Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

24 Agustus 2026

Tangan Tuhan yang Menyelamatkan

Ezra bukan hanya seorang ahli kitab yang hebat dalam teori, tetapi juga seorang pemimpin yang memiliki ketergantungan kepada Tuhan dalam menghadapi realita kehidupan yang berbahaya. Perjalanan sejauh kurang lebih 1.500 km yang ditempuh rombongan Ezra bukanlah perjalanan yang mudah. Mereka membawa wanita, anak-anak, dan harta benda yang sangat banyak tanpa pengawalan militer. Di sinilah iman Ezra diuji secara nyata.Ezra merasa malu untuk meminta pengawalan tentara kepada raja, karena ia sudah bersaksi bahwa "Tangan Tuhan kami melindungi semua orang yang mencari Dia". Ia memilih untuk membuktikan perkataannya dengan tindakan. Adakah selaras antara ucapan iman kita dengan tindakan kita? Sering kali kita berkata bahwa "Tuhan adalah penolongku", namun saat krisis datang, kita justru panik mencari pertolongan manusia terlebih dahulu. Ezra mengajarkan kita untuk memiliki keberanian untuk terlihat "lemah" di mata dunia (tanpa perlindungan fisik) agar kuasa Tuhan bisa terlihat nyata. Jangan hanya membicarakan kuasa Tuhan; beranilah mengandalkan-Nya.Sebelum berangkat, Ezra memaklumkan puasa di tepi sungai Ahawa untuk merendahkan diri dan memohon jalan yang aman. Hasilnya: "Tuhan mengabulkan doa kami”. Doa dan puasa adalah pengakuan bahwa kita butuh Tuhan. Jangan pernah memulai proyek besar, pelayanan baru, atau hari yang berat tanpa "merendahkan diri" terlebih dahulu. Puasa bukan untuk memaksa tangan Tuhan, melainkan untuk menyelaraskan hati kita dengan rencana-Nya dan mengakui bahwa tanpa Dia, perjalanan kita akan gagal.Ezra memilih 12 imam dan menimbang perak, emas, serta perlengkapan Bait Tuhan untuk diserahkan kepada mereka. Ia berpesan agar mereka menjaganya dengan saksama sampai tiba di Yerusalem. Di akhir perjalanan, semua harta itu ditimbang kembali dan tidak ada yang kurang sedikit pun. Iman yang besar harus dibarengi dengan integritas yang tinggi. Ezra tidak ceroboh dengan harta milik Tuhan. Ia menerapkan sistem akuntabilitas. Sebagai anak Tuhan, kita harus bisa dipercaya dalam hal-hal kecil maupun besar, khususnya dalam mengelola apa yang Tuhan percayakan (uang, waktu, talenta). Iman bukan alasan untuk menjadi tidak teratur; justru iman menuntut kejujuran maksimal.Hasil dari ketaatan dan doa mereka tertulis: "Tangan Tuhan kami melindungi kami dan menyelamatkan kami dari tangan musuh dan penghadang di jalan." Mereka tiba dengan selamat di Yerusalem. Tuhan tidak pernah mengecewakan orang yang berharap pada-Nya. Perjalanan hidup kita mungkin penuh dengan "penghadang" (masalah, godaan, atau orang yang berniat jahat). Namun, ketika kita berjalan dalam lindungan "Tangan Tuhan", tidak ada kekuatan yang bisa menghentikan kita sampai ke tujuan. Keselamatan kita adalah kesaksian bagi dunia.Refleksi:Mengapa Ezra memilih berdoa dan berpuasa, bukan meminta perlindungan militer, sebelum melakukan perjalanan yang berbahaya?Apa hubungan antara kerendahan hati, doa, dan pengalaman penyelamatan Tuhan?Mengapa perjalanan iman sering kali mengandung bahaya, tetapi juga menjadi tempat pengalaman penyertaan Tuhan yang nyata?Doa:Allah Bapa, kami mau belajar memiliki keberanian seperti Ezra untuk mengandalkan-Mu sepenuhnya. Ampunilah kami jika selama ini kami lebih sering bersandar pada kekuatan kami sendiri. Hari ini, kami menyerahkan seluruh perjalanan kami ke dalam tangan-Mu. Tolonglah kami untuk menjadi hamba-Mu yang berintegritas dan setia sampai tujuan. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

23 Agustus 2026

Hati bagi Firman

Setelah Bait Suci selesai dibangun, Tuhan mengutus Ezra untuk membangun "Bait Suci rohani", yaitu hati dan pemahaman umat melalui pengajaran Firman Tuhan. Kunci keberhasilan Ezra bukan terletak pada jabatannya atau kedekatannya dengan raja, melainkan pada kualitas hubungan pribadinya dengan Firman Tuhan.Beberapa kali dikatakan: "Tangan TUHAN, Tuhannya, melindungi dia". Ezra melakukan perjalanan berbahaya dari Babel ke Yerusalem selama empat bulan dengan membawa banyak harta, namun ia selamat. Mengapa? Karena Ezra menaruh kebergantungannya sepenuhnya pada Tuhan. Perlindungan terbaik dalam hidup bukanlah asuransi atau koneksi manusia, melainkan penyertaan Tuhan. Saat kita berjalan dalam kehendak Tuhan, "Tangan-Nya" akan menjadi pagar yang melindungi kita dari berbagai ancaman. Tiga langkah yang dilakukan Ezra:Meneliti (Belajar): Ia tidak puas dengan pemahaman yang dangkal; ia menggali Firman.Melakukan: Ia bukan hanya seorang pengajar teori; ia mempraktikkan apa yang ia pelajari.Mengajar: Setelah ia menghidupinya, barulah ia membagikannya kepada orang lain.Integritas lahir dari keselarasan antara pengetahuan dan tindakan. Banyak dari kita senang belajar Firman, tetapi sulit melakukannya. Atau, kita ingin mengajar orang lain, tetapi hidup kita sendiri tidak mencerminkan apa yang kita ajarkan. Jadilah seperti Ezra yang "menetapkan hati”, sebuah keputusan yang sengaja dan disiplin untuk hidup sesuai Firman.Raja Artahsasta memberikan surat kuasa, dana yang besar, dan kebebasan bagi Ezra. Mengapa seorang raja kafir begitu percaya kepada Ezra? Karena ia melihat hikmat Tuhan dalam diri Ezra. Ketaatan kita kepada Tuhan akan membuat kita menjadi saksi yang berpengaruh di hadapan dunia. Saat kita hidup dengan standar kebenaran Tuhan, dunia akan melihat perbedaan itu. Kita tidak perlu memaksakan diri untuk dihormati; hiduplah dalam hikmat Tuhan, maka Dia yang akan membukakan pintu-pintu kesempatan bagi kita.Setelah menerima semua kemudahan dari raja, Ezra tidak menjadi sombong. Ia justru memuji Tuhan: "Terpujilah TUHAN, Tuhan nenek moyang kita, yang dengan demikian menggerakkan hati raja...". Ezra tahu betul bahwa semua kemudahan itu bukan karena kehebatannya bernegosiasi, melainkan karena kasih setia Tuhan. Selalu kembalikan kemuliaan kepada Tuhan. Saat kita meraih sukses, mendapatkan promosi, atau berhasil menyelesaikan tugas berat, ingatlah untuk berhenti sejenak dan berkata, "Terpujilah Tuhan." Jangan biarkan kesuksesan membuat kita lupa pada Sumber dari segala berkat tersebut.Refleksi:Apa yang membedakan Ezra sebagai pemimpin rohani dibandingkan tokoh-tokoh lain pada masanya?Mengapa urutan belajar – melakukan – mengajarkan sangat penting dalam kehidupan rohani?Apa bahaya mengajarkan firman tanpa terlebih dahulu menghidupinya?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas teladan hidup Ezra. Berikanlah kami hati yang haus akan Firman-Mu. Tolonglah kami agar tidak hanya menjadi pendengar atau pembaca saja, tetapi menjadi pelaku Firman yang setia. Biarlah hikmat-Mu terpancar melalui karakter kami sehingga nama-Mu dipermuliakan di tempat kami berada. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.