Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
4 Agustus 2026
Iman yang Mandiri
Perjalanan hidup Raja Yoas sangat kontras antara masa muda dan masa tuanya. Yoas memulai pemerintahannya dengan luar biasa. Ia adalah raja yang memprakarsai perbaikan Bait Tuhan yang telah dirusak oleh keluarga Atalya. Namun, akhir hidupnya menjadi peringatan keras bagi setiap kita. "Yoas melakukan apa yang benar di mata TUHAN selama hidup imam Yoyada." Selama ada Yoyada yang membimbing, menasihati, dan menjaganya, Yoas berjalan di jalan yang lurus. Ia bahkan sangat bersemangat mengumpulkan dana untuk memperbaiki rumah Tuhan.Memiliki mentor rohani adalah berkat, tetapi iman kita tidak boleh bergantung sepenuhnya pada mereka. Banyak orang terlihat "rohani" selama mereka berada di lingkungan yang baik atau didampingi orang tua/pemimpin yang saleh. Namun, ujian iman yang sesungguhnya adalah saat "Yoyada" kita tidak ada lagi. Apakah kita tetap mencari Tuhan saat tidak ada yang mengawasi kita?Tragedi dimulai setelah Yoyada wafat. Para pembesar Yehuda datang dan membujuk raja. Tanpa prinsip yang kuat di dalam hatinya sendiri, Yoas dengan mudah menyerah pada pengaruh mereka. Mereka meninggalkan rumah Tuhan dan mulai menyembah tiang-tiang berhala. Hati-hatilah dengan suara yang kita dengar saat kita sedang merasa kehilangan atau sendirian. Sering kali musuh mengirimkan "pembesar" (teman atau pengaruh buruk) tepat saat pelindung rohani kita tidak ada. Tanpa akar iman yang dalam, kita akan mudah hanyut oleh arus pendapat mayoritas yang menjauhkan kita dari Tuhan.Tuhan sangat pengasih; Ia mengirimkan nabi-nabi untuk memperingatkan mereka, tetapi mereka tidak mau mendengarkan. Bahkan ketika Zakharia, anak Yoyada (sepupu raja sendiri), menegur Yoas dengan kuasa Roh Tuhan, Yoas justru memerintahkan untuk merajamnya sampai mati. Jangan biarkan hati kita membatu terhadap teguran. Yoas melupakan kebaikan Yoyada dan justru membunuh anaknya. Ketika seseorang kehilangan hubungan dengan Tuhan, ia juga kehilangan moralitas dan rasa terima kasihnya. Jika hari ini Tuhan menegur kita, sekeras apa pun itu, terimalah dengan syukur, karena itu adalah tanda bahwa Ia masih menyayangi kita.Akhir hidup Yoas sangat menyedihkan. Meskipun pasukan Aram yang menyerang berjumlah kecil, mereka mampu mengalahkan pasukan Yehuda yang besar karena Yehuda telah meninggalkan Tuhan. Yoas akhirnya mati dibunuh oleh pegawainya sendiri di atas tempat tidurnya. Penyertaan Tuhan adalah rahasia kekuatan kita. Tanpa Dia, kita menjadi rentan terhadap serangan terkecil sekalipun. Kesuksesan di masa lalu tidak menjamin keamanan di masa depan jika kita memutuskan untuk berjalan sendiri.Refleksi:Bagaimana perubahan sikap Yoas setelah kematian Yoyada menyingkapkan kondisi iman yang tidak mandiri?Sejauh mana iman kita berdiri atas pengenalan pribadi akan Tuhan, bukan sekadar pengaruh orang lain?Mengapa Tuhan menilai kesetiaan yang berkelanjutan, bukan hanya ketaatan di awal perjalanan iman?Doa:Allah Bapa, kami mau membangun akar iman kami dalam-dalam di dalam Engkau. Jangan biarkan kerohanian kami hanya menjadi tumpangan pada orang lain. Berikan kami hati yang teguh untuk tetap setia kepada-Mu, bahkan saat pengaruh dunia mencoba membujuk kami. Ajarlah kami untuk selalu memiliki telinga yang mau mendengar teguran-Mu agar kami tidak menyimpang dari jalan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
3 Agustus 2026
Pembaharuan Perjanjian
Setelah enam tahun kegelapan di bawah pemerintahan Atalya yang kejam, Imam Yoyada memimpin sebuah gerakan untuk menegakkan kembali janji Tuhan atas keturunan Daud. Selama enam tahun, janji Tuhan seolah-olah "mati" karena Atalya berkuasa. Namun, di tahun ketujuh, Imam Yoyada memutuskan bahwa waktu untuk berdiam diri sudah berakhir. Ia menggalang kekuatan untuk memunculkan raja yang sesungguhnya.Yoyada tidak bertindak ceroboh. Ia "memberanikan diri", tetapi ia juga membuat rencana yang sangat rapi. Ia mengumpulkan orang-orang Lewi dan para kepala puak, membagi tugas penjagaan, dan memastikan senjata-senjata telah siap di tangan para penjaga. Iman tidak berarti tanpa persiapan. Sering kali kita hanya "menunggu" Tuhan bertindak tanpa kita sendiri melakukan bagian kita dengan tertata. Keberanian tanpa rencana bisa menjadi konyol, tetapi rencana tanpa keberanian tidak akan membuahkan hasil. Mintalah hikmat Tuhan agar kita berani melangkah dengan strategi yang matang untuk memulihkan area hidup kita yang mungkin sedang kacau.Ketika Yoyada memperkenalkan Yoas kepada jemaat, ia berkata: "Lihatlah, anak raja! Ia harus memegang pemerintahan, seperti yang telah difirmankan TUHAN tentang keturunan Daud". Dasar tindakan Yoyada bukan karena ia haus kekuasaan, melainkan karena ia ingin menegakkan Firman Tuhan. Jika kita berjuang demi kepentingan pribadi, kita akan mudah lelah. Namun, jika kita berjuang untuk memulihkan kebenaran, integritas, dan kasih di tengah keluarga atau pekerjaan kita karena tahu itu adalah kehendak Tuhan, maka Tuhan sendiri yang akan memberikan kekuatan ekstra.Ketika Yoas dimahkotai, Atalya berteriak "Khianat! Khianat!", namun tidak ada yang mendukungnya. Ia akhirnya dihukum mati di pintu gerbang. Alkitab mencatat: "Seluruh rakyat negeri bersukacita dan kota itu aman…". Kemenangan yang sejati membawa damai sejahtera bagi banyak orang. Saat kita menyingkirkan "berhala" atau kebiasaan buruk dalam hidup kita, mungkin awalnya terasa menyakitkan atau seperti ada pergolakan. Namun, hasil akhirnya adalah sukacita dan ketenangan. Jangan biarkan kejahatan atau dosa bertahta terlalu lama dalam hidup kita; usirlah itu agar damai Tuhan bisa kembali memerintah.Setelah takhta dipulihkan, Yoyada tidak berhenti di situ. Ia mengadakan perjanjian antara dia, raja, dan rakyat, bahwa mereka akan menjadi umat TUHAN. Mereka segera menghancurkan rumah Baal dan mezbah-mezbahnya. Pemulihan harus diikuti dengan komitmen baru. Tidak cukup hanya mengusir hal buruk (Atalya); kita harus mengisi hidup kita dengan komitmen baru kepada Tuhan. Tanpa komitmen untuk menjadi "umat Tuhan" secara aktif, hidup kita akan mudah kembali ke pola-pola yang lama.Refleksi:Apa peran Imam Yoyada dalam menjaga dan memulihkan perjanjian antara Tuhan, raja, dan bangsa?Mengapa penghancuran Baal dan penyembahan berhala menjadi bagian penting dari pembaruan perjanjian?Apa peran pemimpin rohani yang setia dalam menuntun umat kembali kepada perjanjian Tuhan?Doa:Allah Bapa, berikanlah kami keberanian seperti Yoyada untuk menegakkan kebenaran-Mu di tengah lingkungan kami. Ajarlah kami untuk tidak berkompromi dengan kejahatan. Kami mau memperbaharui janji kami hari ini untuk menjadi milik-Mu sepenuhnya. Biarlah takhta hati kami hanya ditempati oleh-Mu saja, sehingga damai sejahtera-Mu memerintah dalam hidup kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT