Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

28 Juni 2026

Hidup yang Bersyukur

Setelah Tabut Allah berhasil ditempatkan di dalam kemah di Yerusalem, Daud memimpin bangsa itu dalam sebuah perayaan syukur yang luar biasa. Ini adalah "Nyanyian Syukur" pertama yang dipercayakan Daud kepada Asaf dan rekan-rekan sekerjanya. Melalui nyanyian ini, kita belajar bahwa puji-pujian bukan sekadar nyanyian, melainkan pengakuan atas siapa Allah dan apa yang telah Ia lakukan.Daud mengajak umat untuk "mengingat perbuatan-perbuatan ajaib yang dilakukan Tuhan". Adakalanya kegelisahan kita muncul karena kita terlalu fokus pada masalah hari ini dan melupakan kesetiaan Tuhan di masa lalu. Bersyukur dimulai dengan ingatan. Ketika kita menghitung berkat dan keajaiban yang pernah Tuhan kerjakan dalam hidup kita, hati kita akan dipenuhi dengan keberanian untuk menghadapi masa depan.Penyembahan Daud tidak bersifat tertutup. Ia berkata, "Beritahukanlah perbuatan-perbuatan-Nya di antara bangsa-bangsa". Syukur kita seharusnya menular. Saat kita memuji Tuhan, kita sedang bersaksi kepada dunia bahwa Tuhan itu baik. Demikian juga ibadah kita tidak boleh berhenti di dalam gedung gereja atau ruang doa pribadi. Gaya hidup yang bersyukur adalah kesaksian yang kuat bagi orang-orang di sekitar kita yang belum mengenal Tuhan.Nyanyian ini menekankan: "Carilah TUHAN dan kekuatan-Nya, carilah wajah-Nya selalu!". Daud tahu bahwa kebahagiaan sejati bukan karena ia menjadi raja atau karena ia memiliki istana yang megah, melainkan karena kehadiran (Tabut) Allah ada di tengah-tengah mereka. Banyak orang mencari "tangan" Tuhan (berkat-Nya), tetapi sedikit yang mencari "wajah" Tuhan (kehadiran-Nya). Sebuah pertanyaan bagi diri kita: apakah kita merindukan Tuhan karena siapa Dia, atau hanya karena apa yang bisa Dia berikan bagi kita?Setelah pesta perayaan berakhir, Daud meninggalkan Asaf dan saudara-saudaranya untuk melayani di hadapan Tabut itu "tetap setiap hari”. Penyembahan bukan hanya momen emosional sesaat saat perayaan besar. Penyembahan sejati adalah ketekunan melakukan tugas sehari-hari dengan hati yang memuliakan Tuhan. Konsistensi dalam pelayanan kecil sama berharganya dengan sorak-sorai dalam perayaan besar.Refleksi:Bagaimana isi nyanyian Daud menolong kita memahami bahwa syukur berakar pada siapa Allah itu, bukan hanya pada apa yang Ia berikan?Bagaimana mengingat perbuatan Tuhan di masa lalu menolong kita tetap bersyukur di masa kini?Bagaimana hidup yang bersyukur memengaruhi cara kita beribadah, bekerja, dan berelasi dengan sesama?Doa:Allah Bapa, terima kasih untuk kehadiran-Mu dalam hidup kami. Biarlah mulut kami selalu penuh dengan puji-pujian dan hati kami selalu ingat akan perbuatan-Mu yang ajaib. Ajarlah kami untuk mencari wajah-Mu senantiasa dan melayani-Mu dengan setia, baik dalam keramaian maupun dalam kesunyian hidup kami sehari-hari. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

27 Juni 2026

Ibadah dengan Cara Tuhan

Setelah kegagalan yang tragis, Daud tidak menyerah, melainkan ia belajar dari kesalahannya. Ia menyadari bahwa semangat saja tidak cukup; penyembahan harus dilakukan sesuai dengan ketetapan Allah. Perjalanan membawa Tabut Allah kali ini sangat berbeda dengan sebelumnya. Tidak ada lagi kereta baru yang ditarik lembu; kali ini yang ada adalah ketaatan yang tulus dan sukacita yang meluap.Daud mengakui kesalahan masa lalunya dengan berkata, "Sebab karena kamu tidak hadir pada waktu yang pertama, maka TUHAN, Allah kita, telah menyambar kita, sebab kita tidak mencari Dia menurut hukum-Nya". Kali ini, Daud memastikan bahwa orang Lewi-lah yang memikul Tabut itu di atas bahu mereka, persis seperti yang diperintahkan Musa. Semangat yang meluap-luap dalam melayani Tuhan harus dibarengi dengan pemahaman akan Firman-Nya. Kita tidak bisa menciptakan aturan sendiri dalam menyembah Allah. Ibadah yang sejati adalah ketika hati yang bersemangat bertemu dengan ketaatan pada kebenaran.Sebelum memikul Tabut, para imam dan orang Lewi harus menguduskan diri. Kehadiran Allah adalah sesuatu yang kudus, sehingga mereka yang melayani-Nya harus menjaga kekudusan hidup. Selain itu, Daud mengatur para penyanyi dan pemain musik dengan sangat detail untuk memimpin puji-pujian. Pelayanan membutuhkan persiapan, baik secara teknis maupun spiritual. Tuhan layak menerima yang terbaik dari kita. Pelayanan bukan sekadar mengisi waktu luang, melainkan sebuah tanggung jawab kudus yang memerlukan persiapan hati dan talenta.Puncak dari perjalanan ini adalah sukacita yang luar biasa. Daud menari-nari dengan sekuat tenaga di hadapan Tuhan. Namun, ada kontras yang menyedihkan: Mikhal, istri Daud, memandang rendah Daud dari jendela karena dianggap tidak menjaga martabatnya sebagai raja. Kadangkala rasa gengsi atau takut akan penilaian orang lain menghalangi kita untuk menyembah Tuhan dengan bebas. Sukacita Daud bersumber dari perkenanan Tuhan, bukan pujian manusia. Jangan biarkan "jendela Mikhal", suara-suara penghakiman di sekitar kita, memadamkan api penyembahan kita kepada Tuhan.Refleksi:Mengapa Daud menekankan kekudusan orang Lewi sebelum mereka melayani?Bagaimana peran musik dan ekspresi sukacita ditempatkan dalam kerangka ketaatan, bukan sekadar emosi?Bagaimana bagian ini menolong kita menyeimbangkan rasa hormat dan sukacita dalam ibadah?Doa:Allah Bapa, terima kasih untuk pengingat hari ini. Ajarlah kami untuk selalu mengutamakan ketaatan di atas segala bentuk persembahan kami. Biarlah hati kami selalu kudus di hadapan-Mu dan biarlah penyembahan kami lahir dari sukacita yang tulus karena hadirat-Mu, tanpa rasa takut akan penilaian dunia. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.