Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

31 Agustus 2026

Integritas di Tengah Krisis

Musuh yang paling berbahaya sering kali bukan datang dari luar (seperti Sanbalat), melainkan dari dalam diri sendiri. Saat tembok fisik hampir selesai, Nehemia harus menghadapi keretakan sosial dan ketidakadilan ekonomi di antara bangsanya sendiri. Terjadi keluh kesah yang besar di antara rakyat. Karena kelaparan dan pajak yang berat, mereka terpaksa menggadaikan tanah bahkan menjual anak-anak mereka menjadi budak kepada sesama orang Yahudi. Orang-orang kaya mengambil keuntungan di atas penderitaan saudara sendiri. Nehemia menjadi sangat marah ketika mendengar hal ini. Sebagai anak Tuhan, kita tidak boleh hanya peduli pada "proyek rohani" (membangun tembok) sementara mengabaikan kemanusiaan. Kesalehan sejati terlihat dari bagaimana kita memperlakukan orang yang lebih lemah dari kita.Nehemia tidak mendiamkan masalah ini. Ia menegur para pemuka dan penguasa dengan keras: "Tidakkah kamu seharusnya hidup dalam takut akan Tuhan?". Ia menantang mereka untuk mengembalikan apa yang dirampas dan menghapuskan hutang-hutang tersebut. Takut akan Tuhan harus menjadi standar moral kita. Banyak orang berani berbuat curang karena mereka kehilangan rasa takut akan Tuhan. Nehemia mengingatkan bahwa integritas pribadi lebih penting daripada keuntungan finansial. Jika kita menyadari ada sesuatu yang salah dalam cara kita bekerja atau berhubungan dengan orang lain, beranilah untuk membereskannya sekarang juga, meskipun itu berarti kita harus kehilangan keuntungan materi.Selama 12 tahun menjabat sebagai bupati, Nehemia tidak pernah mengambil jatah roti bupati yang menjadi haknya. Ia tidak mau membebani rakyat yang sudah susah. Padahal, bupati-bupati sebelumnya selalu melakukan itu. Jangan gunakan hak kita jika itu melukai orang lain. Nehemia memiliki hak secara hukum, tetapi ia memilih untuk tidak menggunakannya karena kasih. Dunia mengajarkan kita untuk mengambil apa pun yang bisa kita ambil, tetapi Kristus mengajarkan kita untuk memberi apa pun yang bisa kita beri. Jadilah pemimpin (di keluarga, kantor, atau pelayanan) yang berkorban, bukan yang memanfaatkan.Nehemia berdoa: "Ingatlah ya Tuhanku, demi kebaikanku, segala yang kubuat untuk bangsa ini". Ia tidak mencari pujian manusia atau kekayaan materi; ia mencari perkenanan Tuhan. Tuhan adalah bendahara yang tidak pernah lupa. Mungkin saat ini kita melakukan banyak kebaikan namun tidak ada orang yang memperhatikan atau berterima kasih. Jangan tawar hati. Kerjakanlah segalanya seperti untuk Tuhan. Dia melihat setiap tetes keringat dan setiap pengorbanan yang kita lakukan secara tersembunyi, dan Dia sendiri yang akan memberikan upah yang kekal bagi kita.Refleksi:Mengapa penindasan terhadap sesama umat bertentangan langsung dengan tujuan pembangunan rohani?Apa arti ketegasan Nehemia yang disertai dengan penguasaan diri dan keadilan?Bagaimana tindakan nyata Nehemia memulihkan kepercayaan dan persatuan umat?Doa:Allah Bapa, ampunilah kami jika sering kali kami lebih mementingkan keuntungan diri sendiri di atas penderitaan orang lain. Berikanlah kami hati yang peka dan integritas seperti Nehemia. Ajarlah kami untuk hidup dalam takut akan Tuhan, sehingga dalam setiap perkataan dan tindakan kami, nama-Mu dipermuliakan. Kami percaya bahwa Engkau adalah Tuhan yang melihat dan memperhitungkan setiap kebaikan yang kami lakukan. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

