Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

25 Oktober 2026

Bungkam di Hadapan Kedaulatan Tuhan

Setelah Tuhan menunjukkan kemegahan alam semesta, kini Ia menuntut respon dari Ayub. Jawaban terbaik bagi seorang beriman saat menghadapi misteri penderitaan bukanlah argumen yang panjang, melainkan tangan yang menutup mulut dalam penyembahan.Tuhan bertanya kepada Ayub: "Apakah si pembantah hendak berbantah dengan Yang Mahakuasa?" Respon Ayub sangat luar biasa. Ia tidak lagi membela diri. Ia berkata, "Sesungguhnya, aku ini terlalu hina; jawab apakah yang dapat kuberikan kepada-Mu? Mulutku kututup dengan tangan.” Kekuatan terbesar kita ditemukan dalam kerendahan hati. Seringkali kita merasa memiliki "hak" untuk memprotes Tuhan saat hidup terasa tidak adil. Kita merasa argumen kita paling benar. Namun, kedewasaan iman dimulai saat kita berhenti mencoba memenangkan perdebatan dengan Tuhan. Seperti Ayub, kita perlu belajar untuk "menutup mulut", berhenti mengeluh dan mulai mendengarkan. Ada kedamaian yang besar saat kita berhenti bertanya "Mengapa?" dan mulai berkata "Tuhan, Engkau berdaulat."Tuhan menantang Ayub dengan nada yang kuat: "Apakah engkau hendak meniadakan keadilan-Ku, menyatakan Aku bersalah supaya engkau dapat membenarkan dirimu?" Tuhan bertanya apakah Ayub memiliki lengan yang sekuat Tuhan atau suara yang dapat mengguntur seperti Dia. Jangan menghakimi Tuhan dengan standar manusia. Kita sering kali mencoba "mengadili" Tuhan di pengadilan pikiran kita. Kita menganggap Tuhan bersalah karena Ia membiarkan hal buruk terjadi. Namun, kita diingatkan bahwa perspektif kita sangat sempit. Kita tidak memiliki hikmat atau kekuatan untuk mengatur alam semesta. Alih-alih membenarkan diri sendiri dengan menyalahkan Tuhan, marilah kita berserah pada keadilan-Nya yang sempurna, meskipun belum terlihat oleh mata kita.Tuhan memperkenalkan Behemot (kuda nil), makhluk raksasa yang makan rumput seperti lembu namun memiliki kekuatan luar biasa pada pinggangnya dan ekor yang kaku seperti pohon aras. Tuhan menegaskan bahwa Behemot adalah "yang pertama dari jalan-jalan Tuhan" (ciptaan yang utama). Hanya Penciptanya yang dapat menjinakkan dia. Jika Tuhan sanggup mengendalikan yang dahsyat, Ia sanggup menjaga kita. Makhluk ini digambarkan begitu kuat sehingga tidak ada manusia yang berani mendekat. Tuhan menunjukkan Behemot kepada Ayub untuk berkata: "Lihatlah kekuatan ciptaan-Ku ini. Jika Aku bisa mengaturnya, apakah engkau masih meragukan kemampuan-Ku untuk mengatur hidupmu?" Penderitaan kita mungkin terasa seperti "Behemot" yang menakutkan, tetapi ingatlah bahwa Tuhan adalah Penciptanya, dan Ia memegang kendali atasnya.Behemot tidak takut pada sungai yang meluap. Ia tenang meskipun sungai Yordan meluncur ke mulutnya. Kekuatan ini melampaui segala yang dipahami Ayub. Ketenangan sejati ada dalam perlindungan Tuhan. Jika makhluk ciptaan saja bisa tetap tenang di tengah banjir karena kekuatan yang Tuhan berikan, apalagi kita yang adalah anak-anak-Nya. Di tengah "banjir" persoalan, janganlah panik. Kekuatan kita bukan berasal dari diri sendiri, melainkan dari Sang Pencipta yang jauh lebih besar dari segala monster atau badai apa pun yang kita hadapi.Refleksi:Apakah pernah terlalu cepat membela diri di hadapan Tuhan daripada mendengarkan-Nya?Bagaimana kesadaran akan kedaulatan Tuhan membentuk cara kita memandang penderitaan dan ketidakadilan?Apa perbedaan antara diam karena putus asa dan diam karena hormat kepada Tuhan?Doa:Allah Bapa, kami mengaku bahwa seringkali kami terlalu lancang dengan kata-kata kami di hadapan-Mu. Ampunilah kami jika kami mencoba menghakimi jalan-Mu yang tidak kami pahami. Hari ini, kami mau mengikuti jejak Ayub, menutup mulut kami dan menaruh tangan kami di atas mulut dalam kerendahan hati. Kami percaya bahwa Engkau adalah Tuhan yang Mahakuasa, dan tidak ada satu pun kekuatan di dunia ini yang berada di luar kendali-Mu. Kami berserah penuh pada kedaulatan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

24 Oktober 2026

Ketika Sang Pencipta Menjawab

Ayub 39:1-38Setelah penantian panjang dan perdebatan yang melelahkan, Tuhan akhirnya menjawab. Jawaban Tuhan tidak datang dalam bentuk penjelasan medis atau hukum tentang mengapa Ayub menderita. Tuhan menjawab dari dalam badai, mengalihkan pandangan Ayub dari penderitaan pribadinya menuju kemegahan alam semesta. Tuhan tidak selalu memberikan jawaban atas pertanyaan kita, tetapi Ia memberikan kehadiran-Nya yang membuktikan bahwa Dia cukup bagi kita.Tuhan memulai dengan pertanyaan yang menohok: "Di manakah engkau, ketika Aku meletakkan dasar bumi?" Tuhan ingin Ayub menyadari bahwa sebelum Ayub ada, sebelum masalahnya ada, Tuhan sudah bekerja menyusun alam semesta dengan presisi yang sempurna. Masalah kita tidak pernah lebih besar dari Pencipta kita. Sering kali penderitaan membuat pandangan kita menjadi sangat sempit (hanya fokus pada diri sendiri). Tuhan mengajak kita "keluar" untuk melihat cakrawala yang lebih luas. Jika Tuhan sanggup mengatur letak bintang-bintang dan dasar bumi tanpa bantuan manusia, bukankah Ia juga sanggup mengatur detail hidup kita yang terasa kacau?Tuhan berbicara tentang laut, simbol kekacauan dan kekuatan yang tak terkendali bagi orang kuno. Tuhan berkata bahwa Ialah yang memasang pintu gerbang bagi laut dan berkata, "Sampai di sini boleh engkau datang, jangan lewat!” Tuhan menetapkan batas bagi badai hidup kita. Seperti air laut yang pasang, masalah mungkin datang menerjang, tetapi Tuhanlah yang memegang kendali atas "garis pantainya". Penderitaan kita tidak akan melewati batas yang telah ditetapkan-Nya. Ia tahu kapan harus berkata "cukup" dan "berhenti" pada badai yang menimpa kita.Tuhan bertanya tentang terbitnya fajar, gudang salju, jalan kilat, dan pengaruh bintang-bintang seperti Kilat dan Belantik. Manusia hanya bisa melihat permukaannya, tetapi Tuhan mengatur mekanismenya. Ketidakpahaman kita bukan bukti ketidakhadiran Tuhan. Ada banyak hal di dunia ini yang tidak bisa dijelaskan oleh sains atau logika manusia. Jika kita menerima bahwa alam semesta penuh misteri yang indah, mengapa kita sulit menerima bahwa rencana Tuhan dalam hidup kita juga merupakan misteri yang mengandung maksud mulia?Di pasal 39, Tuhan membawa Ayub melihat dunia satwa: kambing hutan yang beranak, keledai liar yang bebas, burung unta yang nampaknya bodoh, hingga burung rajawali yang terbang tinggi. Tuhan menunjukkan bahwa Ialah yang memberi makan dan menjaga kelestarian mereka tanpa bantuan manusia. Jika burung di udara Ia pelihara, apalagi kita. Tuhan ingin Ayub (dan kita) melihat bahwa Dia adalah Tuhan yang detail. Dia peduli pada waktu kelahiran anak kambing hutan yang tidak dilihat manusia. Jika makhluk-makhluk yang "tidak penting" ini mendapatkan perhatian penuh dari Tuhan, masakan Ia mengabaikan kita yang diciptakan menurut gambar-Nya?Refleksi:Bagaimana respons kita ketika Tuhan menjawab bukan dengan penjelasan, tetapi dengan pertanyaan?Bagaimana kesadaran bahwa Tuhan memelihara makhluk-makhluk liar (yang jauh dari perhatian manusia) menolong kita percaya pada pemeliharaan-Nya atas hidup kita?Apa perbedaan antara mengetahui fakta tentang Tuhan dan benar-benar merendahkan diri di hadapan-Nya?Doa:Allah Bapa, kami tersungkur di hadapan keagungan-Mu. Ampunilah kami jika kami sering menganggap diri kami lebih tahu dari-Mu atau meragukan kuasa-Mu saat masalah datang. Terima kasih karena Engkau telah mengingatkan kami bahwa Engkau memegang kendali atas laut yang bergelora dan bintang di langit. Kami percaya hidup kami pun berada dalam genggaman tangan-Mu yang kuat. Kami mau tenang di dalam kedaulatan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.