Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

30 September 2026

Percaya Sampai Mati

Ayub mencapai titik di mana ia merasa tidak lagi perlu berdebat dengan manusia. Ia menyadari bahwa para sahabatnya hanyalah "tabib yang tidak berguna" yang mencoba membela Tuhan dengan kebohongan. Ayub memutuskan untuk membawa kasusnya langsung ke takhta tertinggi, meskipun ia tahu risiko berdiri di hadapan Tuhan yang Maha Kuasa bisa berarti kematian. Iman yang sejati bukanlah iman yang hanya percaya saat diberkati, melainkan iman yang tetap memegang tangan Tuhan bahkan ketika Tuhan seolah-olah menjadi lawan kita.Ayub menegaskan bahwa ia tidak lebih bodoh dari sahabat-sahabatnya. Ia menyebut mereka sebagai "penambal kebohongan." Ayub merasa bahwa nasihat-nasihat mereka justru memperkeruh suasana karena mereka mencoba menjelaskan misteri Tuhan dengan logika yang dangkal. Manusia memiliki keterbatasan dalam menghibur. Ada luka-luka di dalam hidup kita yang tidak bisa disembuhkan oleh kata-kata bijak manusia atau teori teologi. Janganlah menggantungkan kedamaian hatimu pada validasi orang lain. Terkadang, hal terbaik yang bisa kita lakukan adalah berhenti mendengarkan "suara dunia" dan mulai memusatkan seluruh perhatian kita untuk berbicara langsung kepada Tuhan.Ayub menegur sahabatnya karena mereka mencoba "mengambil muka" di hadapan Tuhan dengan menyalahkan Ayub. Ayub percaya bahwa Tuhan tidak butuh dibela dengan ketidakjujuran. Tuhan lebih menghargai kebenaran yang pahit daripada sanjungan yang palsu. Tuhan tidak membutuhkan pembelaan yang munafik. Sering kali kita merasa perlu "menutupi" perasaan kecewa kita kepada Tuhan agar terlihat saleh. Namun, Ayub mengajarkan bahwa Tuhan adalah Hakim yang adil; Dia tahu isi hati kita. Jangan takut untuk jujur di hadapan-Nya. Dia jauh lebih dimuliakan ketika kita datang dengan hati yang hancur apa adanya daripada dengan topeng religiusitas.Inilah salah satu pernyataan iman terbesar dalam Alkitab: "Lihatlah, Ia hendak membunuh aku, namun aku tetap berharap kepada-Nya" (ayat 15, terjemahan lain). Ayub tahu risikonya menghadapi Tuhan, namun ia yakin bahwa kejujurannya akan menjadi keselamatannya karena orang fasik tidak mungkin berani menghadap Tuhan. Iman adalah keputusan untuk tetap berharap saat keadaan tidak kunjung membaik. Mudah untuk berharap saat ada tanda-tanda pemulihan. Namun, Ayub berharap justru saat ia merasa "ajalnya" sudah di depan mata. Apakah kita tetap bisa berkata, "Tuhan, sekalipun keadaan ini menghancurkan aku, aku tetap percaya Engkau baik"? Inilah jenis iman yang mengalahkan dunia.Ayub meminta dua hal kepada Tuhan: agar tangan Tuhan jangan menekan dia terlalu berat dan agar ketakutan akan Tuhan tidak mengejutkannya. Ia ingin tahu apa kesalahan dan dosanya sehingga Tuhan menyembunyikan wajah-Nya dan menganggapnya sebagai musuh. Dibalik pertanyaan "Mengapa", carilah wajah-Nya. Ayub merasa seperti daun yang ditiup angin atau jerami yang kering (ayat 25). Ia merasa kecil dan rapuh. Namun, perhatikan bahwa Ayub tetap memanggil Tuhan. Walau ia merasa Tuhan jauh, ia tetap mengejar kehadiran-Nya. Saat kita merasa Tuhan menyembunyikan wajah-Nya, jangan berhenti mencari. Kegelapan bukanlah tanda ketidakhadiran Tuhan, melainkan sering kali merupakan tempat di mana iman kita dimurnikan secara paling dalam.Refleksi:Bagaimana keberanian Ayub untuk membawa perkaranya langsung kepada Tuhan menantang cara kita berdoa?Apa arti pernyataan Ayub bahwa ia tetap berharap kepada Tuhan sekalipun harus menghadapi risiko besar?Apa yang bagian ini ajarkan tentang pentingnya integritas di tengah tekanan?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas teladan keberanian Ayub. Ajarlah kami untuk memiliki iman yang tak tergoyahkan, yang tidak bergantung pada situasi di sekeliling kami. Saat kami merasa lemah seperti daun yang tertiup angin, ingatkanlah kami bahwa kami tetap berharga di mata-Mu. Kami mau tetap berharap kepada-Mu, bahkan di saat kami tidak memahami jalan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

29 September 2026

Hikmat di Atas Hikmat

Ayub mulai menunjukkan kekesalannya terhadap nasihat ketiga sahabatnya yang merasa paling tahu tentang cara kerja Tuhan. Ayub memberikan jawaban yang penuh sindiran sekaligus pengakuan yang mendalam tentang kemahakuasaan Tuhan yang absolut, sebuah kekuasaan yang sering kali melampaui logika dan keteraturan manusia. Mengakui kedaulatan Tuhan berarti berhenti memaksakan definisi kita tentang "keadilan" ke dalam rencana besar-Nya yang tidak terselami.Ayub menyentil para sahabatnya dengan nada sarkastis: "Memang, kamulah orang-orang itu, dan bersama-sama kamu hikmat akan mati!" Ayub merasa bahwa meskipun ia menderita, ia tidak lebih bodoh dari mereka. Ia merasa dihina oleh orang-orang yang merasa aman, padahal ia adalah orang yang berseru kepada Tuhan. Jangan gunakan "hikmat" rohanimu untuk merendahkan orang lain. Sering kali saat hidup kita sedang lancar, kita merasa lebih "bijak" dan "rohani" dibandingkan mereka yang sedang bergumul. Kita merasa punya resep untuk semua masalah orang lain. Ingatlah bahwa hikmat sejati ditunjukkan dengan kerendahan hati, bukan dengan sikap menggurui mereka yang sedang hancur hati.Ayub menantang para sahabatnya untuk bertanya kepada binatang, burung, bumi, dan ikan. Semua makhluk hidup tahu bahwa segala sesuatu yang terjadi, termasuk penderitaan, berada di bawah tangan Tuhan. Di dalam tangan-Nya terletak nyawa segala yang hidup (ayat 10). Kehidupan berada dalam genggaman Tuhan, bukan dalam kontrol kita. Jika setiap makhluk di alam semesta tunduk pada kedaulatan-Nya tanpa protes, mengapa kita sering kali merasa bahwa Tuhan "salah langkah" dalam hidup kita? Sadarilah bahwa keberadaan kita setiap hari adalah karena napas yang dipinjamkan-Nya. Saat keadaan tidak sesuai rencana, kembalilah pada dasar iman: hidupku adalah milik-Nya.Ayub memaparkan betapa dahsyatnya kuasa Tuhan: Jika Ia membongkar, tidak ada yang dapat membangun; jika Ia mengurung, tidak ada yang dapat melepaskan. Tuhan sanggup membiarkan penasihat menjadi gila, raja menjadi tawanan, dan orang yang terpercaya menjadi bisu. Tuhan tidak terikat oleh status sosial manusia. Tuhan tidak berhutang penjelasan kepada siapa pun. Kadang Tuhan mengizinkan kekacauan untuk menunjukkan bahwa otoritas manusia sangatlah terbatas. Jangan menaruh kepercayaanmu pada kekuatan politik, kekayaan, atau status, karena dalam sekejap Tuhan bisa mengubah segalanya. Taruhlah kepercayaanmu hanya pada Dia yang memegang kunci sejarah dunia.Ayub mengatakan bahwa Tuhan menyingkapkan hal-hal yang dalam dari kegelapan dan membawa kelam pekat ke dalam terang. Namun, Ia juga bisa membuat para pemimpin kehilangan akal dan meraba-raba dalam kegelapan tanpa cahaya. Tuhan bekerja di balik ketidaktahuan kita. Saat kita merasa "meraba-raba" mencari arah dalam penderitaan, ingatlah bahwa bagi Tuhan tidak ada kegelapan. Dia bisa melihat apa yang tidak kita lihat. Dia menyingkapkan kebenaran pada waktu-Nya. Bagian kita bukanlah harus selalu mengerti, tetapi tetap berjalan dengan memegang tangan-Nya di tengah kabut misteri hidup.Refleksi:Bagaimana pengakuan Ayub tentang kedaulatan Tuhan (yang meruntuhkan dan membangun, meninggikan dan merendahkan) membentuk pemahaman kita tentang sejarah dan kehidupan pribadi?Apakah kita cenderung menyederhanakan pekerjaan Tuhan agar sesuai dengan logika kita sendiri?Bagaimana kita merespons ketika Tuhan bekerja dengan cara yang tidak kita pahami?Doa:Allah Bapa, kami mengakui bahwa hikmat-Mu jauh melampaui akal budi kami yang terbatas. Ampunilah kami jika kami sering mencoba mendikte bagaimana Engkau seharusnya bekerja dalam hidup kami. Kami percaya bahwa nyawa kami ada di tangan-Mu. Di tengah kegelapan dan kebingungan, kami mau berserah pada kedaulatan-Mu yang agung. Berikanlah kami hati yang rendah hati untuk tetap menyembah-Mu, bahkan saat kami tidak mengerti. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.