Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
5 September 2026
Demi Kekudusan
Setelah mereka menangis dan mengakui kesalahan, para pemimpin dan rakyat "menandatangani" komitmen mereka sebagai komitmen dari iman yang abstrak berubah menjadi ketaatan yang sangat konkret. Daftar panjang nama para pemimpin, imam, dan orang Lewi yang membubuhkan meterai pada piagam perjanjian. Nehemia berada di urutan pertama. Mereka sadar bahwa kebangunan rohani bangsa dimulai dari kesediaan para pemimpinnya untuk mengikatkan diri pada janji Tuhan. Jadilah orang pertama yang berkomitmen. Jangan menunggu orang lain berubah baru kita mau berubah. Baik itu dalam keluarga atau lingkungan kerja, jadilah orang yang berani mengambil langkah pertama untuk hidup benar. Komitmen kita, sekecil apa pun, akan memberikan kekuatan bagi orang-orang di sekitar kita untuk melakukan hal yang sama.Seluruh umat bersumpah untuk memisahkan diri dari penduduk negeri dan berjanji untuk tidak membiarkan anak-anak mereka menikah dengan bangsa asing. Mereka menyadari bahwa pengaruh lingkungan yang salah dapat merusak iman mereka secara perlahan namun pasti. Jagalah "gerbang" pergaulan dan nilai-nilai kita. Komitmen untuk hidup kudus berarti berani berkata "tidak" pada tren atau gaya hidup yang menjauhkan kita dari Tuhan, meskipun itu membuat kita terlihat berbeda dari dunia.Mereka berjanji untuk menghormati hari Sabat dan membiarkan tanah beristirahat pada tahun ketujuh. Janji ini bukan sekadar aturan agama, tetapi ujian kepercayaan: Apakah mereka percaya Tuhan akan memelihara mereka saat mereka tidak bekerja di hari Sabat dan tahun Sabat? Menghormati Tuhan dalam waktu dan materi adalah cara kita menyatakan bahwa Dialah sumber segala berkat kita. Jangan biarkan kesibukan mengejar materi membuat kita melupakan “Sabat”, waktu khusus untuk beristirahat dan memuja Tuhan.Mereka juga berkomitmen mendukung operasional Rumah Tuhan melalui persembahan persepuluhan dan hasil pertama. Mereka menutup pasal ini dengan kalimat yang tegas: "Kami tidak akan membiarkan rumah Tuhan kami!”. Mendukung pekerjaan Tuhan adalah tanggung jawab setiap orang percaya. Saat kita berkomitmen untuk memberi bagi pelayanan Tuhan, kita sebenarnya sedang berinvestasi dalam kekekalan. Jangan biarkan pelayanan Tuhan terabaikan karena kita terlalu sibuk menimbun harta bagi diri kita sendiri.Refleksi:Bagaimana ketaatan pada hukum Tuhan dipahami bukan sebagai beban, tetapi sebagai panggilan menuju kekudusan?Mengapa aspek-aspek praktis seperti pernikahan, Sabat, dan persembahan menjadi bagian penting dari komitmen rohani?Bagaimana kesetiaan dalam memberi dan melayani mencerminkan hati yang menghormati Tuhan?Doa:Allah Bapa, kami mau belajar untuk tidak hanya pandai berjanji, tetapi juga setia dalam melakukan. Berikanlah kami keberanian untuk memisahkan diri dari apa yang cemar di mata-Mu. Ajarlah kami untuk mendahulukan Rumah-Mu dan kepentingan-Mu di atas kepentingan kami sendiri. Biarlah hidup kami menjadi piagam ketaatan yang nyata bagi kemuliaan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
4 September 2026
Berhenti Sejenak
Setelah mereka bersukacita karena Firman Tuhan, umat Israel kini masuk ke dalam pengakuan dosa yang serius. Mereka menyadari bahwa pemulihan fisik tanpa pertobatan moral tidak akan bertahan lama. Umat Israel berkumpul dengan berpuasa, berpakaian kabung, dan menaruh debu di kepala. Mereka memisahkan diri dari orang asing dan berdiri mengaku dosa mereka selama tiga jam. Pertobatan membutuhkan waktu dan konsentrasi. Kebangunan rohani yang sejati menuntut kita untuk berhenti sejenak, menjauh dari kebisingan dunia, dan secara jujur melihat ke dalam hati.Para orang Lewi memimpin doa dengan meninjau kembali sejarah dari zaman Abraham, perbudakan di Mesir, hingga perjalanan di padang gurun. Mereka mengakui bahwa meskipun umat-Nya berontak dan menyembah anak lembu emas, Tuhan tetap memberi manna dan air. Tidak meninggalkan mereka karena rahmat-Nya yang besar. Tiang awan dan tiang api tidak berpindah. Mengingat kebaikan Tuhan adalah senjata melawan keputusasaan. Saat kita merasa gagal, ingatlah kembali bagaimana Tuhan telah menolong kita di masa lalu. "Sejarah" pribadi kita dengan Tuhan adalah bukti bahwa Dia adalah Tuhan yang setia, bahkan saat kita tidak setia.Doa ini secara jujur menyebutkan kesalahan umat: mereka sombong, tidak taat, dan membunuh nabi-nabi Mereka mengakui bahwa segala hukuman dan kesukaran yang mereka alami adalah adil karena mereka telah berbuat fasik. Jangan menyalahkan keadaan atau orang lain atas konsekuensi dosa kita. Pemulihan dimulai saat kita berhenti membuat alasan. Nehemia dan umatnya berkata, "Engkau adalah adil dalam segala hal... karena Engkau berlaku setia, tetapi kami melakukan kefasikan". Pengakuan yang jujur membebaskan kita dari beban kebohongan dan membuka jalan bagi anugerah-Nya.Mereka tidak hanya berhenti pada kata-kata doa, tetapi menuangkannya dalam komitmen tertulis. Pertobatan harus berlanjut menjadi perubahan gaya hidup. Jangan hanya menyesal, tetapi buatlah langkah konkret untuk berubah. Jika kita bergumul dengan dosa tertentu, buatlah "perjanjian" baru dengan Tuhan, mungkin dengan mencari rekan akuntabilitas atau mengubah kebiasaan buruk kita secara radikal.Refleksi:Bagaimana menelusuri kembali sejarah karya Tuhan menolong umat memahami identitas dan kegagalan mereka?Bagaimana pengakuan dosa yang jujur membuka jalan bagi pembaruan relasi dengan Tuhan?Apa bahaya hidup yang terlalu sibuk sehingga kehilangan waktu untuk refleksi rohani yang mendalam?Doa:Allah Bapa, kami takjub akan kesetiaan-Mu yang tidak pernah berubah meskipun kami seringkali tegar tengkuk. Terima kasih karena rahmat-Mu yang besar tidak membiarkan kami binasa. Hari ini, kami mengakui segala kesalahan kami dan memohon kuasa-Mu untuk membantu kami hidup dalam ketaatan yang baru. Biarlah hidup kami menjadi surat perjanjian yang hidup bagi kemuliaan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT