Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
30 Agustus 2026
Memegang Sekop dan Pedang
Ketika pekerjaan Tuhan mulai terlihat hasilnya, musuh tidak akan tinggal diam. Demikian juga tantangan dalam membangun kembali hidup atau pelayanan sering kali datang dalam dua bentuk: hinaan verbal dan ancaman fisik. Nehemia menunjukkan respon yang seimbang terhadap keduanya.Sanbalat dan Tobia mulai menghina pekerjaan orang Yahudi dengan berkata bahwa tembok itu begitu lemah sehingga jika seekor rubah pun meloncat ke atasnya, tembok itu akan roboh. Alih-alih membalas dengan kata-kata, Nehemia berpaling kepada Tuhan: "Dengarlah, ya Tuhan kami, betapa kami dihina…". Dunia mungkin meremehkan langkah iman kita, menyebut pertobatan kita hanya sementara, atau pelayanan kita tidak berarti. Jangan habiskan energi untuk berdebat dengan mereka yang tidak percaya pada visi kita. Bawalah sakit hati akibat hinaan itu ke dalam doa, dan biarkan Tuhan yang menjadi pembela kita.Saat ancaman menjadi nyata dan musuh bersekongkol untuk menyerang, Nehemia tidak hanya berdoa. Ia mencatat: "Tetapi kami berdoa kepada Tuhan kami, dan mengadakan penjagaan terhadap mereka siang dan malam”. Iman bukan berarti ketiadaan usaha. Kita sering berdoa meminta perlindungan, tetapi kita sendiri tidak menjaga "pintu" kita. Kita berdoa meminta kesembuhan tetapi tidak menjaga pola makan; kita berdoa meminta pemulihan keuangan tetapi tidak disiplin dalam pengeluaran. Nehemia mengajarkan prinsip ora et labora (berdoa dan bekerja). Iman yang sehat adalah iman yang berdoa seolah segalanya tergantung pada Tuhan, namun berjaga-seolah segalanya tergantung pada kita.Hambatan tidak hanya datang dari luar (Sanbalat), tetapi juga dari dalam. Orang Yehuda mulai mengeluh: "Kekuatan para pengangkat sudah merosot dan puing masih banyak". Kelelahan sering kali membuat masalah terlihat jauh lebih besar daripada kenyataannya. Saat lelah, jangan menyerah, tetapi ubahlah strategi. Nehemia menempatkan keluarga-keluarga di belakang bagian-bagian tembok yang paling rendah dengan pedang, tombak, dan panah. Ia mengingatkan mereka: "Janganlah kamu takut kepada mereka! Ingatlah kepada Tuhan yang maha besar dan dahsyat". Fokus kembali pada kebesaran Tuhan adalah obat mujarab bagi rasa lelah dan takut kita.Para pembangun tembok bekerja dengan satu tangan memegang alat kerja dan tangan lainnya memegang senjata. Mereka bahkan tidak melepaskan pakaian mereka, kecuali saat membasuhnya. Mereka hidup dalam keadaan siap sedia 24 jam. Kehidupan Kristen adalah sebuah peperangan rohani yang terus-menerus. Kita dipanggil untuk membangun (karakter, pelayanan, keluarga) sekaligus berperang (melawan godaan, dosa, dan tipu daya iblis). Jangan pernah meletakkan "senjata" rohani kita (Firman Tuhan, doa, dan komunitas). Hidup dalam kesiapan rohani memastikan bahwa saat musuh menyerang, kita tidak terkejut dan tidak terkalahkan.Refleksi:Apa arti simbolis memegang sekop dan pedang secara bersamaan dalam kehidupan iman dan pelayanan?Bagaimana keseimbangan antara bekerja keras dan berjaga-jaga mencerminkan iman yang dewasa?Apa bahaya jika kita hanya fokus pada “sekop” (kerja) tanpa “pedang” (kewaspadaan rohani)?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau adalah benteng perlindungan kami. Berikanlah kami tangan yang terampil untuk membangun dan hati yang waspada untuk berperang melawan setiap godaan musuh. Saat kami lelah melihat puing-puing dalam hidup kami, ingatkanlah kami akan kebesaran-Mu yang jauh melampaui segala tantangan. Biarlah hidup kami menjadi bangunan yang kokoh bagi kemuliaan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
29 Agustus 2026
Ibadah dalam Kerja Nyata
Membangun kembali tembok Yerusalem adalah tugas raksasa yang mustahil dilakukan oleh satu orang. Nehemia menunjukkan bahwa rahasia keberhasilan pekerjaan Tuhan terletak pada keterlibatan setiap anggota tubuh Kristus.Daftar pembangun ini dimulai dengan Elyasib, imam besar, dan saudara-saudaranya sesama imam. Mereka membangun Pintu Gerbang Domba. Para pemimpin agama tidak hanya berkhotbah, tetapi mereka yang pertama kali mengotori tangan dengan debu dan batu. Semua pekerjaan untuk Tuhan adalah kudus. Jangan memisahkan antara "ibadah di gereja" dengan "kerja di lapangan". Apa pun yang kita kerjakan, baik itu membesarkan anak, mengerjakan proyek kantor, atau melayani di gereja, lakukanlah itu sebagai persembahan yang kudus bagi Tuhan. Kepemimpinan yang sejati dimulai dari teladan dalam pelayanan yang praktis.Beberapa kali disebutkan bahwa orang-orang itu membangun "di hadapan rumahnya" atau "di samping rumahnya". Tuhan menempatkan mereka untuk bertanggung jawab atas bagian yang paling dekat dengan tempat mereka tinggal. Mulailah pelayanan dari lingkungan terdekat kita. Kita sering ingin melakukan hal-hal besar untuk Tuhan di tempat yang jauh, namun mengabaikan "tembok" yang runtuh di depan rumah kita sendiri. Pulihkanlah dulu hubungan dengan pasangan, didiklah anak-anak dalam iman, dan jadilah saksi bagi tetangga sebelah rumah. Jika setiap kita menjaga dan membangun area yang Tuhan percayakan di dekat kita, maka seluruh "tembok" gereja dan bangsa akan menjadi kuat.Orang-orang dengan latar belakang berbeda (ada imam, tukang emas, pembuat minyak wangi, pejabat wilayah, bahkan kaum perempuan) bekerja bahu-membahu tanpa memandang status sosial. Setiap orang punya peran yang sangat penting. Kita tidak perlu menjadi "pengkhotbah" atau "pejabat" untuk berguna bagi Tuhan. Tukang emas menyumbangkan keahliannya, pembuat minyak wangi menyumbangkan tenaganya. Apa pun bakat dan profesi kita, Tuhan punya tempat bagi kita dalam rencana pembangunan-Nya. Keindahan kerajaan Tuhan justru terlihat saat keberagaman kita menyatu untuk satu tujuan: kemuliaan-Nya.Ada satu catatan kecil yang kontras: orang-orang Tekoa membangun, tetapi "orang-orang mulia mereka tidak mau memberi pundaknya untuk pekerjaan tuan mereka." Di tengah semangat yang membara, selalu ada orang yang merasa terlalu penting untuk melayani. Jangan biarkan keengganan orang lain menghalangi semangat kita. Orang-orang Tekoa yang biasa tetap bekerja meskipun pemimpin mereka tidak mendukung. Jangan menunggu orang lain bergerak baru kita mau melayani. Tetaplah setia pada bagian kita, karena Tuhan melihat setiap batu yang kita susun, bukan jabatan yang kita sandang.Refleksi:Apa bahaya memisahkan ibadah dari kerja dan pelayanan yang nyata?Mengapa kesetiaan dalam tugas yang tampak kecil tetap bernilai besar di mata Tuhan?Bagaimana perbedaan peran dan tanggung jawab tidak mengurangi kesatuan tujuan umat Tuhan?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau memberi kami tempat untuk melayani dalam rencana besar-Mu. Ajarlah kami untuk setia membangun bagian tembok yang ada di depan kami, mulai dari keluarga kami dan lingkungan terdekat kami. Biarlah kami bekerja dengan hati yang tulus, bersatu dengan saudara-saudara kami yang lain, demi tegaknya kemuliaan-Mu di dunia ini. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT