Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

25 Juli 2026

Memperkuat Akar

Raja Asa adalah salah satu raja Yehuda yang melakukan reformasi spiritual yang signifikan. Raja Asa memulai pemerintahannya dengan melakukan apa yang baik dan benar di mata Tuhan. Kehidupannya memberikan kita cetak biru tentang bagaimana iman bekerja dalam dua musim kehidupan yang berbeda.Tuhan memberikan keamanan kepada Asa selama sepuluh tahun pertama. Asa tidak menggunakan masa damai ini untuk bersantai, melainkan untuk dua hal penting: Reformasi Rohani (menghancurkan berhala) dan Pembangunan Benteng (memperkuat pertahanan). Masa tenang adalah masa persiapan, bukan masa kelalaian. Asa mengajarkan kita untuk mencari Tuhan dan membangun kedalaman rohani justru saat keadaan sedang baik-baik saja. Jika kita tidak membangun "benteng" iman di masa damai, kita akan mudah roboh saat badai datang.Masa tenang itu berakhir ketika Zerah, orang Etiopia, maju menyerang dengan satu juta pasukan dan tiga ratus kereta. Pasukan Asa hanya sekitar setengahnya. Secara logika militer, Asa tidak memiliki peluang. Kesetiaan kepada Tuhan tidak menjamin hidup bebas masalah. Kadang, meski kita sudah melakukan yang benar, tantangan raksasa tetap datang. Namun, perbedaan orang beriman adalah kepada siapa mereka lari saat tantangan itu muncul.Di lembah Zefata, Asa menaikkan salah satu doa yang rendah hati dan berkuasa: "Ya TUHAN, tidak ada yang dapat menolong selain Engkau antara orang yang kuat dengan orang yang tidak berdaya. Tolonglah kami ya TUHAN, Tuhan kami, karena kepada-Mulah kami bersandar…" Asa tidak mengandalkan benteng yang ia bangun atau pasukan yang ia latih. Ia mengakui bahwa ia "tidak berdaya" di hadapan Tuhan. Inilah kunci kemenangan: mengakui kelemahan kita agar kuasa Tuhan dapat bekerja secara penuh. Doa Asa adalah doa penyerahan total.Tuhan menjawab doa Asa. Pasukan Etiopia terpukul kalah dan lari kocar-kacir. Asa tidak hanya menang, tetapi ia juga memperoleh jarahan yang sangat banyak. Tuhan mengubah ancaman pemusnahan menjadi berkat kelimpahan. Saat Tuhan berperang bagi kita, tidak ada musuh yang bisa bertahan. Ketika kita bersandar pada-Nya, Dia tidak hanya menolong kita "bertahan hidup", tetapi sering kali Dia membawa kita keluar sebagai pemenang yang lebih dari pemenang.Refleksi:Bagaimana tindakan menyingkirkan mezbah asing dan tiang-tiang berhala berhubungan dengan penguatan “akar” iman?Bagaimana kebiasaan mencari TUHAN di masa tenang mempersiapkan Asa saat menghadapi serangan?Mengapa kemenangan Asa justru lahir dari pengakuan akan kelemahan manusia dan keperkasaan Tuhan?Doa:Allah Bapa, ajarlah kami untuk tetap setia mencari wajah-Mu, baik di masa tenang maupun di masa perang. Kami mengaku bahwa tanpa Engkau, kami tidak berdaya menghadapi tantangan dunia ini. Tolonglah kami ya Tuhan, karena hanya kepada-Mu kami bersandar. Biarlah kemenangan-Mu dinyatakan dalam hidup kami, sehingga nama-Mu saja yang dimuliakan. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

24 Juli 2026

Kehadiran Tuhan

Abia, putra Rehabeam, meskipun masa pemerintahannya singkat, ia meninggalkan satu pelajaran iman yang sangat berharga di tengah medan pertempuran: kekuatan doa dan keyakinan pada perjanjian Tuhan. Situasi yang dihadapi Abia sangat mustahil secara logika manusia. Pasukannya berjumlah 400.000 orang, sementara lawannya, Yerobeam dari Israel Utara, membawa 800.000 orang, dua kali lipat lebih banyak. Namun, Abia memahami sesuatu yang tidak dipahami Yerobeam: jumlah pasukan tidak berarti apa-apa jika Tuhan ada di sisi yang lain.Sebelum pertempuran dimulai, Abia berdiri di atas gunung dan berpidato tentang "perjanjian garam". Perjanjian garam adalah lambang perjanjian yang kekal dan tidak dapat rusak. Abia tahu bahwa Tuhan telah menjanjikan takhta kepada keturunan Daud. Iman kita harus berakar pada janji Tuhan, bukan pada situasi. Saat kita menghadapi masalah yang "dua kali lipat" lebih besar dari kemampuan kita, jangan hanya memandang besarnya masalah. Ingatlah kembali janji-janji Tuhan dalam Firman-Nya. Tuhan yang memegang perjanjian tidak akan membiarkan anak-anak-Nya dipermalukan.Abia menegur Yerobeam yang mengandalkan lembu-lembu emas (berhala) dan mengusir para imam Tuhan. Sebaliknya, Abia menekankan bahwa di Yehuda, peribadahan kepada Tuhan tetap dijaga dan para imam tetap melayani. Ia berkata, "Lihatlah, pada pihak kami Tuhan adalah pemimpin kami”. Kemenangan sejati adalah buah dari hubungan yang benar dengan Tuhan. Apa yang kita andalkan saat ini? Apakah "lembu emas" (kekayaan, koneksi, atau kepintaran) ataukah kita sungguh-sungguh menjaga mezbah doa dan ketaatan kita kepada Tuhan? Jangan berharap kemenangan Tuhan jika kita menjauh dari hadirat-Nya.Yerobeam menggunakan strategi yang licik dengan menempatkan pasukan penghadang di belakang Yehuda. Tiba-tiba, pasukan Abia terjepit: musuh ada di depan dan di belakang. Secara militer, mereka seharusnya kalah. Namun, apa yang mereka lakukan? "Mereka berteriak kepada TUHAN.” Tidak ada tempat yang terlalu terjepit bagi Tuhan untuk mendengar. Mungkin saat ini kita merasa terkepung oleh masalah keluarga, tekanan pekerjaan, dan krisis keuangan sekaligus. Ketika kita tidak tahu lagi harus lari ke mana, "berteriaklah" kepada Tuhan. Seruan iman di tengah kepungan adalah kunci yang membuka pintu intervensi Ilahi.Hasilnya luar biasa: Tuhan memukul kalah Yerobeam. "Orang Yehuda menang, karena mereka bersandar kepada TUHAN, Tuhan nenek moyang mereka.” Kemenangan bukan karena pasukan Abia lebih hebat, tetapi karena mereka memindahkan beban perang itu ke bahu Tuhan. Bersandar berarti berhenti berusaha dengan kekuatan sendiri dan mulai percaya sepenuhnya pada kuasa Tuhan.Refleksi:Mengapa kesetiaan pada perjanjian Tuhan dan ibadah yang benar menjadi tanda nyata kehadiran Tuhan?Dalam kehidupan kita, kapan kita menyadari kehadiran Tuhan: saat aman atau saat terdesak? Mengapa?Apa bahaya jika kita mengandalkan jumlah, kekuatan, atau strategi tanpa memperhitungkan kehadiran Tuhan?Doa:Allah Bapa, kami bersyukur karena Engkau adalah Tuhan yang setia pada janji-Mu. Saat masalah mengepung kami dari depan dan belakang, ajarlah kami untuk tidak panik, melainkan berseru kepada-Mu. Kami mau berhenti mengandalkan kekuatan kami yang terbatas dan mulai bersandar sepenuhnya pada kuasa-Mu yang tak terbatas. Jadilah Pemimpin dalam setiap peperangan hidup kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.