Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

5 November 2026

Hidup Maksimal di Tengah Kefanaan

Salomo membawa kita pada sebuah realitas yang paling menakutkan bagi manusia: Kematian. Ia menegaskan bahwa kematian datang kepada siapa saja tanpa memandang status moral atau posisi sosial. Namun, alih-alih membuat kita putus asa, pasal ini justru menjadi panggilan untuk hidup dengan penuh gairah dan arti selagi waktu masih ada. Kematian membuat hidup menjadi sangat berharga; karena waktu kita terbatas, setiap detik yang Tuhan berikan adalah panggung untuk memuliakan-Nya.Salomo mengamati bahwa orang benar dan orang fasik, orang baik dan orang jahat, semuanya menuju pada akhir yang sama, yaitu maut. Secara kasat mata, tampaknya tidak ada perbedaan antara hidup kudus dan hidup berdosa jika dilihat dari akhirnya di liang kubur. Kita berada di tangan Tuhan. Walaupun kita tidak tahu apa yang akan terjadi di depan (apakah kasih atau benci), kepastian bahwa kita "ada di tangan Tuhan" adalah sauh bagi jiwa kita. Nasib akhir duniawi boleh sama, tetapi kualitas berjalan bersama Tuhan di dalam "tangan-Nya" membuat hidup kita memiliki nilai yang kekal.Salomo menggunakan perumpamaan yang tajam: "Anjing yang hidup lebih baik dari pada singa yang mati." Singa mungkin raja hutan, tetapi jika sudah mati, ia tidak bisa berbuat apa-apa. Selama seseorang masih hidup, masih ada harapan. Hargailah nafas hidup kita hari ini. Jangan sia-siakan hari ini dengan meratapi kegagalan masa lalu atau mencemaskan kematian. Selama Tuhan masih mengizinkan kita bangun pagi ini, itu berarti tugas kita di bumi belum selesai. Masih ada kesempatan untuk bertobat, berkarya, dan menjadi berkat.Karena hidup ini singkat dan misterius, Salomo menasihati: "Makanlah rotimu dengan sukacita... biarlah pakaianmu selalu putih... nikmatilah hidup dengan isteri yang kau kasihi." "Segala sesuatu yang dijumpai tanganmu untuk dikerjakan, kerjakanlah itu sekuat tenaga.” Lakukan segalanya dengan totalitas. Kekristenan bukan berarti hidup dalam kemuraman. Tuhan senang jika kita menikmati makanan kita, mencintai keluarga kita, dan bekerja dengan semangat. Jangan setengah-setengah dalam berbuat baik. Jadilah karyawan terbaik, orang tua terbaik, dan sahabat terbaik, karena di dunia orang mati (kubur) tidak ada lagi pekerjaan atau pertimbangan.Salomo melihat bahwa kemenangan tidak selalu milik yang cepat, dan rezeki tidak selalu milik yang berhikmat; waktu dan nasib menimpa mereka semua. Ia menceritakan tentang seorang miskin yang berhikmat yang menyelamatkan sebuah kota, namun segera dilupakan karena kemiskinannya. Berhikmatlah karena itu benar, bukan agar dipuja. Dunia mungkin sering mengabaikan hikmat karena tidak dibungkus dengan kekayaan atau popularitas. Namun, satu orang berhikmat lebih baik daripada alat-alat perang (ayat 18). Jangan tawar hati jika kebaikan atau hikmat kita tidak diakui manusia. Tuhan melihat, dan hikmat itu sendiri adalah upah bagi mereka yang memilikinya.Refleksi:Bagaimana menanggapi kenyataan bahwa kematian adalah bagian pasti dari hidup setiap orang?Apa arti hidup maksimal di tengah kefanaan menurut pengalaman dan prioritas kita saat ini?Bagaimana menyeimbangkan usaha untuk sukses dengan kesadaran bahwa hasil akhir berada di tangan Tuhan?Doa:Allah Bapa, terima kasih untuk nafas hidup yang masih Engkau berikan hari ini. Ampunilah kami jika kami sering menyia-nyiakan waktu dengan keluhan atau kemalasan. Ajarlah kami untuk menikmati setiap berkat kecil yang Engkau sediakan dan mengerjakannya sekuat tenaga kami untuk kemuliaan-Mu. Biarlah hidup kami yang singkat ini menjadi kesaksian tentang hikmat-Mu yang tenang dan kuat. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

4 November 2026

Hikmat di Tengah Ketidakpastian

Salomo membawa kita pada realita hidup dalam tatanan otoritas manusia dan misteri keadilan Tuhan. Ia mengajarkan bagaimana hikmat seharusnya bekerja ketika kita berhadapan dengan kekuasaan yang tidak sempurna di dunia, serta bagaimana tetap beriman ketika kita melihat "ketidakadilan" yang tampaknya dibiarkan oleh Tuhan. Hikmat sejati tidak membuat kita tahu segala jawaban, tetapi membuat kita tahu kepada Siapa kita harus berserah saat dunia terasa tidak masuk akal.Salomo memulai dengan kalimat indah: "Hikmat manusia melembutkan wajahnya, sehingga kekerasan mukanya berubah." Hikmat bukan hanya soal otak yang pintar, tapi soal karakter yang tenang. Salomo menasihati agar kita patuh pada otoritas (raja/pemerintah) karena sumpah setia kepada Tuhan. Ketaatan adalah bentuk hikmat. Kita sering kali merasa sulit tunduk pada aturan atau pemimpin yang tidak sempurna. Namun, hikmat mengajarkan kita untuk tidak gegabah atau memberontak tanpa alasan yang benar. Orang yang berhikmat tahu "waktu dan cara" yang tepat (ayat 5). Kedamaian batin seorang beriman seharusnya terpancar dari wajahnya yang tenang, bukan wajah yang penuh amarah karena frustrasi terhadap keadaan dunia.Salomo mengingatkan bahwa manusia tidak tahu apa yang akan terjadi, dan tidak ada orang yang berkuasa menahan angin atau berkuasa atas hari kematiannya. Kita adalah makhluk yang terbatas. Sehebat apa pun kekuasaan seorang raja, ia tetap tidak berdaya di hadapan kematian. Kesadaran akan keterbatasan ini seharusnya membuat kita rendah hati. Janganlah kita merasa terlalu berkuasa atas hidup kita sendiri atau orang lain. Gunakanlah hari ini dengan bijak, karena hari esok sepenuhnya berada dalam tangan Tuhan.Di sini Salomo jujur tentang kebingungannya. Ia melihat orang fasik dikuburkan dengan megah dan dihormati di kota tempat mereka berbuat jahat (ayat 10). Ia juga melihat orang benar menderita seolah-olah mereka jahat, sementara orang jahat makmur seolah-olah mereka benar. Inilah yang disebutnya "kesia-siaan" (absurditas). Jangan biarkan ketidakadilan dunia merusak imanmu. Memang menyakitkan melihat kejahatan tampak "menang," tetapi Salomo memberikan jaminan iman: "Aku tahu juga, bahwa orang yang takut akan Tuhan akan beroleh kebahagiaan... tetapi orang fasik tidak akan beroleh kebahagiaan" (ayat 12-13). Akhir dari sebuah perjalanan lebih penting daripada tengahnya. Tetaplah hidup benar meskipun lingkungan kita tidak mendukung; Tuhan tidak pernah buta terhadap kesetiaan kita.Salomo menyimpulkan bahwa daripada pusing memikirkan hal-hal yang tidak bisa diubah, lebih baik kita menikmati makan, minum, dan bersukacita dalam jerih payah kita. Ia menegaskan bahwa manusia tidak akan mampu menyelami seluruh pekerjaan Tuhan, betapa pun kerasnya ia mencarinya. Berhentilah mencoba menjadi Tuhan. Kita sering stres karena mencoba memahami setiap alasan di balik setiap kejadian. Hikmat yang tertinggi adalah mengakui bahwa ada "wilayah rahasia" milik Tuhan yang tidak bisa ditembus oleh akal manusia. Fokuslah pada apa yang Tuhan berikan untuk kita nikmati hari ini, dan percayalah bahwa Dia sedang mengatur sisanya dengan sempurna.Refleksi:Bagaimana menyeimbangkan kerja keras dan penerimaan terhadap rencana Tuhan yang tak terlihat sepenuhnya?Apa arti takut akan Tuhan dalam praktik hidup kita di tengah ketidakpastian dan perubahan?Apa perbedaan antara hidup bijak di hadapan manusia dan hidup bijak di hadapan Tuhan menurut bagian ini?Doa:Allah Bapa, berikanlah kami hikmat yang melembutkan wajah dan hati kami. Ajarlah kami untuk tetap taat dan tenang di tengah dunia yang sering kali tidak adil. Kami melepaskan keinginan kami untuk memahami segala sesuatu dan memilih untuk mempercayai kebaikan-Mu. Biarlah hati kami dipenuhi sukacita atas berkat-berkat sederhana yang Engkau berikan hari ini. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.