Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
1 September 2026
Fokus pada Garis Finish
Di saat-saat terakhir menuju kemenangan inilah, musuh mengubah taktik mereka: dari serangan fisik menjadi serangan mental, karakter, dan integritas pribadi. Ketika musuh tidak bisa merobohkan "tembok" yang kita bangun, mereka akan mencoba merobohkan “orangnya". Sanbalat dan Geshem mengajak Nehemia bertemu di salah satu desa di lembah Ono dengan kedok berunding. Namun, Nehemia tahu itu adalah jebakan. Responnya sangat tegas: "Aku sedang melakukan suatu pekerjaan yang besar. Aku tidak dapat datang!". Empat kali mereka membujuk, empat kali pula Nehemia menolak. Hati-hatilah terhadap gangguan (distraksi) yang menyamar sebagai negosiasi. Sering kali saat kita hampir mencapai target rohani atau impian kita, muncul ajakan-ajakan untuk "istirahat sejenak", berkompromi, atau melakukan hal-hal yang tampaknya baik tetapi sebenarnya menjauhkan kita dari prioritas utama.Taktik kedua adalah surat terbuka yang berisi fitnah bahwa Nehemia ingin menjadi raja dan memberontak. Fitnah ini bertujuan untuk menimbulkan ketakutan dan merusak reputasi Nehemia di mata raja. Nehemia tidak panik; ia membantah dengan singkat lalu berdoa: "Ya Tuhan, kuatkanlah tanganku!”. Karakter kita akan membela diri kita sendiri. Jangan habiskan waktu untuk membungkam setiap mulut yang memfitnah kita. Orang yang sedang melakukan pekerjaan besar tidak punya waktu untuk melayani gosip. Berikan bantahan secukupnya, lalu serahkan nama baik kita kepada Tuhan. Biarlah kekuatan kita bukan berasal dari opini orang, melainkan dari penyertaan Tuhan.Musuh bahkan menyewa seorang "nabi palsu" bernama Semaya untuk menakut-nakuti Nehemia agar ia bersembunyi di dalam Bait Suci. Jika Nehemia melakukannya, ia akan melanggar hukum Taurat dan kehilangan wibawa. Nehemia memiliki kepekaan untuk mengetahui bahwa pesan itu bukan dari Tuhan. Ketahuilah Firman Tuhan agar tidak tertipu. Musuh sering menggunakan bahasa agama atau "nubuat" untuk membuat kita takut dan mengambil langkah yang salah. Pejuang Tuhan yang sejati tidak akan melanggar prinsip Firman demi keamanan pribadinya. Keberanian yang sejati adalah tetap berdiri di pos kita meskipun ada ancaman bahaya.Tembok itu akhirnya selesai hanya dalam waktu 52 hari!. Ketika musuh melihat hal itu, mereka menjadi sangat tawar hati karena mereka sadar bahwa "pekerjaan itu dilaksanakan dengan bantuan Tuhan”. Hasil akhir adalah kesaksian terbaik. Tidak ada argumen yang lebih kuat untuk membungkam musuh daripada melihat sebuah misi yang mustahil diselesaikan dengan campur tangan Tuhan. Saat kita tetap fokus dan setia, hasil kerja kita akan menjadi bukti yang tak terbantahkan bahwa Tuhan ada di pihak kita.Refleksi:Apa peran doa singkat Nehemia di tengah tekanan dan ancaman yang terus-menerus?Mengapa penyelesaian pekerjaan justru diiringi oleh tuduhan, fitnah, dan ancaman yang lebih halus?Bagaimana membedakan antara undangan yang tampak rohani dan yang sebenarnya menjauhkan dari kehendak Tuhan?Doa:Allah Bapa, berikanlah kami hati yang fokus seperti Nehemia. Jangan biarkan kami teralihkan oleh bujukan atau ketakutan yang diciptakan dunia. Kuatkanlah tangan kami untuk menyelesaikan setiap tugas yang Engkau percayakan. Biarlah melalui ketekunan kami, orang-orang di sekitar kami melihat bahwa Engkaulah Tuhan yang hidup dan yang mengerjakan perkara besar dalam hidup kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
31 Agustus 2026
Integritas di Tengah Krisis
Musuh yang paling berbahaya sering kali bukan datang dari luar (seperti Sanbalat), melainkan dari dalam diri sendiri. Saat tembok fisik hampir selesai, Nehemia harus menghadapi keretakan sosial dan ketidakadilan ekonomi di antara bangsanya sendiri. Terjadi keluh kesah yang besar di antara rakyat. Karena kelaparan dan pajak yang berat, mereka terpaksa menggadaikan tanah bahkan menjual anak-anak mereka menjadi budak kepada sesama orang Yahudi. Orang-orang kaya mengambil keuntungan di atas penderitaan saudara sendiri. Nehemia menjadi sangat marah ketika mendengar hal ini. Sebagai anak Tuhan, kita tidak boleh hanya peduli pada "proyek rohani" (membangun tembok) sementara mengabaikan kemanusiaan. Kesalehan sejati terlihat dari bagaimana kita memperlakukan orang yang lebih lemah dari kita.Nehemia tidak mendiamkan masalah ini. Ia menegur para pemuka dan penguasa dengan keras: "Tidakkah kamu seharusnya hidup dalam takut akan Tuhan?". Ia menantang mereka untuk mengembalikan apa yang dirampas dan menghapuskan hutang-hutang tersebut. Takut akan Tuhan harus menjadi standar moral kita. Banyak orang berani berbuat curang karena mereka kehilangan rasa takut akan Tuhan. Nehemia mengingatkan bahwa integritas pribadi lebih penting daripada keuntungan finansial. Jika kita menyadari ada sesuatu yang salah dalam cara kita bekerja atau berhubungan dengan orang lain, beranilah untuk membereskannya sekarang juga, meskipun itu berarti kita harus kehilangan keuntungan materi.Selama 12 tahun menjabat sebagai bupati, Nehemia tidak pernah mengambil jatah roti bupati yang menjadi haknya. Ia tidak mau membebani rakyat yang sudah susah. Padahal, bupati-bupati sebelumnya selalu melakukan itu. Jangan gunakan hak kita jika itu melukai orang lain. Nehemia memiliki hak secara hukum, tetapi ia memilih untuk tidak menggunakannya karena kasih. Dunia mengajarkan kita untuk mengambil apa pun yang bisa kita ambil, tetapi Kristus mengajarkan kita untuk memberi apa pun yang bisa kita beri. Jadilah pemimpin (di keluarga, kantor, atau pelayanan) yang berkorban, bukan yang memanfaatkan.Nehemia berdoa: "Ingatlah ya Tuhanku, demi kebaikanku, segala yang kubuat untuk bangsa ini". Ia tidak mencari pujian manusia atau kekayaan materi; ia mencari perkenanan Tuhan. Tuhan adalah bendahara yang tidak pernah lupa. Mungkin saat ini kita melakukan banyak kebaikan namun tidak ada orang yang memperhatikan atau berterima kasih. Jangan tawar hati. Kerjakanlah segalanya seperti untuk Tuhan. Dia melihat setiap tetes keringat dan setiap pengorbanan yang kita lakukan secara tersembunyi, dan Dia sendiri yang akan memberikan upah yang kekal bagi kita.Refleksi:Mengapa penindasan terhadap sesama umat bertentangan langsung dengan tujuan pembangunan rohani?Apa arti ketegasan Nehemia yang disertai dengan penguasaan diri dan keadilan?Bagaimana tindakan nyata Nehemia memulihkan kepercayaan dan persatuan umat?Doa:Allah Bapa, ampunilah kami jika sering kali kami lebih mementingkan keuntungan diri sendiri di atas penderitaan orang lain. Berikanlah kami hati yang peka dan integritas seperti Nehemia. Ajarlah kami untuk hidup dalam takut akan Tuhan, sehingga dalam setiap perkataan dan tindakan kami, nama-Mu dipermuliakan. Kami percaya bahwa Engkau adalah Tuhan yang melihat dan memperhitungkan setiap kebaikan yang kami lakukan. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT