Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

7 November 2026

Melangkah dengan Iman

Salomo memberikan nasihat tentang bagaimana manusia seharusnya bersikap di tengah dunia yang penuh ketidakpastian. Jika sebelumnya ia banyak membahas tentang kesia-siaan, di sini ia mendorong kita untuk mengambil langkah iman yang aktif, berbuat baik, dan menikmati hidup dengan penuh tanggung jawab di hadapan Tuhan. Keberanian untuk menabur dan sukacita untuk menikmati hidup bukanlah tanda bahwa kita tahu masa depan, melainkan tanda bahwa kita percaya kepada Dia yang memegang masa depan.Salomo memberikan instruksi yang unik: "Melemparkan rotimu ke air, maka engkau akan mendapatnya kembali lama setelah itu." Ia juga menyarankan untuk membagi rezeki kepada tujuh, bahkan delapan orang, karena kita tidak tahu malapetaka apa yang akan terjadi di atas bumi. Jangan biarkan ketakutan akan masa depan menghentikan kebaikanmu hari ini. Logika dunia mengatakan: "Simpanlah semuanya untuk dirimu karena masa depan suram." Namun, logika iman mengatakan: "Taburlah kebaikan sebanyak mungkin, karena itulah investasi yang sesungguhnya." Kemurahan hati adalah bentuk perlawanan terhadap rasa kuatir. Saat kita memberi, kita sedang mengakui bahwa sumber hidup kita adalah Tuhan, bukan tabungan kita."Siapa memperhatikan angin tidak akan menabur; dan siapa memandang awan tidak akan menuai." Salomo mengingatkan bahwa jika kita menunggu cuaca benar-benar sempurna untuk bekerja, kita tidak akan pernah memulai apa pun. Kita tidak tahu bagaimana janin terbentuk, demikian pula kita tidak tahu pekerjaan Tuhan. Ketaatan tidak butuh kepastian, ia butuh keberanian. Sering kali kita menunda melayani Tuhan atau memulai rencana baik karena menunggu "waktu yang tepat" atau keadaan ekonomi yang stabil. Namun, rahasia keberhasilan adalah menabur di pagi hari dan tidak membiarkan tangan menganggur di waktu malam (ayat 6). Lakukan bagian kita dengan setia, dan biarkan Tuhan yang memberikan pertumbuhan dengan cara-Nya yang ajaib.Salomo mengakui bahwa terang itu menyenangkan dan melihat matahari itu baik bagi mata. Namun, ia mengingatkan bahwa jika manusia hidup bertahun-tahun dalam sukacita, ia harus ingat bahwa hari-hari kegelapan pun akan banyak. Syukur adalah jangkar saat hari buruk datang. Nikmatilah masa-masa indah yang Tuhan berikan sekarang. Jangan merasa bersalah saat merasa bahagia. Namun, gunakan masa senang itu untuk membangun kekuatan rohani, sehingga ketika "hari kegelapan" datang, iman kita tidak goyah. Bersyukur saat senang, dan berserah saat sulit.Salomo mengajak orang muda untuk bersukacita dan membiarkan hatinya gembira di masa muda. Namun, ia memberikan "pagar" yang sangat penting: "Tetapi ketahuilah bahwa karena segala hal ini Tuhan akan membawa engkau ke pengadilan." Ia menyarankan untuk membuang kesedihan dan kedukaan dari tubuh. Kebebasan Kristen bukanlah kebebasan tanpa batas. Tuhan ingin kita menikmati hidup, memiliki hobi, tertawa, dan mengejar impian. Namun, semua itu harus dilakukan dalam kesadaran bahwa kita akan mempertanggungjawabkannya di hadapan Tuhan. Jangan habiskan masa muda atau masa hidup kita untuk hal-hal yang akan membuat kita menyesal di hadapan tahta pengadilan Tuhan. Hiduplah dengan gembira, namun tetaplah kudus.Refleksi:Apakah kita sering menunda langkah karena menunggu kepastian, atau berani bertindak dengan iman?Bagaimana kita memandang konsekuensi dari tindakan kita, apakah takut atau menjadi dorongan untuk bertindak dengan iman?Apakah kita cukup menaruh hati pada hal-hal yang kekal, atau terlalu fokus pada hal-hal sementara dan duniawi?Doa:Allah Bapa, terima kasih untuk setiap kesempatan untuk bekerja dan menabur kebaikan. Ampunilah kami jika kami terlalu sering memperhatikan 'angin dan awan' sehingga kami ragu untuk melangkah bagi-Mu. Berikanlah kami keberanian untuk menjadi murah hati dan hikmat untuk menikmati setiap berkat-Mu dengan penuh tanggung jawab. Kami percaya bahwa masa depan kami aman di dalam tangan-Mu yang ajaib. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

6 November 2026

Menjaga Reputasi di Tengah Kebebalan

Salomo menyajikan serangkaian pengamatan praktis tentang perbedaan antara hikmat dan kebebalan. Ia menggunakan metafora yang sangat kuat untuk menunjukkan bahwa sering kali hal-hal kecil yang kita anggap remeh justru menjadi penentu besar dalam reputasi dan keselamatan hidup kita. Satu kesalahan kecil dapat menghancurkan hikmat yang dibangun bertahun-tahun; karena itu, waspadalah bukan hanya pada badai besar, tapi pada "lalat-lalat" kecil yang merusak.Salomo memberikan gambaran yang sangat jelas: "Lalat yang mati menyebabkan urapan berbau busuk." Sedikit kebebalan lebih berat bobotnya daripada hikmat dan kehormatan. Hati orang berhikmat menuju ke sebelah kanan (jalan yang benar/kuat), sedangkan hati orang bebal ke sebelah kiri (jalan yang salah/lemah). Integritas dibangun seumur hidup, namun bisa hancur dalam sekejap. Satu kata-kata kasar, satu tindakan tidak jujur, atau satu ledakan amarah yang tidak terkendali dapat merusak reputasi seorang percaya yang telah dibangun bertahun-tahun. Jangan meremehkan dosa "kecil". Lalat kecil yang masuk ke dalam minyak wangi yang mahal akan merusak seluruh aromanya. Mintalah Roh Kudus menjaga hati dan ucapan kita setiap detik agar tetap harum bagi Kristus.Jika penguasa marah kepadamu, janganlah tinggalkan tempatmu, karena "kesabaran mencegah kesalahan-kesalahan yang besar." Salomo juga melihat sebuah ironi: kadang orang bebal ditempatkan di kedudukan tinggi, sementara orang terpandang duduk di tempat rendah. Ketenangan adalah senjata orang berhikmat. Saat kita menghadapi pemimpin yang sulit atau ketidakadilan dalam struktur organisasi, reaksi spontan kita biasanya adalah membalas atau melarikan diri. Namun, hikmat mengajarkan kesabaran. Jangan biarkan emosi orang lain mendikte karakter kita. Tetaplah pada posisi kita dengan integritas, karena kebenaran tidak ditentukan oleh jabatan seseorang, melainkan oleh hatinya di hadapan Tuhan.Salomo berbicara tentang risiko pekerjaan: menggali lubang bisa terjatuh, membongkar tembok bisa dipagut ular. Namun, ia memberikan kunci hikmat: "Jika besi menjadi tumpul dan tidak diasah, maka orang harus mengeluarkan tenaga lebih besar; tetapi yang paling berguna adalah hikmat untuk mencapai keberhasilan.” Asahlah "kapak" rohani kita. Bekerja keras saja tidak cukup; kita butuh hikmat agar bekerja dengan efektif. Sering kali kita merasa terlalu sibuk untuk berdoa, membaca Firman, atau berefleksi, padahal itulah saat di mana kita "mengasah kapak" kita. Tanpa bimbingan Tuhan, kita hanya akan membuang energi dengan sia-sia. Luangkan waktu untuk mengasah hati dan pikiran kita di dalam hadirat Tuhan.Perkataan mulut orang berhikmat penuh kasih, tetapi bibir orang bebal menelan dirinya sendiri. Salomo menutup dengan peringatan: jangan mengutuk raja atau orang kaya bahkan di dalam pikiran atau kamar tidur, karena "burung di udara akan menyampaikan suaramu.” Kata-kata adalah cermin jiwa. Orang bebal banyak bicara tetapi tidak tahu arah, sedangkan orang berhikmat tahu kapan harus diam. Berhati-hatilah dengan apa yang kita ucapkan (dan pikirkan) tentang orang lain. Di zaman digital ini, "burung di udara" bisa berupa pesan singkat atau media sosial yang dengan cepat menyebarkan ketidaksantunan kita. Biarlah kata-kata kita senantiasa membangun dan memberkati.Refleksi:Bagaimana menjaga integritas pribadi ketika sistem atau masyarakat tampak tidak adil atau kacau?Apakah lebih mudah terpengaruh oleh opini publik atau tetap teguh pada prinsip yang benar?Apakah kita sudah belajar menanggapi kebodohan dan ketidakadilan dengan kesabaran, bukan frustrasi atau kemarahan?Doa:Allah Bapa, ampunilah kami jika kami sering meremehkan hal-hal kecil yang ternyata merusak kesaksian hidup kami. Berikanlah kami hikmat untuk tetap tenang saat menghadapi tekanan dan kesabaran saat menghadapi ketidakadilan. Ajarlah kami untuk selalu mengasah kapak rohani kami di dalam hadirat-Mu, agar setiap pekerjaan kami efektif dan memuliakan nama-Mu. Jagalah lidah dan pikiran kami agar senantiasa menjadi saluran berkat. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.