Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

20 Juli 2026

Memancarkan Kemuliaan Tuhan

Kunjungan Ratu Syeba menjadi bukti bahwa kemasyhuran Salomo bukan sekadar rumor. Namun, perhatikan bahwa yang membuat Ratu Syeba tercengang bukan hanya harta Salomo, melainkan hikmatnya dan bagaimana hikmat itu mengatur setiap detail di kerajaannya. Ratu Syeba datang untuk menguji Salomo dengan pertanyaan-pertanyaan yang sulit. Salomo menjawab semuanya; tidak ada yang tersembunyi baginya. Ini menunjukkan bahwa hikmat Tuhan mampu memberikan solusi bagi persoalan yang rumit sekalipun.Dunia sedang mencari jawaban. Banyak orang di sekitar kita yang memiliki pertanyaan sulit tentang makna hidup, penderitaan, dan kedamaian. Jika kita memiliki hikmat Tuhan, hidup kita akan menjadi sumber jawaban bagi mereka. Hikmat yang sejati bukan untuk membuat kita terlihat pintar, melainkan untuk membimbing orang lain menemukan kebenaran.Setelah melihat segala sesuatu di istana Salomo, Ratu Syeba berkata: "Terpujilah TUHAN, Tuhanmu, yang telah berkenan kepadamu...". Perhatikan polanya: Ratu Syeba melihat Salomo, tetapi ia akhirnya memuji Tuhan Salomo. Biarlah kesuksesan kita menjadi jembatan bagi orang lain untuk mengenal Tuhan. Saat kita bekerja dengan unggul dan hidup dengan bijaksana, orang lain akan bertanya: "Siapa yang membuatmu seperti ini?" Jangan mencuri kemuliaan bagi diri sendiri. Jadikanlah setiap pencapaian kita sebagai alasan bagi orang lain untuk memuliakan Bapa di surga.Kekayaan Salomo yang luar biasa, emas, perisai emas, takhta gading, hingga perbendaharaan yang tak terhitung. Salomo menjadi raja yang besar di bumi dalam hal kekayaan dan hikmat. Namun, di balik kemegahan ini, kita diingatkan akan akhir hidup Salomo. Meskipun ia memiliki segalanya, Alkitab mencatat akhir pemerintahannya dengan singkat. Kelimpahan harta bisa menjadi berkat, tetapi juga bisa menjadi jebakan jika hati kita mulai bergeser dari Sang Pemberi hikmat kepada hasil dari hikmat. Kekayaan Salomo bisa layu, tetapi hikmat yang berasal dari Tuhan tetap kekal.Salomo memerintah selama 40 tahun dan meninggalkan warisan besar. Namun, yang diingat bukanlah sekadar emasnya, melainkan bagaimana ia membangun Bait Suci dan mengatur ibadah. Apa "warisan" yang sedang kita bangun? Harta akan habis, jabatan akan digantikan, namun pengaruh rohani dan hikmat yang kita bagikan kepada orang lain akan terus hidup. Fokuslah membangun sesuatu yang bernilai kekal.Refleksi:Apa hubungan antara hikmat yang Tuhan berikan dan kesaksian yang terpancar keluar kepada orang lain?Bagaimana kelimpahan dan kemakmuran Salomo dapat memuliakan Tuhan dan dalam kondisi apa hal itu justru bisa menyesatkan?Apa peran integritas, ketertiban, dan kebijaksanaan hidup dalam membuat nama Tuhan dihormati oleh orang lain?Doa:Allah Bapa, terima kasih untuk hikmat-Mu yang tersedia bagi kami. Ajarlah kami untuk hidup sedemikian rupa sehingga orang lain bisa melihat kebaikan-Mu melalui hidup kami. Jauhkan hati kami dari cinta akan harta duniawi, dan biarlah fokus utama kami adalah menyenangkan hati-Mu. Pakailah hidup kami agar menjadi jawaban bagi mereka yang sedang mencari kebenaran. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

19 Juli 2026

Antara Kerja dan Ibadah

Ketika pembangunan Bait Suci telah selesai, dan Salomo mulai memperluas serta memperkuat kerajaannya, di tengah semua kesibukan membangun kota dan mengatur militer, Salomo memberikan teladan tentang pentingnya menjaga keteraturan ibadah dan kemurnian hidup.Setelah dua puluh tahun membangun Rumah Tuhan dan istananya sendiri, Salomo tidak berhenti. Ia membangun kota-kota perbekalan, memperkuat pertahanan, dan mengatur sistem kerja paksa. Namun, di tengah semua aktivitas manajerial dan politik itu, ia tetap menjaga fokus spiritualnya. Salomo membangun kembali kota-kota yang diberikan Hiram kepadanya dan menduduki Hamat-Zoba. Ia mengatur pertahanan sedemikian rupa sehingga kerajaannya menjadi aman.Tuhan memberkati kerja keras yang terencana. Iman tidak berarti kita menjadi pasif. Tuhan memberikan kita hikmat untuk membangun masa depan, mengatur keuangan, dan merencanakan pekerjaan. Pertanyaannya, apakah kita sedang membangun di bawah tuntunan Tuhan, atau hanya sekadar mengikuti ambisi pribadi?Satu hal yang menarik, Salomo memindahkan istrinya, anak Firaun, keluar dari kota Daud ke istana yang khusus dibangun baginya. Alasannya? Karena ia menyadari bahwa tempat-tempat yang pernah dimasuki oleh Tabut Tuhan adalah kudus. Kekudusan menuntut pemisahan. Salomo mengerti bahwa ada hal-hal tertentu dalam hidupnya yang tidak boleh bercampur dengan hal-hal kudus. Dalam hidup kita, sering kali kita mencampuradukkan yang kudus dengan yang duniawi. Kita harus memiliki keberanian untuk menyingkirkan atau menjauhkan hal-hal yang dapat mencemari hubungan kita dengan Tuhan.Di tengah kesibukan mengurus kerajaan besar, Salomo tidak melalaikan ibadah. Ia tetap mempersembahkan korban bakaran menurut "apa yang ditetapkan untuk setiap hari." Ia mengikuti jadwal hari Sabat, bulan baru, dan tiga hari raya besar. Banyak dari kita berkata, "Saya terlalu sibuk untuk berdoa" atau "Pekerjaan kita terlalu menyita waktu untuk beribadah." Salomo, seorang raja dengan tanggung jawab besar, tetap mengutamakan keteraturan ibadah. Ibadah bukan tentang mencari waktu luang, tetapi tentang menyediakan waktu utama. Disiplin rohani harian adalah kunci agar hidup kita tetap seimbang di tengah kesibukan.Salomo tetap mengikuti pengaturan Daud, ayahnya, mengenai tugas-tugas para imam dan orang Lewi. Ia tidak merasa lebih pintar dari pendahulunya dalam hal spiritual. Ia menghormati struktur yang sudah ditetapkan Tuhan. Kerendahan hati untuk tunduk pada otoritas Tuhan dan ketetapan Firman-Nya adalah kunci keberhasilan. Jangan biarkan kesuksesan membuat kita merasa "bebas" untuk melanggar aturan-aturan dasar Tuhan yang sudah teruji kebenarannya.Refleksi:Bagaimana ketaatan pada waktu, peran, dan aturan ibadah mencerminkan sikap hati yang menghormati Tuhan?Bagaimana prinsip bahwa “setiap hari ada persembahan sesuai dengan perintah Tuhan” yang menolong kita memahami konsistensi dalam ibadah?Dalam konteks pekerjaan atau pelayanan kita, bagaimana ibadah dapat menjadi sumber arah dan kekuatan, bukan sekadar aktivitas tambahan?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas setiap tanggung jawab dan pekerjaan yang Engkau percayakan pada kami. Berikanlah kami hikmat untuk mengerjakannya dengan baik, namun ingatkanlah kami agar tidak pernah menukar kedekatan kami dengan-Mu demi kesibukan duniawi. Ajarlah kami untuk memiliki disiplin rohani yang kuat dan hati yang selalu menjaga kekudusan bagi-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.