Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

20 Agustus 2026

Tawaran Kompromi

Kitab Ezra mencatat realita yang sering dihadapi setiap orang percaya: ketika kita mulai membangun sesuatu yang baik bagi Tuhan, tantangan pasti datang. Pembangunan Bait Suci yang awalnya penuh semangat tiba-tiba harus terhenti karena tekanan dari luar. Musuh pertama yang datang tidak membawa pedang, melainkan tawaran bantuan. Orang-orang Samaria datang dan berkata, "Biarlah kami membangun bersama-sama dengan kamu...". Namun, motivasi mereka tidak murni; mereka ingin menyusup dan merusak dari dalam. Zerubabel dan para pemimpin dengan tegas menolak kompromi tersebut. Tidak semua bantuan adalah berkat. Kadang musuh menggunakan "keramahan" atau jalan pintas yang tampak memudahkan pekerjaan kita, namun sebenarnya menjauhkan kita dari prinsip Firman Tuhan. Integritas berarti berani berkata "tidak" pada bantuan yang menuntut kita mengompromikan iman.Ketika tawaran bantuan ditolak, musuh mengubah taktik. Mereka mulai melemahkan semangat rakyat, mengejutkan mereka saat membangun, dan menyogok para penasihat raja untuk menggagalkan rencana tersebut. Musuh selalu menyerang mentalitas kita. Saat kita mulai memperbaiki karakter, memulihkan keluarga, atau giat melayani, jangan terkejut jika muncul kritik, cemoohan, atau hambatan yang membuat kita patah semangat. Ingatlah bahwa serangan itu ada justru karena apa yang kita bangun itu berharga. Jangan biarkan intimidasi menghentikan visi yang Tuhan berikan.Musuh-musuh itu menulis surat kepada Raja Artahsasta, menuduh bahwa orang Yahudi adalah bangsa yang memberontak dan jika tembok itu selesai, mereka tidak akan membayar pajak lagi. Fitnah ini berhasil, dan raja mengeluarkan perintah untuk menghentikan pembangunan. Kebenaran sering kali diputarbalikkan. Kita mungkin melakukan hal yang benar, namun orang lain menceritakan narasi yang salah tentang kita. Dalam dunia yang penuh "surat fitnah", tetaplah percaya bahwa Tuhan adalah Hakim yang adil. Meski untuk sementara waktu pekerjaan itu tampak "terhenti" karena kuasa dunia, rencana Tuhan tidak pernah gagal.Pembangunan itu berhenti selama bertahun-tahun. Bagi mata manusia, ini adalah kegagalan. Namun, bagi Tuhan, ini adalah masa ujian kesabaran dan ketekunan. Jangan menyerah saat situasi tampak buntu. Mungkin hari ini pelayanan kita sedang macet, bisnis kita terhambat, atau doa kita seolah tidak dijawab. Masa terhenti bukan berarti Tuhan meninggalkan kita. Ini adalah waktu untuk mengevaluasi hati dan bersiap, karena Tuhan akan memakai nabi-nabi-Nya (Hagai dan Zakharia) untuk membangkitkan kembali semangat yang padam.Refleksi:Mengapa tawaran bantuan dari lawan-lawan Yehuda tampak baik tetapi berbahaya secara rohani?Bagaimana perbedaan antara kerja sama yang sehat dan kompromi yang merusak iman?Bagaimana ketakutan dan kelelahan dapat melemahkan keteguhan iman?Doa:Allah Bapa, berikanlah kami hikmat untuk membedakan mana bantuan yang tulus dan mana kompromi yang menjatuhkan. Berikanlah kami keteguhan hati saat dunia mencoba melemahkan semangat kami. Meskipun hari ini ada banyak hambatan di depan kami, kami percaya bahwa pekerjaan yang Engkau mulai dalam hidup kami akan Engkau selesaikan tepat pada waktu-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

19 Agustus 2026

Mezbah Sebelum Tembok

Setelah menetap di kota-kota mereka, umat Israel berkumpul sebagai satu kesatuan di Yerusalem. Mereka tidak menunggu sampai bangunan Bait Suci megah berdiri untuk mulai beribadah; mereka memulai dari hal yang mendasar: Mezbah. Pemulihan hidup sering kali tidak dimulai dengan kemegahan yang terlihat mata, melainkan dengan hati yang kembali menyembah.Hal pertama yang dibangun oleh Yesua dan Zerubabel bukanlah rumah mereka sendiri atau tembok pertahanan, melainkan mezbah Tuhan. Padahal, mereka sedang diliputi ketakutan terhadap penduduk negeri di sekeliling mereka. Saat kita merasa terancam oleh masalah atau masa depan yang tidak pasti, kecenderungan kita adalah membangun "benteng" (keamanan finansial atau koneksi manusia). Ezra mengajarkan bahwa keamanan sejati dimulai ketika kita mendirikan mezbah doa dan penyembahan di tengah ketakutan kita. Jangan menunggu masalah selesai baru beribadah; beribadahlah agar kita memiliki kekuatan menghadapi masalah.Mereka merayakan hari raya Pondok Daun dan mempersembahkan korban harian "menurut peraturan". Mereka tidak menciptakan cara baru, melainkan kembali ke cara yang telah Tuhan tetapkan dalam Taurat. Pemulihan berarti kembali ke Firman. Sering kali hidup kita berantakan karena kita mencoba menjalani hidup menurut aturan kita sendiri. Pulih berarti bersedia menundukkan diri kembali pada prinsip-prinsip Tuhan, meskipun itu terasa kuno atau sulit dilakukan di tengah dunia modern.Momen mengharukan terjadi saat peletakan dasar Bait Suci selesai. Orang-orang muda bersorak-sorai karena melihat kemajuan, tetapi orang-orang tua yang pernah melihat Bait Suci pertama (zaman Salomo) menangis dengan suara nyaring. Orang tua menangis karena fondasi yang baru ini tidak semegah yang lama. Namun, bagi Tuhan, fondasi ini sangat berharga karena dibangun di atas pertobatan. Jangan biarkan kenangan masa lalu ("dulu saya lebih hebat", "dulu hidup saya lebih indah") merampas sukacita kita atas apa yang sedang Tuhan bangun dalam hidup kita hari ini. Sekecil apa pun kemajuan kita, syukurilah itu sebagai tanda penyertaan-Nya.Seluruh rakyat berkumpul "seperti satu orang". Kesatuan inilah yang memungkinkan pekerjaan berat itu dimulai. Para imam, orang Lewi, dan rakyat bekerja bahu-membahu sesuai peran masing-masing. Tuhan bekerja melalui kesatuan. Pekerjaan Tuhan tidak bisa diselesaikan oleh "superman" rohani sendirian. Kita butuh komunitas. Ketika kita sehati dan sepikir untuk memuliakan Tuhan, maka tembok hambatan yang keras sekalipun akan runtuh.Refleksi:Apa makna mendahulukan penyembahan dan korban kepada Tuhan di tengah kondisi yang belum aman?Bagaimana rasa takut terhadap bangsa-bangsa sekitar justru mendorong umat untuk kembali kepada Tuhan?Mengapa mezbah menjadi simbol prioritas rohani dalam proses pemulihan bangsa itu?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau adalah Dasar yang teguh dalam hidup kami. Hari ini kami mau membangun kembali mezbah penyembahan kami di tengah segala kekhawatiran kami. Ajarlah kami untuk menghargai setiap langkah kecil pemulihan yang Engkau kerjakan dan tidak membandingkannya dengan apa pun. Biarlah hidup kami menjadi bangunan yang memuliakan nama-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.