Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

25 Mei 2026

Puncak Penghukuman Allah atas Ketidaktaatan

Tuhan panjang sabar, penuh kasih, dan murah hati. Namun ketika umat-Nya terus-menerus hidup dalam ketidaktaatan, menolak peringatan demi peringatan, maka akhirnya penghukuman pun datang. Dalam bacaan ini, kita melihat puncak murka Allah atas kerajaan Israel, yakni pembuangan ke Asyur sebagai akhir dari ketidaksetiaan yang terus-menerus.Hosea, raja terakhir Israel, melakukan apa yang jahat di mata Tuhan (ayat 2). Dia mencoba bermain politik dengan Mesir dan berontak terhadap Asyur, tetapi tidak pernah sungguh-sungguh membawa bangsanya kembali kepada Tuhan. Pembuangan Israel adalah tindakan serius dari Tuhan, bukan hanya hukuman politik, tetapi hukuman rohani atas generasi-generasi yang telah menolak suara Tuhan dan menyembah allah lain.Tuhan memberi waktu, mengutus nabi-nabi, memberi kesempatan bertobat, tetapi mereka tetap mengeraskan hati. Dan akhirnya, Tuhan membiarkan musuh datang dan membawa mereka ke dalam pembuangan—tanda bahwa hadirat Tuhan ditarik dari tengah-tengah mereka.Jangan menyalahgunakan kesabaran Tuhan. Dia panjang sabar, tapi bukan berarti Dia tidak akan bertindak. Ketidaktaatan yang terus-menerus akan mengundang hukuman ilahi yang bisa sangat berat. Bertobatlah hari ini. Jangan tunda. Ketika Tuhan masih memberi waktu, itu adalah kasih karunia. Puncak penghukuman Tuhan adalah ketika Dia menarik tangan-Nya dari hidup kita. Jangan menunggu sampai terlambat. Kasih Tuhan masih terbuka hari ini. Kembalilah kepada-Nya sebelum penghakiman datang.Refleksi:Dalam kehidupan pribadi, bagaimana kita bisa mengenali tanda-tanda bahwa kita mulai tidak taat kepada kehendak Tuhan?Apa akibat yang mungkin terjadi ketika seseorang atau komunitas menolak untuk bertobat dari dosa dan ketidaktaatan?Apa peran komunitas atau gereja dalam membantu anggotanya untuk hidup taat dan menghindari “penghukuman” rohani?Doa:Allah Bapa, jangan biarkan hati kami keras terhadap firman-Mu. Ampuni kami atas ketidaktaatan kami dan tarik kami kembali kepada kasih dan jalan-Mu. Ajari kami untuk menghormati kesabaran-Mu dan hidup dengan takut akan Engkau. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

24 Mei 2026

Sikap Tidak Hormat pada Kekudusan Ibadah

Raja Ahas dari Yehuda menjadi contoh tragis bagaimana sikap tidak hormat terhadap kekudusan ibadah dapat menuntun suatu bangsa menjauh dari Tuhan. Ahas tidak hanya mengabaikan perintah Tuhan, tapi juga mengganti altar Tuhan dengan altar buatan tangan manusia hasil tiruan bangsa kafir. Ini adalah pelanggaran serius terhadap kekudusan ibadah yang Tuhan tetapkan.Ahas menunjukkan bahwa hatinya tidak tertuju kepada Tuhan. Dia malah mengandalkan kekuatan manusia (raja Asyur) dan mengikuti pola penyembahan asing. Puncaknya, dia mengubah tata ibadah di Bait Suci sesuai keinginannya sendiri, bukan menurut ketetapan Tuhan. Ibadah menjadi sekadar formalitas, kehilangan makna, dan dicemari kompromi.Ini menjadi peringatan serius bagi kita hari ini. Ketika ibadah tidak lagi dipandang kudus, dan ketika manusia mulai mengatur ibadah menurut kehendaknya sendiri, maka kita sedang menjauh dari hadirat Tuhan. Kekudusan bukan hanya soal tempat, tapi tentang sikap hati yang menghormati Tuhan sebagai pusat ibadah kita.Jangan kompromi dengan nilai-nilai dunia dalam penyembahan. Kekudusan dan kebenaran tidak boleh dikorbankan demi kenyamanan atau popularitas.Periksa apakah ibadah kita masih mengutamakan Tuhan atau justru menjadi tempat kita mencari kepentingan pribadi. Ibadah yang sejati adalah perjumpaan dengan Allah yang kudus. Jangan ubah altar ibadah menjadi panggung manusia. Tuhan mencari penyembah yang menyembah dalam roh dan kebenaran, bukan yang hanya menjalankan ritual tanpa hati.Refleksi:Apa saja sikap atau perilaku yang menunjukkan ketidakhormatan terhadap ibadah atau hal-hal rohani?Bagaimana kita bisa menjaga kekudusan ibadah dalam kehidupan sehari-hari, terutama di tengah budaya yang cenderung sekuler?Apa tantangan terbesar dalam mempertahankan sikap hormat dan kekudusan dalam ibadah saat ini?Doa:Allah Bapa, ampuni kami jika selama ini kami tidak menghormati kekudusan ibadah kepada-Mu. Pulihkan hati dan motivasi kami agar kami datang ke hadirat-Mu dengan hormat, kasih, dan ketaatan. Biarlah hidup kami menjadi persembahan yang berkenan di hadapan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.