Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
24 Mei 2026
Sikap Tidak Hormat pada Kekudusan Ibadah
Raja Ahas dari Yehuda menjadi contoh tragis bagaimana sikap tidak hormat terhadap kekudusan ibadah dapat menuntun suatu bangsa menjauh dari Tuhan. Ahas tidak hanya mengabaikan perintah Tuhan, tapi juga mengganti altar Tuhan dengan altar buatan tangan manusia hasil tiruan bangsa kafir. Ini adalah pelanggaran serius terhadap kekudusan ibadah yang Tuhan tetapkan.Ahas menunjukkan bahwa hatinya tidak tertuju kepada Tuhan. Dia malah mengandalkan kekuatan manusia (raja Asyur) dan mengikuti pola penyembahan asing. Puncaknya, dia mengubah tata ibadah di Bait Suci sesuai keinginannya sendiri, bukan menurut ketetapan Tuhan. Ibadah menjadi sekadar formalitas, kehilangan makna, dan dicemari kompromi.Ini menjadi peringatan serius bagi kita hari ini. Ketika ibadah tidak lagi dipandang kudus, dan ketika manusia mulai mengatur ibadah menurut kehendaknya sendiri, maka kita sedang menjauh dari hadirat Tuhan. Kekudusan bukan hanya soal tempat, tapi tentang sikap hati yang menghormati Tuhan sebagai pusat ibadah kita.Jangan kompromi dengan nilai-nilai dunia dalam penyembahan. Kekudusan dan kebenaran tidak boleh dikorbankan demi kenyamanan atau popularitas.Periksa apakah ibadah kita masih mengutamakan Tuhan atau justru menjadi tempat kita mencari kepentingan pribadi. Ibadah yang sejati adalah perjumpaan dengan Allah yang kudus. Jangan ubah altar ibadah menjadi panggung manusia. Tuhan mencari penyembah yang menyembah dalam roh dan kebenaran, bukan yang hanya menjalankan ritual tanpa hati.Refleksi:Apa saja sikap atau perilaku yang menunjukkan ketidakhormatan terhadap ibadah atau hal-hal rohani?Bagaimana kita bisa menjaga kekudusan ibadah dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah budaya yang cenderung sekuler?Apa tantangan terbesar dalam mempertahankan sikap hormat dan kekudusan dalam ibadah saat ini?Doa:Allah Bapa, ampuni kami jika selama ini kami tidak menghormati kekudusan ibadah kepada-Mu. Pulihkan hati dan motivasi kami agar kami datang ke hadirat-Mu dengan hormat, kasih, dan ketaatan. Biarlah hidup kami menjadi persembahan yang berkenan di hadapan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
23 Mei 2026
Kontras antara Yehuda dan Israel
Dalam sejarah panjang bangsa Israel dan Yehuda, kita melihat dua jalur kehidupan yang berbeda: satu memilih kebenaran, yang lain jatuh dalam kejahatan. Pasal ini menyoroti kontras antara Yotam, raja Yehuda yang setia, dan para raja Israel yang terus hidup dalam dosa. Ini bukan hanya catatan sejarah, tapi peringatan rohani yang relevan bagi kita hari ini.Yotam, raja Yehuda, dikenal sebagai raja yang melakukan apa yang benar di mata Tuhan. Dia membangun, menguatkan negaranya, dan takut akan Tuhan, walaupun rakyat masih melakukan kebiasaan lama. Sebaliknya, Israel di bawah pemerintahan raja-raja sebelumnya terus mengalami kekacauan, pemberontakan, dan hukuman Tuhan.Kontras ini mengajarkan bahwa ketaatan kepada Tuhan membawa kestabilan dan berkat, sementara pemberontakan terhadap Tuhan membawa kehancuran dan kekacauan.Dalam kehidupan pribadi dan masyarakat, kita pun diberi pilihan yang sama: mengikuti jalan kebenaran seperti Yotam, atau mengikuti jalan yang jauh dari Tuhan seperti para raja Israel. Pilihan kita hari ini akan menentukan arah hidup kita ke depan.Jangan melihat kebiasaan orang banyak sebagai standar, tapi tetaplah hidup berdasarkan firman Tuhan. Bangun kehidupan yang kuat di atas dasar takut akan Tuhan, bukan pada opini atau tren dunia. Hidup yang benar di mata Tuhan akan membawa stabilitas di tengah dunia yang goyah. Walaupun tidak sempurna, Tuhan menghargai kesungguhan hati yang mau taat dan berjalan dalam kehendak-Nya. Jadilah seperti Yotam—berani berbeda demi kebenaran!Refleksi:Dalam kehidupan kita sehari-hari, apakah kita melihat “kontras” serupa antara orang-orang yang memilih hidup taat dengan yang memilih hidup lepas?Bagaimana perbedaan nilai dan prinsip memengaruhi kesatuan dan keharmonisan suatu kelompok atau keluarga?Bagaimana sikap iman dan ketaatan pada Tuhan berperan dalam menentukan nasib sebuah komunitas atau bangsa?Doa:Allah Bapa, tolong kami untuk hidup setia dan takut akan Engkau di tengah generasi yang seringkali jauh dari-Mu. Berikan kami keberanian untuk berdiri di pihak kebenaran, meski harus berbeda dari dunia. Jadikan hidup kami kesaksian tentang kasih dan keadilan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT