Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
11 Agustus 2026
Kebangunan Rohani
Setelah perayaan Paskah yang besar itu berakhir, Hizkia memimpin rakyatnya untuk menunjukkan ketaatan melalui pembersihan berhala dan kemurahan hati dalam memberi. Kebangunan rohani selalu menghasilkan dua hal: pembersihan dari yang jahat dan penyerahan diri kepada yang baik.Segera setelah perayaan selesai, seluruh orang Israel yang hadir pergi ke kota-kota di Yehuda untuk menghancurkan tugu-tugu berhala, menebang tiang-tiang berhala, dan meruntuhkan bukit-bukit pengorbanan. Mereka tidak menyisakan sedikit pun. Ibadah tanpa pertobatan praktis hanyalah emosi sesaat. Setelah kita merasakan hadirat Tuhan di gereja atau dalam doa, pertanyaannya adalah: Apa yang kita ubah saat pulang ke rumah? Iman yang sejati menuntut kita untuk menghancurkan "berhala" modern, seperti keserakahan, kepahitan, atau keterikatan pada dosa, yang selama ini mengambil posisi Tuhan di hati kita.Hizkia mengatur kembali rombongan imam dan orang Lewi agar pelayanan di Bait Suci berjalan dengan teratur. Ia juga memerintahkan rakyat untuk memberikan bagian bagi para imam agar mereka dapat mencurahkan tenaga sepenuhnya untuk menjalankan Taurat. Tuhan peduli pada keteraturan dan kesejahteraan dalam pelayanan. Kita dipanggil untuk mendukung mereka yang melayani pekerjaan Tuhan secara penuh waktu. Ketika jemaat memperhatikan kesejahteraan pelayannya, maka fokus pelayanan tidak akan terganggu oleh kekhawatiran fisik, dan pengajaran Firman Tuhan dapat berjalan dengan maksimal.Respon rakyat sangat luar biasa. Begitu perintah dikeluarkan, mereka membawa hasil pertama dari gandum, anggur, dan segala hasil tanah dalam jumlah yang melimpah. Mereka membawa persembahan itu hingga bertumpuk-tumpuk. Imam Azarya bersaksi bahwa sejak rakyat mulai membawa persembahan, mereka makan kenyang dan masih ada sisa yang banyak, karena "TUHAN telah memberkati umat-Nya.” Kita tidak akan pernah berkekurangan karena memberi. Prinsip kerajaan Tuhan adalah: siapa yang memberi dengan sukacita, ia akan diberkati dengan kelimpahan. Memberi bukan berarti kehilangan, melainkan menabur. Kelimpahan yang dialami Yehuda adalah bukti bahwa ketika kita mengutamakan kepentingan Tuhan, Tuhan akan menjamin kepentingan kita.Hizkia tidak membiarkan persembahan itu terbengkalai. Ia memerintahkan pembangunan kamar-kamar penyimpan dan mengangkat petugas-petugas yang jujur dan setia untuk mengurusnya. Persembahan rakyat dikelola dengan transparan dan adil. Kepercayaan jemaat harus dijaga dengan integritas. Baik dalam lingkup gereja maupun organisasi, pengelolaan berkat Tuhan menuntut kesetiaan dan kejujuran yang tinggi. Integritas dalam hal keuangan adalah bentuk lain dari penyembahan kita kepada Tuhan.Refleksi:Bagaimana ketaatan umat dalam membawa persembahan dan persepuluhan mencerminkan perubahan hati yang sejati?Mengapa kebangunan rohani selalu diikuti oleh penataan struktur dan tanggung jawab, bukan kekacauan?Bagaimana kesetiaan dalam hal-hal praktis (memberi, melayani, taat) menjadi indikator kebangunan yang sehat?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas berkat-berkat-Mu yang melimpah dalam hidup kami. Ajarlah kami untuk memiliki hati yang dermawan dan tangan yang terbuka bagi pekerjaan-Mu. Kami mau melayani-Mu dengan segenap hati kami dan menjaga integritas dalam segala hal yang Engkau percayakan pada kami. Biarlah hidup kami menjadi saluran berkat bagi sesama. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
10 Agustus 2026
Undangan Rekonsiliasi
Setelah Bait Suci dipulihkan, Raja Hizkia tidak ingin merayakan kebaikan Tuhan sendirian. Ia mengulurkan tangan kepada saudara-saudaranya di Utara (Israel) yang sedang terpecah dan menderita, mengundang mereka untuk kembali merayakan Paskah bersama di Yerusalem. Sebuah perspektif baru tentang kasih Tuhan yang jauh lebih besar daripada sekat-sekat masa lalu atau kekakuan tradisi.Hizkia mengirim surat ke seluruh Israel dan Yehuda, bahkan kepada suku-suku yang selama ini menjauh (Efraim dan Manasye). Pesannya sederhana: "Janganlah tegar tengkuk... serahkanlah dirimu kepada TUHAN... supaya murka-Nya yang menyala-nyala surut dari padamu”. Tuhan selalu membuka pintu bagi siapa pun yang mau pulang. Meskipun banyak orang mengejek utusan Hizkia, masih ada orang-orang yang rendah hati dan datang ke Yerusalem. Jangan biarkan masa lalu yang kelam atau rasa gengsi menghalangi kita untuk kembali kepada Tuhan. Undangan Tuhan selalu tersedia bagi hati yang mau merendah.Paskah ini dirayakan pada bulan kedua, bukan bulan pertama seperti yang tertulis dalam Taurat, karena para imam belum cukup banyak yang menguduskan diri. Selain itu, banyak orang yang makan Paskah tanpa menyucikan diri menurut aturan. Secara hukum, mereka melanggar aturan. Namun, Hizkia berdoa: "TUHAN yang baik kiranya mengadakan pendamaian bagi setiap orang, yang setia mencari Tuhan... walaupun ia tidak dalam keadaan tahir menurut aturan tempat kudus”. Tuhan lebih melihat arah hati daripada kesempurnaan prosedur. Tuhan menjawab doa Hizkia dan menyembuhkan bangsa itu. Ini bukan berarti kita boleh meremehkan kekudusan, tetapi ini menunjukkan bahwa Tuhan menghargai kesungguhan hati seseorang yang rindu mencari-Nya meskipun dalam keadaan yang belum sempurna. Jangan menunggu hidup kita "sempurna" baru datang kepada Tuhan; datanglah sekarang dengan hati yang mencari-Nya.Perayaan Paskah itu begitu luar biasa sehingga rakyat memutuskan untuk memperpanjangnya tujuh hari lagi (total 14 hari!). "Maka besarlah sukacita di Yerusalem, sebab sejak zaman Salomo bin Daud... tidak pernah terjadi peristiwa seperti itu.” Persekutuan yang tulus dengan Tuhan dan sesama selalu membuahkan sukacita. Saat kita melepaskan kepahitan dan bersatu dalam penyembahan, ada sukacita yang tidak bisa diberikan oleh dunia. Sukacita sejati ditemukan ketika kita kembali ke pusat kehendak Tuhan.Satu pemandangan yang indah: para imam memberkati rakyat, dan suara mereka didengar oleh Tuhan. Alkitab mencatat bahwa doa mereka "sampai ke tempat kediaman-Nya yang kudus di sorga”. Hambatan doa dipatahkan melalui pertobatan dan persatuan. Ketika umat Tuhan berbalik dari berhala, merendahkan diri, dan bersatu dalam kasih, tidak ada lagi yang bisa menghalangi doa-doa kita sampai ke takhta Tuhan.Refleksi:Bagaimana undangan Paskah ini mencerminkan hati Tuhan yang rindu rekonsiliasi, bukan perpecahan?Mengapa sebagian orang menertawakan undangan itu, sementara yang lain merespons dengan kerendahan hati?Bagaimana Tuhan menunjukkan kasih karunia-Nya kepada mereka yang datang dengan ketidaksempurnaan tetapi hati yang tulus?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang penuh pengampunan. Kami mau menyerahkan diri kami sepenuhnya kepada-Mu hari ini. Ampunilah kami jika kami sering lebih fokus pada aturan luar daripada kemurnian hati untuk mencari-Mu. Berikanlah kami hati yang rindu akan persatuan dengan saudara seiman dan penuhilah hidup kami dengan sukacita yang dari pada-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT