Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

17 Juli 2026

Keagungan Tuhan

Setelah kemuliaan Tuhan turun dalam rupa awan, Salomo berlutut di hadapan seluruh jemaat dan menaikkan permohonan yang menunjukkan kedalaman pengenalannya akan Tuhan. Doa Salomo bukan sekadar rangkaian kata puitis, melainkan sebuah pengakuan tentang karakter Tuhan dan janji-Nya.Salomo memulai doanya dengan pengakuan: "Ya TUHAN, Tuhan Israel! Tidak ada Tuhan seperti Engkau di langit dan di bumi". Salomo juga menyadari paradox yang indah: langit yang mengatasi segala langit pun tidak dapat memuat Tuhan, apalagi rumah yang ia bangun. Doa yang benar dimulai dengan rasa kagum akan siapa Tuhan. Sering kali kita datang berdoa dengan daftar permintaan yang panjang tanpa terlebih dahulu menyadari betapa besarnya Tuhan yang kita ajak bicara. Kesadaran akan keagungan-Nya akan mengubah cara kita memandang masalah kita; masalah besar menjadi kecil di hadapan Tuhan yang Maha Besar.Salomo berulang kali menyebutkan kesetiaan Tuhan dalam menepati janji-Nya kepada Daud, ayahnya. Ia mengerti bahwa Bait Suci itu berdiri bukan karena kehebatan manusia, melainkan karena Tuhan adalah Tuhan yang menjaga perjanjian dan kasih setia. Dasar doa kita adalah janji-janji Tuhan dalam Firman-Nya. Saat kita berdoa, kita tidak sedang merayu Tuhan untuk melakukan sesuatu yang bertentangan dengan kehendak-Nya. Kita sedang mengingatkan diri kita sendiri dan memohon agar Tuhan menyatakan apa yang sudah Ia janjikan. Iman kita berdiri teguh di atas rekam jejak kesetiaan Tuhan di masa lalu.Inti dari doa Salomo adalah permohonan agar jika umat-Nya berdosa, menderita kekalahan, atau mengalami kemarau, dan mereka "berdoa dan berbalik kepada-Mu", maka Tuhan akan mendengar dan mengampuni. Salomo tahu bahwa manusia pasti akan jatuh dalam dosa. Hadirat Tuhan adalah tempat pemulihan, bukan penghakiman. Tuhan menyediakan "ruang" (saat ini melalui Yesus Kristus) agar kita yang bersalah dapat kembali dan dipulihkan. Doa bukan hanya meminta berkat, tetapi untuk menyelaraskan kembali hati kita yang menyimpang kepada Tuhan.Menariknya, Salomo juga mendoakan orang asing yang tidak termasuk umat Israel. Ia ingin agar semua bangsa di bumi mengenal nama Tuhan dan takut akan Dia. Kehidupan rohani kita tidak boleh egois. Gereja atau persekutuan kita seharusnya menjadi tempat yang terbuka bagi orang-orang yang belum mengenal Tuhan untuk melihat kebaikan-Nya. Berkat yang kita terima dari Tuhan dimaksudkan agar kita menjadi saksi bagi dunia.Refleksi:Mengapa Salomo menekankan kesetiaan Tuhan terhadap janji-Nya kepada Daud, dan apa hubungannya dengan keagungan Tuhan?Bagaimana pengakuan akan keagungan Tuhan seharusnya membentuk sikap kita dalam berdoa, baik secara pribadi maupun dalam ibadah bersama?Apa bahaya jika kita hanya memandang Tuhan sebagai “penolong kebutuhan kita” dan melupakan keagungan serta kekudusan-Nya?Doa:Allah Bapa, kami bersyukur karena Engkau adalah Tuhan yang setia memegang janji. Terima kasih karena Engkau tidak membatasi hadirat-Mu hanya dalam bangunan fisik, tetapi Engkau berkenan tinggal di dalam hati kami. Ampunilah kami jika kami sering menjauh dari-Mu. Biarlah hidup kami menjadi rumah doa yang memancarkan kasih-Mu kepada dunia di sekitar kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

16 Juli 2026

Lambang Kehadiran Tuhan

Setelah bertahun-tahun membangun, akhirnya Bait Suci siap digunakan. Namun, Salomo tahu bahwa tanpa kehadiran Tuhan, gedung semegah apa pun hanyalah sebuah bangunan kosong. Salomo membawa masuk barang-barang kudus yang telah dikuduskan Daud, ayahnya. Ia memastikan tidak ada yang tersisa; semua janji dan persiapan diselesaikan dengan tuntas. Hadirat Tuhan turun di tengah ketaatan yang tulus. Seringkali kita menginginkan hadirat Tuhan, tetapi kita masih menyisakan "pekerjaan" yang belum tuntas, janji yang belum ditepati atau ketaatan yang setengah-setengah. Tuhan menghargai hati yang menuntaskan apa yang telah dimulai bagi-Nya.Inti dari seluruh perayaan ini adalah pemindahan Tabut Perjanjian. Di dalam Tabut itu ada dua loh batu berisi sepuluh firman Tuhan sebagai dasar dari hubungan Tuhan dengan manusia. Meskipun Bait Suci itu penuh dengan emas dan permata, pusatnya tetaplah Firman Tuhan. Dalam hidup kita sebagai "Bait Roh Kudus," apakah pusatnya adalah Firman Tuhan, ataukah kita lebih fokus pada hiasan luar (prestasi, penampilan, kekayaan)? Hadirat Tuhan tinggal di tempat di mana Firman-Nya dijunjung tinggi.Momen luar biasa terjadi, para penyanyi dan pemain musik berdiri bersama, berpakaian lenan halus, dan mereka menyaringkan suara "seolah-olah satu suara saja" untuk memuji Tuhan. Mereka tidak saling menonjolkan diri, melainkan bersatu memuliakan Tuhan dengan kalimat: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!” Hadirat Tuhan turun bukan saat ada satu bintang yang bersinar, melainkan saat umat-Nya sehati dan sejiwa. Kesatuan hati dalam kerendahan hati adalah magnet bagi hadirat Tuhan. Di mana ada kerukunan dan pujian yang tulus, di sanalah Tuhan memerintahkan berkat-Nya.Hasil dari pujian yang bersatu menghadirkan hadirat Tuhan, awan kemuliaan Tuhan memenuhi rumah itu. Begitu dahsyatnya kemuliaan itu hingga para imam tidak tahan berdiri untuk melayani. Aktivitas manusia terhenti karena keagungan Tuhan mengambil alih. Biarlah Tuhan yang memegang kendali. Seringkali kita terlalu sibuk dengan "pelayanan" atau kesibukan kita sendiri hingga kita tidak memberi ruang bagi Tuhan untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Ibadah yang sejati adalah saat kita berhenti mengandalkan kekuatan sendiri dan membiarkan Roh Kudus memenuhi serta memimpin hidup kita sepenuhnya.Refleksi:Apa arti kesatuan para imam dan orang Lewi dalam ibadah ketika kemuliaan TUHAN dinyatakan?Apa bahaya jika kita mengandalkan lambang-lambang rohani, tetapi kehilangan realitas kehadiran Tuhan itu sendiri?Dalam kehidupan kita, apa yang menjadi pusat kehadiran Tuhan dan apakah itu sungguh ditempatkan di pusat hidup kita?Doa:Allah Bapa, ini kami bait-Mu. Kuduskanlah hati kami agar layak menjadi tempat kediaman-Mu. Ajarlah kami untuk selalu menjunjung tinggi Firman-Mu di atas segalanya. Biarlah hidup kami, bersama dengan saudara-saudara kami yang lain, menaikkan pujian yang sehati sehingga kemuliaan-Mu turun dan menguasai setiap langkah hidup kami. Bukan kami yang memegang kendali, tapi Engkau saja, ya Tuhan. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.