Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
8 September 2026
Menjaga Api Tetap Menyala
Kekudusan bukanlah hasil akhir, melainkan sebuah proses yang harus terus dijaga. Setelah masa kejayaan dan perayaan, Nehemia menemukan bahwa umat mulai kembali ke kebiasaan lama. Nehemia mengajarkan kita bahwa musuh terbesar bukanlah tembok yang runtuh, melainkan hati yang perlahan-lahan menjadi dingin dan kompromi terhadap dosa.Saat Nehemia kembali ke Yerusalem, ia terkejut menemukan Tobia, musuh bebuyutan yang dulu menghambat pembangunan, malah diberi kamar di dalam Bait Suci oleh Imam Elyasib. Nehemia segera melemparkan semua perabot Tobia keluar. Terkadang kita membiarkan kebiasaan buruk atau pengaruh negatif (seperti "Tobia") menempati ruang di hati kita hanya karena merasa itu hal kecil atau karena pertemanan. Nehemia mengingatkan kita untuk memiliki keberanian radikal: buang semua yang mencemari "Bait Suci" hidup kita tanpa sisa. Jangan beri ruang bagi dosa di tempat yang seharusnya menjadi milik Tuhan.Nehemia mendapati bahwa orang Lewi tidak lagi menerima bagian mereka, sehingga mereka harus pergi bekerja di ladang dan pelayanan di Rumah Tuhan terhenti. Ia segera menegur para penguasa dan memulihkan sistem persembahan. Kelesuan rohani sering dimulai dari pengabaian tanggung jawab praktis. Saat kita berhenti memberi diri, waktu, atau materi bagi pekerjaan Tuhan, kerohanian kita akan mulai melemah. Periksalah prioritas kita: apakah kesibukan dunia kita telah "mengusir" waktu pelayanan kita untuk Tuhan?Nehemia melihat orang-orang berdagang di hari Sabat. Ia memerintahkan pintu-pintu gerbang Yerusalem ditutup rapat selama hari Sabat untuk memastikan umat fokus beristirahat dan menyembah Tuhan. Di tengah dunia yang serba cepat dan menuntut kita untuk selalu produktif, "Sabat" adalah pernyataan iman bahwa Tuhanlah pemelihara kita, bukan kerja keras kita semata. Disiplinkan diri kita untuk memiliki waktu yang tidak terganggu bersama Tuhan setiap hari.Nehemia sangat marah melihat umat kembali melakukan perkawinan campur yang menjerat mereka dalam penyembahan berhala. Ia mengingatkan mereka akan kejatuhan Raja Salomo yang sangat berhikmat namun jatuh karena kompromi dalam hubungan. Hubungan yang intim dalam hidup kita (pasangan, sahabat karib) akan sangat menentukan kualitas iman kita. Jangan remehkan pengaruh orang-orang terdekat kita. Pilihlah untuk dikelilingi oleh mereka yang mendorong kita semakin dekat dengan Tuhan, bukan yang menarik kita menjauh.Refleksi:Apa bentuk kompromi kecil yang akhirnya berdampak besar terhadap kekudusan umat?Mengapa ketaatan terhadap Firman perlu terus diperbarui, bukan hanya diingat dari masa lalu?Apa peran disiplin rohani (Firman, doa, ibadah) dalam menjaga api iman tetap menyala?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas perjalanan melalui Kitab Nehemia ini. Kami menyadari bahwa menjaga kekudusan adalah perjuangan seumur hidup. Berikanlah kami keberanian untuk membuang segala kompromi dan ketegasan untuk tetap setia pada janji-janji kami kepada-Mu. Biarlah api cinta kami pada-Mu tetap menyala sampai akhir, dan biarlah Engkau mengingat kami sebagai hamba yang setia. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
7 September 2026
Mengembalikan Segalanya Kepada Tuhan
Kitab Nehemia merupakan puncak dari segala kerja keras, air mata, dan ancaman yang mereka hadapi. Tembok sudah berdiri, penduduk sudah menetap, dan sekarang tiba waktunya untuk merayakan kedaulatan Tuhan. Sebuah kemenangan tidak lengkap tanpa ucapan syukur. Nehemia ingin mengingatkan umat bahwa apa yang mereka nikmati hari ini adalah hasil dari kesinambungan iman dari generasi sebelumnya (sejak zaman Zerubabel). Kesuksesan yang kita raih hari ini, baik dalam karier, keluarga, atau iman, tidak lepas dari doa dan perjuangan orang-orang sebelum kita. Syukur yang sejati lahir dari kerendahan hati untuk mengakui bahwa kita berdiri di atas bahu para raksasa iman yang telah mendahului kita.Mereka tidak merayakan kehebatan arsitektur atau kekuatan militer mereka, melainkan menguduskan tembok itu bagi Tuhan. Mereka memulainya dengan penyucian diri. Sering kali saat kita berhasil, kita lupa menguduskan keberhasilan itu. Kita lupa bahwa tujuan utama berkat adalah untuk memuliakan Tuhan. Sebelum kita merayakan promosi, kelulusan, atau pemulihan, datanglah ke hadirat Tuhan, akui kebaikan-Nya, dan "tahbiskan" berkat tersebut agar tetap digunakan untuk kemuliaan-Nya.Nehemia membagi para penyanyi menjadi dua rombongan besar yang berjalan di atas tembok ke arah yang berlawanan, lalu bertemu di Rumah Tuhan. "Sukacita Yerusalem terdengar sampai jauh.” Kesaksian syukur kita harus berdampak bagi dunia. Ketika umat Tuhan bersyukur dengan sungguh-sungguh, dunia di sekitar mereka akan merasakannya. Sukacita kita karena pertolongan Tuhan seharusnya tidak disimpan sendiri; itu harus "terdengar" melalui sikap hidup, perkataan, dan pancaran wajah kita sehingga orang lain tahu bahwa Tuhan kita luar biasa.Perayaan itu tidak berhenti pada nyanyian. Rakyat juga berkomitmen untuk memberikan sumbangan bagi para imam dan orang Lewi agar pelayanan di Rumah Tuhan tetap berjalan. Sukacita mereka berubah menjadi dukungan nyata bagi pekerjaan Tuhan. Syukur yang sejati berlanjut dalam ketaatan praktis. Nyanyian pujian di hari Sabat harus diikuti dengan kesediaan untuk mendukung pekerjaan Tuhan di hari berikutnya. Jangan biarkan semangat kita padam setelah perayaan selesai. Pastikan "tembok" yang sudah Tuhan bangun dalam hidup kita dijaga dengan komitmen yang terus-menerus.Refleksi:Apa makna pujian, nyanyian, dan musik dalam proses mengembalikan sesuatu kepada Tuhan?Bagaimana perayaan syukur mencerminkan pengakuan bahwa keberhasilan berasal dari Tuhan, bukan manusia?Mengapa seluruh kota, bukan hanya para pemimpin, dilibatkan dalam pentahbisan tembok?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas setiap 'tembok' perlindungan dan kemenangan yang Engkau bangun dalam hidup kami. Kami mau menahbiskan seluruh keberhasilan kami hanya bagi kemuliaan-Mu. Berikanlah kami hati yang selalu bersyukur, sehingga sukacita yang berasal dari-Mu terpancar keluar dan menjadi kesaksian bagi banyak orang. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT