Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

7 September 2026

Mengembalikan Segalanya Kepada Tuhan

Kitab Nehemia merupakan puncak dari segala kerja keras, air mata, dan ancaman yang mereka hadapi. Tembok sudah berdiri, penduduk sudah menetap, dan sekarang tiba waktunya untuk merayakan kedaulatan Tuhan. Sebuah kemenangan tidak lengkap tanpa ucapan syukur. Nehemia ingin mengingatkan umat bahwa apa yang mereka nikmati hari ini adalah hasil dari kesinambungan iman dari generasi sebelumnya (sejak zaman Zerubabel). Kesuksesan yang kita raih hari ini, baik dalam karier, keluarga, atau iman, tidak lepas dari doa dan perjuangan orang-orang sebelum kita. Syukur yang sejati lahir dari kerendahan hati untuk mengakui bahwa kita berdiri di atas bahu para raksasa iman yang telah mendahului kita.Mereka tidak merayakan kehebatan arsitektur atau kekuatan militer mereka, melainkan menguduskan tembok itu bagi Tuhan. Mereka memulainya dengan penyucian diri. Sering kali saat kita berhasil, kita lupa menguduskan keberhasilan itu. Kita lupa bahwa tujuan utama berkat adalah untuk memuliakan Tuhan. Sebelum kita merayakan promosi, kelulusan, atau pemulihan, datanglah ke hadirat Tuhan, akui kebaikan-Nya, dan "tahbiskan" berkat tersebut agar tetap digunakan untuk kemuliaan-Nya.Nehemia membagi para penyanyi menjadi dua rombongan besar yang berjalan di atas tembok ke arah yang berlawanan, lalu bertemu di Rumah Tuhan. "Sukacita Yerusalem terdengar sampai jauh.” Kesaksian syukur kita harus berdampak bagi dunia. Ketika umat Tuhan bersyukur dengan sungguh-sungguh, dunia di sekitar mereka akan merasakannya. Sukacita kita karena pertolongan Tuhan seharusnya tidak disimpan sendiri; itu harus "terdengar" melalui sikap hidup, perkataan, dan pancaran wajah kita sehingga orang lain tahu bahwa Tuhan kita luar biasa.Perayaan itu tidak berhenti pada nyanyian. Rakyat juga berkomitmen untuk memberikan sumbangan bagi para imam dan orang Lewi agar pelayanan di Rumah Tuhan tetap berjalan. Sukacita mereka berubah menjadi dukungan nyata bagi pekerjaan Tuhan. Syukur yang sejati berlanjut dalam ketaatan praktis. Nyanyian pujian di hari Sabat harus diikuti dengan kesediaan untuk mendukung pekerjaan Tuhan di hari berikutnya. Jangan biarkan semangat kita padam setelah perayaan selesai. Pastikan "tembok" yang sudah Tuhan bangun dalam hidup kita dijaga dengan komitmen yang terus-menerus.Refleksi:Apa makna pujian, nyanyian, dan musik dalam proses mengembalikan sesuatu kepada Tuhan?Bagaimana perayaan syukur mencerminkan pengakuan bahwa keberhasilan berasal dari Tuhan, bukan manusia?Mengapa seluruh kota, bukan hanya para pemimpin, dilibatkan dalam pentahbisan tembok?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas setiap 'tembok' perlindungan dan kemenangan yang Engkau bangun dalam hidup kami. Kami mau menahbiskan seluruh keberhasilan kami hanya bagi kemuliaan-Mu. Berikanlah kami hati yang selalu bersyukur, sehingga sukacita yang berasal dari-Mu terpancar keluar dan menjadi kesaksian bagi banyak orang. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

6 September 2026

Menjadi "Garis Depan"

