Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

10 Agustus 2026

Undangan Rekonsiliasi

Setelah Bait Suci dipulihkan, Raja Hizkia tidak ingin merayakan kebaikan Tuhan sendirian. Ia mengulurkan tangan kepada saudara-saudaranya di Utara (Israel) yang sedang terpecah dan menderita, mengundang mereka untuk kembali merayakan Paskah bersama di Yerusalem. Sebuah perspektif baru tentang kasih Tuhan yang jauh lebih besar daripada sekat-sekat masa lalu atau kekakuan tradisi.Hizkia mengirim surat ke seluruh Israel dan Yehuda, bahkan kepada suku-suku yang selama ini menjauh (Efraim dan Manasye). Pesannya sederhana: "Janganlah tegar tengkuk... serahkanlah dirimu kepada TUHAN... supaya murka-Nya yang menyala-nyala surut dari padamu”. Tuhan selalu membuka pintu bagi siapa pun yang mau pulang. Meskipun banyak orang mengejek utusan Hizkia, masih ada orang-orang yang rendah hati dan datang ke Yerusalem. Jangan biarkan masa lalu yang kelam atau rasa gengsi menghalangi kita untuk kembali kepada Tuhan. Undangan Tuhan selalu tersedia bagi hati yang mau merendah.Paskah ini dirayakan pada bulan kedua, bukan bulan pertama seperti yang tertulis dalam Taurat, karena para imam belum cukup banyak yang menguduskan diri. Selain itu, banyak orang yang makan Paskah tanpa menyucikan diri menurut aturan. Secara hukum, mereka melanggar aturan. Namun, Hizkia berdoa: "TUHAN yang baik kiranya mengadakan pendamaian bagi setiap orang, yang setia mencari Tuhan... walaupun ia tidak dalam keadaan tahir menurut aturan tempat kudus”. Tuhan lebih melihat arah hati daripada kesempurnaan prosedur. Tuhan menjawab doa Hizkia dan menyembuhkan bangsa itu. Ini bukan berarti kita boleh meremehkan kekudusan, tetapi ini menunjukkan bahwa Tuhan menghargai kesungguhan hati seseorang yang rindu mencari-Nya meskipun dalam keadaan yang belum sempurna. Jangan menunggu hidup kita "sempurna" baru datang kepada Tuhan; datanglah sekarang dengan hati yang mencari-Nya.Perayaan Paskah itu begitu luar biasa sehingga rakyat memutuskan untuk memperpanjangnya tujuh hari lagi (total 14 hari!). "Maka besarlah sukacita di Yerusalem, sebab sejak zaman Salomo bin Daud... tidak pernah terjadi peristiwa seperti itu.” Persekutuan yang tulus dengan Tuhan dan sesama selalu membuahkan sukacita. Saat kita melepaskan kepahitan dan bersatu dalam penyembahan, ada sukacita yang tidak bisa diberikan oleh dunia. Sukacita sejati ditemukan ketika kita kembali ke pusat kehendak Tuhan.Satu pemandangan yang indah: para imam memberkati rakyat, dan suara mereka didengar oleh Tuhan. Alkitab mencatat bahwa doa mereka "sampai ke tempat kediaman-Nya yang kudus di sorga”. Hambatan doa dipatahkan melalui pertobatan dan persatuan. Ketika umat Tuhan berbalik dari berhala, merendahkan diri, dan bersatu dalam kasih, tidak ada lagi yang bisa menghalangi doa-doa kita sampai ke takhta Tuhan.Refleksi:Bagaimana undangan Paskah ini mencerminkan hati Tuhan yang rindu rekonsiliasi, bukan perpecahan?Mengapa sebagian orang menertawakan undangan itu, sementara yang lain merespons dengan kerendahan hati?Bagaimana Tuhan menunjukkan kasih karunia-Nya kepada mereka yang datang dengan ketidaksempurnaan tetapi hati yang tulus?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang penuh pengampunan. Kami mau menyerahkan diri kami sepenuhnya kepada-Mu hari ini. Ampunilah kami jika kami sering lebih fokus pada aturan luar daripada kemurnian hati untuk mencari-Mu. Berikanlah kami hati yang rindu akan persatuan dengan saudara seiman dan penuhilah hidup kami dengan sukacita yang dari pada-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

9 Agustus 2026

Memulihkan Mezbah yang Runtuh

Setelah masa kegelapan di bawah Raja Ahas yang menutup pintu Bait Suci, muncul putranya, Hizkia. Hal pertama yang ia lakukan di bulan pertama pemerintahannya bukanlah memperkuat militer atau ekonomi, melainkan membuka kembali pintu rumah Tuhan. Hizkia memahami bahwa kehancuran bangsanya dimulai dari pengabaian terhadap Tuhan. Oleh karena itu, pemulihan bangsa harus dimulai dari pemulihan ibadah. Pada bulan pertama tahun pertama pemerintahannya, Hizkia membuka pintu-pintu rumah TUHAN dan memperbaikinya. Ia tidak menunda-nunda. Ia tahu bahwa akar masalah bangsanya adalah "pintu yang tertutup" antara manusia dan Tuhan. Mungkin ada pintu yang kita tutup juga, seperti saat teduh yang sudah lama ditinggalkan, keterbukaan hati yang hilang karena kecewa, atau dosa yang disembunyikan. Pemulihan hidup kita tidak dimulai dari perubahan situasi di luar, tetapi dari keberanian kita membuka kembali pintu hati kita bagi kehadiran Tuhan.Hizkia memanggil orang Lewi dan imam untuk menguduskan diri dan menyucikan rumah Tuhan. Mereka mengeluarkan segala kecemaran dari tempat kudus. Proses ini memakan waktu enam belas hari. Mereka tidak terburu-buru; mereka ingin memastikan semuanya benar-benar bersih. Ibadah yang sejati membutuhkan hati yang bersih. Sebelum kita meminta berkat atau kemenangan dari Tuhan, kita perlu bertanya: “Apa ada 'sampah' atau kecemaran yang harus dibuang dari hidup kita?" Penyucian adalah proses yang seringkali melelahkan, tetapi mutlak diperlukan agar kemuliaan Tuhan bisa kembali bertahta dalam hidup kita.Setelah penyucian selesai, Hizkia dan para pemimpin kota mempersembahkan korban penghapusan dosa. Mereka menyadari bahwa tanpa pengampunan, tidak ada hubungan yang pulih. Begitu korban dipersembahkan, musik dan puji-pujian segera bergema. Sukacita sejati lahir dari kesadaran bahwa kita telah diampuni. Melalui Yesus Kristus, "korban" kita sudah sempurna. Kita tidak perlu lagi membawa ternak, tetapi kita perlu membawa hati yang hancur dan bertobat. Saat kita menerima pengampunan-Nya, secara otomatis "nyanyian" syukur akan kembali muncul dalam hidup kita yang sebelumnya hambar.Hizkia mengundang rakyat untuk membawa korban syukur. Luar biasa, rakyat membawa begitu banyak korban sehingga para imam kewalahan. "Hizkia dan seluruh rakyat bersukacita karena apa yang telah ditetapkan Tuhan bagi rakyat itu, sebab hal itu terjadi dengan sekonyong-konyong (cepat).” Tuhan sanggup memulihkan keadaan dengan cepat saat hati kita siap. Pemulihan yang tampaknya mustahil atau membutuhkan waktu lama bisa terjadi secara ajaib ketika umat-Nya sehati untuk mencari Dia. Kerjakan bagian kita untuk setia, dan biarkan Tuhan memberikan "percepatan" dalam pemulihan.Refleksi:Bagaimana kondisi Bait TUHAN yang rusak mencerminkan keadaan rohani umat pada masa sebelumnya?Mengapa pemulihan ibadah sejati selalu dimulai dengan pertobatan dan pengakuan dosa?Bagaimana peran kepemimpinan rohani yang tegas dan takut akan Tuhan mempercepat pemulihan umat?Doa:Allah Bapa, hari ini kami mau membuka kembali pintu hati kami bagi-Mu. Ampunilah kami jika selama ini kami membiarkan kekudusan hidup kami tercemar oleh hal-hal duniawi. Sucikanlah kami kembali. Biarlah hidup kami menjadi rumah doa dan tempat di mana puji-pujian bagi-Mu selalu bergema. Kami rindu melihat pemulihan terjadi dalam hidup dan keluarga kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.