Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
3 Juni 2026
Kegagalan untuk Belajar dari Kesalahan
Setiap generasi diberikan kesempatan oleh Tuhan untuk belajar, baik dari kebaikan maupun dari kegagalan generasi sebelumnya. Sayangnya, Amon, anak dari Raja Manasye, memilih untuk mengulang jejak dosa ayahnya, alih-alih bertobat dan memperbaiki. Dia gagal belajar dari masa lalu dan menuai kehancuran yang cepat. Kita pun berisiko jatuh dalam jebakan yang sama bila tidak mau belajar dari kesalahan, baik kesalahan kita maupun orang lain.Meski Manasye di akhir hidupnya sempat bertobat (lih. 2 Tawarikh 33:12-13), Amon tidak belajar dari titik balik itu. Dia justru melanjutkan pola hidup jahat, menyembah berhala dan menolak jalan Tuhan. Amon tidak hanya tidak bertobat, tapi juga meninggalkan Tuhan sepenuhnya. Dia tidak menghargai anugerah waktu yang Tuhan berikan, dan mengulang kebodohan yang sama. Karena dosanya, rakyat sendiri berbalik melawannya dan membunuh dia. Kegagalan Amon menunjukkan bahwa pemimpin yang hidup dalam dosa cepat kehilangan kepercayaan dan kestabilan.Belajarlah dari sejarah. Baik dalam keluarga, gereja, maupun bangsa, jangan ulangi kesalahan yang sama. Tuhan memberi kita hikmat melalui pengalaman masa lalu. Jangan abaikan peringatan Tuhan melalui orang lain, Firman, atau situasi hidup. Ketika kita menutup hati, kita juga menutup jalan pemulihan. Kepemimpinan bukan soal warisan, tapi tentang keteladanan dan pertobatan. Generasi baru dipanggil untuk membawa perubahan, bukan melanjutkan dosa.Jangan menjadi orang yang mengulangi kesalahan hanya karena menolak untuk belajar. Hikmat bukan sekadar tahu, tetapi mau berubah. Tuhan memanggil kita menjadi generasi yang bertobat dan bangkit dari kegagalan masa lalu.Refleksi:Bagaimana tanggung jawab orang tua, pemimpin, dan gereja dalam mewariskan pelajaran hidup yang benar?Bagaimana kita bisa membedakan antara belajar dari kesalahan dan hanya merasa bersalah tanpa perubahan?Apa yang bisa membantu seseorang memiliki hati yang rendah dan mau belajar dari pengalaman buruk , baik pribadi maupun orang lain?Doa:Allah Bapa, berikan kami hati yang peka untuk belajar dari kesalahan, baik dari hidup kami sendiri maupun dari generasi sebelumnya. Jangan biarkan kami mengeraskan hati dan mengabaikan suara-Mu. Tolong kami untuk hidup dalam kebenaran dan menjadi berkat bagi generasi kami Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
2 Juni 2026
Penodaan Kekudusan Tuhan
Manasye adalah salah satu raja Yehuda yang masa pemerintahannya sangat panjang, tetapi bukan dikenal karena kesetiaannya, melainkan karena penyesatannya. Dia mencemari rumah Tuhan dan menghina kekudusan Allah secara terang-terangan. Dalam renungan ini, kita diingatkan bahwa menodai kekudusan Tuhan bukan hanya soal penyembahan berhala, tetapi juga ketika hidup kita tidak lagi mencerminkan hormat terhadap hadirat-Nya.Manasye tidak hanya menyembah berhala, tetapi dia menyusun sistem penyembahan palsu yang disengaja dan terbuka, bahkan di dalam Bait Allah sendiri. Dia menghina tempat kudus yang kudus bagi Tuhan. Dosa Manasye lebih parah dari bangsa-bangsa kafir yang Tuhan usir dari tanah Kanaan. Dia menyesatkan seluruh Yehuda, membuat dosa menjadi budaya dan sistem.Tuhan menyatakan bahwa hukuman akan datang atas bangsa itu karena mereka tidak hanya berdosa, tapi menginjak-injak kekudusan Tuhan. Tuhan yang panjang sabar tetap adalah Allah yang adil. Walaupun Manasye memerintah lama, dia dikenang sebagai pemicu murka Tuhan yang membawa kehancuran atas Yehuda. Warisannya bukanlah kebaikan, tetapi dosa yang diwariskan.Jangan pernah menganggap remeh kekudusan Tuhan. Ketika hidup kita mengizinkan dosa bercokol, kita sedang mencemari bait-Nya, yaitu diri kita sendiri. Kepemimpinan dalam rumah, pelayanan, atau komunitas adalah tanggung jawab besar. Jika kita menyimpang, kita bisa menyeret banyak orang lain bersama kita. Kesabaran Tuhan bukan persetujuan Tuhan. Waktu yang panjang bukan berarti Tuhan berdiam, tetapi memberi kesempatan untuk bertobat.Kekudusan Tuhan bukan hanya harus dihormati, tetapi juga dipertahankan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika kita hidup kudus, kita sedang memberi kesaksian bahwa Tuhan itu berbeda dari dunia ini, Dia mulia, murni, dan layak disembah.Refleksi:Bagaimana kekudusan Tuhan ditantang atau dinodai dalam kehidupan masa kini, di gereja, masyarakat, atau media?Bagaimana kita bisa menjadi pribadi yang menjaga kekudusan Tuhan di tengah dunia yang penuh kompromi moral?Apa saja hal dalam budaya modern yang tampaknya “biasa,” tapi sebenarnya menodai kekudusan Tuhan?Doa:Allah Bapa, ampunilah kami bila dalam kata, pikiran, atau tindakan kami telah menodai kekudusan-Mu. Pulihkan hati kami agar kami selalu menghormati dan memuliakan nama-Mu. Jadikan hidup kami bait yang layak bagi hadirat-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT