Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
28 Juli 2026
Investasi pada Kebenaran
Di tengah kegagalan ayahnya di masa tua, Yosafat bangkit dengan semangat baru. Ia tidak hanya belajar dari keberhasilan Daud, tetapi juga melakukan inovasi dalam membagikan kebenaran Firman Tuhan ke seluruh pelosok negerinya. Yosafat memahami bahwa kekuatan sebuah bangsa tidak hanya terletak pada tembok benteng atau jumlah tentara, melainkan pada pengenalan umatnya akan Tuhan. Ia mengambil langkah-langkah radikal untuk memastikan Tuhan tetap menjadi pusat dari negaranya.TUHAN menyertai Yosafat karena ia hidup mengikuti "jalan yang dahulu" yang ditempuh Daud, bapa leluhurnya. Ia tidak mencari Baal, melainkan mencari Tuhan ayahnya. Siapakah yang menjadi model atau teladan hidup kita? Yosafat memilih untuk meneladani sisi terbaik dari pendahulunya. Dalam perjalanan iman, kita butuh melihat kembali "jalan-jalan kuno" yang sudah teruji, ketekunan doa, ketaatan pada Firman, dan kerendahan hati. Jangan terjebak pada tren dunia yang sementara, tetapi tetaplah pada prinsip iman yang kekal.Salah satu langkah unik yang dilakukan Yosafat adalah mengutus para pembesar, orang Lewi, dan imam untuk pergi ke kota-kota di Yehuda sambil membawa Kitab Taurat TUHAN untuk mengajar rakyat. Ia tidak hanya membangun pos militer, tetapi ia membangun "pos pembelajaran" rohani. Pengetahuan akan Firman Tuhan adalah benteng perlindungan yang kuat. Masalah muncul dalam hidup kita sering kali karena kita tidak mengenal suara Tuhan melalui Firman-Nya.Hasil dari reformasi rohani ini luar biasa: "Ketakutan yang dari TUHAN menimpa segala kerajaan negeri-negeri sekeliling Yehuda, sehingga mereka tidak berani berperang melawan Yosafat." Bahkan orang Filistin dan orang Arab membawakan upeti kepadanya. Ini adalah prinsip rohani: Saat kita fokus menyenangkan hati Tuhan, Tuhan yang akan mengurus musuh-musuh kita. Sering kali kita habis energi untuk melawan "musuh" (masalah, hambatan, saingan), namun lupa bahwa jika kita beres di hadapan Tuhan, Dia bisa membuat situasi di sekeliling kita menjadi tenang.Meskipun Tuhan memberikan keamanan, Yosafat tetap mengatur pasukannya dengan sangat rapi. Ada para pahlawan gagah perkasa yang siap sedia di Yerusalem maupun di kota-kota benteng. Penyertaan Tuhan tidak menghilangkan tanggung jawab kita. Kita tetap harus bekerja keras, bersiap diri, dan disiplin. Bedanya, kita melakukan semua itu dengan kesadaran bahwa kemenangan berasal dari Tuhan. Iman dan usaha harus berjalan beriringan.Refleksi:Bagaimana pengajaran firman Tuhan berfungsi sebagai bentuk investasi jangka panjang bagi kehidupan rohani?Mengapa membangun pertahanan militer tanpa mengabaikan pembinaan rohani menunjukkan keseimbangan yang sehat?Apa bahaya jika kita lebih banyak berinvestasi pada kekuatan lahiriah daripada pembentukan iman dan karakter?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas teladan Yosafat yang mengutamakan Firman-Mu. Bangkitkanlah gairah dalam hati kami untuk selalu mencari wajah-Mu. Ajarlah kami untuk tidak hanya mengandalkan kekuatan kami sendiri, tetapi biarlah Firman-Mu menjadi pelita dan benteng hidup kami. Kiranya hidup kami membawa dampak yang baik bagi orang-orang di sekitar kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
27 Juli 2026
Jebakan Pragmatisme
Setelah memulai dengan iman yang luar biasa, Asa justru jatuh di garis finis. Satu peringatan bagi kita bahwa kesetiaan di masa lalu tidak menjamin ketaatan di masa kini.Raja Asa memerintah dengan gemilang selama 35 tahun. Namun, pada tahun ke-36, ketika menghadapi ancaman dari Baesa, raja Israel, Asa melakukan sesuatu yang tidak disangka: ia tidak lari kepada Tuhan, melainkan menyuap raja Aram untuk menolongnya. Secara logika politik, strategi Asa berhasil. Raja Aram menyerang Israel, dan Baesa berhenti mengganggu Yehuda. Namun, di mata Tuhan, ini adalah kegagalan iman. Asa lebih mengandalkan diplomasi dan uang daripada doa dan janji Tuhan.Keberhasilan duniawi belum tentu merupakan perkenanan Tuhan. Sering kali kita tergoda mengambil jalan pintas yang praktis namun mengesampingkan prinsip iman. Hanya karena sesuatu "berhasil" atau "berjalan lancar", bukan berarti itu adalah jalan yang Tuhan kehendaki. Jangan menukar penyertaan Tuhan dengan solusi instan manusiawi.Tuhan mengutus nabi Hanani untuk menegur Asa: "Karena mata TUHAN menjelajah seluruh bumi untuk menunjukkan kekuatan-Nya kepada mereka yang tulus hati terhadap Dia.” Tuhan sedang mencari orang yang "tulus hati" (sepenuhnya bersandar kepada-Nya) agar Dia bisa menyatakan kuasa-Nya. Tuhan kecewa karena Asa menganggap satu juta pasukan Etiopia dulu bisa dikalahkan oleh Tuhan, tetapi sekarang ia merasa Tuhan tidak sanggup menolongnya menghadapi Baesa. Apakah kita merasa masalah kita hari ini terlalu besar bagi Tuhan, padahal Dia sudah menolong kita berkali-kali di masa lalu?Perbedaan besar antara Daud dan Asa adalah cara mereka menerima teguran. Saat Daud ditegur, ia bertobat. Saat Asa ditegur oleh Hanani, ia justru menjadi marah dan memenjarakan nabi itu. Ia bahkan mulai bertindak kejam terhadap rakyatnya. Kekerasan hati adalah awal dari keruntuhan. Jangan biarkan kesuksesan atau posisi membuat kita merasa "terlalu besar" untuk ditegur. Hati yang menolak didikan adalah hati yang sedang menjauh dari anugerah Tuhan.Bahkan ketika Asa menderita sakit kaki yang parah di masa tuanya, Alkitab mencatat: "Namun dalam sakitnya itu ia tidak mencari TUHAN, melainkan mencari pertolongan tabib-tabib". Mencari tabib (dokter) tidak salah, tetapi menempatkan tabib menggantikan Tuhan adalah kesalahan fatal. Mengikut Tuhan adalah maraton, bukan lari jarak pendek. Jangan sampai setelah bertahun-tahun melayani Tuhan, kita mengakhiri hidup dengan mengandalkan kekuatan sendiri. Tetaplah menjadi pembelajar yang rendah hati sampai hari terakhir kita.Refleksi:Mengapa keberhasilan jangka pendek sering membuat pragmatisme terlihat “benar”, tetapi berbahaya secara rohani?Mengapa respons Asa yang keras terhadap teguran Tuhan memperparah dampak dari keputusannya?Bagaimana perbandingan antara awal pemerintahan Asa (bersandar pada Tuhan) dan akhir hidupnya menolong kita mengevaluasi perjalanan iman kita sendiri?Doa:Allah Bapa, jangan biarkan kami menjadi sombong karena pengalaman masa lalu kami. Kami sadar bahwa hari ini pun kami tetap membutuhkan-Mu sama seperti hari pertama kami percaya. Berikanlah kami hati yang lembut untuk selalu menerima teguran, dan ajarlah kami untuk tetap bersandar pada-Mu sampai akhir hidup kami. Kami ingin mengakhiri pertandingan kami dengan iman yang tetap menyala bagi-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT