Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

14 September 2026

"Kebetulan" yang Dirancang Tuhan

Salah satu bagian yang paling ironis dan menggelitik adalah kita melihat bagaimana Tuhan bekerja di balik layar melalui hal-hal yang tampaknya sepele, seperti rasa kantuk yang hilang, untuk membalikkan keadaan dalam sekejap. Ada saat-saat dalam hidup di mana segalanya tampak terlambat atau tidak adil. Namun, Tuhan tidak pernah lupa, dan waktu-Nya selalu sempurna.Malam itu raja tidak dapat tidur, lalu ia meminta dibacakan kitab sejarah. Secara "kebetulan", bagian yang dibaca adalah tentang jasa Mordekhai yang menyelamatkan raja dua tahun sebelumnya. Raja baru menyadari bahwa Mordekhai belum diberi penghargaan apa pun. Tuhan memegang kendali atas detail terkecil dalam hidup kita. Tidak ada yang kebetulan bagi Tuhan. Masalah tidur raja, pilihan halaman buku yang dibaca, semuanya adalah bagian dari intervensi ilahi. Jika hari ini kita merasa doa kita belum dijawab atau kebaikan kita dilupakan, percayalah bahwa Tuhan sedang menunggu "malam" yang tepat untuk membukakan jalan bagi kita.Haman datang ke pelataran istana pagi-pagi sekali dengan niat meminta izin untuk menyula Mordekhai. Namun, sebelum ia bicara, raja bertanya: "Apakah yang harus dilakukan kepada orang yang raja berkenan memuliakannya?". Karena kesombongannya, Haman mengira orang itu adalah dirinya sendiri, sehingga ia mengusulkan penghargaan yang paling megah. Kesombongan membutakan akal sehat. Haman begitu terpaku pada dirinya sendiri sehingga ia tidak bisa membayangkan ada orang lain yang layak dihormati selain dia. Ketika kita terlalu fokus pada "aku", kita menjadi mangsa empuk bagi kekecewaan yang besar. Belajarlah untuk rendah hati, agar kita tidak terjebak dalam ekspektasi yang dibangun oleh ego kita sendiri.Momen paling ironis terjadi ketika raja memerintahkan Haman: "Segeralah ambil pakaian dan kuda itu... dan lakukanlah demikian kepada Mordekhai, orang Yahudi itu". Haman, yang datang untuk membunuh Mordekhai, justru harus menuntun kuda Mordekhai dan menyerukan kemuliaannya di tengah kota. Tuhan sanggup membalikkan keadaan dalam sekejap. Musuh yang membenci kita bisa dipaksa Tuhan untuk menjadi saluran berkat atau penghormatan bagi kita. Tugas kita bukanlah membalas dendam atau memaksakan keadilan kita sendiri, melainkan tetap setia seperti Mordekhai. Biarkan Tuhan yang mengatur skenario pembelaan-Nya bagi kita.Setelah kejadian memalukan itu, istri dan para penasihat Haman berkata: "Jikalau Mordekhai... adalah dari keturunan Yahudi, maka engkau tidak akan sanggup melawan dia, malahan engkau akan jatuh di depannya". Mereka menyadari bahwa ada "kekuatan lain" yang membela bangsa Yahudi. Siapa yang melawan umat Tuhan, melawan Tuhan sendiri. Dunia mungkin tidak mengenal Tuhan secara pribadi, tetapi mereka bisa melihat penyertaan Tuhan dalam hidup orang-orang yang setia. Ketika Tuhan sudah mulai bertindak, tidak ada kuasa atau rencana jahat manusia yang sanggup membendung-Nya. Kemenangan iman kita adalah kesaksian bagi orang-orang yang tidak percaya.Refleksi:Bagaimana ironi dalam pasal ini menyingkapkan perbedaan antara rencana manusia dan rancangan Tuhan?Apa yang dapat kita pelajari dari kesombongan Haman yang mengira dirinya pusat perhatian raja?Bagaimana Tuhan membalikkan keadaan tanpa mukjizat besar, hanya melalui rangkaian kejadian sehari-hari?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang tidak pernah tertidur dan tidak pernah lupa. Kami bersyukur karena hidup kami berada dalam pengaturan waktu-Mu yang sempurna. Ampunilah kami jika kami sering tidak sabar dan ingin membela diri kami sendiri. Kami mau belajar setia seperti Mordekhai, percaya bahwa pada waktu-Mu, Engkau akan menyatakan kebenaran dan pembelaan-Mu bagi kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

13 September 2026

Perkenanan Tuhan

Ester melangkah ke pelataran dalam istana, sebuah tindakan yang bisa berarti hukuman mati. Di sisi lain, kita melihat Haman yang sedang berada di puncak kesombongannya. Ini adalah kontras antara keberanian yang berserah dan kesombongan yang membinasakan. Keberanian yang disertai dengan kerendahan hati dan strategi ilahi akan selalu membuka pintu-pintu yang sebelumnya tertutup rapat.Setelah tiga hari berpuasa, Ester mengenakan pakaian ratunya dan berdiri di depan raja. Ia tidak maju dengan kemarahan atau tuntutan, melainkan dengan keanggunan dan penyerahan total. Hasilnya? "Maka raja mengulurkan tongkat emas yang di tangannya kepada Ester". Ester memperoleh perkenanan (favour). Persiapan rohani mendahului kesuksesan lahiriah. Ester bisa saja langsung menghadap raja dengan emosi, tetapi ia memilih untuk "menghadap" Tuhan terlebih dahulu dalam puasa. Ketika kita sudah berlutut di hadapan Tuhan, Dia yang akan menggerakkan hati orang-orang di sekitar kita. Jika Tuhan yang memberikan perkenanan, "tongkat emas" dunia akan terulur bagi kita.Meskipun raja menawarkan sampai setengah kerajaannya, Ester tidak langsung mengutarakan permintaannya untuk menyelamatkan bangsanya. Ia justru mengundang raja dan Haman ke sebuah perjamuan, dan bahkan meminta perjamuan kedua. Ester memiliki pengendalian diri dan kepekaan waktu. Jangan terburu-buru, ikutilah irama Tuhan. Hikmat Tuhan mengajarkan kita untuk membangun jembatan dan menunggu momentum yang tepat. Keberanian tanpa hikmat adalah kecerobohan, tetapi keberanian dengan strategi adalah kemenangan.Haman keluar dari perjamuan itu dengan hati gembira. Ia memamerkan kekayaannya, jumlah anaknya, dan kehormatan yang ia terima kepada teman-temannya. Namun, semua kebahagiaan itu langsung lenyap hanya karena melihat Mordekhai tidak memberi hormat kepadanya di pintu gerbang. Kebahagiaan yang berpusat pada diri sendiri sangatlah rapuh. Haman memiliki segalanya, tetapi hatinya menjadi tawanan oleh satu orang yang tidak menghormatinya. Jika kebahagiaan kita bergantung pada pujian orang lain atau pengakuan dunia, maka satu kritikan saja bisa menghancurkan hari kita. Jangan biarkan "Mordekhai" dalam hidup kita (hal-hal kecil yang tidak sesuai keinginan kita) merampas sukacita yang seharusnya kita miliki di dalam Tuhan.Istri dan teman-teman Haman memberikan saran yang jahat: membuat tiang penyulaan setinggi 50 hasta untuk membunuh Mordekhai. Haman merasa senang dan langsung melaksanakannya. Ia tidak tahu bahwa tiang yang ia siapkan untuk orang lain justru akan menjadi tempat kejatuhannya sendiri. Hati-hatilah dengan suara di sekitar kita. Saat kita sedang emosional atau marah, orang-orang di sekitar kita bisa menjadi kompor yang membakar atau air yang menyejukkan. Carilah penasihat yang takut akan Tuhan, bukan yang hanya memuaskan dendam dan ego kita. Apa yang kita bangun untuk menjatuhkan orang lain sering kali akan menjadi jerat bagi diri kita sendiri.Refleksi:Apa makna Ester diterima dan tongkat emas diulurkan, dan bagaimana itu menggambarkan anugerah yang membuka jalan?Mengapa Ester tidak langsung menyampaikan permintaannya, dan apa pelajaran tentang hikmat, waktu, dan kesabaran?Bagaimana perkenanan Tuhan terlihat bekerja melalui relasi, dialog, dan keputusan yang tampak sederhana?Doa:Allah Bapa, berikanlah kami keberanian yang disertai dengan hikmat seperti Ester. Ajarlah kami untuk mendahulukan hadirat-Mu sebelum kami melangkah menghadapi tantangan hidup kami. Jauhkanlah kami dari kesombongan seperti Haman yang mudah goyah hanya karena harga diri. Kami percaya perkenanan-Mu lebih dari cukup bagi kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.