Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

27 Juli 2026

Jebakan Pragmatisme

Setelah memulai dengan iman yang luar biasa, Asa justru jatuh di garis finis. Satu peringatan bagi kita bahwa kesetiaan di masa lalu tidak menjamin ketaatan di masa kini.Raja Asa memerintah dengan gemilang selama 35 tahun. Namun, pada tahun ke-36, ketika menghadapi ancaman dari Baesa, raja Israel, Asa melakukan sesuatu yang tidak disangka: ia tidak lari kepada Tuhan, melainkan menyuap raja Aram untuk menolongnya. Secara logika politik, strategi Asa berhasil. Raja Aram menyerang Israel, dan Baesa berhenti mengganggu Yehuda. Namun, di mata Tuhan, ini adalah kegagalan iman. Asa lebih mengandalkan diplomasi dan uang daripada doa dan janji Tuhan.Keberhasilan duniawi belum tentu merupakan perkenanan Tuhan. Sering kali kita tergoda mengambil jalan pintas yang praktis namun mengesampingkan prinsip iman. Hanya karena sesuatu "berhasil" atau "berjalan lancar", bukan berarti itu adalah jalan yang Tuhan kehendaki. Jangan menukar penyertaan Tuhan dengan solusi instan manusiawi.Tuhan mengutus nabi Hanani untuk menegur Asa: "Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk menunjukkan kekuatan-Nya kepada mereka yang tulus hati terhadap Dia.” Tuhan sedang mencari orang yang "tulus hati" (sepenuhnya bersandar kepada-Nya) agar Dia bisa menyatakan kuasa-Nya. Tuhan kecewa karena Asa menganggap satu juta pasukan Etiopia dulu bisa dikalahkan oleh Tuhan, tetapi sekarang ia merasa Tuhan tidak sanggup menolongnya menghadapi Baesa. Apakah kita merasa masalah kita hari ini terlalu besar bagi Tuhan, padahal Dia sudah menolong kita berkali-kali di masa lalu?Perbedaan besar antara Daud dan Asa adalah cara mereka menerima teguran. Saat Daud ditegur, ia bertobat. Saat Asa ditegur oleh Hanani, ia justru menjadi marah dan memenjarakan nabi itu. Ia bahkan mulai bertindak kejam terhadap rakyatnya. Kekerasan hati adalah awal dari keruntuhan. Jangan biarkan kesuksesan atau posisi membuat kita merasa "terlalu besar" untuk ditegur. Hati yang menolak didikan adalah hati yang sedang menjauh dari anugerah Tuhan.Bahkan ketika Asa menderita sakit kaki yang parah di masa tuanya, Alkitab mencatat: "Namun dalam sakitnya itu ia tidak mencari TUHAN, melainkan mencari pertolongan tabib-tabib". Mencari tabib (dokter) tidak salah, tetapi menempatkan tabib menggantikan Tuhan adalah kesalahan fatal. Mengikut Tuhan adalah maraton, bukan lari jarak pendek. Jangan sampai setelah bertahun-tahun melayani Tuhan, kita mengakhiri hidup dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Tetaplah menjadi pembelajar yang rendah hati sampai hari terakhir kita.Refleksi:Mengapa keberhasilan jangka pendek sering membuat pragmatisme terlihat “benar”, tetapi berbahaya secara rohani?Mengapa respons Asa yang keras terhadap teguran Tuhan memperparah dampak dari keputusannya?Bagaimana perbandingan antara awal pemerintahan Asa (bersandar pada Tuhan) dan akhir hidupnya menolong kita mengevaluasi perjalanan iman kita sendiri?Doa:Allah Bapa, jangan biarkan kami menjadi sombong karena pengalaman masa lalu kami. Kami sadar bahwa hari ini pun kami tetap membutuhkan-Mu sama seperti hari pertama kami percaya. Berikanlah kami hati yang lembut untuk selalu menerima teguran, dan ajarlah kami untuk tetap bersandar pada-Mu sampai akhir hidup kami. Kami ingin mengakhiri pertandingan kami dengan iman yang tetap menyala bagi-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

26 Juli 2026

Reformasi Rohani

Setelah kemenangan besar atas pasukan Etiopia, Tuhan tidak membiarkan Asa menjadi sombong, melainkan mengutus Nabi Azarya untuk memberikan pesan yang sangat mendasar tentang hubungan manusia dengan Tuhan. Di sinilah Nabi Azarya datang membawa pesan yang menjadi kunci keberhasilan hidup beriman: "TUHAN menyertai kamu selama kamu menyertai Dia”. Azarya mengingatkan sebuah hukum rohani yang sederhana: "Jika kamu mencari-Nya, Ia berkenan ditemui olehmu; tetapi jika kamu meninggalkan-Nya, kamu akan ditinggalkan-Nya." Tuhan tidak pernah menjauh, tetapi sering kali kitalah yang melangkah pergi dari jangkauan perlindungan-Nya.Hubungan dengan Tuhan membutuhkan pengejaran yang aktif. Mencari Tuhan bukan sekadar tugas mingguan di gereja, melainkan sikap hati yang terus menerus merindukan kehadiran-Nya dalam setiap keputusan kita.Azarya menggambarkan masa-masa di mana Israel hidup tanpa Tuhan yang benar, tanpa imam yang mengajar, dan tanpa hukum. Hasilnya adalah kekacauan, ketidakamanan, dan penderitaan. Hidup tanpa tuntunan Tuhan hanya akan menghasilkan kekacauan batin. Tanpa "imam" (Firman yang mengajar) dan "hukum" (prinsip kebenaran), hidup kita akan terombang-ambing oleh situasi dunia. Kita butuh komitmen untuk tetap berada dalam jalur kebenaran Tuhan agar kita menikmati damai sejahtera yang sejati.Mendengar pesan itu, Asa menjadi kuat semangatnya. Ia tidak hanya menghapus berhala dari seluruh negeri, tetapi ia juga berani mengambil keputusan sulit di dalam keluarganya sendiri. Ia memecat neneknya, Maakha, dari jabatan ibu suri karena membuat patung Asyera yang keji. Ketaatan seringkali menuntut ketegasan, bahkan terhadap orang terdekat. Mengikut Tuhan mungkin mengharuskan kita memutuskan rantai kebiasaan buruk dalam keluarga atau lingkungan kita. Asa menunjukkan bahwa kasihnya kepada Tuhan jauh melampaui rasa hormatnya kepada tradisi atau ikatan darah yang salah.Seluruh bangsa Yehuda mengikat perjanjian untuk mencari Tuhan dengan "segenap hati dan dengan segenap jiwa". Hasil dari kesungguhan ini luar biasa: Tuhan memberikan keamanan kepada mereka di segala penjuru. Tuhan tidak mencari ketaatan yang setengah-setengah. Saat kita menyerahkan seluruh area hidup kita kepada-Nya, maka damai sejahtera-Nya yang melampaui akal budi akan menjaga hati dan pikiran kita.Refleksi:Mengapa keberanian Asa untuk menyingkirkan berhala, bahkan dari lingkup keluarga kerajaan, menjadi langkah penting dalam reformasi?Apa peran firman Tuhan dalam membangkitkan semangat pembaruan rohani di tengah bangsa itu?Mengapa sukacita dan damai sejahtera menjadi buah dari ketaatan dan reformasi rohani?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas janji-Mu bahwa Engkau berkenan ditemui saat kami mencari-Mu. Berikanlah kami keberanian seperti Raja Asa untuk membereskan setiap hal dalam hidup kami yang mendukakan hati-Mu. Kami mau mengikat janji hari ini untuk mencari Engkau dengan segenap hati kami. Berikanlah damai sejahtera-Mu menaungi hidup kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.