Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
15 Agustus 2026
Gairah dalam Ibadah
Raja Yosia menunjukkan bahwa pemulihan rohani yang sejati harus memuncak pada penyembahan yang penuh persiapan dan pengabdian. Yosia tidak merayakan Paskah secara sembarangan. Ia mengatur para imam, memberi semangat kepada mereka, dan memerintahkan orang Lewi untuk menguduskan diri. Ia memastikan setiap detail perayaan sesuai dengan aturan yang tertulis dalam Taurat Musa. Tuhan layak mendapatkan persiapan terbaik kita. Sering kali kita datang beribadah dengan hati yang lelah, terburu-buru, atau tanpa persiapan batin sama sekali. Ibadah yang menggetarkan hati Tuhan adalah ibadah yang dilakukan dengan kesungguhan, keteraturan, dan rasa hormat yang mendalam.Yosia tidak hanya memerintahkan rakyat untuk beribadah, tetapi ia sendiri menjadi donatur terbesar. Ia menyumbangkan 30.000 ekor domba dan kambing serta 3.000 ekor lembu dari miliknya sendiri. Teladan ini diikuti oleh para pemimpin lainnya. Teladan lebih kuat daripada kata-kata. Jika kita ingin melihat perubahan di keluarga, tempat kerja, atau gereja, mulailah dengan menjadi teladan dalam pengorbanan dan kemurahan hati. Pengaruh terbesar seorang anak Tuhan muncul ketika ia bersedia memberikan apa yang berharga miliknya untuk memuliakan nama-Nya.Alkitab mencatat bahwa sejak zaman Nabi Samuel, tidak pernah ada Paskah yang dirayakan seperti itu. Mengapa? Karena Paskah ini dirayakan di tengah masa-masa sulit dengan ketaatan yang sangat detail terhadap Firman Tuhan. Ketaatan total membawa sukacita yang tiada banding. Saat kita mengikuti kehendak Tuhan dengan sepenuh hati, ada kedamaian dan kepuasan batin yang tidak bisa dijelaskan. Jangan kurangi standar Tuhan dalam hidup kita; ketaatan yang setengah-setengah hanya akan membawa sukacita yang setengah-setengah pula.Tragisnya, pasal ini ditutup dengan kematian Yosia dalam peperangan melawan Nekho, raja Mesir. Nekho sebenarnya sudah memperingatkan Yosia bahwa ia tidak bermaksud menyerang Yehuda dan bahwa "Allah menyuruhnya bertindak cepat". Namun, Yosia tetap maju berperang dengan menyamar. Yosia adalah raja yang hebat, tetapi dalam satu momen krusial, ia gagal membedakan mana kehendak Tuhan dan mana ambisi pribadinya. Kita butuh kerendahan hati untuk terus bertanya kepada Tuhan di setiap langkah baru, bukan sekadar mengandalkan pengalaman masa lalu.Refleksi:Mengapa persiapan yang sungguh-sungguh menjadi bagian penting dari ibadah yang berkenan kepada Tuhan?Apa hubungan antara ketaatan pada firman Tuhan dan gairah dalam ibadah?Bagaimana ibadah yang penuh gairah dapat membentuk kembali identitas rohani umat Tuhan?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas pengingat dari kehidupan Raja Yosia. Kami mau memberikan yang terbaik dalam setiap ibadah dan pekerjaan kami bagi-Mu. Berikanlah kami hati yang murah hati untuk berbagi dan ketaatan yang teguh pada Firman-Mu. Namun, kami juga memohon kepekaan rohani, agar kami tidak melangkah menurut kemauan kami sendiri melainkan selalu selaras dengan kehendak-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
14 Agustus 2026
"Harta" yang Hilang
Yosia, raja terakhir yang benar-benar saleh di Yehuda. Yosia menjadi raja pada usia yang sangat muda, 8 tahun, ia memiliki gairah yang luar biasa untuk mencari Tuhan dan memulihkan bangsanya. Pada masa pemerintahannya, Firman Tuhan memiliki kuasa untuk mengubah sebuah bangsa.Pemerintahan Yosia membuktikan bahwa tidak ada kata "terlalu muda" untuk membuat perubahan besar bagi Tuhan, asalkan hati kita terpikat pada kebenaran-Nya. Pada tahun kedelapan pemerintahannya (usia 16 tahun), Yosia mulai mencari Tuhan Daud. Kemudian pada usia 20 tahun, ia mulai menyucikan Yehuda dan Yerusalem dari berhala-berhala. Ia tidak menunggu menjadi tua untuk serius dengan Tuhan. Jangan tunda waktu untuk mencari Tuhan. Banyak orang berpikir bahwa masa muda adalah waktu untuk bersenang-senang dan masa tua untuk beribadah. Yosia mengajarkan kita bahwa energi dan gairah masa muda paling baik digunakan untuk melayani Sang Pencipta. Keputusan yang kita buat saat ini akan menentukan warisan apa yang akan kita tinggalkan kelak.Saat sedang memperbaiki Bait Suci, imam Hilkia menemukan Kitab Taurat TUHAN. Bayangkan, selama bertahun-tahun umat Tuhan hidup tanpa panduan Firman Tuhan karena Kitab itu tertumpuk di bawah debu dan puing-puing. Apakah Alkitab kita hanya menjadi "pajangan" yang berdebu? Sering kali kita merasa hidup kita kacau bukan karena Tuhan tidak ada, tetapi karena kita mengabaikan "manual kehidupan" yang sudah Dia berikan. Jangan biarkan Firman Tuhan terkubur oleh kesibukan, hobi, atau kekhawatiran kita. Gali kembali, baca, dan temukan pesan Tuhan bagi hidup kita hari ini.Ketika Kitab itu dibacakan di depan raja, Yosia mengoyakkan pakaiannya. Ia sangat terpukul karena menyadari betapa jauh bangsanya telah menyimpang dari perintah Tuhan. Tuhan melihat respon ini dan berfirman: "Oleh karena engkau sudah menyesal (hati yang lembut)... Aku pun telah mendengarnya”. Tuhan sangat menghargai hati yang lembut dan mau ditegur. Hati yang lembut adalah tanah yang subur bagi pertumbuhan mukjizat dan pemulihan.Yosia tidak hanya bertobat secara pribadi. Ia mengumpulkan seluruh rakyat, dari yang besar sampai yang kecil, dan membacakan Kitab itu kepada mereka. Ia mengikat perjanjian di hadapan Tuhan untuk hidup mengikuti Tuhan dengan segenap hati dan segenap jiwa. Pertobatan yang sejati berdampak pada komunitas. Jika kita mengalami perjumpaan dengan Firman Tuhan, jangan simpan itu untuk diri sendiri. Bagikan kebenaran itu kepada keluarga dan lingkungan kita. Pemulihan sejati terjadi ketika kita bersama-sama memutuskan untuk menjadikan Firman Tuhan sebagai otoritas tertinggi dalam hidup kita.Refleksi:Apa makna ditemukannya Kitab Taurat bagi bangsa Yehuda, dan mengapa firman Tuhan disebut sebagai “harta” yang hilang?Apa yang membedakan respons Yosia terhadap firman Tuhan dibandingkan para pendahulunya?Apa peran firman Tuhan dalam memicu pembaruan rohani dan reformasi yang nyata?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas Firman-Mu yang hidup. Berikanlah kami hati yang lembut seperti Yosia, yang mau menyesal dan berbalik saat diingatkan oleh kebenaran-Mu. Kami mau menjadikan Firman-Mu sebagai kompas bagi setiap keputusan kami. Biarlah hidup kami dan keluarga kami dibangun di atas fondasi kebenaran-Mu yang kekal. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT