Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
24 Juni 2026
Memahami Waktu Tuhan
Kali ini kita melihat daftar orang-orang yang datang bergabung dengan Daud saat ia masih dalam pelarian di Ziklag hingga ia dinobatkan di Hebron. Mereka bukan sekadar tentara biasa; mereka adalah orang-orang yang digerakkan oleh Tuhan untuk mewujudkan rencana-Nya. Sebuah kalimat yang sangat indah untuk menggambarkan keadaan saat itu: "Dari hari ke hari orang datang kepada Daud untuk membantu dia, sehingga mereka menjadi tentara yang besar, seperti tentara Allah".Suku-suku yang datang kepada Daud memiliki keahlian yang berbeda-beda. Suku Benyamin mahir memanah dengan tangan kanan maupun kiri, suku Gad adalah pahlawan yang gagah perkasa dengan muka seperti singa, dan suku Isakhar adalah orang-orang yang memiliki pengertian tentang tanda-tanda zaman. Ini adalah gambaran tentang Tubuh Kristus. Tuhan tidak menciptakan kita seragam. Dia memberikan karunia yang berbeda-beda, ada yang ahli dalam teknis, ada yang berani di garis depan, dan ada yang memiliki hikmat strategis. Namun, semua perbedaan itu diberikan untuk satu tujuan: membangun Kerajaan Allah.Salah satu hal yang terkenal, yang menyebutkan tentang bani Isakhar: "orang-orang yang mempunyai pengertian tentang saat-saat yang baik, sehingga mereka tahu apa yang harus diperbuat orang Israel.” Di tengah kekacauan politik antara Saul dan Daud, suku Isakhar tahu bahwa waktu Tuhan telah berpindah. Mereka tidak sekadar ikut-ikutan, tetapi bertindak berdasarkan pemahaman akan rencana Allah. Di dunia yang cepat berubah ini, kita butuh "hikmat Isakhar”, kemampuan untuk peka terhadap gerakan Roh Kudus agar kita tahu apa yang harus kita perbuat bagi Tuhan saat ini.Pasal ini ditutup dengan suasana perayaan yang meriah di Hebron. Mereka makan dan minum dengan sukacita selama tiga hari. Mengapa ada sukacita yang begitu besar? Karena "mereka datang dengan tulus ikhlas ke Hebron untuk mengangkat Daud menjadi raja" dan "seluruh Israel pun sehati mengangkat Daud menjadi raja.” Sukacita sejati ditemukan ketika umat Allah melepaskan kepentingan pribadi dan bersatu dalam kehendak Allah. Ketika kita sehati melayani "Daud Besar" kita, yaitu Yesus Kristus, maka damai sejahtera dan sukacita akan melimpah dalam komunitas kita.Refleksi:Apa makna khusus dari suku Isakhar yang “mengerti zaman” dan tahu apa yang harus diperbuat?Dalam hal apa kita tergoda untuk mempercepat rencana Allah dengan cara kita sendiri?Apa peran kesabaran dan ketaatan dalam menunggu penggenapan janji Tuhan?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau memanggil kami menjadi bagian dari pasukan-Mu di bumi ini. Berikanlah kami hikmat seperti suku Isakhar agar kami tahu saat yang tepat untuk bertindak sesuai kehendak-Mu. Pakailah karunia kami yang sederhana ini untuk kemuliaan-Mu, dan biarlah hati kami selalu bersatu dengan saudara-saudara kami yang lain demi meninggikan nama-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
23 Juni 2026
Berakar pada Iman
Di bawah pemerintahan Raja Daud adalah awal era keemasan Israel. Setelah kegelapan di masa Saul, pemerintahan Daud memancarkan semangat persatuan, keberanian, dan pengakuan akan kedaulatan Allah.Pengangkatan Daud sebagai raja di Hebron dan daftar pahlawan-pahlawan perkasa yang mendukungnya, memberikan pesan mendalam tentang bagaimana Tuhan bekerja melalui komunitas yang bersatu.Daud tidak memaksakan dirinya menjadi raja. Seluruh Israel datang kepadanya dan berkata, "Ketahuilah, kami ini darah dagingmu". Mereka mengakui bahwa meskipun Saul yang memimpin secara fisik di masa lalu, Daudlah yang sebenarnya memimpin hati mereka. Persatuan adalah kunci bagi turunnya berkat Tuhan. Ketika umat Allah sepakat dan bersatu di bawah kepemimpinan yang diurapi Tuhan, perkara-perkara besar mulai terjadi. Daud berhasil merebut Yerusalem (Yebus) bukan sendirian, melainkan karena ia memiliki dukungan penuh dari umatnya.Bagian ini berisi daftar "orang-orang perkasa" Daud. Menariknya, mereka disebut perkasa karena mereka "memberi dukungan yang kuat kepada Daud dalam masa pemerintahannya”. Kehebatan para pahlawan ini, seperti Yasobam, Eleazar, dan Abisai, bukan hanya tentang otot, tetapi tentang kesetiaan. Mereka bersedia mempertaruhkan nyawa hanya untuk mengambilkan air minum bagi Daud. Dalam kehidupan rohani, kita menjadi pahlawan iman bukan karena kehebatan kita sendiri, tetapi karena seberapa dekat dan setianya kita mengikuti "Raja" kita, yaitu Yesus Kristus.Kisah Eleazar bin Dodo yang berdiri teguh di ladang jelai memberikan pelajaran penting. Ketika orang lain melarikan diri dari musuh, ia tetap bertahan. Alkitab mencatat: "Demikianlah TUHAN memberikan kemenangan yang besar.” Keberanian sejati muncul saat kita tahu bahwa kita sedang berdiri di pihak Tuhan. Saat dunia mundur karena takut, orang yang mengandalkan Tuhan akan tetap tegak. Kemenangan kita bukanlah hasil strategi semata, melainkan hasil dari keteguhan hati untuk tidak meninggalkan "pos" yang telah Tuhan percayakan kepada kita.Refleksi:Dalam hal apa iman kita perlu lebih berakar pada kehendak Allah, bukan pada hasil yang kita harapkan?Bagaimana keberanian para pahlawan Daud mencerminkan iman yang lahir dari relasi yang kuat dengan pemimpin yang takut akan Tuhan?Apa arti bahwa Allah bekerja melalui komunitas orang-orang yang setia, bukan hanya satu tokoh besar?Doa:Allah Bapa, Engkau adalah Raja kami. Berikanlah kami hati yang setia seperti pahlawan-pahlawan Daud, yang berani melangkah bukan karena kuat kami sendiri, melainkan karena ketaatan kami kepada-Mu. Biarlah hidup kami menjadi kontribusi bagi persatuan umat-Mu dan kemuliaan bagi kerajaan-Mu. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT