Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

14 Juli 2026

Membangun di Atas Dasar yang Benar

Bait Suci yang dibangun Salomo bukan sekadar gedung megah; setiap inci dari bangunan ini memiliki pesan rohani bagi kita yang saat ini disebut sebagai "Bait Roh Kudus.” Salomo mulai membangun di Gunung Moria. Di sinilah Abraham dulu mempersembahkan Ishak, dan di sinilah malaikat Tuhan berhenti menghukum Yerusalem setelah Daud mendirikan mezbah (1 Tawarikh 21).Di mana kita membangun hidup kita? Moria adalah tempat penyerahan diri (Abraham) dan tempat anugerah/pengampunan (Daud). Hidup yang kokoh harus dibangun di atas dasar penyerahan total kepada Tuhan dan kesadaran akan pengampunan-Nya. Jangan membangun di atas pasir kesuksesan duniawi, tetapi di atas "gunung" ketaatan.Alkitab mencatat betapa banyak emas murni yang digunakan untuk melapisi bagian dalam rumah itu. Bahkan paku-pakunya pun dari emas. Hal yang menarik: keindahan emas ini sebagian besar berada di bagian dalam, yang tidak terlihat oleh orang-orang di luar. Banyak orang sibuk "memoles" penampilan luar agar terlihat rohani, namun mengabaikan kekudusan di dalam hati. Tuhan menginginkan "emas murni" dalam pikiran, niat, dan motivasi kita, bagian yang hanya dilihat oleh-Nya. Kekudusan sejati selalu dimulai dari dalam ke luar.Di depan Bait Suci, Salomo mendirikan dua tiang besar. Ia menamai tiang sebelah kanan Yakhin (berarti: Ia akan meneguhkan) dan tiang sebelah kiri Boas (berarti: Dalam Dia ada kekuatan). Dua nama ini adalah pengingat bagi setiap orang yang datang beribadah bahwa kita teguh karena Tuhan yang meneguhkan kita, bukan karena kemampuan kita. Kita kuat karena kekuatan-Nya, bukan karena otot atau kecerdasan kita. Tanpa "Yakhin" dan "Boas," bangunan hidup kita akan roboh saat badai datang.Dari kain tabir biru tua hingga ukiran kerub, semuanya dikerjakan dengan sangat teliti. Salomo tidak mencari yang "murah" atau "praktis," melainkan yang terbaik. Tuhan ada dalam detail hidup kita. Cara kita memperlakukan hal-hal kecil, kejujuran dalam hal sepele, kesetiaan dalam tugas kecil, menunjukkan seberapa besar hormat kita kepada Tuhan. Jangan melayani Tuhan dengan cara yang asal-asalan.Refleksi:Bagaimana kemegahan dan keindahan Bait TUHAN mencerminkan nilai dasar yang dipegang oleh Salomo dan bangsa Israel?Dalam kehidupan pribadi atau pelayanan kita, apa “dasar” yang sedang kita gunakan: kehendak Tuhan atau preferensi pribadi?Mengapa membangun di atas dasar yang benar membutuhkan kesabaran, ketelitian, dan ketaatan jangka panjang?Doa:Allah Bapa, jadikanlah hati kami bait-Mu yang kudus. Bersihkanlah bagian dalam hidup kami agar menjadi murni seperti emas di hadapan-Mu. Terima kasih karena Engkaulah yang meneguhkan dan memberikan kekuatan bagi kami. Ajarlah kami untuk membangun hidup kami di atas dasar ketaatan yang tulus kepada-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

13 Juli 2026

Kehormatan dan Ketelitian

Langkah awal Salomo dalam mewujudkan impian ayahnya, yaitu membangun Bait Suci bagi Tuhan. Sebuah visi besar dieksekusi dengan perencanaan yang matang, kerja sama yang luas, dan kesadaran akan keagungan Tuhan. Membangun sesuatu bagi Tuhan, apakah itu gereja, keluarga yang takut akan Tuhan, atau pelayanan, membutuhkan lebih dari sekadar semangat. Salomo menunjukkan kepada kita bahwa pembangunan rohani harus dilakukan dengan kualitas terbaik.Salomo menyatakan sebuah prinsip dalam ayat 5: "Dan rumah yang hendak kudirikan itu harus besar, sebab Tuhan kami lebih besar dari segala tuhan." Salomo tidak sedang pamer kemewahan; ia sedang berusaha menyesuaikan kualitas pekerjaannya dengan keagungan Tuhan. Seringkali kita memberikan "sisa-sisa" bagi Tuhan, sisa waktu, sisa tenaga, atau kerja yang asal-asalan. Salomo mengingatkan kita bahwa jika Tuhan kita luar biasa, maka pelayanan kita pun harus mencerminkan kehebatan-Nya. Lakukanlah segala sesuatu dengan standar keunggulan (excellence) sebagai bentuk penyembahan kepada-Nya.Meskipun Salomo adalah raja yang sangat kaya, ia tetap memiliki kerendahan hati. Ia bertanya: "Tetapi siapa yang mampu mendirikan suatu rumah bagi-Dia, sedangkan langit, bahkan langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Dia?" (ayat 6) Salomo sadar bahwa bangunan fisik tidak akan pernah bisa membatasi Tuhan. Ia tahu bahwa ia hanyalah seorang manusia yang diberikan hak istimewa untuk melayani. Jangan pernah merasa bahwa Tuhan "beruntung" karena memiliki kita atau pelayanan kita. Sebaliknya, kitalah yang sangat beruntung diizinkan ikut serta dalam rencana besar-Nya.Salomo menjalin kerja sama dengan Hiram, raja Tirus yang non-Israel (ayat 3-16). Melalui suratnya, Salomo bersaksi tentang Tuhan, sehingga Hiram pun memuji Tuhan Israel (ayat 12). Saat kita bekerja dengan integritas, profesionalisme, dan kasih, orang-orang dunia harus bisa melihat bahwa "Allah kita luar biasa". Jadilah saksi Kristus melalui kualitas kerja dan karakter kita di tempat kerja atau lingkungan umum.Satu daftar jumlah pekerja yang besar: 70.000 kuli, 80.000 tukang pahat, dan 3.600 pengawas (ayat 18). Bait Suci tidak berdiri karena Salomo sendirian; itu berdiri karena ribuan tangan yang setia mengerjakan bagiannya masing-masing. Dalam Kerajaan Tuhan, tidak ada peran yang kecil. Tukang pahat di gunung sama pentingnya dengan raja di istana. Hargailah setiap orang yang terlibat dalam hidup atau pelayanan kita. Tuhan memperhatikan setiap tetes keringat mereka yang bekerja dengan setia di balik layar.Refleksi:Apa hubungan antara ketelitian dalam perencanaan dan sikap hormat kepada Tuhan?Dalam pelayanan atau pekerjaan, di area mana kita cenderung kurang teliti karena menganggapnya hal kecil?Apa yang dapat kita pelajari dari cara Salomo bekerja sama dengan bangsa lain tanpa mengorbankan kehormatan bagi TUHAN?Doa:Allah Bapa, Engkaulah Tuhan yang Maha Agung. Ajarlah kami untuk melayani-Mu dengan standar yang terbaik dalam setiap pekerjaan kami hari ini. Jauhkan kami dari kesombongan, dan biarlah hidup kami menjadi kesaksian bagi orang-orang di sekitar kami. Terima kasih karena Engkau mengizinkan kami menjadi bagian dari pembangunan Kerajaan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.