Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
30 Juni 2026
Kemenangan Adalah Pemberian
Daftar kemenangan Daud atas bangsa Filistin, Moab, Zoba, dan Aram menunjukkan betapa kuatnya kerajaan Israel saat itu. Namun, di balik strategi perang dan keberanian para prajurit, ada satu kalimat kunci yang diulang dua kali dalam pasal ini: "TUHAN memberikan kemenangan kepada Daud ke mana pun ia pergi".Daud adalah seorang jenderal yang jenius, namun penulis Tawarikh tidak ingin kita fokus pada kehebatan Daud. Fokus utamanya adalah pada kesetiaan Tuhan. Daud menang bukan karena ia memiliki pasukan terbanyak, melainkan karena Tuhan menyertainya. Dalam hidup kita, keberhasilan seringkali membuat kita sombong dan merasa itu adalah hasil kerja keras kita sendiri. Hal ini mengingatkan kita bahwa setiap pintu yang terbuka, setiap masalah yang teratasi, dan setiap pencapaian kita adalah "pemberian" dari Tuhan. Tanpa penyertaan-Nya, usaha kita akan sia-sia.Apa yang dilakukan Daud dengan segala emas, perak, dan tembaga yang ia dapatkan dari musuh-musuhnya? Ia tidak menimbunnya untuk memperkaya diri sendiri. Alkitab mencatat: "Barang-barang ini juga dikuduskan raja Daud bagi TUHAN.” Daud sadar bahwa harta rampasan itu adalah milik Tuhan. Ia menyisihkannya untuk pembangunan Bait Suci di masa depan. Ini adalah tantangan bagi kita: Saat kita "menang" (mendapat bonus, keuntungan, atau penghargaan), apakah kita ingat untuk menguduskannya bagi Tuhan? Apakah sukses kita dipakai untuk memuliakan nama-Nya atau hanya untuk memuaskan gengsi kita?Kemenangan militer Daud diikuti dengan pemerintahan yang sehat di dalam negeri. Kalimat ini merangkum gaya kepemimpinan Daud: "Daud memerintah atas seluruh Israel, dan ia melakukan keadilan dan kebenaran bagi seluruh bangsanya.” Penyertaan Tuhan dalam hidup seseorang seharusnya tercermin dalam cara ia memperlakukan orang lain. Jika kita mengaku disertai Tuhan, maka hidup kita harus memancarkan keadilan dan kebenaran. Kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari seberapa banyak "musuh" (tantangan) yang kita taklukkan, tetapi dari seberapa besar dampak positif dan keadilan yang kita bawa bagi orang-orang di sekitar kita.Refleksi:Dalam hal apa kita cenderung mengklaim kemenangan sebagai hasil usaha atau kemampuan pribadi?Bagaimana kemenangan dari Tuhan seharusnya berdampak bagi orang lain?Bagaimana bagian ini menantang kita untuk tetap rendah hati di tengah keberhasilan?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkaulah yang memberikan kemenangan dalam setiap perjuangan hidup kami. Ingatkan kami agar selalu rendah hati dan menyadari bahwa tanpa Engkau, kami tidak bisa berbuat apa-apa. Pakailah setiap keberhasilan yang Engkau berikan agar kami dapat memuliakan nama-Mu dan menjadi saluran keadilan bagi sesama kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
29 Juni 2026
Ketaatan dalam Penolakan
Daud duduk di istananya yang megah dari kayu aras dan merasa tidak nyaman. Ia merasa tidak pantas tinggal di istana sementara Tabut Allah hanya berada di dalam kemah. Daud berniat membangun sebuah rumah (Bait Suci) yang permanen bagi Tuhan. Niat ini sangat mulia, namun jawaban Tuhan melalui nabi Natan sungguh mengejutkan.Daud ingin membangunkan sebuah "rumah" bagi Tuhan, tetapi Tuhan menjawab bahwa Dialah yang akan membangun "rumah" (garis keturunan/kerajaan) bagi Daud. Seringkali kita begitu bersemangat melakukan sesuatu "untuk" Tuhan sampai kita lupa bertanya apa yang sedang Tuhan kerjakan "bagi" kita. Tuhan menolak rencana Daud bukan karena Tuhan tidak senang, tetapi karena rencana Tuhan jauh lebih luas. Tuhan tidak mencari bangunan fisik, melainkan Ia sedang membangun sebuah dinasti yang akan berujung pada kedatangan Mesias, Yesus Kristus, yang takhta-Nya akan kokoh selama-lamanya.Bagaimana reaksi Daud saat niat baiknya ditolak? Ia tidak marah atau merasa rendah diri. Sebaliknya, Daud masuk ke dalam kehadiran Tuhan, duduk di hadapan-Nya, dan berdoa dengan penuh kerendahan hati: "Siapakah aku ini, ya TUHAN Allah…?". Ini adalah sebuah ujian karakter. Kedewasaan rohani kita terlihat saat kita tetap menyembah Tuhan bahkan ketika Dia berkata "Tidak" pada rencana kita. Daud menerima bahwa perannya bukanlah sebagai pembangun, melainkan sebagai penerima janji. Kadang, peran kita hanyalah menyiapkan jalan bagi generasi berikutnya (seperti Salomo) untuk menyelesaikan apa yang kita mulai.Daud berani berdoa dengan penuh keyakinan di bagian akhir pasal ini karena ia mendasarkan doanya pada Janji Tuhan, bukan pada keinginannya sendiri. Ia berkata, "Sebab Engkau, ya Allahku, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, bahwa Engkau akan membangunkan rumah baginya…" Doa yang kuat adalah doa yang mengutip kembali janji Allah. Ketika kita tahu bahwa Allah telah berjanji, kita tidak perlu ragu. Kita bisa melangkah dengan tenang karena masa depan kita tidak bergantung pada bangunan yang kita dirikan, melainkan pada janji yang Allah tetapkan.Refleksi:Apa perbedaan antara penolakan Tuhan dan kegagalan menurut cara pandang manusia?Apa yang kita pelajari dari doa Daud yang penuh kerendahan hati dan kekaguman setelah menerima penolakan?Bagaimana ketaatan Daud dalam penolakan membuka jalan bagi generasi berikutnya untuk menggenapi rencana Tuhan?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena rencana-Mu jauh melampaui apa yang bisa kami pikirkan atau kami bayangkan. Ajarlah kami untuk memiliki hati yang rela saat rencana pribadi kami tidak sejalan dengan rencana-Mu. Kami bersyukur bahwa Engkau yang membangun hidup kami, bukan kami yang membangun untuk-Mu. Biarlah kehendak-Mu saja yang jadi. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT