Selamat datang di GKY Gerendeng!
Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Visi dan Misi Gereja
Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.
Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.
CREED
QT Terbaru
26 Juli 2026
Reformasi Rohani
Setelah kemenangan besar atas pasukan Etiopia, Tuhan tidak membiarkan Asa menjadi sombong, melainkan mengutus Nabi Azarya untuk memberikan pesan yang sangat mendasar tentang hubungan manusia dengan Tuhan. Di sinilah Nabi Azarya datang membawa pesan yang menjadi kunci keberhasilan hidup beriman: "TUHAN menyertai kamu selama kamu menyertai Dia”. Azarya mengingatkan sebuah hukum rohani yang sederhana: "Jika kamu mencari-Nya, Ia berkenan ditemui olehmu; tetapi jika kamu meninggalkan-Nya, kamu akan ditinggalkan-Nya." Tuhan tidak pernah menjauh, tetapi sering kali kitalah yang melangkah pergi dari jangkauan perlindungan-Nya.Hubungan dengan Tuhan membutuhkan pengejaran yang aktif. Mencari Tuhan bukan sekadar tugas mingguan di gereja, melainkan sikap hati yang terus menerus merindukan kehadiran-Nya dalam setiap keputusan kita.Azarya menggambarkan masa-masa di mana Israel hidup tanpa Tuhan yang benar, tanpa imam yang mengajar, dan tanpa hukum. Hasilnya adalah kekacauan, ketidakamanan, dan penderitaan. Hidup tanpa tuntunan Tuhan hanya akan menghasilkan kekacauan batin. Tanpa "imam" (Firman yang mengajar) dan "hukum" (prinsip kebenaran), hidup kita akan terombang-ambing oleh situasi dunia. Kita butuh komitmen untuk tetap berada dalam jalur kebenaran Tuhan agar kita menikmati damai sejahtera yang sejati.Mendengar pesan itu, Asa menjadi kuat semangatnya. Ia tidak hanya menghapus berhala dari seluruh negeri, tetapi ia juga berani mengambil keputusan sulit di dalam keluarganya sendiri. Ia memecat neneknya, Maakha, dari jabatan ibu suri karena membuat patung Asyera yang keji. Ketaatan seringkali menuntut ketegasan, bahkan terhadap orang terdekat. Mengikut Tuhan mungkin mengharuskan kita memutuskan rantai kebiasaan buruk dalam keluarga atau lingkungan kita. Asa menunjukkan bahwa kasihnya kepada Tuhan jauh melampaui rasa hormatnya kepada tradisi atau ikatan darah yang salah.Seluruh bangsa Yehuda mengikat perjanjian untuk mencari Tuhan dengan "segenap hati dan dengan segenap jiwa". Hasil dari kesungguhan ini luar biasa: Tuhan memberikan keamanan kepada mereka di segala penjuru. Tuhan tidak mencari ketaatan yang setengah-setengah. Saat kita menyerahkan seluruh area hidup kita kepada-Nya, maka damai sejahtera-Nya yang melampaui akal budi akan menjaga hati dan pikiran kita.Refleksi:Mengapa keberanian Asa untuk menyingkirkan berhala, bahkan dari lingkup keluarga kerajaan, menjadi langkah penting dalam reformasi?Apa peran firman Tuhan dalam membangkitkan semangat pembaruan rohani di tengah bangsa itu?Mengapa sukacita dan damai sejahtera menjadi buah dari ketaatan dan reformasi rohani?Doa:Allah Bapa, terima kasih atas janji-Mu bahwa Engkau berkenan ditemui saat kami mencari-Mu. Berikanlah kami keberanian seperti Raja Asa untuk membereskan setiap hal dalam hidup kami yang mendukakan hati-Mu. Kami mau mengikat janji hari ini untuk mencari Engkau dengan segenap hati kami. Berikanlah damai sejahtera-Mu menaungi hidup kami. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
25 Juli 2026
Memperkuat Akar
Raja Asa adalah salah satu raja Yehuda yang melakukan reformasi spiritual yang signifikan. Raja Asa memulai pemerintahannya dengan melakukan apa yang baik dan benar di mata Tuhan. Kehidupannya memberikan kita cetak biru tentang bagaimana iman bekerja dalam dua musim kehidupan yang berbeda.Tuhan memberikan keamanan kepada Asa selama sepuluh tahun pertama. Asa tidak menggunakan masa damai ini untuk bersantai, melainkan untuk dua hal penting: Reformasi Rohani (menghancurkan berhala) dan Pembangunan Benteng (memperkuat pertahanan). Masa tenang adalah masa persiapan, bukan masa kelalaian. Asa mengajarkan kita untuk mencari Tuhan dan membangun kedalaman rohani justru saat keadaan sedang baik-baik saja. Jika kita tidak membangun "benteng" iman di masa damai, kita akan mudah roboh saat badai datang.Masa tenang itu berakhir ketika Zerah, orang Etiopia, maju menyerang dengan satu juta pasukan dan tiga ratus kereta. Pasukan Asa hanya sekitar setengahnya. Secara logika militer, Asa tidak memiliki peluang. Kesetiaan kepada Tuhan tidak menjamin hidup bebas masalah. Kadang, meski kita sudah melakukan yang benar, tantangan raksasa tetap datang. Namun, perbedaan orang beriman adalah kepada siapa mereka lari saat tantangan itu muncul.Di lembah Zefata, Asa menaikkan salah satu doa yang rendah hati dan berkuasa: "Ya TUHAN, tidak ada yang dapat menolong selain Engkau antara orang yang kuat dengan orang yang tidak berdaya. Tolonglah kami ya TUHAN, Tuhan kami, karena kepada-Mulah kami bersandar…" Asa tidak mengandalkan benteng yang ia bangun atau pasukan yang ia latih. Ia mengakui bahwa ia "tidak berdaya" di hadapan Tuhan. Inilah kunci kemenangan: mengakui kelemahan kita agar kuasa Tuhan dapat bekerja secara penuh. Doa Asa adalah doa penyerahan total.Tuhan menjawab doa Asa. Pasukan Etiopia terpukul kalah dan lari kocar-kacir. Asa tidak hanya menang, tetapi ia juga memperoleh jarahan yang sangat banyak. Tuhan mengubah ancaman pemusnahan menjadi berkat kelimpahan. Saat Tuhan berperang bagi kita, tidak ada musuh yang bisa bertahan. Ketika kita bersandar pada-Nya, Dia tidak hanya menolong kita "bertahan hidup", tetapi sering kali Dia membawa kita keluar sebagai pemenang yang lebih dari pemenang.Refleksi:Bagaimana tindakan menyingkirkan mezbah asing dan tiang-tiang berhala berhubungan dengan penguatan “akar” iman?Bagaimana kebiasaan mencari TUHAN di masa tenang mempersiapkan Asa saat menghadapi serangan?Mengapa kemenangan Asa justru lahir dari pengakuan akan kelemahan manusia dan keperkasaan Tuhan?Doa:Allah Bapa, ajarlah kami untuk tetap setia mencari wajah-Mu, baik di masa tenang maupun di masa perang. Kami mengaku bahwa tanpa Engkau, kami tidak berdaya menghadapi tantangan dunia ini. Tolonglah kami ya Tuhan, karena hanya kepada-Mu kami bersandar. Biarlah kemenangan-Mu dinyatakan dalam hidup kami, sehingga nama-Mu saja yang dimuliakan. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.
Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT