Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
20 Juni 2026
Membangun Masa Depan
Suku Benyamin, selain karena merupakan suku asal Raja Saul, Benyamin adalah suku yang menunjukkan kesetiaan luar biasa kepada Yehuda dan Bait Allah setelah kerajaan terpecah.Suku Benyamin memiliki sejarah yang kelam dalam kitab Hakim-hakim (mereka hampir punah karena dosa mereka). Namun, di sini, kita melihat daftar panjang para pahlawan dan pemimpin keluarga. Ini adalah kisah tentang restorasi dan pembangunan kembali.Jika kita melihat sejarah, Benyamin adalah suku yang "paling kecil" dan pernah hampir habis. Namun, di pasal ini, kita melihat mereka berkembang menjadi pahlawan yang gagah perkasa dan pemanah-pemanah yang mahir. Kita diingatkan bahwa masa lalu kita tidak menentukan masa depan kita di tangan Tuhan. Tuhan adalah pakar dalam membangun kembali apa yang sudah hancur. Jika Tuhan bisa memulihkan suku Benyamin yang hampir punah menjadi suku pahlawan, Dia juga sanggup memulihkan hidup kita dari keterpurukan.Nama Elpaal dan anak-anaknya yang membangun kembali kota Ono dan Lod disebutkan disini. Pembangunan kembali adalah tema besar suku Benyamin. Mereka tidak hanya fokus pada garis keturunan, tetapi juga pada pembangunan komunitas dan tempat tinggal. Sebagai orang beriman, di mana pun Tuhan menempatkan kita, di tengah keluarga yang retak, di lingkungan yang sulit, atau di tempat kerja yang penuh tekanan, tugas kita adalah membawa pemulihan dan membangun sesuatu yang baik bagi kemuliaan Tuhan.Pasal ini juga mencatat silsilah Raja Saul. Meskipun Saul akhirnya jatuh dan takhtanya diberikan kepada Daud, Alkitab tetap menghormati garis keturunannya sebagai bagian dari sejarah umat Allah. Menariknya, keturunan Saul tetap setia melayani di Israel selama generasi-generasi berikutnya. Kesetiaan tetap berharga meskipun posisi atau jabatan kita berubah. Dunia mungkin hanya menghargai orang yang sedang berada "di atas," tetapi Tuhan menghargai setiap orang yang tetap setia melakukan bagiannya dalam rencana besar Tuhan, apa pun posisi mereka.Refleksi:Apa pelajaran yang kita peroleh tentang pemulihan dan kesempatan kedua dari kisah suku Benyamin?Dalam hal apa kegagalan masa lalu berpotensi membentuk atau menghalangi cara kita memandang masa depan?Bagaimana bagian ini mengarahkan kita untuk berharap kepada kesetiaan Allah, bukan pada kekuatan manusia atau institusi?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang memberikan kesempatan kedua. Seperti Engkau memulihkan suku Benyamin, pulihkanlah juga semangat dan hidup kami. Pakailah kami untuk menjadi pembangun bagi sesama kami, dan biarlah hidup kami tetap terfokus untuk menyenangkan hati-Mu dalam segala keadaan. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
19 Juni 2026
Kekuatan di Balik Kesetiaan
Di balik deretan enam suku Israel: Isakhar, Benyamin, Naftali, Manasye, Efraim, dan Asyer, kita menemukan gambaran tentang kekuatan, pemulihan dari duka, dan kesiapan untuk melayani, dan dari bagian ini kita menemukan bagaimana Tuhan membangun kekuatan umat-Nya melalui ketekunan dan penghiburan.Berulang kali dalam pasal ini, kita membaca frasa seperti "pahlawan-pahlawan yang gagah perkasa". Menariknya, sebutan ini diberikan kepada keluarga-keluarga yang setia pada garis keturunannya. Isakhar, misalnya, dikenal sebagai suku yang memahami waktu dan setia pada tugasnya. Ini mengajarkan kita bahwa kekuatan rohani tidak datang secara instan. Kekuatan itu dibangun melalui ketekunan sehari-hari, melalui kesetiaan dalam perkara-perkara kecil, dan melalui kerelaan untuk tetap berdiri teguh bagi keluarga dan komunitas kita.Di tengah daftar nama ini, terselip kisah yang sangat menyentuh tentang Efraim. Efraim mengalami duka yang luar biasa ketika anak-anaknya dibunuh oleh penduduk Gat. Ia berkabung hari demi hari. Namun, Allah tidak membiarkannya terpuruk. Allah memberikan Efraim seorang anak lagi yang dinamai Beria, yang artinya "dalam kemalangan," karena ia lahir saat keluarganya sedang dalam penderitaan. Kisah ini adalah pesan bagi kita: Allah adalah sumber penghiburan. Di titik terendah hidup kita, Tuhan sanggup memberikan "awal yang baru" dan memulihkan harapan yang sempat patah.Suku Asyer digambarkan sebagai orang-orang pilihan, pahlawan yang gagah perkasa, dan "kepala-kepala pemimpin." Mereka dicatat sebagai orang-orang yang siap untuk berperang. Sebagai orang percaya, kita dipanggil untuk memiliki semangat suku Asyer: siap sedia. Bukan untuk berperang melawan sesama manusia, melainkan siap sedia menjalankan panggilan Tuhan, siap menolong sesama, dan siap mempertahankan iman di tengah dunia yang berubah-ubah.Refleksi:Bagaimana penekanan pada “orang-orang yang gagah perkasa” dan jumlah mereka mencerminkan kekuatan yang lahir dari kesetiaan jangka panjang?Bagaimana kisah kehilangan dan pemulihan dalam keluarga Efraim menyingkapkan kekuatan rohani di balik penderitaan?Langkah kesetiaan apa yang Tuhan minta kita lakukan hari ini, meskipun tampak kecil, sebagai bagian dari karya-Nya yang lebih besar?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau adalah Allah yang memperhatikan setiap keluarga dan setiap pergumulan kami. Berikanlah kami kekuatan seperti pahlawan-pahlawan-Mu untuk setia melakukan kehendak-Mu. Hiburkanlah hati kami saat kami berduka, dan jadikanlah hidup kami siap sedia untuk memuliakan nama-Mu di mana pun kami berada. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT