Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
22 Juli 2026
Ketaatan
Di tengah perpecahan itu, kita melihat bagaimana Tuhan tetap bekerja untuk menjaga sisa-sisa umat yang setia dan bagaimana Rehabeam, setidaknya untuk sementara waktu, belajar untuk tunduk pada kehendak Tuhan. Setelah sepuluh suku memisahkan diri, Rehabeam sangat marah dan mengumpulkan 180.000 pasukan untuk merebut kembali kerajaan itu. Namun, sebuah pesan dari Tuhan melalui nabi Semaya mengubah segalanya.Tuhan berkata kepada Rehabeam: "Janganlah kamu maju dan janganlah kamu berperang melawan saudara-saudaramu. Pulanglah masing-masing ke rumahnya...". Menariknya, kali ini Rehabeam dan pasukannya mendengarkan. Mereka membatalkan rencana perang tersebut. Kadang keberanian terbesar adalah keberanian untuk tidak membalas. Saat kita merasa dirugikan atau kehilangan sesuatu yang kita anggap milik kita, dorongan pertama kita adalah "berperang" untuk merebutnya kembali. Namun, ketaatan sejati adalah saat kita mampu melepaskan ambisi kita ketika Tuhan berkata "berhenti". Jangan memaksakan kehendak jika Tuhan sudah menetapkan jalan yang berbeda.Setelah melepaskan niat berperang, Rehabeam fokus membangun kota-kota pertahanan di Yehuda dan Benyamin. Ia memperkuat benteng-benteng dan mengisi persediaan makanan serta senjata. Saat satu pintu tertutup, fokuslah membangun apa yang masih ada di tangan kita. Rehabeam tidak terus meratapi hilangnya sepuluh suku, melainkan ia memperkuat apa yang tersisa. Dalam hidup, jika kita mengalami kegagalan atau kehilangan, jangan habiskan energi untuk menyesal. Gunakan waktu itu untuk memperkuat "benteng" rohani, iman, dan karakter kita agar lebih kokoh di masa depan.Bagian yang sangat penting dalam peristiwa ini adalah para imam, orang Lewi, dan orang-orang dari seluruh suku Israel yang "memusatkan hati untuk mencari TUHAN" meninggalkan segalanya dan pindah ke Yerusalem. Mereka memilih kesetiaan kepada ibadah yang benar daripada kenyamanan rumah mereka di utara. Hadirat Tuhan dan ibadah yang benar akan selalu menjadi magnet bagi orang-orang yang tulus. Kesetiaan kita kepada Tuhan akan menguatkan orang lain. Alkitab mencatat bahwa kehadiran orang-orang setia ini "memperkokoh kerajaan Yehuda." Satu orang yang berkomitmen mencari Tuhan bisa memberikan dampak stabilitas bagi seluruh komunitasnya.Selama tiga tahun, Rehabeam dan rakyatnya hidup mengikuti jalan Daud dan Salomo, dan mereka menjadi kuat. Namun, sejarah Rehabeam adalah sejarah yang naik-turun. Keberhasilannya selalu berkaitan erat dengan sejauh mana ia bersandar pada Tuhan. Kekuatan kita bukan pada jumlah pasukan atau harta, melainkan pada penyertaan Tuhan. Selama kita berjalan di "jalan Daud" (jalan pertobatan dan penyembahan), kita akan menemukan kekuatan yang tidak bisa diberikan oleh dunia.Refleksi:Apa perbedaan antara ketaatan kepada Tuhan dan dorongan untuk mempertahankan harga diri atau kekuasaan?Apa peran para imam dan orang Lewi yang memilih setia kepada TUHAN dalam menjaga kehidupan rohani Yehuda?Dalam hidup kita, firman Tuhan apa yang sedang menuntut ketaatan meski bertentangan dengan keinginan pribadi?Doa:Allah Bapa, ajarlah kami untuk peka mendengar suara-Mu, terutama saat ego kami ingin memberontak. Berikan kami kerelaan untuk mundur jika itu kehendak-Mu, dan berikan kami ketekunan untuk membangun apa yang Engkau percayakan pada kami. Biarlah hati kami selalu terpusat untuk mencari wajah-Mu, sehingga hidup kami menjadi kekuatan bagi orang-orang di sekitar kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
21 Juli 2026
Keangkuhan
Setelah kejayaan Daud dan Salomo, kerajaan ini hancur bukan karena serangan militer bangsa asing, melainkan karena kekerasan hati dan ketidakmampuan seorang pemimpin untuk mendengar. Rehabeam, putra Salomo, berdiri di ambang pintu sejarah. Rakyat datang kepadanya membawa sebuah permohonan sederhana: ringankanlah beban yang berat. Namun, respons Rehabeam terhadap permintaan ini justru menghancurkan kesatuan bangsa. Rehabeam melakukan hal yang benar di awal: ia meminta saran. Namun, ia melakukan kesalahan fatal dalam memilih saran mana yang harus diikuti. Ia meninggalkan nasihat para tua-tua yang berpengalaman dan lebih memilih nasihat teman-teman sebayanya yang haus akan kekuasaan.Hati-hatilah dengan suara siapa yang kita dengar. Sering kali kita hanya mau mendengar suara yang "menyenangkan telinga" atau mendukung ambisi kita, bukan suara yang membawa kebenaran dan hikmat. Mintalah Tuhan memberikan kita kerendahan hati untuk mendengar nasihat yang bijak, meskipun nasihat itu mungkin menuntut kita untuk menurunkan ego. Para tua-tua memberikan saran yang sangat rohani: "Jika engkau berlaku ramah terhadap rakyat itu, menyenangkan mereka dan mengatakan kata-kata yang baik kepada mereka, maka mereka akan menjadi hamba-hambamu sepanjang masa". Namun, Rehabeam memilih untuk mengancam rakyat dengan kekerasan.Ini adalah kontras antara kepemimpinan yang melayani dan kepemimpinan yang mendominasi. Tuhan memanggil kita untuk memimpin (baik di keluarga, gereja, atau pekerjaan) dengan kasih dan pengertian. Kekuasaan yang digunakan untuk menekan orang lain pada akhirnya hanya akan melahirkan pemberontakan dan kehancuran. Ada satu kalimat kunci: "Sebab hal itu merupakan perubahan yang ditentukan Tuhan..." Tuhan mengizinkan kekerasan hati Rehabeam menjadi jalan untuk menggenapi firman-Nya yang telah diucapkan sebelumnya kepada Yerobeam.Tuhan tetap berdaulat, bahkan di tengah kekacauan yang disebabkan oleh kebodohan manusia. Namun, ini bukan alasan bagi kita untuk bertindak sembarangan. Meskipun Tuhan bisa memakai kegagalan kita untuk rencana-Nya, konsekuensi dari dosa dan kebodohan tetaplah nyata dan menyakitkan. Perpecahan Israel dipicu oleh satu jawaban yang kasar. Kata-kata Rehabeam menjadi pemantik api yang membakar habis persatuan bangsa. Kata-kata memiliki kuasa untuk membangun atau meruntuhkan. Satu kalimat kasar yang diucapkan karena amarah atau gengsi bisa merusak hubungan yang sudah dibangun bertahun-tahun. Sebelum berbicara, tanyakanlah: "Apakah kata-kataku ini akan membawa kesembuhan atau justru perpecahan?"Refleksi:Bagaimana keangkuhan memengaruhi kemampuan seseorang untuk mendengar, mempertimbangkan, dan belajar dari orang lain?Bagaimana peristiwa ini menunjukkan bahwa keangkuhan pemimpin dapat membawa dampak besar bagi banyak orang?Apa perbedaan antara ketegasan yang bijak dan kekerasan hati yang lahir dari keangkuhan?Doa:Allah Bapa, ampuni kami jika sering kali kami lebih mengutamakan ego kami daripada kebenaran-Mu. Berikanlah kami hati yang lembut dan telinga yang mau mendengar nasihat yang bijak. Ajarlah kami untuk memimpin dan memperlakukan orang lain dengan kasih, bukan dengan kekerasan. Biarlah kata-kata kami membawa damai dan persatuan di mana pun kami berada. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT