Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

6 September 2026

Menjadi "Garis Depan"

Kitab Nehemia sering kali dipandang hanya sebagai sensus penduduk yang membosankan. Namun, di balik daftar nama-nama ini terdapat sebuah kisah tentang pengorbanan diri demi misi Tuhan. Setelah tembok selesai dan perjanjian ditandatangani, masalah berikutnya muncul: Yerusalem aman, tapi kosong. Kota itu butuh penghuni untuk menjaganya.Pemulihan sebuah bangsa tidak hanya membutuhkan tembok dan aturan, tetapi juga orang-orang yang bersedia ditempatkan di tempat yang menantang. Yerusalem pada saat itu adalah kota yang besar namun penduduknya sedikit. Tinggal di Yerusalem berarti menjadi target utama serangan musuh dan harus meninggalkan ladang serta kenyamanan di kota-kota lain. Para pemimpin menetap di sana, sementara rakyat membuang undi untuk menentukan siapa yang harus pindah ke kota itu. Adakah kita bersedia keluar dari "zona nyaman" demi pekerjaan Tuhan? Kita lebih memilih tinggal di "kota-kota pinggiran" yang aman dan tenang, jauh dari tantangan pelayanan. Namun, ada kalanya Tuhan memanggil kita ke pusat peperangan rohani, ke tempat yang mungkin lebih melelahkan atau berisiko. Jangan takut jika Tuhan menempatkan kita di situasi yang sulit; itu karena Dia mempercayai kita untuk menjaga "kota-Nya".Selain mereka yang terkena undi, ada kelompok orang yang sangat istimewa: "orang-orang yang dengan sukarela menetap di Yerusalem". Alkitab mencatat bahwa rakyat memuji orang-orang ini. Mereka tidak menunggu undian; mereka menawarkan diri untuk memikul beban kota. Tuhan sangat menghargai kerelaan hati. Ada perbedaan besar antara melakukan tugas karena "terpaksa" (undian) dan melakukannya karena "kerelaan". Tuhan mencari orang-orang yang berkata, "Ini aku, utuslah aku." Apakah kita melayani Tuhan hanya karena tugas atau jabatan, atau karena ada cinta yang mendesak kita untuk memberi diri secara sukarela?Daftar dari berbagai macam orang: pemuka masyarakat, imam, orang Lewi, penjaga pintu gerbang, bahkan para penyanyi. Masing-masing memiliki tugas khusus. Ada yang mengawasi pekerjaan di luar Rumah Tuhan, ada yang memimpin doa syukur. Setiap peran memiliki kontribusi strategis bagi keamanan dan keindahan kota. Yerusalem butuh pejuang untuk menjaga tembok, tetapi ia juga butuh penyanyi untuk menjaga suasana ibadah. Kita tidak perlu menjadi "pemimpin utama" untuk dianggap penting oleh Tuhan. Apakah kita seorang pendoa, pemberi semangat, atau pekerja praktis, kehadiran kita di "Yerusalem" (gereja/komunitas) sangat diperlukan.Bagian akhir pasal ini menceritakan sisa orang Israel yang tinggal di kota-kota lain. Meskipun tidak semua tinggal di Yerusalem, mereka semua adalah bagian dari umat Tuhan. Penyertaan Tuhan tidak dibatasi oleh lokasi. Baik kita ditempatkan Tuhan di "pusat kota" (pelayanan yang terlihat) maupun di "desa-desa terpencil" (pekerjaan sehari-hari yang sunyi), kita tetap hamba-Nya. Yang paling penting bukanlah di mana kita berada, melainkan apakah kita hidup bagi Tuhan di tempat tersebut.Refleksi:Apa risiko dan pengorbanan yang harus ditanggung mereka yang bersedia menjadi “garis depan”?Mengapa Alkitab secara khusus menyebut dan menghormati nama-nama orang yang tinggal di Yerusalem?Bagaimana kesediaan untuk ditempatkan di garis depan mencerminkan iman dan ketaatan kepada Tuhan?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau telah menempatkan kami di tempat kami yang sekarang. Berikanlah kami hati yang rela untuk melayani-Mu, baik di tempat yang nyaman maupun di tempat yang penuh tantangan. Kami mau menjadi penjaga yang setia bagi kemuliaan-Mu, di mana pun Engkau mengutus kami. Biarlah hidup kami menjadi berkat bagi sesama kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

5 September 2026

Demi Kekudusan

Setelah mereka menangis dan mengakui kesalahan, para pemimpin dan rakyat "menandatangani" komitmen mereka sebagai komitmen dari iman yang abstrak berubah menjadi ketaatan yang sangat konkret. Daftar panjang nama para pemimpin, imam, dan orang Lewi yang membubuhkan meterai pada piagam perjanjian. Nehemia berada di urutan pertama. Mereka sadar bahwa kebangunan rohani bangsa dimulai dari kesediaan para pemimpinnya untuk mengikatkan diri pada janji Tuhan. Jadilah orang pertama yang berkomitmen. Jangan menunggu orang lain berubah baru kita mau berubah. Baik itu dalam keluarga atau lingkungan kerja, jadilah orang yang berani mengambil langkah pertama untuk hidup benar. Komitmen kita, sekecil apa pun, akan memberikan kekuatan bagi orang-orang di sekitar kita untuk melakukan hal yang sama.Seluruh umat bersumpah untuk memisahkan diri dari penduduk negeri dan berjanji untuk tidak membiarkan anak-anak mereka menikah dengan bangsa asing. Mereka menyadari bahwa pengaruh lingkungan yang salah dapat merusak iman mereka secara perlahan namun pasti. Jagalah "gerbang" pergaulan dan nilai-nilai kita. Komitmen untuk hidup kudus berarti berani berkata "tidak" pada tren atau gaya hidup yang menjauhkan kita dari Tuhan, meskipun itu membuat kita terlihat berbeda dari dunia.Mereka berjanji untuk menghormati hari Sabat dan membiarkan tanah beristirahat pada tahun ketujuh. Janji ini bukan sekadar aturan agama, tetapi ujian kepercayaan: Apakah mereka percaya Tuhan akan memelihara mereka saat mereka tidak bekerja di hari Sabat dan tahun Sabat? Menghormati Tuhan dalam waktu dan materi adalah cara kita menyatakan bahwa Dialah sumber segala berkat kita. Jangan biarkan kesibukan mengejar materi membuat kita melupakan “Sabat”, waktu khusus untuk beristirahat dan memuja Tuhan.Mereka juga berkomitmen mendukung operasional Rumah Tuhan melalui persembahan persepuluhan dan hasil pertama. Mereka menutup pasal ini dengan kalimat yang tegas: "Kami tidak akan membiarkan rumah Tuhan kami!”. Mendukung pekerjaan Tuhan adalah tanggung jawab setiap orang percaya. Saat kita berkomitmen untuk memberi bagi pelayanan Tuhan, kita sebenarnya sedang berinvestasi dalam kekekalan. Jangan biarkan pelayanan Tuhan terabaikan karena kita terlalu sibuk menimbun harta bagi diri kita sendiri.Refleksi:Bagaimana ketaatan pada hukum Tuhan dipahami bukan sebagai beban, tetapi sebagai panggilan menuju kekudusan?Mengapa aspek-aspek praktis seperti pernikahan, Sabat, dan persembahan menjadi bagian penting dari komitmen rohani?Bagaimana kesetiaan dalam memberi dan melayani mencerminkan hati yang menghormati Tuhan?Doa:Allah Bapa, kami mau belajar untuk tidak hanya pandai berjanji, tetapi juga setia dalam melakukan. Berikanlah kami keberanian untuk memisahkan diri dari apa yang cemar di mata-Mu. Ajarlah kami untuk mendahulukan Rumah-Mu dan kepentingan-Mu di atas kepentingan kami sendiri. Biarlah hidup kami menjadi piagam ketaatan yang nyata bagi kemuliaan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.