Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

9 Oktober 2026

Mencari Tuhan di Tengah Kebisuan-Nya

Ayub sudah tidak lagi memedulikan perdebatan dengan para sahabatnya. Fokusnya beralih sepenuhnya kepada Tuhan. Di tengah penderitaan yang tak kunjung usai, Ayub mengungkapkan kerinduan yang paradoks: ia sangat ingin bertemu dengan Tuhan untuk membela diri, namun ia merasa Tuhan begitu jauh dan sulit ditemukan. Iman yang sejati bukanlah tentang selalu merasakan kehadiran Tuhan, melainkan tentang tetap percaya pada karakter-Nya saat Ia terasa jauh.Ayub merasa keluhannya dianggap sebagai pemberontakan, padahal ia hanya sedang sangat menderita. Ia berseru, "Ahai, hendaknya aku tahu mendapatkan Dia, dan boleh datang ke tempat Ia bersemayam!" Ayub ingin menyampaikan "perkaranya" langsung di hadapan Tuhan. Kejujuran adalah pintu masuk menuju hadirat Tuhan. Ayub tidak lari dari Tuhan; ia justru mengejar Tuhan. Sering kali saat kita mengalami masalah, kita justru menjauh dari doa karena merasa Tuhan tidak adil atau tidak mendengar. Ayub mengajarkan kita untuk "mengejar" Tuhan dengan segala keluh kesah kita. Tuhan tidak terancam oleh argumen kita; Dia justru merindukan kejujuran hati kita.Inilah pergumulan iman yang paling jujur: Ayub mencari Tuhan ke utara, selatan, timur, dan barat, tetapi ia tidak melihat-Nya. Tuhan seolah-olah sengaja bersembunyi. Namun, di tengah ketidaktahuannya, Ayub berkata: "Karena Ia tahu jalan hidupku; seandainya Ia menguji aku, aku akan timbul seperti emas.” Saat kita tidak bisa melihat tangan Tuhan, percayalah pada hati-Nya. Ada musim-musim di mana kita merasa doa kita hanya memantul di langit-langit. Namun, fakta bahwa kita tidak merasakan kehadiran Tuhan bukan berarti Dia tidak ada. Tuhan sedang "mengawasi" meskipun Ia "tersembunyi". Dia sedang memproses kita. Seperti emas yang harus melewati api untuk murni, penderitaan kita adalah alat pemurnian, bukan alat pembinasaan.Meskipun Tuhan terasa jauh, Ayub tidak menyimpang. Ia berkata bahwa kakinya tetap mengikuti jejak Tuhan dan ia tidak mengabaikan perintah bibir-Nya. Bahkan, ia menghargai firman Tuhan lebih daripada makanannya sendiri. Ketaatan jangan didasarkan pada perasaan. Banyak orang Kristen hanya taat saat merasa diberkati. Ayub taat saat ia merasa hancur. Ketaatan yang paling murni adalah ketika kita tetap melakukan apa yang benar meskipun kita tidak mendapatkan apa yang kita inginkan. Jadikan Firman Tuhan sebagai sauh yang menjaga kita tetap teguh saat badai emosi mencoba menyeret kita pergi.Ayub mengakui bahwa Tuhan itu "tunggal" dan tidak ada yang dapat menghalangi rencana-Nya. Kesadaran akan kedaulatan Tuhan yang absolut ini membuat Ayub merasa gentar. Ia menyadari bahwa penderitaannya adalah bagian dari ketetapan Tuhan baginya. Menyerah pada kedaulatan Tuhan membawa ketenangan. Gentar yang dirasakan Ayub bukanlah ketakutan yang menjauhkan, melainkan rasa hormat yang mendalam. Kita mungkin tidak suka dengan "rencana" Tuhan saat ini, tetapi jika kita percaya bahwa Dia adalah Tuhan yang berdaulat dan baik, kita bisa berhenti berjuang melawan keadaan dan mulai berserah.Refleksi:Apa yang kita lakukan ketika doa-doa kita terasa tidak dijawab?Bagaimana kita membedakan antara Tuhan yang diam dan Tuhan yang tidak hadir?Apakah kita mencari Tuhan karena ingin memahami-Nya, atau hanya karena ingin keluar dari masalah?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau tahu jalan hidup kami bahkan saat kami tidak bisa melihat-Mu. Saat kami merasa berjalan dalam kegelapan dan mencari-Mu namun tidak menemukan jawaban, kuatkanlah iman kami untuk tetap percaya bahwa Engkau sedang bekerja. Murnikanlah hati kami melalui setiap ujian ini agar kami tampil seperti emas di hadapan-Mu. Biarlah Firman-Mu menjadi lebih berharga bagi kami daripada apa pun di dunia ini. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

8 Oktober 2026

Kesalehan Bukanlah Alat Transaksi

Elifas orang Teman kehilangan semua kehalusan budinya. Jika sebelumnya ia hanya menyindir, kali ini ia langsung melontarkan tuduhan keji tanpa bukti. Elifas terjebak dalam pemikiran bahwa penderitaan Ayub yang luar biasa pasti disebabkan oleh dosa yang juga luar biasa. Tuhan tidak membutuhkan kebaikan kita untuk menambah kemuliaan-Nya; Ia menginginkan kebaikan kita agar kita memancarkan kasih-Nya kepada sesama.Elifas mengajukan pertanyaan retoris: "Apakah manusia berguna bagi Tuhan? Tidak, orang yang bijak hanya berguna bagi dirinya sendiri." Ia berargumen bahwa kesalehan Ayub tidak memberi keuntungan apa pun bagi Tuhan yang Mahakuasa. Kita berbuat baik bukan untuk menyogok Tuhan. Terkadang kita merasa bahwa karena kita sudah rajin beribadah atau melayani, Tuhan "wajib" memberkati kita atau menjauhkan kita dari masalah. Elifas benar dalam satu hal: Tuhan tetap Tuhan dengan atau tanpa ketaatan kita. Namun, ia salah dalam menganggap Tuhan tidak peduli. Ketaatan kita bukanlah transaksi untuk mendapatkan keamanan, melainkan bentuk syukur karena kita telah dikasihi lebih dulu.Karena Ayub menderita begitu hebat, Elifas mengarang daftar dosa: Ayub dituduh memeras saudara, tidak memberi minum orang yang haus, dan menindas janda serta yatim piatu. Elifas berasumsi, "Sakitmu parah, maka dosamu pasti besar.” Berhati-hatilah dengan prasangka buruk. Betapa sering kita melihat orang yang gagal atau sakit, lalu di dalam hati kita menebak-nebak kesalahan apa yang mereka perbuat? Elifas menunjukkan betapa kejamnya agama ketika dijalankan tanpa kasih. Jangan menjadi "jaksa" bagi penderitaan orang lain. Ingatlah, Kristus menderita bukan karena dosa-Nya, tetapi justru karena kasih-Nya pada kita yang berdosa.Elifas menuduh Ayub menganggap Tuhan terlalu jauh di atas langit sehingga tidak bisa melihat apa yang terjadi di bumi. Ia memperingatkan Ayub agar tidak mengikuti jalan orang fasik yang mengira mereka aman tanpa Tuhan. Tuhan sangat dekat, namun tidak bisa ditebak. Ayub tidak pernah meragukan kehadiran Tuhan, ia hanya tidak memahami alasan Tuhan. Jangan seperti Elifas yang merasa "memiliki" Tuhan dalam sakunya dan tahu persis cara Tuhan menghukum. Hormatilah misteri kedaulatan Tuhan dengan cara tetap percaya meski situasi terlihat tidak masuk akal.Elifas menutup dengan nasihat yang sebenarnya sangat indah jika diberikan pada situasi yang tepat: "Berbaiklah engkau dengan Dia, supaya engkau tenteram." Ia menjanjikan bahwa jika Ayub bertobat dan "membuang emas ke dalam debu", maka Yang Mahakuasa akan menjadi emas murni baginya. Harta sejati adalah hubungan kita dengan Tuhan. Walaupun Elifas salah menuduh Ayub, ajakannya untuk menjadikan Tuhan sebagai "emas murni" adalah kebenaran yang abadi. Saat semua milik kita diambil (seperti emas Ayub yang hilang), apakah Tuhan cukup bagi kita? Jika kita merasa jauh dari Tuhan hari ini, berbaliklah. Bukan karena kita takut dihukum, tetapi karena hanya di dalam Dia jiwa kita menemukan ketenangan yang sejati.Refleksi:Bagaimana perkataan Elifas mencerminkan pandangan bahwa kesalehan adalah sarana untuk mendapatkan berkat?Mengapa mudah bagi kita mengaitkan penderitaan seseorang dengan dosa tersembunyi?Bagaimana kita bisa menumbuhkan kasih kepada Tuhan yang tidak didasarkan pada imbalan?Doa:Allah Bapa, ampunilah kami jika kami sering memperlakukan iman sebagai alat transaksi untuk mendapatkan berkat-Mu. Bersihkan hati kami dari prasangka buruk terhadap sesama kami yang sedang dalam kesulitan. Jadilah satu-satunya harta yang paling berharga dalam hidup kami, lebih dari emas dan perak. Kami mau hidup benar bukan karena takut, tetapi karena kami mengasihi-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.