Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

19 September 2026

Iman yang Melampaui Berkat

Kitab Ayub, sebuah kitab yang menyelami pertanyaan terdalam manusia: Mengapa orang benar menderita? Sebuah kontras yang tajam, dari puncak kebahagiaan dan kekayaan menuju lembah penderitaan yang sangat kelam dalam sekejap waktu. Kesalehan yang sejati tidak diuji saat kita menerima berkat, melainkan saat kita kehilangan segalanya namun tetap memegang tangan Tuhan.Ayub digambarkan sebagai orang yang "saleh dan jujur, takut akan Tuhan dan menjauhi kejahatan" (ayat 1). Ia memiliki keluarga yang harmonis dan kekayaan yang luar biasa (ayat 2-3). Namun, yang menarik adalah kehidupan rohaninya: ia rutin mempersembahkan korban bagi anak-anaknya, berjaga-jaga kalau-kalau mereka berdosa dalam hati (ayat 5). Sering kali, kelimpahan membuat manusia menjadi suam-suam kuku secara rohani dan bahkan lupa dengan Sang Sumber berkat. Ayub mengajarkan kita bahwa kesuksesan finansial tidak boleh menggantikan disiplin rohani. Apakah kesibukan dan kenyamanan kita saat ini membuat kita semakin dekat dengan Tuhan, atau justru membuat kita merasa tidak lagi membutuhkan-Nya?Di alam surgawi, Iblis menuduh bahwa Ayub saleh hanya karena Tuhan "memagari" dan memberkatinya (ayat 9-10). Iblis berargumen: "Ambillah segalanya, maka ia akan mengutuki Engkau." Tuhan mengizinkan ujian itu terjadi untuk membuktikan bahwa iman Ayub bukanlah iman “transaksional". Mengapa kita mengikut Tuhan? Apakah kita mengasihi Tuhan karena apa yang Dia berikan (berkat, kesehatan, perlindungan), atau karena siapa Dia adanya? Iman yang dewasa adalah iman yang tetap mengasihi Tuhan bahkan ketika "pagar" perlindungan seolah dilepaskan dan keadaan menjadi sangat sulit.Dalam satu hari, Ayub kehilangan segalanya: ternaknya dirampas, hamba-hambanya dibunuh, dan puncaknya, kesepuluh anaknya tewas karena bencana alam (ayat 13-19). Dunia Ayub runtuh dalam hitungan jam. Berita buruk datang tanpa memberi jeda untuk bernapas. Dunia ini tidak pasti, namun Tuhan tetap berdaulat. Terkadang hidup menghantam kita dengan keras dan bertubi-tubi. Dalam situasi seperti itu, sangat manusiawi untuk merasa hancur. Ayub pun menunjukkan kesedihannya dengan mengoyak jubah dan mencukur rambut (ayat 20). Tuhan tidak melarang kita berduka, namun yang penting adalah ke mana kita membawa duka itu.Respons Ayub sangat mengejutkan. Alih-alih mengutuki Tuhan seperti ramalan Iblis, Ayub sujud menyembah dan berkata: "TUHAN yang memberi, TUHAN yang mengambil, terpujilah nama TUHAN!" (ayat 21). Ia mengakui bahwa manusia lahir tanpa membawa apa-apa, dan segala sesuatu adalah milik Tuhan. Penyembahan adalah keputusan, bukan sekadar perasaan. Menyembah saat diberkati itu mudah, tetapi menyembah saat kehilangan segalanya adalah kemenangan iman yang luar biasa. Ayub membuktikan bahwa hubungannya dengan Tuhan jauh lebih berharga daripada semua miliknya.Refleksi:Apa arti bahwa iman Ayub diuji justru ketika ia hidup benar?Apa yang paling sulit bagi kita dalam menerima bahwa Tuhan tetap berdaulat di tengah penderitaan?Apa perbedaan antara menyembah Tuhan karena berkat-Nya dan menyembah Tuhan karena siapa Dia?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas teladan iman Ayub. Ajarlah kami untuk mengasihi-Mu bukan karena berkat-Mu saja, tetapi karena Engkau adalah Tuhan kami yang layak disembah dalam segala keadaan. Kuatkanlah hati kami saat badai hidup datang bertubi-tubi, agar kami tetap bisa berkata bahwa Engkau baik. Biarlah iman kami tetap murni dan memuliakan nama-Mu, baik di masa kelimpahan maupun di masa kekurangan. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

18 September 2026

Menjadi Berkat bagi Sesama

Tuhan memberikan "akhir yang bahagia" bukan hanya bagi individu, tetapi bagi seluruh bangsa. Akhir dari sebuah perjuangan iman bukanlah sekadar kenyamanan pribadi, melainkan sebuah pengaruh positif yang mendatangkan kesejahteraan bagi banyak orang.Di tengah kestabilan ekonomi kerajaan itu, Mordekhai diangkat menjadi orang kedua setelah raja. Jabatan Mordekhai bukan jabatan simbolis; ia memiliki kuasa yang besar di bawah kedaulatan Tuhan. Tuhan memberikan kesuksesan untuk tujuan yang mulia. Jika hari ini kita diberkati dengan posisi, pengaruh, atau kemapanan ekonomi, ingatlah bahwa itu semua bertujuan untuk menciptakan stabilitas dan kebaikan di lingkungan kita. Keberhasilan seorang anak Tuhan seharusnya membuat lingkungan di sekitarnya menjadi lebih baik, lebih tertib, dan lebih sejahtera.Mordekhai disebut sebagai orang yang "besar" dan "disukai oleh sebagian besar saudara-saudaranya". Ia tidak memimpin dengan tangan besi atau kesombongan seperti Haman. Ia dihormati karena ia layak dihormati. Kehormatan sejati adalah buah dari kesetiaan. Banyak orang mengejar rasa hormat dengan cara memaksa atau pamer kekuasaan, namun Mordekhai mendapatkannya karena ia telah teruji dalam penderitaan dan ketaatan. Jangan fokus mengejar jabatan; fokuslah membangun karakter yang takut akan Tuhan. Saat karakter kita matang, "kebesaran" dan "penghormatan" akan mengikuti sebagai upah dari Tuhan.Ayat terakhir merangkum seluruh hidup Mordekhai: "...ia mencari kesejahteraan bangsanya dan berbicara untuk keselamatan seluruh keturunannya". Kalimat ini sangat kontras dengan Haman yang hanya mencari kehormatan bagi dirinya sendiri. Mordekhai menggunakan posisinya untuk membela yang lemah dan menjamin masa depan generasi berikutnya. Jadilah pembawa solusi, bukan pencari sensasi. Ukuran kesuksesan rohani yang tertinggi bukanlah seberapa banyak harta yang kita kumpulkan, melainkan seberapa banyak orang yang terbantu karena keberadaan kita. Di mana pun Tuhan menempatkan kita saat ini, tanyakanlah: "Bagaimana aku bisa mendatangkan kesejahteraan bagi tempat ini?" Jadilah orang yang kehadirannya dirindukan dan kepergiannya kehilangan.Refleksi:Mengapa Alkitab menekankan bahwa Mordekhai berbicara demi kebaikan seluruh umat, bukan kepentingan pribadi?Dalam bentuk apa pengaruh rohani dan moral lebih berharga daripada kekuasaan dan jabatan?Bagaimana Tuhan memakai orang-orang yang setia di tempat tersembunyi untuk membawa berkat yang luas?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas teladan hidup dari kitab Ester dan Mordekhai. Ajarlah kami agar tidak hanya mengejar keberhasilan bagi diri kami sendiri, tetapi biarlah hidup kami menjadi saluran berkat dan kesejahteraan bagi orang banyak. Pakailah setiap talenta dan posisi yang Engkau percayakan kepada kami untuk memuliakan nama-Mu dan membawa kebaikan bagi sesama kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.