Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

29 Juli 2026

Jebakan "Rasa Sungkan"

Meskipun Yosafat adalah raja yang saleh, ia terjebak dalam kompromi politik dengan Ahab, raja Israel Utara yang fasik. Yosafat memiliki kekayaan dan kemuliaan yang besar, tetapi ia membuat keputusan berisiko dengan menjadi besan Raja Ahab. Kedekatan ini membawanya ke medan perang yang hampir merenggut nyawanya.Ahab menjamu Yosafat dengan sangat mewah untuk membujuknya pergi berperang bersama ke Ramot-Gilead. Yosafat menjawab dengan sangat kompromistis: "Aku sama dengan engkau, dan rakyatku sama dengan rakyatmu…". Hati-hatilah dengan siapa kita mengikatkan diri. Sering kali karena rasa sungkan atau ingin menjaga hubungan baik, kita mulai mengompromikan prinsip iman kita. Mengatakan "iya" kepada dunia sering kali berarti mengatakan "tidak" kepada kehendak Tuhan. Pastikan aliansi kita, baik dalam bisnis, pertemanan, atau pasangan hidup, tidak menjauhkan kita dari nilai-nilai kebenaran.Sebelum berperang, Ahab memanggil 400 nabi yang semuanya memberikan jawaban seragam: "Majulah, Tuhan akan menyerahkannya ke tangan raja!" Namun, Yosafat merasa ada yang kurang dan meminta nabi TUHAN yang asli. Muncullah Mikha bin Yimla. Mikha mengatakan kebenaran yang pahit, bukan kebohongan yang manis. Ahab membenci Mikha karena ia tidak pernah menubuatkan yang baik baginya. Dunia sering kali mencari nabi-nabi atau nasihat yang memanjakan telinga, tetapi anak Tuhan harus mencari kebenaran, meskipun itu menyakitkan. Apakah kita lebih suka dikelilingi orang yang selalu memuji kita, atau orang yang berani menegur saat kita salah?Disini kita melihat tabir rohani di mana Tuhan mengizinkan "roh dusta" memenuhi mulut nabi-nabi Ahab. Ini adalah peringatan bahwa jika seseorang terus-menerus menolak kebenaran, ia akhirnya akan dibiarkan percaya kepada dusta. Hargailah kebenaran selagi Tuhan menyatakannya. Jika kita terus mengeraskan hati terhadap teguran Firman Tuhan, lama-kelamaan kita tidak akan bisa lagi membedakan mana yang benar dan mana yang salah. Mintalah Roh Kudus memberikan kita kepekaan untuk membedakan roh.Di medan perang, Ahab yang licik menyamar sebagai prajurit biasa, sementara Yosafat tetap mengenakan pakaian kebesarannya. Yosafat menjadi sasaran utama dan hampir terbunuh. Namun, ketika ia berteriak, TUHAN menolongnya dan membelokkan para pengejar. Sebaliknya, Ahab yang menyamar justru terkena anak panah yang dilepaskan secara serampangan. Tuhan tetap setia saat kita lalai, tetapi jangan mencobai Tuhan. Yosafat selamat karena anugerah-Nya yang murni. Namun, pelajaran ini sangat mahal harganya. Tuhan sanggup melindungi kita dari kesalahan yang kita buat, tetapi alangkah lebih baik jika kita hidup dalam ketaatan sejak awal sehingga tidak perlu masuk ke dalam "perangkap" yang seharusnya bisa dihindari.Refleksi:Apa perbedaan antara kerendahan hati dan rasa sungkan yang membuat seseorang mengabaikan kebenaran?Apa risiko rohani dan praktis ketika keputusan diambil demi menjaga hubungan, bukan demi ketaatan kepada Tuhan?Apa pelajaran penting dari kematian Ahab yang terjadi tepat seperti firman Tuhan katakan?Doa:Allah Bapa, berikanlah kami hikmat agar tidak salah dalam memilih pergaulan atau aliansi hidup. Jauhkan kami dari sikap kompromi yang merusak iman kami. Berikanlah kami telinga yang mau mendengar kebenaran, meskipun itu menegur ego kami. Terima kasih karena kasih setia-Mu menjaga kami bahkan saat kami lalai. Pimpinlah langkah kami agar selalu selaras dengan kehendak-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

28 Juli 2026

Investasi pada Kebenaran

Di tengah kegagalan ayahnya di masa tua, Yosafat bangkit dengan semangat baru. Ia tidak hanya belajar dari keberhasilan Daud, tetapi juga melakukan inovasi dalam membagikan kebenaran Firman Tuhan ke seluruh pelosok negerinya. Yosafat memahami bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak hanya terletak pada tembok benteng atau jumlah tentara, melainkan pada pengenalan umatnya akan Tuhan. Ia mengambil langkah-langkah radikal untuk memastikan Tuhan tetap menjadi pusat dari negaranya.TUHAN menyertai Yosafat karena ia hidup mengikuti "jalan yang dahulu" yang ditempuh Daud, bapa leluhurnya. Ia tidak mencari Baal, melainkan mencari Tuhan ayahnya. Siapakah yang menjadi model atau teladan hidup kita? Yosafat memilih untuk meneladani sisi terbaik dari pendahulunya. Dalam perjalanan iman, kita butuh melihat kembali "jalan-jalan kuno" yang sudah teruji, ketekunan doa, ketaatan pada Firman, dan kerendahan hati. Jangan terjebak pada tren dunia yang sementara, tetapi tetaplah pada prinsip iman yang kekal.Salah satu langkah unik yang dilakukan Yosafat adalah mengutus para pembesar, orang Lewi, dan imam untuk pergi ke kota-kota di Yehuda sambil membawa Kitab Taurat TUHAN untuk mengajar rakyat. Ia tidak hanya membangun pos militer, tetapi ia membangun "pos pembelajaran" rohani. Pengetahuan akan Firman Tuhan adalah benteng perlindungan yang kuat. Masalah muncul dalam hidup kita sering kali karena kita tidak mengenal suara Tuhan melalui Firman-Nya.Hasil dari reformasi rohani ini luar biasa: "Ketakutan yang dari TUHAN menimpa segala kerajaan negeri-negeri sekeliling Yehuda, sehingga mereka tidak berani berperang melawan Yosafat." Bahkan orang Filistin dan orang Arab membawakan upeti kepadanya. Ini adalah prinsip rohani: Saat kita fokus menyenangkan hati Tuhan, Tuhan yang akan mengurus musuh-musuh kita. Sering kali kita habis energi untuk melawan "musuh" (masalah, hambatan, saingan), namun lupa bahwa jika kita beres di hadapan Tuhan, Dia bisa membuat situasi di sekeliling kita menjadi tenang.Meskipun Tuhan memberikan keamanan, Yosafat tetap mengatur pasukannya dengan sangat rapi. Ada para pahlawan gagah perkasa yang siap sedia di Yerusalem maupun di kota-kota benteng. Penyertaan Tuhan tidak menghilangkan tanggung jawab kita. Kita tetap harus bekerja keras, bersiap diri, dan disiplin. Bedanya, kita melakukan semua itu dengan kesadaran bahwa kemenangan berasal dari Tuhan. Iman dan usaha harus berjalan beriringan.Refleksi:Bagaimana pengajaran firman Tuhan berfungsi sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi kehidupan rohani?Mengapa membangun pertahanan militer tanpa mengabaikan pembinaan rohani menunjukkan keseimbangan yang sehat?Apa bahaya jika kita lebih banyak berinvestasi pada kekuatan lahiriah daripada pembentukan iman dan karakter?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas teladan Yosafat yang mengutamakan Firman-Mu. Bangkitkanlah gairah dalam hati kami untuk selalu mencari wajah-Mu. Ajarlah kami untuk tidak hanya mengandalkan kekuatan kami sendiri, tetapi biarlah Firman-Mu menjadi pelita dan benteng hidup kami. Kiranya hidup kami membawa dampak yang baik bagi orang-orang di sekitar kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.