Kitab Nehemia sering kali dipandang hanya sebagai sensus penduduk yang membosankan. Namun, di balik daftar nama-nama ini terdapat sebuah kisah tentang pengorbanan diri demi misi Tuhan. Setelah tembok selesai dan perjanjian ditandatangani, masalah berikutnya muncul: Yerusalem aman, tapi kosong. Kota itu butuh penghuni untuk menjaganya.Pemulihan sebuah bangsa tidak hanya membutuhkan tembok dan aturan, tetapi juga orang-orang yang bersedia ditempatkan di tempat yang menantang. Yerusalem pada saat itu adalah kota yang besar namun penduduknya sedikit. Tinggal di Yerusalem berarti menjadi target utama serangan musuh dan harus meninggalkan ladang serta kenyamanan di kota-kota lain. Para pemimpin menetap di sana, sementara rakyat membuang undi untuk menentukan siapa yang harus pindah ke kota itu. Adakah kita bersedia keluar dari "zona nyaman" demi pekerjaan Tuhan? Kita lebih memilih tinggal di "kota-kota pinggiran" yang aman dan tenang, jauh dari tantangan pelayanan. Namun, ada kalanya Tuhan memanggil kita ke pusat peperangan rohani, ke tempat yang mungkin lebih melelahkan atau berisiko. Jangan takut jika Tuhan menempatkan kita di situasi yang sulit; itu karena Dia mempercayai kita untuk menjaga "kota-Nya".Selain mereka yang terkena undi, ada kelompok orang yang sangat istimewa: "orang-orang yang dengan sukarela menetap di Yerusalem". Alkitab mencatat bahwa rakyat memuji orang-orang ini. Mereka tidak menunggu undian; mereka menawarkan diri untuk memikul beban kota. Tuhan sangat menghargai kerelaan hati. Ada perbedaan besar antara melakukan tugas karena "terpaksa" (undian) dan melakukannya karena "kerelaan". Tuhan mencari orang-orang yang berkata, "Ini aku, utuslah aku." Apakah kita melayani Tuhan hanya karena tugas atau jabatan, atau karena ada cinta yang mendesak kita untuk memberi diri secara sukarela?Daftar dari berbagai macam orang: pemuka masyarakat, imam, orang Lewi, penjaga pintu gerbang, bahkan para penyanyi. Masing-masing memiliki tugas khusus. Ada yang mengawasi pekerjaan di luar Rumah Tuhan, ada yang memimpin doa syukur. Setiap peran memiliki kontribusi strategis bagi keamanan dan keindahan kota. Yerusalem butuh pejuang untuk menjaga tembok, tetapi ia juga butuh penyanyi untuk menjaga suasana ibadah. Kita tidak perlu menjadi "pemimpin utama" untuk dianggap penting oleh Tuhan. Apakah kita seorang pendoa, pemberi semangat, atau pekerja praktis, kehadiran kita di "Yerusalem" (gereja/komunitas) sangat diperlukan.Bagian akhir pasal ini menceritakan sisa orang Israel yang tinggal di kota-kota lain. Meskipun tidak semua tinggal di Yerusalem, mereka semua adalah bagian dari umat Tuhan. Penyertaan Tuhan tidak dibatasi oleh lokasi. Baik kita ditempatkan Tuhan di "pusat kota" (pelayanan yang terlihat) maupun di "desa-desa terpencil" (pekerjaan sehari-hari yang sunyi), kita tetap hamba-Nya. Yang paling penting bukanlah di mana kita berada, melainkan apakah kita hidup bagi Tuhan di tempat tersebut.Refleksi:Apa risiko dan pengorbanan yang harus ditanggung mereka yang bersedia menjadi “garis depan”?Mengapa Alkitab secara khusus menyebut dan menghormati nama-nama orang yang tinggal di Yerusalem?Bagaimana kesediaan untuk ditempatkan di garis depan mencerminkan iman dan ketaatan kepada Tuhan?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau telah menempatkan kami di tempat kami yang sekarang. Berikanlah kami hati yang rela untuk melayani-Mu, baik di tempat yang nyaman maupun di tempat yang penuh tantangan. Kami mau menjadi penjaga yang setia bagi kemuliaan-Mu, di mana pun Engkau mengutus kami. Biarlah hidup kami menjadi berkat bagi sesama kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.