Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

31 Oktober 2026

Motivasi Kerja: Persaingan atau Kepuasan?

Salomo mengalihkan pandangannya dari keteraturan alam menuju realita hubungan antar manusia yang sering kali kacau dan menyakitkan. Ia menyoroti penindasan, persaingan yang tidak sehat, dan kesepian. Namun, di tengah kegelapan itu, ia memberikan secercah hikmat tentang pentingnya kebersamaan. Keberhasilan sejati bukanlah seberapa jauh kita bisa berlari sendirian, melainkan seberapa banyak kita bisa saling menopang di tengah perjalanan yang sulit.Salomo melihat air mata orang-orang yang tertindas, sementara tidak ada yang menghibur mereka. Ia melihat sisi gelap kekuasaan di mana kekuatan berada di tangan penindas. Keadaan ini begitu menyedihkan hingga Salomo sempat merasa lebih baik menjadi orang yang sudah mati daripada harus melihat ketidakadilan yang terus terjadi. Jadilah tangan yang menghibur, bukan sekadar mata yang melihat. Di sekitar kita, banyak orang yang "tertindas" oleh beban hidup, depresi, atau ketidakadilan sistemik. Tuhan memanggil kita untuk tidak menutup mata. Jika dunia ini keras dan tidak memiliki penghibur, biarlah komunitas orang percaya menjadi tempat di mana air mata dihapus dan harapan ditemukan kembali.Salomo menemukan bahwa banyak orang bekerja keras hanya karena "iri hati terhadap sesamanya." Ini adalah kompetisi yang tak ada habisnya. Namun, ia juga menegur orang bebal yang berpangku tangan. Solusinya? "Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha mengejar angin.” Berhentilah membandingkan "piring" kita dengan orang lain. Banyak stres yang kita alami hari ini lahir dari keinginan untuk lebih hebat dari tetangga atau teman. Bekerjalah dengan tekun, tetapi milikilah "segenggam ketenangan"—yaitu rasa cukup dan damai. Prestasi tanpa kedamaian hanyalah bentuk lain dari kesia-siaan.Salomo menggambarkan nasib orang yang sebatang kara, yang bekerja tanpa henti tetapi tidak punya siapa pun untuk berbagi. Dari sini lahir ayat yang terkenal: "Berdua lebih baik dari pada seorang diri... Tali tiga lembar tak mudah diputuskan. Investasikan waktu untuk hubungan, bukan hanya untuk pekerjaan. Kita tidak diciptakan untuk menjadi "pulau" yang sendirian. Saat kita jatuh, kita butuh sahabat untuk membangunkan. Saat kita kedinginan (dalam masalah), kita butuh kehangatan komunitas. Libatkan Tuhan sebagai "tali ketiga" dalam setiap hubungan kita (persahabatan, pernikahan, keluarga), karena dialah yang memberikan kekuatan yang tak terpatahkan.Salomo membandingkan seorang muda miskin yang berhikmat dengan seorang raja tua yang bebal yang tidak mau lagi diberi peringatan. Kekuasaan dan popularitas itu fana; orang yang hari ini dipuja bisa saja besok dilupakan. Tetaplah memiliki hati yang mau diajar (teachable). Kesombongan sering kali datang seiring dengan bertambahnya usia, jabatan, atau kekayaan. Jangan menjadi "raja yang bebal" dalam hidup kita sendiri—orang yang merasa sudah tahu segalanya sehingga tidak mau lagi mendengar teguran Tuhan atau nasihat sesama. Hikmat sejati adalah tetap rendah hati untuk belajar, siapa pun yang membawanya.Refleksi:Apakah pernah terdorong untuk berhasil karena iri hati atau keinginan untuk melampaui orang lain?Apakah kesibukan kita justru membuat kita semakin terisolasi dari relasi yang bermakna?Apakah kita cukup rendah hati untuk menerima bantuan ketika kita jatuh atau lelah?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau tidak membiarkan kami berjalan sendirian di dunia yang sering kali tidak adil ini. Ampunilah kami jika selama ini kami terlalu fokus mengejar prestasi hingga melupakan orang-orang di sekitar kami. Ajarlah kami untuk memiliki rasa cukup dan berikanlah kami hati yang peka untuk menghibur mereka yang tertindas. Jadilah Tali Ketiga dalam setiap hubungan kami, agar kami tetap kuat dan teguh di dalam-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

30 Oktober 2026

Kekekalan di Dalam Hati

Salomo membawa kita memahami bahwa hidup bukanlah kekacauan tanpa arah, melainkan sebuah tatanan yang diatur oleh tangan Tuhan. Di sini kita belajar untuk berdamai dengan musim-musim hidup yang sering kali tidak bisa kita kendalikan. Kebahagiaan sejati tidak ditemukan dengan mencoba menghentikan waktu, tetapi dengan mempercayai Dia yang memegang waktu.Salomo memaparkan pasangan peristiwa yang kontras: ada waktu untuk lahir dan mati, menanam dan mencabut, meratap dan menari, perang dan damai. Pesannya jelas: Tidak ada musim yang abadi. Jangan menghakimi hidup kita hanya berdasarkan satu musim. Jika hari ini kita berada dalam waktu "meratap", ingatlah bahwa waktu "menari" akan datang. Sebaliknya, jika kita sedang dalam waktu "menanam", janganlah sombong, karena akan ada waktu untuk "mencabut". Tuhan tidak membuat hidup kita datar. Ia menggunakan kontras, suka dan duka, untuk membentuk karakter kita. Terimalah musim yang sedang kita jalani sekarang sebagai bagian dari desain besar Tuhan."Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya, bahkan Ia memberikan kekekalan dalam hati mereka." Meskipun kita hidup di dalam waktu yang terbatas, Tuhan menaruh kerinduan akan sesuatu yang abadi di dalam jiwa kita. Itulah sebabnya manusia tidak pernah benar-benar puas dengan hal-hal duniawi. Keresahan kita adalah bukti bahwa kita diciptakan untuk surga. Kita sering frustrasi karena tidak paham apa yang Tuhan lakukan dari awal sampai akhir. Namun, "ketidakpahaman" itu justru seharusnya membawa kita untuk bergantung sepenuhnya kepada-Nya. Percayalah, meskipun hari ini tampak berantakan, Tuhan sedang menenun sesuatu yang indah yang hanya bisa kita lihat secara utuh di dalam kekekalan nanti.Di tengah ketidakpastian waktu, Salomo memberikan nasehat praktis: berbuat baik dan menikmati hasil jerih payah. Ia menegaskan bahwa kemampuan untuk menikmati hidup adalah pemberian Tuhan, dan apa yang dilakukan Tuhan akan tetap ada untuk selamanya. Hiduplah di saat ini (Present). Jangan terlalu mencemaskan masa depan atau menyesali masa lalu hingga kita lupa menikmati berkat Tuhan hari ini. Makanlah dengan syukur, bekerjalah dengan tulus, dan jadilah berkat bagi orang lain. Kekhawatiran tidak akan mempercepat waktu Tuhan, tetapi syukur akan membuat waktu tunggu kita menjadi manis.Salomo melihat ketidakadilan di dunia, di mana seharusnya ada keadilan, justru ada kefasikan. Ia merenungkan bahwa pada akhirnya manusia dan hewan sama-sama kembali menjadi debu. Namun, ini bukan seruan keputusasaan, melainkan seruan untuk berserah pada penghakiman Tuhan yang adil pada waktunya. Tuhan adalah Hakim yang memegang kendali. Jika kita merasa diperlakukan tidak adil hari ini, ingatlah bahwa ada "waktu untuk setiap urusan dan setiap perbuatan" di hadapan Tuhan (ayat 17). Kematian adalah pengingat agar kita tetap rendah hati dan tidak menggantungkan harapan pada keadilan manusia yang rapuh, melainkan pada keadilan Tuhan yang kekal.Refleksi:Bagaimana kita memahami kenyataan bahwa setiap hal memiliki waktunya masing-masing dalam hidup?Apa artinya bagi kita bahwa Tuhan membuat segala sesuatu indah pada waktunya?Bagaimana memahami pernyataan bahwa Tuhan menaruh kekekalan dalam hati manusia?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena hidup kami berada di dalam kalender-Mu, bukan di dalam kebetulan. Berikanlah kami ketenangan untuk menjalani musim hidup kami saat ini tanpa mengeluh. Ajarlah kami untuk mempercayai waktu-Mu yang sempurna, karena kami tahu Engkau sedang mengerjakan sesuatu yang indah bagi kami. Biarlah hati kami tetap terpaku pada kekekalan-Mu di tengah dunia yang terus berubah ini. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.