Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
9 Agustus 2026
Memulihkan Mezbah yang Runtuh
Setelah masa kegelapan di bawah Raja Ahas yang menutup pintu Bait Suci, muncul putranya, Hizkia. Hal pertama yang ia lakukan di bulan pertama pemerintahannya bukanlah memperkuat militer atau ekonomi, melainkan membuka kembali pintu rumah Tuhan. Hizkia memahami bahwa kehancuran bangsanya dimulai dari pengabaian terhadap Tuhan. Oleh karena itu, pemulihan bangsa harus dimulai dari pemulihan ibadah. Pada bulan pertama tahun pertama pemerintahannya, Hizkia membuka pintu-pintu rumah TUHAN dan memperbaikinya. Ia tidak menunda-nunda. Ia tahu bahwa akar masalah bangsanya adalah "pintu yang tertutup" antara manusia dan Tuhan. Mungkin ada pintu yang kita tutup juga, seperti saat teduh yang sudah lama ditinggalkan, keterbukaan hati yang hilang karena kecewa, atau dosa yang disembunyikan. Pemulihan hidup kita tidak dimulai dari perubahan situasi di luar, tetapi dari keberanian kita membuka kembali pintu hati kita bagi kehadiran Tuhan.Hizkia memanggil orang Lewi dan imam untuk menguduskan diri dan menyucikan rumah Tuhan. Mereka mengeluarkan segala kecemaran dari tempat kudus. Proses ini memakan waktu enam belas hari. Mereka tidak terburu-buru; mereka ingin memastikan semuanya benar-benar bersih. Ibadah yang sejati membutuhkan hati yang bersih. Sebelum kita meminta berkat atau kemenangan dari Tuhan, kita perlu bertanya: “Apa ada 'sampah' atau kecemaran yang harus dibuang dari hidup kita?" Penyucian adalah proses yang seringkali melelahkan, tetapi mutlak diperlukan agar kemuliaan Tuhan bisa kembali bertahta dalam hidup kita.Setelah penyucian selesai, Hizkia dan para pemimpin kota mempersembahkan korban penghapusan dosa. Mereka menyadari bahwa tanpa pengampunan, tidak ada hubungan yang pulih. Begitu korban dipersembahkan, musik dan puji-pujian segera bergema. Sukacita sejati lahir dari kesadaran bahwa kita telah diampuni. Melalui Yesus Kristus, "korban" kita sudah sempurna. Kita tidak perlu lagi membawa ternak, tetapi kita perlu membawa hati yang hancur dan bertobat. Saat kita menerima pengampunan-Nya, secara otomatis "nyanyian" syukur akan kembali muncul dalam hidup kita yang sebelumnya hambar.Hizkia mengundang rakyat untuk membawa korban syukur. Luar biasa, rakyat membawa begitu banyak korban sehingga para imam kewalahan. "Hizkia dan seluruh rakyat bersukacita karena apa yang telah ditetapkan Tuhan bagi rakyat itu, sebab hal itu terjadi dengan sekonyong-konyong (cepat).” Tuhan sanggup memulihkan keadaan dengan cepat saat hati kita siap. Pemulihan yang tampaknya mustahil atau membutuhkan waktu lama bisa terjadi secara ajaib ketika umat-Nya sehati untuk mencari Dia. Kerjakan bagian kita untuk setia, dan biarkan Tuhan memberikan "percepatan" dalam pemulihan.Refleksi:Bagaimana kondisi Bait TUHAN yang rusak mencerminkan keadaan rohani umat pada masa sebelumnya?Mengapa pemulihan ibadah sejati selalu dimulai dengan pertobatan dan pengakuan dosa?Bagaimana peran kepemimpinan rohani yang tegas dan takut akan Tuhan mempercepat pemulihan umat?Doa:Allah Bapa, hari ini kami mau membuka kembali pintu hati kami bagi-Mu. Ampunilah kami jika selama ini kami membiarkan kekudusan hidup kami tercemar oleh hal-hal duniawi. Sucikanlah kami kembali. Biarlah hidup kami menjadi rumah doa dan tempat di mana puji-pujian bagi-Mu selalu bergema. Kami rindu melihat pemulihan terjadi dalam hidup dan keluarga kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
8 Agustus 2026
Kehilangan Identitas
Raja Ahas, yang secara mengejutkan menjadi salah satu raja paling fasik di Yehuda, meskipun ia memiliki ayah yang saleh (Yotam). Berbeda dengan para pendahulunya yang sering kali mencari Tuhan saat terdesak, Ahas justru menunjukkan pola hidup yang sangat berbeda: semakin ia ditekan oleh masalah, semakin ia memberontak kepada Tuhan.Ahas tidak hidup seperti Daud. Ia justru mengikuti jalan raja-raja Israel, membuat patung-patung tuangan untuk para Baal, bahkan melakukan hal yang sangat keji dengan mengorbankan anak-anaknya sendiri dalam api. Ahas hidup di Yehuda, tetapi hatinya ada di penyembahan berhala bangsa-bangsa lain. Jika kita mulai merasa bahwa cara-cara dunia (kecurangan, kompromi dosa, atau mengandalkan kekuatan gelap) lebih menjanjikan daripada cara Tuhan, kita sedang berada di jalur yang sama dengan Ahas.Tuhan membiarkan Ahas dikalahkan oleh raja Aram dan raja Israel. Ratusan ribu orang Yehuda tewas dan ditawan. Ini adalah disiplin Tuhan agar Ahas sadar dan kembali. Namun, bukannya bertobat, Ahas justru mencari bantuan kepada bangsa asing, raja Asyur. Saat kita mengalami kegagalan atau tekanan, berhentilah sejenak dan tanyakan: "Tuhan, apakah Engkau sedang mencoba menegurku melalui situasi ini?"Kebodohan Ahas yang besar: "Dalam masa kesesakannya raja Ahas ini malah semakin berubah setia kepada TUHAN... Ia mempersembahkan korban kepada para Tuhan orang Damsyik yang telah mengalahkan dia." Ahas berpikir bahwa karena dewa-dewa Aram membantu musuhnya, maka ia harus menyembahnya juga. Ia lupa bahwa yang mengalahkan dia bukan dewa Aram, melainkan Tuhan yang sedang menghukumnya. Jangan terkecoh oleh "kesuksesan" orang dunia yang tidak takut Tuhan. Sering kali kita tergoda mengikuti cara hidup orang yang fasik hanya karena mereka terlihat "sukses" atau "menang". Padahal, kesuksesan tanpa Tuhan adalah jerat yang pada akhirnya akan membawa kehancuran.Di puncak kefasikannya, Ahas mengumpulkan perkakas rumah Tuhan dan memotong-motongnya, serta menutup pintu rumah TUHAN. Ia secara simbolis dan praktis menghentikan hubungan bangsanya dengan Tuhan. Jangan pernah menutup "pintu" komunikasi dengan Tuhan. Dalam keputusasaan atau kekecewaan yang dalam sekalipun, jangan berhenti berdoa atau bersekutu. Ketika kita menutup diri dari hadirat Tuhan, kita menutup satu-satunya sumber pertolongan yang sejati.Refleksi:Bagaimana penyembahan berhala dan peniruan bangsa lain mencerminkan krisis identitas rohani Yehuda?Mengapa tekanan politik dan ketakutan sering membuat umat Tuhan mengorbankan identitas iman mereka?Apa bahaya jika ibadah dan simbol rohani diubah agar “lebih relevan” tetapi kehilangan makna kebenaran?Doa:Allah Bapa, ampunilah kami jika sering kali dalam masa kesesakan kami, kami justru mencari pertolongan di tempat yang salah. Berikanlah kami hati yang lembut untuk menerima disiplin-Mu sebagai bentuk kasih-Mu. Jangan biarkan kami berpaling pada berhala-berhala dunia ini. Kami mau menjaga pintu hati kami selalu terbuka bagi Roh-Mu, agar kami tetap menemukan jalan pulang ke dalam dekapan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT