Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

19 Juli 2026

Antara Kerja dan Ibadah

Ketika pembangunan Bait Suci telah selesai, dan Salomo mulai memperluas serta memperkuat kerajaannya, di tengah semua kesibukan membangun kota dan mengatur militer, Salomo memberikan teladan tentang pentingnya menjaga keteraturan ibadah dan kemurnian hidup.Setelah dua puluh tahun membangun Rumah Tuhan dan istananya sendiri, Salomo tidak berhenti. Ia membangun kota-kota perbekalan, memperkuat pertahanan, dan mengatur sistem kerja paksa. Namun, di tengah semua aktivitas manajerial dan politik itu, ia tetap menjaga fokus spiritualnya. Salomo membangun kembali kota-kota yang diberikan Hiram kepadanya dan menduduki Hamat-Zoba. Ia mengatur pertahanan sedemikian rupa sehingga kerajaannya menjadi aman.Tuhan memberkati kerja keras yang terencana. Iman tidak berarti kita menjadi pasif. Tuhan memberikan kita hikmat untuk membangun masa depan, mengatur keuangan, dan merencanakan pekerjaan. Pertanyaannya, apakah kita sedang membangun di bawah tuntunan Tuhan, atau hanya sekadar mengikuti ambisi pribadi?Satu hal yang menarik, Salomo memindahkan istrinya, anak Firaun, keluar dari kota Daud ke istana yang khusus dibangun baginya. Alasannya? Karena ia menyadari bahwa tempat-tempat yang pernah dimasuki oleh Tabut Tuhan adalah kudus. Kekudusan menuntut pemisahan. Salomo mengerti bahwa ada hal-hal tertentu dalam hidupnya yang tidak boleh bercampur dengan hal-hal kudus. Dalam hidup kita, sering kali kita mencampuradukkan yang kudus dengan yang duniawi. Kita harus memiliki keberanian untuk menyingkirkan atau menjauhkan hal-hal yang dapat mencemari hubungan kita dengan Tuhan.Di tengah kesibukan mengurus kerajaan besar, Salomo tidak melalaikan ibadah. Ia tetap mempersembahkan korban bakaran menurut "apa yang ditetapkan untuk setiap hari." Ia mengikuti jadwal hari Sabat, bulan baru, dan tiga hari raya besar. Banyak dari kita berkata, "Saya terlalu sibuk untuk berdoa" atau "Pekerjaan kita terlalu menyita waktu untuk beribadah." Salomo, seorang raja dengan tanggung jawab besar, tetap mengutamakan keteraturan ibadah. Ibadah bukan tentang mencari waktu luang, tetapi tentang menyediakan waktu utama. Disiplin rohani harian adalah kunci agar hidup kita tetap seimbang di tengah kesibukan.Salomo tetap mengikuti pengaturan Daud, ayahnya, mengenai tugas-tugas para imam dan orang Lewi. Ia tidak merasa lebih pintar dari pendahulunya dalam hal spiritual. Ia menghormati struktur yang sudah ditetapkan Tuhan. Kerendahan hati untuk tunduk pada otoritas Tuhan dan ketetapan Firman-Nya adalah kunci keberhasilan. Jangan biarkan kesuksesan membuat kita merasa "bebas" untuk melanggar aturan-aturan dasar Tuhan yang sudah teruji kebenarannya.Refleksi:Bagaimana ketaatan pada waktu, peran, dan aturan ibadah mencerminkan sikap hati yang menghormati Tuhan?Bagaimana prinsip bahwa “setiap hari ada persembahan sesuai dengan perintah Tuhan” yang menolong kita memahami konsistensi dalam ibadah?Dalam konteks pekerjaan atau pelayanan kita, bagaimana ibadah dapat menjadi sumber arah dan kekuatan, bukan sekadar aktivitas tambahan?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas setiap tanggung jawab dan pekerjaan yang Engkau percayakan pada kami. Berikanlah kami hikmat untuk mengerjakannya dengan baik, namun ingatkanlah kami agar tidak pernah menukar kedekatan kami dengan-Mu demi kesibukan duniawi. Ajarlah kami untuk memiliki disiplin rohani yang kuat dan hati yang selalu menjaga kekudusan bagi-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

18 Juli 2026

Api dan Janji Pemulihan

Ketika Salomo selesai berdoa, Tuhan tidak hanya menjawab dengan kata-kata, tetapi dengan api yang turun dari langit mengonsumsi korban bakaran. Saat api turun, seluruh umat Israel sujud menyembah sampai ke tanah. Mereka tidak takut, melainkan karena takjub akan kebaikan-Nya. Hadirat Tuhan yang nyata selalu membuahkan kerendahan hati dan pujian yang tulus. Hadirat Tuhan seharusnya membuat kita tersungkur dalam kekaguman, bukan sekadar menjadi rutinitas. Mintalah agar Roh Kudus (Api Tuhan) membakar setiap penghalang dalam hati kita, sehingga hidup kita menjadi korban yang berkenan di hadapan-Nya.Tuhan menampakkan diri kepada Salomo pada malam hari dan memberikan salah satu janji: "dan umat-Ku, yang atasnya nama-Ku disebut, merendahkan diri, berdoa dan mencari wajah-Ku, lalu berbalik dari jalan-jalannya yang jahat, maka Aku akan mendengar dari sorga dan mengampuni dosa mereka, serta memulihkan negeri mereka."Allah tidak berkata bahwa pemulihan sebuah negeri bergantung pada pemimpin politik atau ekonomi, melainkan pada umat-Nya. Ada empat langkah pemulihan:Merendahkan diri, yaitu mengakui bahwa kita butuh Tuhan.Berdoa adalah berkomunikasi secara intim dengan-Nya.Mencari wajah-Nya yaitu merindukan pribadi-Nya lebih dari sekadar berkat-Nya.Berbalik, artinya bertobat dengan sungguh-sungguh dari jalan yang salah.Tuhan berjanji bahwa mata dan hati-Nya akan ada di Bait Suci itu untuk selamanya. Namun, janji itu disertai peringatan keras: jika umat berpaling dan menyembah Tuhan lain, maka berkat itu akan dicabut. Anugerah Tuhan tidak memberikan kita izin untuk hidup sembarangan. Menjadi anak Tuhan adalah hak istimewa, tetapi juga membawa tanggung jawab besar. Kita dipanggil untuk tetap setia (integritas) di tengah dunia yang menawarkan banyak "berhala" modern seperti popularitas, uang, atau ego.Kemuliaan Bait Suci sangat besar, tetapi Tuhan mengingatkan bahwa jika ketaatan hilang, gedung semegah itu pun bisa menjadi puing-puing. Ini adalah pengingat bahwa Tuhan lebih menghargai ketaatan daripada kemegahan fisik.Refleksi:Mengapa Tuhan menegaskan bahwa mata dan hati-Nya akan ada di Bait itu, dan apa artinya bagi relasi-Nya dengan umat?Bagaimana keseimbangan antara kasih karunia Tuhan (janji pemulihan) dan kekudusan Tuhan (peringatan tentang hukuman)?Mengapa Tuhan mengaitkan berkat yang berkelanjutan dengan ketaatan, bukan hanya dengan pengalaman rohani yang spektakuler?Doa:Allah Bapa, turunkanlah api Roh-Mu ke dalam hati kami agar setiap kotoran dosa terbakar habis. Kami rindu merendahkan diri dan mencari wajah-Mu, bukan hanya tangan-Mu. Pulihkanlah hidup kami, keluarga kami, dan negeri kami. Ajarlah kami untuk tetap setia pada jalan-Mu dan tidak berpaling kepada apa pun di dunia ini. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.