Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
6 Juni 2026
Kepemimpinan yang Lemah Secara Spiritual
Yoahas naik menjadi raja pada usia 23 tahun, tetapi masa pemerintahannya hanya berlangsung selama tiga bulan. Dalam waktu yang singkat itu, dia gagal meninggalkan jejak kepemimpinan yang kuat, terutama dalam hal rohani. Ayat-ayat ini menggambarkan betapa lemahnya Yoahas dalam mempertahankan iman dan kebenaran di tengah-tengah tekanan politik dan spiritual pada zamannya.Yoahas mengikuti jejak jahat ayahnya, Yosia, dengan tidak setia kepada Tuhan. Karena itu, Allah membiarkan musuhnya, Firaun dari Mesir, mengalahkannya dan kemudian menyingkirkannya secara tragis. Kepemimpinan Yoahas mengingatkan kita bahwa posisi atau jabatan saja tidak cukup. Kepemimpinan yang benar harus diawali dengan kekuatan dan keteguhan spiritual.Kelemahan Yoahas secara rohani menunjukkan bahwa tanpa dasar iman yang kokoh, seorang pemimpin mudah terombang-ambing oleh tekanan dunia dan godaan dosa. Kita juga bisa belajar bahwa setiap pemimpin, termasuk kita dalam peran apapun, harus selalu memperkuat hubungan dengan Tuhan melalui doa, firman, dan ketaatan agar dapat memimpin dengan hikmat dan integritas.Jangan biarkan kekuatan duniawi mengalahkan iman kita. Sebagai pemimpin dalam keluarga, pekerjaan, atau komunitas, pastikan rohani kita terus diperbaharui dan teguh. Kemenangan terbesar adalah ketika kita menang atas diri sendiri dengan bergantung sepenuhnya pada Tuhan.Refleksi:Mengapa seorang pemimpin bisa jatuh ke dalam dosa meski berasal dari latar belakang yang baik?Bagaimana kita bisa mengenali tanda-tanda kepemimpinan yang lemah secara spiritual dalam konteks masa kini (gereja, keluarga, atau negara)?Mengapa penting bagi seorang pemimpin untuk memiliki dasar yang kuat dalam firman Tuhan dan doa?Doa:Allah Bapa, ajarlah kami untuk menjadi pemimpin yang kuat bukan hanya secara lahiriah, tetapi terutama secara rohani. Berikan kami hati yang setia dan teguh untuk selalu mengandalkan-Mu dalam setiap langkah kami. Jauhkan kami dari godaan yang bisa melemahkan iman kami dan, jadikan kami alat-Mu yang setia untuk memimpin dengan kasih dan kebenaran. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
5 Juni 2026
Kekuatan Firman Tuhan sebagai Dasar Reformasi
Ketika Firman Tuhan dibacakan kepada Raja Yosia, dia tidak hanya menangis dan bertobat secara pribadi (pasal sebelumnya), tetapi juga mengajak seluruh bangsa kembali kepada Tuhan. Dari sinilah dimulai reformasi besar di Yehuda: pembersihan penyembahan berhala, pembaharuan ibadah, dan pemulihan perjanjian dengan Allah. Semua ini dimulai dari satu sumber: Firman Tuhan.Raja Yosia memanggil seluruh rakyat, imam, nabi, dan tua-tua untuk mendengarkan isi kitab hukum Tuhan. Di sinilah terjadi kebangunan rohani yang dipimpin oleh Firman, bukan sekadar emosi atau politik. Reformasi sejati selalu dimulai dengan kembali kepada otoritas Firman Tuhan. Setelah membaca Firman, Yosia bertindak tegas, menghancurkan mezbah berhala, menyingkirkan imam-imam palsu, dan membasmi segala bentuk penyembahan asing. Firman bukan hanya menyadarkan, tetapi menggerakkan perubahan konkret.Yosia memulihkan perayaan Paskah, yang sudah lama dilupakan. Paskah adalah pengingat akan kasih setia Tuhan yang membebaskan umat-Nya. Dengan kembali pada Firman, ibadah yang sejati dipulihkan. “Tiada seorangpun seperti dia,” tulis Alkitab tentang Yosia. Dia menjadi teladan reformasi rohani karena mendasarkan seluruh hidup dan pemerintahannya pada Firman Tuhan.Jangan abaikan Firman Tuhan. Setiap pembaharuan rohani pribadi dan komunitas selalu dimulai dari kembali membaca dan menaati Firman. Biarkan Firman Tuhan menyentuh dan mengubah gaya hidup, bukan hanya jadi pengetahuan. Bangun rumah tangga, pelayanan, dan hidup rohani di atas dasar kebenaran Tuhan. Tanpa itu, semua akan runtuh.Reformasi dimulai ketika Firman Tuhan diberi tempat utama. Dunia berubah dengan cepat, tetapi Firman Tuhan tetap menjadi fondasi yang kokoh bagi setiap hati yang mau taat. Jangan tunggu perubahan besar tanpa perubahan hati yang dimulai dari mendengar dan melakukan Firman.Refleksi:Mengapa penting bagi seorang pemimpin (rohani atau sekuler) memiliki dasar yang kuat dalam firman Tuhan?Bagaimana firman Tuhan masih relevan dalam memimpin reformasi dalam kehidupan pribadi, gereja, dan bangsa saat ini?Apa peran komunitas iman dalam menjaga dan mendorong hidup sesuai firman Tuhan?Doa:Allah Bapa, berikan kami hati yang lapar akan Firman-Mu. Biarlah kebenaran-Mu membakar segala berhala dalam hidup kami dan memulihkan ibadah kami kepada-Mu. Jadikan hidup kami alat reformasi dan terang bagi sekeliling kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT