Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

23 Juli 2026

Disiplin Tuhan

Rehabeam yang sebelumnya taat dan membangun benteng pertahanan, kini menghadapi ujian yang jauh lebih sulit daripada pertempuran fisik, yaitu ujian kesuksesan. Setelah kerajaan Yehuda menjadi kokoh dan Rehabeam merasa kuat, ia melakukan kesalahan yang fatal: ia meninggalkan hukum Tuhan. Akibatnya, Tuhan mengizinkan Sisak, raja Mesir, menyerang Yerusalem.Ini adalah peringatan keras bagi kita. Seringkali kita tekun mencari Tuhan saat kita sedang terjepit, lemah, atau butuh pertolongan. Namun, saat ekonomi stabil, kesehatan baik, dan jabatan aman, kita mulai merasa bahwa kita bisa mengatur hidup sendiri tanpa Tuhan. Kesuksesan adalah ujian karakter yang lebih berat daripada penderitaan. Jangan biarkan berkat yang Tuhan berikan justru menjadi alasan untuk meninggalkan Sang Pemberi Berkat. Semakin tinggi Tuhan mengangkat kita, seharusnya semakin rendah kita bersujud di hadapan-Nya.Sisak datang dengan pasukan yang sangat besar. Namun, Nabi Semaya menyampaikan pesan Tuhan yang menohok: "Kamu telah meninggalkan Aku, sebab itu Aku pun meninggalkan kamu...". Penyerangan Mesir bukan sekadar nasib buruk politik, melainkan disiplin dari tangan Tuhan. Tuhan mengizinkan kesulitan terjadi agar kita menyadari bahwa tanpa Dia, kita tidak berdaya. Tuhan lebih tertarik pada karakter kita daripada kenyamanan kita. Jika hari ini kita mengalami "serangan" atau tekanan hidup, tanyakanlah pada Tuhan: "Apakah ada bagian dalam hidup kita yang mulai menjauh dari-Mu dan perlu kita pulihkan?"Respon Rehabeam dan para pemimpin kali ini luar biasa: mereka merendahkan diri dan mengakui bahwa "TUHAN adalah adil". Karena mereka merendahkan diri, Tuhan membatalkan kehancuran total. Mereka tetap diserang, tetapi mereka tidak dimusnahkan. Tuhan selalu merespons hati yang hancur dan menyesal. Kerendahan hati tidak menghapus semua konsekuensi, tetapi mengundang anugerah Tuhan di tengah konsekuensi. Tuhan memberikan perbedaan antara melayani Dia dan melayani kerajaan dunia, agar mereka menghargai perlindungan Tuhan yang selama ini mereka anggap biasa. Kejahatan Rehabeam bukan karena ia sengaja ingin menjadi jahat, tetapi karena ia tidak konsisten (tidak memantapkan hati). Hidup yang tidak punya arah rohani yang tetap akan mudah hanyut pada kejahatan. Mengikut Tuhan bukan tentang semangat sesaat, melainkan tentang keputusan harian untuk tetap mencari-Nya, baik dalam suka maupun duka.Refleksi:Apa perbedaan antara hukuman yang menghancurkan dan disiplin Tuhan yang bertujuan memulihkan?Mengapa kerendahan hati menjadi kunci untuk meredakan murka TuhanApa bahaya jika kita menganggap keberhasilan dan keamanan sebagai tanda bahwa kita bisa hidup tanpa Tuhan?Doa:Allah Bapa, ampuni kami jika dalam masa kuat, kami sering melupakan-Mu. Jangan biarkan hati kami menjadi tinggi karena berkat-Mu. Kami mau merendahkan diri di hadapan-Mu dan mengakui bahwa setiap keberhasilan kami adalah karena-Mu. Mantapkanlah hati kami untuk terus mencari wajah-Mu, baik di masa sulit maupun di masa jaya. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

22 Juli 2026

Ketaatan

Di tengah perpecahan itu, kita melihat bagaimana Tuhan tetap bekerja untuk menjaga sisa-sisa umat yang setia dan bagaimana Rehabeam, setidaknya untuk sementara waktu, belajar untuk tunduk pada kehendak Tuhan. Setelah sepuluh suku memisahkan diri, Rehabeam sangat marah dan mengumpulkan 180.000 pasukan untuk merebut kembali kerajaan itu. Namun, sebuah pesan dari Tuhan melalui nabi Semaya mengubah segalanya.Tuhan berkata kepada Rehabeam: "Janganlah kamu maju dan janganlah kamu berperang melawan saudara-saudaramu. Pulanglah masing-masing ke rumahnya...". Menariknya, kali ini Rehabeam dan pasukannya mendengarkan. Mereka membatalkan rencana perang tersebut. Kadang keberanian terbesar adalah keberanian untuk tidak membalas. Saat kita merasa dirugikan atau kehilangan sesuatu yang kita anggap milik kita, dorongan pertama kita adalah "berperang" untuk merebutnya kembali. Namun, ketaatan sejati adalah saat kita mampu melepaskan ambisi kita ketika Tuhan berkata "berhenti". Jangan memaksakan kehendak jika Tuhan sudah menetapkan jalan yang berbeda.Setelah melepaskan niat berperang, Rehabeam fokus membangun kota-kota pertahanan di Yehuda dan Benyamin. Ia memperkuat benteng-benteng dan mengisi persediaan makanan serta senjata. Saat satu pintu tertutup, fokuslah membangun apa yang masih ada di tangan kita. Rehabeam tidak terus meratapi hilangnya sepuluh suku, melainkan ia memperkuat apa yang tersisa. Dalam hidup, jika kita mengalami kegagalan atau kehilangan, jangan habiskan energi untuk menyesal. Gunakan waktu itu untuk memperkuat "benteng" rohani, iman, dan karakter kita agar lebih kokoh di masa depan.Bagian yang sangat penting dalam peristiwa ini adalah para imam, orang Lewi, dan orang-orang dari seluruh suku Israel yang "memusatkan hati untuk mencari TUHAN" meninggalkan segalanya dan pindah ke Yerusalem. Mereka memilih kesetiaan kepada ibadah yang benar daripada kenyamanan rumah mereka di utara. Hadirat Tuhan dan ibadah yang benar akan selalu menjadi magnet bagi orang-orang yang tulus. Kesetiaan kita kepada Tuhan akan menguatkan orang lain. Alkitab mencatat bahwa kehadiran orang-orang setia ini "memperkokoh kerajaan Yehuda." Satu orang yang berkomitmen mencari Tuhan bisa memberikan dampak stabilitas bagi seluruh komunitasnya.Selama tiga tahun, Rehabeam dan rakyatnya hidup mengikuti jalan Daud dan Salomo, dan mereka menjadi kuat. Namun, sejarah Rehabeam adalah sejarah yang naik-turun. Keberhasilannya selalu berkaitan erat dengan sejauh mana ia bersandar pada Tuhan. Kekuatan kita bukan pada jumlah pasukan atau harta, melainkan pada penyertaan Tuhan. Selama kita berjalan di "jalan Daud" (jalan pertobatan dan penyembahan), kita akan menemukan kekuatan yang tidak bisa diberikan oleh dunia.Refleksi:Apa perbedaan antara ketaatan kepada Tuhan dan dorongan untuk mempertahankan harga diri atau kekuasaan?Apa peran para imam dan orang Lewi yang memilih setia kepada TUHAN dalam menjaga kehidupan rohani Yehuda?Dalam hidup kita, firman Tuhan apa yang sedang menuntut ketaatan meski bertentangan dengan keinginan pribadi?Doa:Allah Bapa, ajarlah kami untuk peka mendengar suara-Mu, terutama saat ego kami ingin memberontak. Berikan kami kerelaan untuk mundur jika itu kehendak-Mu, dan berikan kami ketekunan untuk membangun apa yang Engkau percayakan pada kami. Biarlah hati kami selalu terpusat untuk mencari wajah-Mu, sehingga hidup kami menjadi kekuatan bagi orang-orang di sekitar kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.