Main

Services

Contact

Selamat datang di GKY Gerendeng!

Kami sangat ingin menjadi bagian dari perjalanan iman Anda.

Hero

Visi dan Misi Gereja

Visi Gereja Kristus Yesus adalah "Gereja Yang Mulia dan Misioner", yaitu Gereja yang menyatakan kehadiran Kerajaan Allah dan nilai-nilai-Nya di tengah dunia dalam seluruh aspek kehidupan.

Lima unsur misi Allah bagi Gereja di tengah dunia (Missio Ecclesiae), yaitu (1) Ibadah (2) Persekutuan (3) Pembinaan (4) Pekabaran Injil (5) Pelayanan Sosial.

Section One GKYRD

CREED

QT Terbaru

16 Juli 2026

Lambang Kehadiran Tuhan

Setelah bertahun-tahun membangun, akhirnya Bait Suci siap digunakan. Namun, Salomo tahu bahwa tanpa kehadiran Tuhan, gedung semegah apa pun hanyalah sebuah bangunan kosong. Salomo membawa masuk barang-barang kudus yang telah dikuduskan Daud, ayahnya. Ia memastikan tidak ada yang tersisa; semua janji dan persiapan diselesaikan dengan tuntas. Hadirat Tuhan turun di tengah ketaatan yang tulus. Seringkali kita menginginkan hadirat Tuhan, tetapi kita masih menyisakan "pekerjaan" yang belum tuntas, janji yang belum ditepati atau ketaatan yang setengah-setengah. Tuhan menghargai hati yang menuntaskan apa yang telah dimulai bagi-Nya.Inti dari seluruh perayaan ini adalah pemindahan Tabut Perjanjian. Di dalam Tabut itu ada dua loh batu berisi sepuluh firman Tuhan sebagai dasar dari hubungan Tuhan dengan manusia. Meskipun Bait Suci itu penuh dengan emas dan permata, pusatnya tetaplah Firman Tuhan. Dalam hidup kita sebagai "Bait Roh Kudus," apakah pusatnya adalah Firman Tuhan, ataukah kita lebih fokus pada hiasan luar (prestasi, penampilan, kekayaan)? Hadirat Tuhan tinggal di tempat di mana Firman-Nya dijunjung tinggi.Momen luar biasa terjadi, para penyanyi dan pemain musik berdiri bersama, berpakaian lenan halus, dan mereka menyaringkan suara "seolah-olah satu suara saja" untuk memuji Tuhan. Mereka tidak saling menonjolkan diri, melainkan bersatu memuliakan Tuhan dengan kalimat: "Sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya!” Hadirat Tuhan turun bukan saat ada satu bintang yang bersinar, melainkan saat umat-Nya sehati dan sejiwa. Kesatuan hati dalam kerendahan hati adalah magnet bagi hadirat Tuhan. Di mana ada kerukunan dan pujian yang tulus, di sanalah Tuhan memerintahkan berkat-Nya.Hasil dari pujian yang bersatu menghadirkan hadirat Tuhan, awan kemuliaan Tuhan memenuhi rumah itu. Begitu dahsyatnya kemuliaan itu hingga para imam tidak tahan berdiri untuk melayani. Aktivitas manusia terhenti karena keagungan Tuhan mengambil alih. Biarlah Tuhan yang memegang kendali. Seringkali kita terlalu sibuk dengan "pelayanan" atau kesibukan kita sendiri hingga kita tidak memberi ruang bagi Tuhan untuk menyatakan kemuliaan-Nya. Ibadah yang sejati adalah saat kita berhenti mengandalkan kekuatan sendiri dan membiarkan Roh Kudus memenuhi serta memimpin hidup kita sepenuhnya.Refleksi:Apa arti kesatuan para imam dan orang Lewi dalam ibadah ketika kemuliaan TUHAN dinyatakan?Apa bahaya jika kita mengandalkan lambang-lambang rohani, tetapi kehilangan realitas kehadiran Tuhan itu sendiri?Dalam kehidupan kita, apa yang menjadi pusat kehadiran Tuhan dan apakah itu sungguh ditempatkan di pusat hidup kita?Doa:Allah Bapa, ini kami bait-Mu. Kuduskanlah hati kami agar layak menjadi tempat kediaman-Mu. Ajarlah kami untuk selalu menjunjung tinggi Firman-Mu di atas segalanya. Biarlah hidup kami, bersama dengan saudara-saudara kami yang lain, menaikkan pujian yang sehati sehingga kemuliaan-Mu turun dan menguasai setiap langkah hidup kami. Bukan kami yang memegang kendali, tapi Engkau saja, ya Tuhan. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

15 Juli 2026

Penyucian Menuju Hadirat Tuhan

Ibadah di Bait Suci melibatkan banyak benda yang terbuat dari tembaga dan emas. Melalui benda-benda ini, Tuhan sedang mengajarkan umat-Nya bahwa mendekat kepada-Nya membutuhkan persiapan dan kebersihan hati.Benda pertama yang disebutkan adalah mezbah tembaga, tempat di mana korban dipersembahkan. Sebelum seseorang bisa masuk lebih dalam ke hadirat Tuhan, dosa harus dibereskan terlebih dahulu di mezbah ini. Salib Kristus adalah "mezbah" kita. Kita tidak bisa bersekutu dengan Tuhan jika kita menyimpan dosa yang tidak diakui. Ibadah yang sejati selalu dimulai dengan kerendahan hati untuk bertobat dan menerima pengampunan yang telah disediakan melalui pengorbanan Yesus.Salomo membuat sebuah kolam besar yang disebut "Laut Tuangan" dan sepuluh bejana pembasuhan. Menariknya, Laut Tuangan digunakan khusus bagi para imam untuk membasuh diri, sedangkan bejana-bejana digunakan untuk membasuh alat-alat korban. Tuhan tidak hanya melihat apa yang kita persembahkan (korban), tetapi Ia melihat tangan yang mempersembahkannya. Dalam hidup sehari-hari, Firman Tuhan adalah "air" yang membasuh pikiran dan hati kita. Sudahkah kita mengizinkan Firman-Nya menyucikan kita setiap hari?Di bagian dalam yang dilapisi emas, terdapat sepuluh kandil dan sepuluh meja. Kandil emas memastikan bahwa Rumah Tuhan tidak pernah gelap. Dunia ini gelap, dan kita dipanggil untuk menjadi kandil-kandil yang memancarkan terang Kristus. Terang itu hanya bisa bersinar jika kita terus "mengisi bahan bakar" melalui persekutuan dengan Tuhan. Kehidupan rohani yang sehat membutuhkan keseimbangan antara memancarkan terang ke luar dan memelihara persekutuan di dalam.Benda-benda di pelataran luar menggunakan tembaga, sementara benda-benda di ruang dalam (Ruang Kudus dan Maha Kudus) menggunakan emas murni. Semakin dekat dengan takhta Tuhan, semakin murni bahan yang diminta. Tuhan menginginkan kita bertumbuh dalam kemurnian. Saat kita semakin dewasa dalam iman dan semakin dekat dengan Tuhan, motivasi kita harus semakin murni. Jangan memberikan kepada Tuhan "logam campuran" (kepalsuan), tetapi berikanlah "emas murni" dari hati yang tulus.Refleksi:Apa hubungan antara penyucian lahiriah dalam Bait Tuhan dan penyucian hati dalam kehidupan rohani kita?Mengapa Salomo tidak mengurangi atau menyederhanakan perlengkapan yang berkaitan dengan penyucian, dan apa pelajarannya bagi pelayanan masa kini?Bagaimana penyucian yang Tuhan kehendaki mempersiapkan umat untuk penyembahan yang sejati, bukan sekadar ritual?Doa:Allah Bapa, terima kasih karena Engkau telah menjadi korban yang sempurna bagi dosa kami. Basuhlah kami dengan darah-Mu dan sucikanlah kami dengan Firman-Mu. Jadikanlah hidup kami sebagai kandil yang memancarkan terang-Mu di mana pun kami berada. Kami ingin melayani-Mu dengan hati yang murni dan tulus. Dalam nama Yesus Kristus, kami berdoa, Amin.

Download aplikasi GKY Gerendeng untuk membaca QT

Ada yang bisa kami bantu?

Mari terhubung! Kami ada di sini untuk menemani langkah iman Anda dan membantu Anda mengenal lebih dekat keluarga besar GKY Gerendeng.