kita terima mengalir kepada mereka yang membutuhkan. Ibadah syukur yang berkenan bagi Tuhan adalah ketika tangan kita terbuka untuk berbagi beban dengan sesama.Refleksi:Mengapa penulis menekankan bahwa orang Yahudi tidak merampas harta musuh mereka, dan nilai rohani apa yang ditunjukkan?Bagaimana rasa takut bangsa-bangsa lain mencerminkan kesaksian publik atas karya Tuhan di tengah umat-Nya?Mengapa perayaan Purim penting untuk menjaga ingatan rohani lintas generasi?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang sanggup membalikkan keadaan hidup kami. Kami bersyukur untuk setiap kemenangan yang Engkau berikan. Ajarlah kami untuk menjadi pemenang yang berintegritas dan memiliki hati yang murah hati kepada sesama. Kami mau selalu mengingat kebaikan-Mu dan menjadikannya dasar iman kami dalam menghadapi masa depan. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT