Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
29 Agustus 2026
Ibadah dalam Kerja Nyata
Membangun kembali tembok Yerusalem adalah tugas raksasa yang mustahil dilakukan oleh satu orang. Nehemia menunjukkan bahwa rahasia keberhasilan pekerjaan Tuhan terletak pada keterlibatan setiap anggota tubuh Kristus.Daftar pembangun ini dimulai dengan Elyasib, imam besar, dan saudara-saudaranya sesama imam. Mereka membangun Pintu Gerbang Domba. Para pemimpin agama tidak hanya berkhotbah, tetapi mereka yang pertama kali mengotori tangan dengan debu dan batu. Semua pekerjaan untuk Tuhan adalah kudus. Jangan memisahkan antara "ibadah di gereja" dengan "kerja di lapangan". Apa pun yang kita kerjakan, baik itu membesarkan anak, mengerjakan proyek kantor, atau melayani di gereja, lakukanlah itu sebagai persembahan yang kudus bagi Tuhan. Kepemimpinan yang sejati dimulai dari teladan dalam pelayanan yang praktis.Beberapa kali disebutkan bahwa orang-orang itu membangun "di hadapan rumahnya" atau "di samping rumahnya". Tuhan menempatkan mereka untuk bertanggung jawab atas bagian yang paling dekat dengan tempat mereka tinggal. Mulailah pelayanan dari lingkungan terdekat kita. Kita sering ingin melakukan hal-hal besar untuk Tuhan di tempat yang jauh, namun mengabaikan "tembok" yang runtuh di depan rumah kita sendiri. Pulihkanlah dulu hubungan dengan pasangan, didiklah anak-anak dalam iman, dan jadilah saksi bagi tetangga sebelah rumah. Jika setiap kita menjaga dan membangun area yang Tuhan percayakan di dekat kita, maka seluruh "tembok" gereja dan bangsa akan menjadi kuat.Orang-orang dengan latar belakang berbeda (ada imam, tukang emas, pembuat minyak wangi, pejabat wilayah, bahkan kaum perempuan) bekerja bahu-membahu tanpa memandang status sosial. Setiap orang punya peran yang sangat penting. Kita tidak perlu menjadi "pengkhotbah" atau "pejabat" untuk berguna bagi Tuhan. Tukang emas menyumbangkan keahliannya, pembuat minyak wangi menyumbangkan tenaganya. Apa pun bakat dan profesi kita, Tuhan punya tempat bagi kita dalam rencana pembangunan-Nya. Keindahan kerajaan Tuhan justru terlihat saat keberagaman kita menyatu untuk satu tujuan: kemuliaan-Nya.Ada satu catatan kecil yang kontras: orang-orang Tekoa membangun, tetapi "orang-orang mulia mereka tidak mau memberi pundaknya untuk pekerjaan tuan mereka." Di tengah semangat yang membara, selalu ada orang yang merasa terlalu penting untuk melayani. Jangan biarkan keengganan orang lain menghalangi semangat kita. Orang-orang Tekoa yang biasa tetap bekerja meskipun pemimpin mereka tidak mendukung. Jangan menunggu orang lain bergerak baru kita mau melayani. Tetaplah setia pada bagian kita, karena Tuhan melihat setiap batu yang kita susun, bukan jabatan yang kita sandang.Refleksi:Apa bahaya memisahkan ibadah dari kerja dan pelayanan yang nyata?Mengapa kesetiaan dalam tugas yang tampak kecil tetap bernilai besar di mata Tuhan?Bagaimana perbedaan peran dan tanggung jawab tidak mengurangi kesatuan tujuan umat Tuhan?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau memberi kami tempat untuk melayani dalam rencana besar-Mu. Ajarlah kami untuk setia membangun bagian tembok yang ada di depan kami, mulai dari keluarga kami dan lingkungan terdekat kami. Biarlah kami bekerja dengan hati yang tulus, bersatu dengan saudara-saudara kami yang lain, demi tegaknya kemuliaan-Mu di dunia ini. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
28 Agustus 2026
Evaluasi Sebelum Beraksi
Setelah empat bulan bergumul dalam doa (dari bulan Kislew ke bulan Nisan), pintu kesempatan akhirnya terbuka. Keberhasilan Nehemia bukan terjadi secara kebetulan, tetapi hasil dari perpaduan antara kedaulatan Tuhan, doa yang tekun, dan keberanian untuk mengambil risiko.Saat raja bertanya mengapa mukanya sedih, Nehemia merasa sangat takut karena menunjukkan emosi negatif di depan raja bisa berakibat hukuman mati. Namun, sebelum menjawab, Nehemia mencatat: "Maka aku berdoa kepada Tuhan semesta langit". Kita tidak selalu punya waktu untuk berlutut berjam-jam saat menghadapi krisis mendadak, namun kita selalu punya waktu untuk satu detik doa di dalam hati. Doa singkat itu menghubungkan keterbatasan manusia kita dengan hikmat Tuhan yang tidak terbatas.Ketika raja bertanya, "Apa yang kau inginkan?", Nehemia tidak bingung. Ia sudah menyiapkan rinciannya: izin pulang, surat jalan, hingga kayu untuk bahan bangunan. Ia tahu persis apa yang dibutuhkan karena ia sudah memikirkannya dalam doa. Seringkali kita berkata "percaya saja pada Tuhan," tetapi kita tidak melakukan persiapan apa pun. Tuhan memberkati ketaatan kita, tetapi Ia juga memakai akal budi kita. Persiapan yang matang adalah tanda bahwa kita sungguh-sungguh percaya doa kita akan dijawab.Sesampainya di Yerusalem, Nehemia bangun pada malam hari untuk memeriksa dengan saksama tembok-tembok yang runtuh itu sendirian. Ia ingin melihat realita yang sebenarnya sebelum ia menggerakkan orang lain. Lihatlah masalah kita dengan jujur sebelum mulai bekerja. Jangan terburu-buru mengambil tindakan tanpa memahami akar masalahnya. Baik itu dalam memulihkan hubungan atau menyelesaikan pekerjaan, ambillah waktu untuk mengevaluasi keadaan dengan tenang bersama Tuhan.Begitu pembangunan akan dimulai, muncul tokoh-tokoh seperti Sanbalat dan Tobia yang menghina dan menuduh Nehemia memberontak. Jawaban Nehemia sangat tegas: "Allah semesta langit, Dialah yang membuat kami berhasil!”. Jangan biarkan suara pengkritik menghentikan langkah kita. Setiap kali kita ingin membangun sesuatu yang baik, pasti ada suara-suara yang meragukan atau menyerang motivasi kita. Jangan berdebat dengan pengkritik; fokuslah pada Tuhan yang memberikan visi tersebut. Keberhasilan kita bukan bergantung pada persetujuan manusia, melainkan pada penyertaan Tuhan.Refleksi:Mengapa Nehemia memilih waktu yang tepat untuk menyampaikan permohonannya kepada raja?Apa makna tindakan Nehemia yang meninjau tembok pada malam hari sebelum mengajak orang lain terlibat?Mengapa evaluasi yang jujur diperlukan sebelum mengambil langkah besar dalam pelayanan atau kepemimpinan?Doa:Allah Bapa, berikanlah kami keberanian seperti Nehemia untuk berbicara dan melangkah saat Engkau membuka pintu. Ajarlah kami untuk menjadi orang yang bukan hanya pandai berdoa, tetapi juga bijaksana dalam merencanakan. Saat tantangan dan hinaan datang, ingatkanlah kami bahwa Engkau, Tuhan semesta langit, yang akan membuat kami berhasil. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT