Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

14 Agustus 2026

"Harta" yang Hilang

Yosia, raja terakhir yang benar-benar saleh di Yehuda. Yosia menjadi raja pada usia yang sangat muda, 8 tahun, ia memiliki gairah yang luar biasa untuk mencari Tuhan dan memulihkan bangsanya. Pada masa pemerintahannya, Firman Tuhan memiliki kuasa untuk mengubah sebuah bangsa.Pemerintahan Yosia membuktikan bahwa tidak ada kata "terlalu muda" untuk membuat perubahan besar bagi Tuhan, asalkan hati kita terpikat pada kebenaran-Nya. Pada tahun kedelapan pemerintahannya (usia 16 tahun), Yosia mulai mencari Tuhan Daud. Kemudian pada usia 20 tahun, ia mulai menyucikan Yehuda dan Yerusalem dari berhala-berhala. Ia tidak menunggu menjadi tua untuk serius dengan Tuhan. Jangan tunda waktu untuk mencari Tuhan. Banyak orang berpikir bahwa masa muda adalah waktu untuk bersenang-senang dan masa tua untuk beribadah. Yosia mengajarkan kita bahwa energi dan gairah masa muda paling baik digunakan untuk melayani Sang Pencipta. Keputusan yang kita buat saat ini akan menentukan warisan apa yang akan kita tinggalkan kelak.Saat sedang memperbaiki Bait Suci, imam Hilkia menemukan Kitab Taurat TUHAN. Bayangkan, selama bertahun-tahun umat Tuhan hidup tanpa panduan Firman Tuhan karena Kitab itu tertumpuk di bawah debu dan puing-puing. Apakah Alkitab kita hanya menjadi "pajangan" yang berdebu? Sering kali kita merasa hidup kita kacau bukan karena Tuhan tidak ada, tetapi karena kita mengabaikan "manual kehidupan" yang sudah Dia berikan. Jangan biarkan Firman Tuhan terkubur oleh kesibukan, hobi, atau kekhawatiran kita. Gali kembali, baca, dan temukan pesan Tuhan bagi hidup kita hari ini.Ketika Kitab itu dibacakan di depan raja, Yosia mengoyakkan pakaiannya. Ia sangat terpukul karena menyadari betapa jauh bangsanya telah menyimpang dari perintah Tuhan. Tuhan melihat respon ini dan berfirman: "Oleh karena engkau sudah menyesal (hati yang lembut)... Aku pun telah mendengarnya”. Tuhan sangat menghargai hati yang lembut dan mau ditegur. Hati yang lembut adalah tanah yang subur bagi pertumbuhan mukjizat dan pemulihan.Yosia tidak hanya bertobat secara pribadi. Ia mengumpulkan seluruh rakyat, dari yang besar sampai yang kecil, dan membacakan Kitab itu kepada mereka. Ia mengikat perjanjian di hadapan Tuhan untuk hidup mengikuti Tuhan dengan segenap hati dan segenap jiwa. Pertobatan yang sejati berdampak pada komunitas. Jika kita mengalami perjumpaan dengan Firman Tuhan, jangan simpan itu untuk diri sendiri. Bagikan kebenaran itu kepada keluarga dan lingkungan kita. Pemulihan sejati terjadi ketika kita bersama-sama memutuskan untuk menjadikan Firman Tuhan sebagai otoritas tertinggi dalam hidup kita.Refleksi:Apa makna ditemukannya Kitab Taurat bagi bangsa Yehuda, dan mengapa firman Tuhan disebut sebagai “harta” yang hilang?Apa yang membedakan respons Yosia terhadap firman Tuhan dibandingkan para pendahulunya?Apa peran firman Tuhan dalam memicu pembaruan rohani dan reformasi yang nyata?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas Firman-Mu yang hidup. Berikanlah kami hati yang lembut seperti Yosia, yang mau menyesal dan berbalik saat diingatkan oleh kebenaran-Mu. Kami mau menjadikan Firman-Mu sebagai kompas bagi setiap keputusan kami. Biarlah hidup kami dan keluarga kami dibangun di atas fondasi kebenaran-Mu yang kekal. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

13 Agustus 2026

Mengabaikan Warisan Iman

Manasye, raja yang memegang rekor sebagai raja yang paling lama memerintah di Yehuda (55 tahun), namun juga sempat menjadi yang paling jahat. Namun, di balik kegelapannya, kita melihat bahwa tidak ada dosa yang terlalu besar bagi anugerah Tuhan. Kisah Manasye mengajarkan kita tentang kedalaman kejatuhan manusia, tetapi juga tentang ketinggian kasih setia Tuhan yang memulihkan.Manasye adalah anak dari Hizkia, raja yang sangat saleh. Namun, Manasye justru membangun kembali bukit-bukit pengorbanan yang telah dihancurkan ayahnya. Ia bahkan menempatkan patung berhala di dalam Bait Suci dan meramal serta melakukan sihir. Iman tidak otomatis menurun melalui darah. Setiap generasi harus membuat keputusan pribadi untuk mengikut Tuhan. Memiliki orang tua atau lingkungan yang rohani adalah berkat, tetapi itu tidak menjamin keselamatan kita jika kita sendiri tidak mau tunduk kepada Tuhan. Jangan sia-siakan warisan iman yang sudah diberikan kepada kita.Tuhan berkali-kali memperingatkan Manasye dan rakyatnya, tetapi mereka tidak menghiraukan. Akhirnya, Tuhan membiarkan raja Asyur menangkap Manasye, membelenggunya dengan rantai tembaga, dan membawanya ke Babel. Kadang Tuhan menggunakan "penjara" untuk membuka mata kita. Sering kali, dalam kenyamanan dan kesuksesan, kita menjadi tuli terhadap suara Tuhan. Tuhan mengizinkan Manasye kehilangan segalanya agar ia menyadari bahwa ia tidak memiliki apa pun tanpa Tuhan. Jika saat ini kita merasa "terbelenggu" oleh situasi yang sulit, mungkin itu adalah cara Tuhan untuk menarik perhatian kita kembali kepada-Nya.Di dalam kesesakannya di Babel, Manasye melakukan sesuatu yang luar biasa: ia merendahkan diri dengan sangat di hadapan Tuhan nenek moyangnya dan berdoa. Tuhan mendengar doa raja yang paling jahat ini! Tuhan memulihkan kedudukannya di Yerusalem. Tidak ada kata terlambat untuk bertobat. Mungkin kita merasa telah melangkah terlalu jauh, melakukan dosa yang terlalu besar, atau merasa tidak layak lagi di hadapan Tuhan. Kisah Manasye membuktikan bahwa Tuhan selalu siap mengampuni hati yang benar-benar hancur dan menyesal. Anugerah-Nya lebih besar daripada kegagalan kita.Setelah kembali ke Yerusalem, Manasye tidak hanya sekadar berkata "maaf". Ia menunjukkan perubahan nyata: ia menjauhkan dewa-dewa asing, menurunkan patung dari rumah TUHAN, dan membangun kembali mezbah TUHAN. Manasye menghabiskan sisa hidupnya untuk memperbaiki kerusakan yang telah ia buat. Jangan hanya menyesali dosa, tetapi mulailah membangun kembali apa yang telah dirusak oleh dosa tersebut di dalam hidup kita.Amon, anak Manasye, yang meniru kejahatan ayahnya tetapi tidak mau merendahkan diri seperti ayahnya, akibatnya, ia mati dibunuh oleh pegawainya sendiri. Jangan menyalahgunakan anugerah Tuhan. Kisah Manasye adalah tentang harapan bagi orang berdosa, tetapi kisah Amon adalah peringatan bagi orang yang sengaja mengeraskan hati. Anugerah Tuhan tersedia, tetapi jangan menunda pertobatan.Refleksi:Apa peran disiplin Tuhan melalui pembuangan dalam membuka jalan bagi pertobatan Manasye?Mengapa pertobatan Manasye menegaskan bahwa anugerah Tuhan lebih besar daripada kegagalan manusia?Mengapa dampak dosa Manasye tetap dirasakan oleh bangsa itu, meskipun ia sendiri telah bertobat?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau adalah Tuhan yang kaya akan rahmat. Kami mengaku bahwa kami sering menyimpang dari jalan-Mu. Namun hari ini, kami mau merendahkan diri kami di hadapan-Mu. Ampunilah dan pulihkanlah hidup kami. Biarlah sisa hidup kami menjadi alat untuk memuliakan nama-Mu dan memperbaiki apa yang telah kami rusak. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.