30 Agustus 2026

Memegang Sekop dan Pedang

Ketika pekerjaan Tuhan mulai terlihat hasilnya, musuh tidak akan tinggal diam. Demikian juga tantangan dalam membangun kembali hidup atau pelayanan sering kali datang dalam dua bentuk: hinaan verbal dan ancaman fisik. Nehemia menunjukkan respon yang seimbang terhadap keduanya.Sanbalat dan Tobia mulai menghina pekerjaan orang Yahudi dengan berkata bahwa tembok itu begitu lemah sehingga jika seekor rubah pun meloncat ke atasnya, tembok itu akan roboh. Alih-alih membalas dengan kata-kata, Nehemia berpaling kepada Tuhan: "Dengarlah, ya Tuhan kami, betapa kami dihina…". Dunia mungkin meremehkan langkah iman kita, menyebut pertobatan kita hanya sementara, atau pelayanan kita tidak berarti. Jangan habiskan energi untuk berdebat dengan mereka yang tidak percaya pada visi kita. Bawalah sakit hati akibat hinaan itu ke dalam doa, dan biarkan Tuhan yang menjadi pembela kita.Saat ancaman menjadi nyata dan musuh bersekongkol untuk menyerang, Nehemia tidak hanya berdoa. Ia mencatat: "Tetapi kami berdoa kepada Tuhan kami, dan mengadakan penjagaan terhadap mereka siang dan malam”. Iman bukan berarti ketiadaan usaha. Kita sering berdoa meminta perlindungan, tetapi kita sendiri tidak menjaga "pintu" kita. Kita berdoa meminta kesembuhan tetapi tidak menjaga pola makan; kita berdoa meminta pemulihan keuangan tetapi tidak disiplin dalam pengeluaran. Nehemia mengajarkan prinsip ora et labora (berdoa dan bekerja). Iman yang sehat adalah iman yang berdoa seolah segalanya tergantung pada Tuhan, namun berjaga-seolah segalanya tergantung pada kita.Hambatan tidak hanya datang dari luar (Sanbalat), tetapi juga dari dalam. Orang Yehuda mulai mengeluh: "Kekuatan para pengangkat sudah merosot dan puing masih banyak". Kelelahan sering kali membuat masalah terlihat jauh lebih besar daripada kenyataannya. Saat lelah, jangan menyerah, tetapi ubahlah strategi. Nehemia menempatkan keluarga-keluarga di belakang bagian-bagian tembok yang paling rendah dengan pedang, tombak, dan panah. Ia mengingatkan mereka: "Janganlah kamu takut kepada mereka! Ingatlah kepada Tuhan yang maha besar dan dahsyat". Fokus kembali pada kebesaran Tuhan adalah obat mujarab bagi rasa lelah dan takut kita.Para pembangun tembok bekerja dengan satu tangan memegang alat kerja dan tangan lainnya memegang senjata. Mereka bahkan tidak melepaskan pakaian mereka, kecuali saat membasuhnya. Mereka hidup dalam keadaan siap sedia 24 jam. Kehidupan Kristen adalah sebuah peperangan rohani yang terus-menerus. Kita dipanggil untuk membangun (karakter, pelayanan, keluarga) sekaligus berperang (melawan godaan, dosa, dan tipu daya iblis). Jangan pernah meletakkan "senjata" rohani kita (Firman Tuhan, doa, dan komunitas). Hidup dalam kesiapan rohani memastikan bahwa saat musuh menyerang, kita tidak terkejut dan tidak terkalahkan.Refleksi:Apa arti simbolis memegang sekop dan pedang secara bersamaan dalam kehidupan iman dan pelayanan?Bagaimana keseimbangan antara bekerja keras dan berjaga-jaga mencerminkan iman yang dewasa?Apa bahaya jika kita hanya fokus pada “sekop” (kerja) tanpa “pedang” (kewaspadaan rohani)?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau adalah benteng perlindungan kami. Berikanlah kami tangan yang terampil untuk membangun dan hati yang waspada untuk berperang melawan setiap godaan musuh. Saat kami lelah melihat puing-puing dalam hidup kami, ingatkanlah kami akan kebesaran-Mu yang jauh melampaui segala tantangan. Biarlah hidup kami menjadi bangunan yang kokoh bagi kemuliaan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.