Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
7 Juni 2026
Awal Pembuangan ke Babel
Perikop ini mencatat periode paling kelam dalam sejarah bangsa Israel, awal mula pembuangan ke Babel. Raja Yoyakhin naik tahta pada usia muda, tetapi pemerintahannya penuh dengan kekacauan dan dosa yang menyebabkan murka Tuhan. Akibatnya, Babel menyerang Yehuda, merebut kota dan membawa banyak orang, termasuk raja, tawanan ke negeri asing.Pembuangan ini bukan hanya soal kekalahan militer, tetapi juga akibat dari ketidaktaatan dan penolakan bangsa Israel terhadap perintah Tuhan. Mereka telah berulang kali meninggalkan jalan-Nya dan memilih hidup dalam pemberontakan. Pembuangan menjadi konsekuensi nyata dari dosa yang tidak diakui dan diperbaiki.Namun, di balik kesedihan dan kehilangan itu, ada pelajaran penting bagi kita. Tuhan menggunakan masa-masa sulit untuk mengingatkan dan membentuk umat-Nya. Pembuangan menjadi waktu refleksi, pertobatan, dan persiapan untuk masa depan yang baru.Kita diingatkan untuk selalu kembali kepada Tuhan dengan hati yang sungguh-sungguh sebelum masalah membesar. Setiap kesulitan bisa menjadi pintu untuk kita belajar bertahan dan bertumbuh dalam iman.Ketika menghadapi masa-masa sulit atau “pembuangan” dalam hidup, jangan kehilangan harapan. Tuhan masih mengendalikan segala sesuatu dan mau mengubah masa kelam menjadi kesempatan untuk pertumbuhan rohani dan pembaruan hidup. Tetaplah setia dan percayalah bahwa Tuhan menyertai setiap langkah kami.Refleksi:Apa saja “pembuangan” atau konsekuensi dalam kehidupan modern yang bisa terjadi akibat pilihan kita yang salah?Mengapa seringkali manusia baru sadar akan pentingnya Tuhan setelah mengalami masa “pembuangan” atau kesulitan?Bagaimana kita bisa mencegah “pembuangan” rohani dalam kehidupan pribadi dan keluarga kita?Doa:Allah Bapa, di tengah masa-masa sulit dan tantangan hidup, ajarlah kami untuk tidak patah semangat. Ingatkan kami untuk selalu kembali pada-Mu dan bertumbuh dalam iman, walaupun dalam keadaan terpuruk sekalipun. Jadikanlah masa-masa sulit sebagai waktu pembentukan dan penguatan rohani. Terima kasih karena Engkau tidak pernah meninggalkan kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
6 Juni 2026
Kepemimpinan yang Lemah Secara Spiritual
Yoahas naik menjadi raja pada usia 23 tahun, tetapi masa pemerintahannya hanya berlangsung selama tiga bulan. Dalam waktu yang singkat itu, dia gagal meninggalkan jejak kepemimpinan yang kuat, terutama dalam hal rohani. Ayat-ayat ini menggambarkan betapa lemahnya Yoahas dalam mempertahankan iman dan kebenaran di tengah-tengah tekanan politik dan spiritual pada zamannya.Yoahas mengikuti jejak jahat ayahnya, Yosia, dengan tidak setia kepada Tuhan. Karena itu, Allah membiarkan musuhnya, Firaun dari Mesir, mengalahkannya dan kemudian menyingkirkannya secara tragis. Kepemimpinan Yoahas mengingatkan kita bahwa posisi atau jabatan saja tidak cukup. Kepemimpinan yang benar harus diawali dengan kekuatan dan keteguhan spiritual.Kelemahan Yoahas secara rohani menunjukkan bahwa tanpa dasar iman yang kokoh, seorang pemimpin mudah terombang-ambing oleh tekanan dunia dan godaan dosa. Kita juga bisa belajar bahwa setiap pemimpin, termasuk kita dalam peran apapun, harus selalu memperkuat hubungan dengan Tuhan melalui doa, firman, dan ketaatan agar dapat memimpin dengan hikmat dan integritas.Jangan biarkan kekuatan duniawi mengalahkan iman kita. Sebagai pemimpin dalam keluarga, pekerjaan, atau komunitas, pastikan rohani kita terus diperbaharui dan teguh. Kemenangan terbesar adalah ketika kita menang atas diri sendiri dengan bergantung sepenuhnya pada Tuhan.Refleksi:Mengapa seorang pemimpin bisa jatuh ke dalam dosa meski berasal dari latar belakang yang baik?Bagaimana kita bisa mengenali tanda-tanda kepemimpinan yang lemah secara spiritual dalam konteks masa kini (gereja, keluarga, atau negara)?Mengapa penting bagi seorang pemimpin untuk memiliki dasar yang kuat dalam firman Tuhan dan doa?Doa:Allah Bapa, ajarlah kami untuk menjadi pemimpin yang kuat bukan hanya secara lahiriah, tetapi terutama secara rohani. Berikan kami hati yang setia dan teguh untuk selalu mengandalkan-Mu dalam setiap langkah kami. Jauhkan kami dari godaan yang bisa melemahkan iman kami dan, jadikan kami alat-Mu yang setia untuk memimpin dengan kasih dan kebenaran. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT